MY Doctors Bedah

MY Doctors Bedah
Episode.08


__ADS_3

happy reading.


"Sebenarnya aku...."


"Ya ?"


"Sebenarnya aku sayang sama kamu!" Ucap rayhan dalam satu tarikan nafas.Rayhan sangat gugup saat ini sehingga jantung nya berdetak sangat cepat saat ini.


Rara menatap Rayhan dengan tatapan lembut yang justru membuat jantung akan membuat rayhan berdetak dengan sangat cepat.


"Aku juga sayang sama kamu ray." Rara memeluk Rayhan untuk mennyalurkan rasa hangat pada pria yang selalu ada di saat keadaan apa pun itu. Rayhan jelas langsung membalas pelukan hangat dari Rara, namun iya sempat merasa jantung nya berhenti saat Rara tiba tiba memeluknya .


"Kamu beneran sayang sama aku?"Ucap Rayhan yang memastikan Tampa melepaskan pelukan dari Rara.


"Iya aku sayang sama kamu. Aku mau berterima kasih sama kamu karena selalu ada buat aku dan tidak pernah meninggalkan aku. Kamu memang adalah sahabat yang sangat baik dan aku beruntung mempunyai sahabat yang sangat baik seperti kamu,"Tubuh Rayhan menegang seketika.


sayang? sahabat? Apa maksudnya sayang sebagai sahabat?" Batin Rayhan.


Rara yang merasa tubuh Rayhan menegang langsung melepaskan pelukan nya dan langsung memeriksa keadaan Rayhan.


"Ray, are you okey?" Rara terlihat sangat cemas di mata Rayhan, seharusnya Rayhan senang dengan perhatian. yang diberikan oleh rara namu kecemasan Rara membuat nya tambah sedih dan kecewa.


kenapa kamu harus perduli sama aku kalau kamu gak ada perasaan apa apa sama aku ra? apa aku terlalu egois untuk mengharapkan agar kamu selalu ada di sisi ku?.


Batin Rara.


"I'm okey," Rayhan berusaha memasang senyum di wajahnya agar Rara tidak atau kalau dia kecewa dengan jawaban nya.


Mungkin untuk sementara waktu lebih baik tetap seperti ini. aku gak mau kau malah menjauh dari aku Ra.


Batin Rara.


...----------------...


Hari ini adalah hari yang sangat sibuk bagi rara. bagai mana tidak sibuk dia harus bolak balik dari rumah ke rumah sakit karena ada pasien yang darurat harus segera ditangani dan dia juga harus membantu bunda buat acara keluarga.


Rara dan dinda pergi ke cafe Yanga ada di depan rumah sakit. Rara duduk di kursi dekat dengan jendela yang langsung menghadap ke arah jalan sedangkan Dinda hanya bisa menatap kasihan dengan sahabat nya itu.


Setelah mereka memesan makanan, Dinda kembali melihat sahabatnya yang terlihat sangat kacau dan muka lelah nya itu.


"Rara kamu terlihat sangat capek ya?" tanya Dinda yang hanya di bales anggukan lemah oleh Rara.


"Emang kamu kenapa sih kok sibuk banget?Bukannya kamu lagi libur ya?"


"Tadi saat aku lagi bantu bunda masak untuk acara nantik malam, aku dapat telpon dari asisten aku salsa bilang kalau Direktur rumah sakit sudah pulang dari Jepang dan meminta semua dokter untuk rapat tentang fasilitas dan keperluan rumah saki.


"Waktu aku baru siap rapat tadi, tiba tiba ayah aku nelpon dan dia mintak tolong untuk menjemput sepupu aku yang baru datang dari Indonesia. Tapi waktu aku Samapi dirumah aku pikir aku bisa langsung istirahat tapi tiba tiba salsa nelpon aku dan dia bilang ada pasien yang darurat yang perlu tindakan operasi terpaksa aku haru kembali lagi kerumah sakit. Tapi jarak antara rumah aku dan rumah sakit sangat jauh aku sedikit terlambat walaupun aku sudah membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan untung nya ada Rayhan yang sudah memberikan penanganan pertama kepada pasien sehingga pasien bisa selamat."Jelas Rara dengan panjang lebar.


"Kamu mau aku kasih saran?"tanya Dinda dan dibalas anggukan saja.


"Kenapa kamu gak sewa apartemen yang dekat dengan ruang sakit aja. Kamu kan bisa hemat waktu dan tenaga. Kamu mau setiap hari boleh balik rumah ke rumah sakit yang jaraknya tidak dekat.


"Iya juga sih,,, tapi keluarga aku bagai mana?" Kamu tau sendiri mereka seperti apa.


"Kamu kan bisa kalau libur kerna pulang kerumah orang tua kamu.


" Iya juga sih!" cobak nantik aku mintak izin ke keluarga aku.


"Nanti aku yang akan mengurus apartemen, Kamu tinggal Peking barang barang kamu yang akan di bawa ke apartemen dan kamu tinggal beli perabot yang akan digunakan di apartemen.


"Makasih Dinda kamu udah mau bantu aku."


" Sama sama itu udah kewajiban aku untuk membantu kamu Sahabat aku.

__ADS_1


Setelah selesai mereka makan sambil berbincang dari pekerjaan sampai masa mereka kuliah dulu.


...----------------...


Keluarga Dirgantara sedang menikmati makan malam sambil berbincang ringan untuk melepaskan kerinduan mereka yang di akibatkan oleh pekerja mereka masing masing.


Rara sedang berpikir bagai mana memintaku izin untuk tinggal di apartemen.


"Ekhmm..... Bun....Yah.... ,bang..." Audy,,, Adam,,, dan Raka langsung melihat ke arah rara yang sedang mengaduk aduk makanan nya.


"Kenapa Ra?" tanya Audy yang heran dengan sikap anaknya yang agak berbeda malam ini.


"A anu bun a,, aku mau mintak izin buat tinggal di apartemen yang dekat dengan rumah sakit." Jawab Rara yang masih saja menunda takut tidak di izinkan.


"Kenapa kamu mau tinggal di apartemen?" Tanya Audy yang disertai anggukan alih Thomas dan Raka.


"Karena tugas aku dirumah sakit kadang gak menentu Bun kadang kalau ada pasien yang darurat aku harus segera ke rumah sakit dan aku harus bolak balik dari rumah kerumah sakit yang jaraknya jauh Bun, kalau aku tinggal di apartemen yang dekat dengan rumah sakit aku gak perlu capek di perjalanan.


"Lagi pula aku kan udah dewasa bun, aku udh siap buat aku tinggal terpisah dari orang tau agar aku mandiri." Sabung Rara.


"Audy dan Adam tampak saling tatap tatapan dan nampak sedang berdiskusi sesuatu. Setelah beberapa saat kemudian mereka menatap putri mereka itu.


"Bunda dan ayah setuju kalau kamu mau tinggal di apartemen tapi kamu harus sering sering pulang kalau libur dan kakak kamu Raka akan mengawasi kamu .Bagai mana Raka kamu setuju kan?" tanya bunda audy.


"Kalau Raka ya setuju setuju saja kalau itu keputusan bunda dan ayah." Ucap Rakan yang setuju.


"Ayah juga ingin sering sering datang ke perusahaan untuk cek kodisi ayah dan kamu juga harus belajar tentang perubahan." ucap Adam.


"iya yah, nantik aku akan sering sering datang ke perusahaan."ucap Rara lembut sambil tersenyum.


" Oh iya Ra kamu memangnya sudah dapat apartemen nya?"Tanya Raka kepada sang adik.


"Soal apartemen, Kakak tidak usah khawatir Dinda sudah mencarinya dan sudah mengurus juga malas perabotan untuk apartemen mungkin besok aku tinggal masuk aja dan membeli kalau ada yang kurang.


 


______________________


keesokan hari


Hari ini Rara dapat bernafas dengan lega karna hati ini tidak ada pasien yang harus dioperasi. Rara berjalan di koridor rumah sakit dengan santai dan disertai dengan Suara hills yang mengiringi langkah kaki Rara.


Rara melangkah kan kakinya memasuki kantin rumah sakit lalu duduk di meja yang ada seorang perempuan dengan memakai baju khas perawat.


"Hai Din!" sapa Rara ke Dinda..


" Hai Ra, Ayok cepat duduk."Ucap Dinda yang mempersilahkan Rara untuk duduk di kursi yang ada di depannya.


"Aku mau nanyak kamu udh dapat apartemen yang dekat dengan rumah sakit?"tanya Rara yang langsung to the proints.


"Tenang aku udh dapat kok apartemen yang dekat dengan rumah sakit.Jawa Dinda.


"Bagus gak?"


"Bagus banget, ada di lantai 17 dengan fasilitas lengkap dan ada kolam renang nya dan juga pemandangan nya juga sangat bagus."Jawab Dinda.


"Makasih din, karna kamu sudah mau membantu aku.


"No problem, Oya sudah aku Carikan beberapa perabotan untuk di apartemen kamu tinggal beli apa perabotan yang kurang.


" iya nantik aku lihat apa saja barang yang kurang."Oya kamu liat Rayhan gak? aku mau ngajak dia buat beli perabotan tapi dari 5adi aku cari dia gak ada. ucap Rara, Dinda berpikir sejenak.


"Tadi aku mau ngasih berkas pasien ke ruangan rayhan. Asisten nya bilang kalau Rayhan lagi cuti buat pulang ke Indonesia untuk melihat papanya Yangs sedang sakit.

__ADS_1


"Kok Rayhan gak bilang bilang sama aku ya?"


" Katanya sih mendadak dan dia buru buru tadi.


"hmm,, nantik saja aku hubungi rayhan." Rara dan Dinda berbincang ringan sambil tertawa.


...*****line*****...


...***Rayhan✨...


Rara***: kamu diman Ray?"


Rayhan: aku lagi di cafe yang ada di bandara.


Rara: Kenapa kamu gak bilang sama aku kalau kamu mau pulang ke Indonesia.


Rayhan: ini aku pulang mendadak, karna papa aku lagi masuk rumah sakit.


Rara: ya udah kamu di sana hati hati, jangan lupa makan ya.


Rayhan: thanks, kamu juga ya!" aku pergi dulu.


Rara: *sampai jumpa Ray😊


Rara memasukan kembali ponsel nya kedalam tas dengan kasar dan dengan wajah yang cemberut*.


"Kamu kenapa lagi Ara?" tanya Dinda yang heran melihat tingkah Rara yang tiba tiba aneh.


"Aku bingung mau cari perabotan sama siapa?"


"Memangnya kamu rencananya mau pindah kapan." tanya Dinda.


"Rencananya aku mau pindah itu Lusa, karena jadwal aku mulai padat lagi Minggu depan."jawab Rara


"oh gitu." ucap Dinda yang hanya mengangguk agung kan kepalanya.


" Cobak aja aku bisa bantu kamu.Tapi sayang aku gak bisa bantu kamu karena aku ada jadwal operasi dengan dokter Aldi ,"sambung Dinda.


"it's okey!". setelah itu Rara dan Dinda menyantap makanan nya yang baru saja di antar pelayan kantin. Rara dan Dinda terlalu asik menikmati makanan mereka Sambil bercanda Sampai sampai Meraka tidak sadar kalau ada orang yang datang menghampiri Mekah meraka. Rara merasa ada orang yang menepuk pundaknya pelan.


"Hai."Sapa orang barusan yang menepuk pundaknya. Rara menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat orang yang menyapa nya barusa.


"Alex..."


bersambung.....


TBC ❤️


*****selamat menjalan kan ibadah puasa


terimakasih buat kalian yang sudah membaca cerita author yang masih banyak kekurangan nya dalam alur maupun dalam tulisan.


jangan lupa...


like 👍


komen


vote


favorit 💙


thanks you all

__ADS_1


. selamat membaca*****.


__ADS_2