
Rara melangkah kan kakinya di koridor rumah sakit, ia ingin mengunjungi ruangan yang berisikan para perawat atau suster, ia ingin mengunjungi sahabat baiknya, Adinda Putri atau sering dipanggil dengan nama dinda adalah sahabat Rara dan Rayhan,Namu karena kesibukan mereka masing masing yang menjadi dokter dan suster membuat mereka Jarang bertemu dengan Dinda, walaupun mereka satu rumah sakit tapi tetap saja jarang bertemu.
Rara memasuki ruangan sahabat nya itu.
" Hai ara!" ucap seorang wanita yang seumuran dengan Rara, ia tersenyum manis kepada Rara.
" Hai Din!" Aku mau ngajak kamu untuk jalan jalan besok, kamu mau ikut kan tanya Rara.
" Tentu saja sudah lama kita tidak jalan jalan karena kalian kan selalu sibuk," Dinda tertawa miris
"Maaf kan aku Din, kau kan tau sendiri perkejaan aku disini sangat penting karena pekerjaan kami bersangkutan dengan nyawa."
" Tidak masalah aku tau pekerjaan kalian sangat penting dan aku aku paham Karan sahabat aku ini kan Dokter yang jenius.
"Baiklah kalau begitu kamu besok datang saja ke rumah aku .Ok?"
"Ok"
Setelah mendengar jawaban dari sahabat nya itu dia segera pergi meninggalkan ruang itu.
...----------------...
*keesokan harinya.....
Tok,,,Tok,,,tok*,,,
" Iya tunggu sebentar.
Rara berjalan ke arah pintu ruangannya dan saat mendengar suara ketukan pintu.
" Hai" Sapa Dinda dengan ceria saat melihat pintu rumah keluarga dirgantara sudah terbuka dengan lebar.
" Hai"
" apa kamu sudah siap ?"
"Aku sudah siap, Ayok kita pergi" ucap rara lalu mereka pergi ke salah satu pantai yang ada di kota X yang sangat terkenal karna keindahan nya.
Mereka sudah sampai di pantai di sana banyak orang orang yang sedang berlibur atau hanya sekedar berjalan jalan saja.
" Ara ayo kita bermain air saja atau tidak kita duduk santai di ayunan gantung itu," aja di dan dengan begitu antusias
" Ayo kita ke ayunan gantung aku sudah lama tidak bersantai. mereka kemudian berjalan ke arah ayunan gantung. mereka berdua menaiki ayunan gantung sambil bercerita tentang masa kuliah.
Tidak terasa hari sudah siang, Rara dan Dinda sudah merasa lapar, kalau mereka pergi ke restoran seafood yang ada di dengan pantai ini.
" permisi nona ingin memesan apa?" tanya waiter itu.
saya pesan kepiting saus tiram,cumi bakar, udang bakar, kerang asam manis, dan minumannya lemon tea sama kelapa muda,
" kamu mau pesan apa Din?" tanya Rara
" aku samain aja kayak kamu Ra. sudah itu saja pesanan ada nona?" ya.
" kakak kau janji akan buat traktir aku makan kemaren," ucap suara yang sudah Rara kenak akhir akhir ini, Nabila Syahara Wiliam anak dari David Smith Wiliam , Nabila tadi menyebut kan " Kakak ". artinya dia bersama......
"Iya, baiklah aku akan mentraktir mu dengan sepuasnya," ucap Alex yang sudah duduk di samping Nabila.
saat mereka sudah memesan Alex melihat depan belakang, pandangan nya bertemu dengan Rara.
Tubuh Rara tiba tiba menegang sedang kan matanya saling menatap, ada rasa hangat menjalar ke hati mereka berdua, namun Rara pun tersadar dan langsung memalingkan wajahnya.
Alex POV
Entah mengapa aku merasa kecewa saat Rara mengalihkan pandangannya dari tunggu!!'kecewa'?" Tidak mungkin aku baru saja mengenal nya 1 Minggu, ada apa sebenarnya dengan ku?"
__ADS_1
" kakak kenapa?" aku tersadar dari lamunanku dan menemukan Sarah " nama panggilan khusus buat Nabila yang hanya Alex yang boleh manggilnya Sarah" memandangku dengan kening yang mengkerut dan aku hanya menggeleng. ia menggigit arah pandangan. ku tadi dan dia melihat ada Rara lalu tiba tiba dia tersenyum sambil menatap ku.
" Kakak rara." aku terkejut dan melihat Rara tersenyum dengan manis saat Sarah menyapanya.
"Hai Nabila."
Nabila beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah Rara dan langsung duduk di samping Rara yang kebetulan kursinya ada 4 buah, Kakak Rara aku boleh gabung disini ?" tanya Rara. dan hanya dibalas dengan anggukan,tidak lama pelayan mengatakan pesanan Rara dan Dinda.
skip time
" kakak rara ayok kita main di taman hiburan aku bisa. Disini. oke. kita main di taman hiburan
Mereka pun berangkat menuju ke taman hiburan , mereka berempat pun sudah sampai dan sudah membeli tiket masuk, lalu mereka masuk ke dalam taman hiburan orang orang sangat banyak dan mereka sangat senang dan ceria.
" Rara ayok kita naik komedi putar aja dindan dengan antusias sama antusias nya dengan Nabila.
" Ayok aku pun sudah lama tidak menaikinya." kemudian mereka pun berjalan menuju komedi putar yang cukup besar. Rara menaiki salah dmsatu kuda yang ada di komedi putar itu Dinda dan Nabila mereka menaiki komedi puta yang ada di dekat Rara tidak lupa dengan Alex yang duduk di komedi putar yang tepat berada di sebelah Rara.
Saat komedi putar itu mulai bergerak, Alex menoleh kesamping dan dia melihat Rara tertawa dengan bahagia. membuatnya ikut tersenyum.
Setelah komedi putar berhenti, Nabila menarik tanga Rara dan dinda untuk mencoba wahana permain yang lain, dan mereka hanya mengikut Nabila saja. aku menatap panggung Rara hingga tak sadar aku menabrak tibuh seseorang.
" kakak! Apa kau buta?" Oke ternya itu tubuh adalah tubuh Adek ku yang sangat cerewet.
"Sorry dek, aku tadi gak liat," dia hanya mendengus kesel lalu dia menatap kami dengan bergantian. sepertinya sesuatu yang gila akan terjadi.
" AYO KITA KE SITU!!!! aku terkejut dengan teriakan yang melengking di telingaku, walaupun aku sudah terbiasa. ia berjalan ke arah 'Rumah hantu' ? apa dia bercanda? aku bukanya takut tapi aku hanya kesel dengan orang yang menyamar menjadi hantu.
" Bagaimana kalau kita ketempat lain saja" aku pun langsung menatap nya dengan bingung, apa kah dia takut?"
" Tidak bisa!" apa kakak tidak mau. kerumah hantu?" oh tidak dia sekarang malah mengeluarkan jurus andalannya puppy eyes yang selalu membuat orang tunduk kepadanya dan mengikuti kemauan dia.
"Tapi-"
" Tidak ada tapi tapian," ia langsung menarik kami untuk memasuki rumah hantu itu. Nabila dan Dinda sudah saling mengenal dan akrab mereka berjalan berdua didepan aku dan rara. sekarang hanya ada aku dan rara yang terlihat kesal dan dingin.
" I'm fine, jawabannya dengan datar.
" Aku tau kamu boh-"
"Aaaaaa!!!!" aku terkejut karena salah satu hantu tiba tiba melihat kan wujudnya. Rara pun refleks langsung memukul hantu itu hingga pingsan, aku terkejut saat melihat hantu itu tiba tiba pingsan.
Astaga bagai mana ini aku tidak sengaja membuat dia pingsan. Nabila dan dinda terkejut kerna aku memukul hantu itu hingga pingsan.
Tidak lama hantu itu pun bangun dari pingsannya dan aku meminta maaf pada nya kerna membuat dia pingsan
setelah itu kami melanjutkan jalan jalan. Aku dan Dinda memutuskan pulang terlebih dahulu dan Alex hanya mengangguk dan tersenyum ingin sekali aku lebih lama lagi bersama Rara.
--------------------------- skip------------------------------
author POV
Rara berangkat menuju rumah David Smith Wiliam. sudah 1 Minggu lebih ia selalu menyempatkan waktu untuk datang ke rumah itu. tapi dia tidak pernah bertemu lagi dengan alex. Rara selalu berusaha cepat pulang agar tidak bertemu dengan alex.Entah mengapa setiap kali bertemu dengan Alex selalu canggung apa lagi saat ia tidak sengaja menatap mata hijau itu.
Hari ini Rara berangkat menuju ke rumah David dengan taksi, karna mobil Ferrari nya sedang di pakai mommy nya.
Tidak lama Rara sudah sampai di depan pagar dan memasuki pekarangan rumah David. ia mengetuk pintu dan tak lama pintu terbuka dan dia disambut oleh pelayan yang biasa membukakan pintu.
Ia dipersilahkan masuk dan saat dia berjalan masuk, ia melihat ada Alex sedang duduk ditempat biasa di melakukan pemeriksaan nyonya Berliana. Ia mencoba tetap biasa saja di hadapan alex. Walaupun sebenarnya Alex belum menyadari kedatangan Rara karena dia masih berdiri dibelakang Alex tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
" Hai kakak rara!!" suara cempreng Nabila membuat Alex langsung membalikan tubuh nya ke arah Rara. Alex langsung berdiri dan tersenyum kikuk karena Canggu.
" Emmm.... H-hai rara. Ucap Alex sambil mengangguk Tengku nya yang tidak gatal .
" Hai juga alex." Jawab Rara dengan muka datarnya.
__ADS_1
lalu datanglah tuan David beserta istrinya nyonya Berliana.
" Selamat malam Rara," ucap david lalu dia duduk di samping Alex. Memang David sudah tidak lagi memanggil Rara dengan sebutan "dokter" begitu pun dengan Rara yang tidak lagi memanggil David dengan tuan melainkan memanggil nya dengan sebutan " Om"
" Selamat malam juga Om," ucap Rara dengan sopan lalu dia duduk di samping nabila. Nabila dari tadi menatap Rara dan Alex dengan senyum senyum tidak jelas.
"Entah apa yang sedang dipikirkan oleh anak ini," batin rara.
" Baiklah bisa kita memulai nya sekarang?"
" Baiklah." lalu Rara memeriksa keadaan Berliana dengan teliti, Ia Sampai tidak sadar jika ia sedang di tatap dengan tatapan takjub dan kagum.
" Baiklah kondisi Tante sudah membaik, sebaiknya kondisi ini tetap dipertahan kan. Ucap Rara yang dibalas anggukan oleh mereka.
" kalau begitu saya permisi pulang dulu om Tante.
" Baiklah rara." Setelah itu Rara beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.Namu saat di sudah di ambang pintu, turun hujan sangat lebat disertai dengan perih yang saling menyahut.
" sangatlah hebat!! aku gak Bawak mobil sekarang gimana aku mau pulang kalau begitu," batin rara yang sedang kesal.
" Masuklah rara.'' ucap Berliana kerna dia tau diluar sedang hujan deras dan dia juga tau kalau Rara tidak membawak mobil karena dia tadi tidak melihat mobil Ferrari merah terparkir di tempat biasa nya.
Rara kembali masuk kedalam rumah keluarga Wiliam. Rara dan keluarga Wiliam sedang makan malam di ruang makan keluarga Wiliam. Setelah selesai makan malam semua orang kembali ke kegiatan mereka masing masing.
Sudah pukul 23:30 pm tapi hujan belum juga reda. Rara sedang berdiri di dekat jendela dan ia sedang berpikir bahwa keluarga nya sekarang sedang khawatir kerna dia belum pulang.
" Rara kamu nginep aja ya, hujan belum reda juga Sampai sekarang," ucap Berliana saat melihat Rara sedang termenung di depan jendela.
" Iya tente, maaf merepotkan," ucap Rara tidak enak dan sungkan.
" Gak apa apa kok, oh iya!" kamar tamu ada di lantai dua kamar yang kedua!" ucap Berliana pergi meninggal kan Rara sendiri.
Rara berjalan ke lantai dua dan menuju ke kamar yang ditunjukkan oleh Tante Berliana. saat rara memasuki kamar itu ia di suguhkan dengan nuansa putih gading, kamar yang cukup besar dengan fasilitas lengkap layaknya hotel berbintang. Apa ini kamar tamu?" batin rara.
Rara meletakkan peralatan nya di atas meja yang berada di samping tempat tidur. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur Queensize itu. Rara mengabil ponselnya di dalam tas yang tadi di Bawak nya, lalu ia mengetik pesan kepada kak Raka dan mengatakan bahwa dia akan menginap di rumah keluar om David.
Sekarang sudah pukul 1:50 Am dan hujan belum juga menunjukkan akan berhenti. Namu Rara belum juga bisa tidur. Ia berjalan kearah balkon yang ada di kamar ini. Allah ia menggeser Dinding kaca yang membatasi antara kamar dan balkon
Ia menatap langit yang sedang turun hujan
"Ekhmm," rara menoleh ke arah suara itu dan menemukan Alex yang memakai kaos polos dan celana santai yang sedang berdiri di balkon yang berada di kamar sebelah.
'Dia sangat tampan, wait! apa yang sedang aku pikirkan ini.
batin Rara sambil menggeleng kan kepalanya
"Everything's alright?" Ucap Alex saat melihat tingkah aneh dari gadis di samping nya ini.
'Oh! tidak apa apa kok!" sekarang dia malu karena bertingkah aneh didepan Alex, namu rasa malu itu ditutupi deng muka datarnya.
" Langit nya bagus ya?" ucap Alex yang sekarang sedang menatap langit.
" iya," tapi sayang langitnya sedang menangis. setelah itu tidak ada lagi pembicaraan mereka diam dengan pikiran mereka masing masing.
" Hoam... aku akan tidur duluan permisi," ucap Rara memecahkan keheningan sedang kan Alex hanya mengangguk kan. kepala nya.
Setelah Rara masuk Alex mesih tetap berdiam di tempat itu. ia kemudian larut dalam pikirannya. ia sedang berpikir tentang kedekatan nya dengan Rara perasaan Alex saat dia berada di dekat wanita itu, rasa rindu saat di tidak bertemu dengan wanita itu. lalu iya menutup matanya.
" Tuhan apakah aku jatuh cinta pada dokter itu. batin Alex
ia bingung akan perasaan nya sendiri, karna dia tidak pernah merasaka ini.
***TBC ❤️
maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan dan masih kurang nyambung karna ini karya pertama author.
__ADS_1
jangan lupa votee,like dan beri saran atau kritik***