
*Tiba-tiba aku merasa ada yang hangat menyelimuti* *pundak ku*
..............
pakai saja jas ini, anda terlihat sangat kedinginan. ujar seorang pria tampan dengan kemeja biru dengan lengannya digulung hingga ke siku dan menggunakan celana bahan hitam, membuat aura ketampanan dan tegasnya bertambah.
"Ehh,,,,t-terima kasih, ucapku dengan gugup karna dia memberikan jasanya.
"sangat manis dan lucu......
" Oh ya perkenalkan saya Alexander Wiliam.ia mengulurkan tangan nya pada ku sambil tersenyum manis..
" saya Rara Dwi Pramudia Diningrat. aku membalas uluran tangan nya beberapa detik tangan kami masih saling memegang,aku pun langsung tersadar dan melepaskan jabat tangan kami.
" Ekhmm!,,Oya kamu palang naik apa?" tanya Alex saat tangan kami sudah terlepas...
"saya pulang dengan taksi. kalau saja kak Raka tidak jadi menjemput ku mungkin saja aku tidak naik taksi.batin Ara
" Bagaimana jika saya saja mengantar kamu pulang?" aku terkejut, tidak mungkin aku menerima tumpangan dari orang yang baru beberapa menit yang lalu kukenal.
" Tidak usah takut merepotkan saya naik taksi saja,, aku mencoba menolak dengan halus agar tidak tersinggung.
"Hmm.... Baiklah sampai jumpa lagi rara." aku hanya membalas dengan tersenyum dan melambaikan tangan saat di sudah di dalam mobilnya..
"Semoga kita bisa bentu lagi.....
" Tidak lama setelah itu taksi pun datang
...----skip time----...
" Aku membaringkan tubuhku yang lelah ini di kasur yang empuk.Hari ini sangat sepi hanya ada aku dan para pekerja yang ada dirumah, bunda sedang pergi ke butik miliknya sedang kan ayah dan kakak ada di kantor.
aku bangkit menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan tidak sengaja aku melihat jas pria itu di atas sofa yang ada di ruang ganti. aku ingat jas ini milik alex, aku langsung mengambilnya dan tercium aroma maskulin dari jas alex.
" Ahh aku harus segera mencuci nya dan mengembalikan ini pikir ku," setelah terdiam sejenak aku langsung ingat aku tidak tau mau mengembalikan kemana, Karena aku tidak tau alamat dan no telpon nya.
__ADS_1
" ahh aku hanya tau namanya,, bagai mana aku mengendalikan".batin rara
"Aku memasuki rumah sakit terbesar di negara Amerika. Hari ini aku kembali ke rumah sakit karna ingin memantau perkembangan pasien ku yang baru selesai dioperasi kemaren.
" Aku memasuki salah satu kamar pasien yang ada dirumah sakit ini, aku melihat ada seorang wanita paruh baya yang terbaring lemah di atas tempat tidur pasien.
tidak lama wanita paruh baya tersebut membuat makanya secara perlahan, aku langsung saja mendekati Pasien itu.
"Mrs,,,,, Are you hear me?" ucap ku sambil menggoyangkan tubuhnya.Seketika kesadaran nya mulai terkumpul.
"Siapa kau?" dan dimana keluarga ku?" ia tidak menjawab ku justru dia bertanya kepadaku
" Nama saya Rara, saya dokter yang mengoperasi anda dan saya juga yang akan merawat anda sampai sembuh total,ujar ku.
" oh ya semua keluarga anda sedang pulang dan mungkin sebentar lagi akan datang," aku menjelaskan nya dengan panjang lebar agar wanita tua ini tidak bertanya lagi.
" Sekarang saya akan memeriksa anda,, lanjut ku dan hanya dibalas dengan anggukan saja.
" mom! kamu sudah sadar, ucap pria paru baya yang ku yakini adalah suaminya. istrinya hanya mengangguk lemah, ia pun mendekati istrinya dan memeluknya..
" bagai mana dengan keadaan istri saya dok? ujar pria tua tersebut setelah melepaskan pelukannya.
"Kalau begitu saya permisi dulu".ucapku lalu pergi meninggalkan ruang itu.
" saat aku keluar dari ruang pasien itu, lalu aku melangkah menuju ruangan ku. Namu tiba-tiba aku merasa ada yang menabrak tubuhku dengan keras
" Auuu!!" aku meringis karna tiba tiba ada orang yang menabrak ku hingga bokong ku mendarat ke lantai, dengan keras.
" Bangun lah!!" ujarnya lalu mengulurkan tangannya kepada ku.
" Terima kasih," lalu aku menerima uluran tangannya, seketika aku terdiam melihat siapa orang yang menabrak ku hingga jatuh.
" Kamu!" maaf Nona saya tidak sengaja menabrak anda, saya sedang buru buru.
" oh tidak apa-apa ujar ku.
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi dulu nona, sekali lagi saya mintak maaf ujarnya dengan wajah datang dan dingin.
" Tunggu kamu Alexander William?" oh iya maaf aku lupa membawa kan jas anda,, karena saya tidak tau bahwa akan bertemu dengan Anda.
" Tidak masalah,, lupakan saja jas itu" kalau perlu buang saja ujar pria tersebut." aku jengkel dengan mendengar jawaban itu.
"Baiklah kalau begitu,, saya pergi dulu selamat tinggal, ujar ku sebelum meninggal kan pria itu.
Author POV
Rara melangkah kan kakinya menuju atap rumah sakit yang selalu ia datangi saat sedih maupun saat tidak ada pasien.
" Sangat sejuk udara disini." Gumamnya pelan. dia menutup matanya dan kembali merasakan segelintir angin yang mengenai kulit wajah nya.
" Sampau dia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memandangnya dengan tatapan memuja didepan pintu atap rumah sakit.
" Tiba-tiba ponsel Rara berdering
"Hello"
........
"Baiklah saya akan segera ke sana"
Ia langsung memasukkan ponselnya kedalam saku jas dokter nya setelah mematikan sambungan telepon. Orang yang sendari tadi menatapnya pun langsung terkejut dan langsung bersembunyi di belakang pintu atap rumah sakit itu. setelah mendengar langkah kaki gadis itu menjauh diapun keluar dari balik pintu itu.
**TBC❤️
nexk....
maaf kalau masih banyak typo
jangan lupa vote komen dan beri saran**.
..
__ADS_1
..
..