
Keesokan Harinya.....
Yuki menatap wajah Hana yang masih terlelap di hadapannya.
"Cantik ? sangat cantik"gumamnya.
Disingkirkannya rambut yang menutupi sebagian wajah cantik istrinya tersebut.
Hana yang semula menghadapnya kini mulai membalikkan tubuhnya dengan mata yang sedikit terbuka.
"Pagi"seru Yuki.
"Ya pagi" jawaban spontan Hana yang membuat Hana sadar.
"Kakak kenapa ada disini ?"tanyanya sambil menarik selimutnya.
"Aku tidak tahu bahwa istriku seorang yang pelupa" kata Yuki.
"Hah ? maaf kak tadi kepala Hana sedikit pusing, nyawa juga belum terkumpul jadi agak kaget" jawab Hana pelan.
"Kemarilah,kamu ada saran nggak bagaimana menghukum istri nakal kayak kamu"tanya Yuki sembari meraih tangan Hana.
"Hana akan dihukum kak, apa Hana buat kesalahan fatal ?"tanya Hana dengan wajah yang polos.
*Gemesnya istriku ini benar-benar sangat lugu* batin Yuki.
"Sayang,apa yang akan kita lakukan hari ini ?"tanya Yuki lembut sambil mengelus kepala hana.
*Sayang kak Yuki memanggilku sayang,gila jantungku hampir meledak ini* batin Hana dengan wajah yang berkaca-kaca.
"Sayang kok melamun,apa yang kita lakukan hari ini ?" tanya Yuki lagi.
"I...i...i itu kak ada baiknya kita mandi dulu"kata Hana dengan suara terputus-putus.
Hana mulai beranjak dari tempat tidur dengan cepat Yuki menarik tangannya dan meletakkan tubuh Hana tepat dibawahnya.
"Hosh,hosh,hosh"suara nafas Yuki yang tersenggal-senggal membuat Hana semakin gugup.
*Sepertinya nafsunya tengah memuncak,sebagai istri aku memang harus melayaninya,tapi aku kan belum mandi asem lagi* batin Hana.
Melihat wajah Hana yang sangat polos membuat nafsu Yuki semakin menjadi-jadi dia langsung mengulum bibir Hana yang sedikit agak tebal tersebut.
Tangannya mulai mengarah ke balik baju Hana dia membuka kancing baju Hana dengan gerakan yang sangat cepat hingga muncullah sesuatu yang membuat ia penasaran tersebut.
"Ahh,ahh ahh"suara kenikmatan Hana mulai keluar saat Yuki mulai memainkan gunung kembar miliknya.
__ADS_1
Mendengar erangan Hana membuat Yuki tersenyum dan semakin bersemangat.
"Kakak aku ah aku aku geli" desahan Hana yang telah semakin menjadi-jadi.
Yuki tetap melanjutkan aksinya tangannya pun mengarah ke celana Hana. Perlahan tapi pasti ia membukanya pelan.
"Kak geli kak"erangan Hana.
Yuki kembali mengulum bibir Hana.
15 menit kemudian....
*Ah mengapa jadi seperti ini ? padahal kak yuki sudah sangat semangat melakukannya dan aku malah mengacaukannya,tapi itu benarr-benar sangat sakit* gumam Hana didalam kamar mandi.
Sedangkan Yuki di atas tempat tidur...
*Apa yang dilakukan Hana didalam bahkan suara gemercik air pun tidak terdengar dari tadi ini semua salahku kenapa coba aku harus bernafsu brutal seperti itu dan memaksanya untuk melakukan itu Yuki mati sajalah* batin Yuki.
15 Menit yang lalu/bayangan Yuki.
"Ah sakit kak sakit"teriak Hana.
Tanpa mendengar teriakan Hana Yuki tetap melanjutkan aksinya yang sudah menggebu-gebu.
"Ah benar-benar bodoh, harusnya aku mendengarkannya dan tidak memaksakan kehendakku ini sebuah kejahatan terhadap istri, lebih baik aku mencari sesuatu yang enak untuknya"kesal Yuki sambil beranjak keluar dari kamar.
"Padahal sangat jelas kak Yuki sangat menikmatinya, aku malah mengacaukannya tapi siapa sangka begitu terasa sangat sakit aku jadi bingung mengapa masih banyak orang yang melakukannya diluar nikah"gumam Hana.
*Hmm gimana ya aku malu jumpa dengan kak Yuki tapi tidak mungkin kan aku harus berada lama disini lagipula sebagai istrinya apa aku tidak terlalu kekanakkan,bodoh ah keluar saja kasian dia juga pasti mau mandi* batin Hana.
Hana keluar dari kamar mandi namun ia terkejut sosok suaminya tidak ia temukan di kamar
"Kak Yuki kemana ? tidak mungkin kabur kan,lebih baik aku pakai baju dulu"kata Hana.
10 menit kemudian....
*Hana masih dikamar mandi ya,jangan-jangan pingsan lagi nggak mungkinlah tapi kalau iya bagaimana*
gumam Yuki.
"Hana...Hana masih lama nggak mandinya ini kakak belikan sarapan untuk kita,keluarlah Hana Hana" teriak Yuki sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Hana disini kak"kata Hana lembut tepat di belakang Yuki.
Yuki membalikkan badan ia melihat ke arah istrinya yang sedang menyisir rambut.
__ADS_1
*Kenapa terlihat seperti ingin menggodaku lagi* batin Yuki.
"Kakak kenapa bengong nanti kesambet lho" kata Hana.
"Ha ? oh ini kita sarapan yuk pasti kamu sudah lapar kan"ajak Yuki.
Hana pun mendekat wangi rambutnya membuat Yuki gugup.
*Kenapa lagi fikiran kotorku ini muncul apa karna efek (gagal melakukan) tadi ya makanya terpancing lagi,ya sudahlah aku tidak mau membuatnya menangis lagi cukup sekali ya sekali ini saja* batin Yuki.
"Wah ini enak sekali kak Hana suka sekali pecal lele" kata Hana.
"Syukurlah kalau Hana suka, dihabisin ya biar semakin sehat"jawab Yuki.
"Kakak makan apa dong ?"tanya Hana.
"Kalau kakak biasa makan roti kalau nasi langsung sakit perut"jawab Yuki.
"Bisa gitu ya apa kenyang cuma makan roti ?"tanya Hana lagi.
"Ya tentu saja Hana lanjutin makannya kakak mau mandi dulu"kata Yuki seraya beranjak kekamar mandi.
Selesai makan Hana mengambil sesuatu dari dalam tasnya yaitu diary dan penanya,
Dear Diary
Ini adalah hari kedua aku menjalani status sebagai istri. Aku tidak tahu apa sebutan itu pantas untukku tapi yang pasti aku merasa sangat bersalah pada Kak Yuki suamiku.Aku sangat mencintainya aku juga tahu dia pasti juga mencintaiku.Terlepas dari kejadian malam pertama yang seharusnya indah kami malah diganggu oleh kak Ai chin tapi bukan itu yang jadi masalahnya. Di hari kedua tepat hari ini aku justru malah mengacaukannya.Aku benar-benar bodoh saat kak Yuki sangat menikmatinya aku menghentikannya karna alasan merasa sangat kesakitan. Aku tahu itu membuatnya kecewa tapi aku jugga tidak bisa menahan kesakitan. Aku berharap hal indah akan datang pada kami di hari-hari selanjutnya. Ini adalah hari terakhir kami disini,besok kami sudah harus berangkat ketempat yang masih baru bagiku tapi ya mau gimana lagi mau tidak mau bukankah seorang istri memang harus ikut kemanapun suami pergi.Karna sebagai pendamping harus melayani dan mengayomi suami.
Sudah dulu ya curhatku aku harap bisa menjadi istri yang membuat bahagia suami selamanya.
Aamin....💕💕
Hana memasukkan diary dan penanya kembali kedalam tas. Tak lama kemudian keluar gmdari kamar mandi dengan telanjang dada.
*Huft hampir saja aku melakukan hal bodoh(onani) dikamar mandi kalau seandainya itu terjadi bukankah itu pemborosan bibit unggulku akan terbuang banyak*
batin Yuki.
Hana melihat ke arah Yuki yang setengah telanjang dan hanya menutupi bagian bawah tubuhnya.
*Benar-benar paling bisa membuat orang salah tingkah* batin Hana.
Saat Yuki mengeluarkan baju yang akan dipakainya tidak sengaja ia mengambil bra milik Hana yang ia masukkan kemarin waktu dirumah Hana.
"Itu kan punya Hana kok bisa ada sama kakak ?"tanya Hana dengan wajah yabg sangat terkejut.
__ADS_1
"Hah ? i i itu waktu itu ka mu"
BERSAMBUNG.......