
Rara sekarang sudah berada di rumah nya. Alex yang mengatakan nya pulang dan saat dalam perjalanan Meraka hanya diam tidak ada obrolan yang terjadi, saat sudah sampai Rara mengucapkan terima kasih dan langsung masuk kedalam rumah nya.
" Dek kamu pulang tadi di antar sama siapa?" tanya Raka saat sudah melihat Rara masuk ke dalam rumah.
" Aku tadi di antar oleh Alex kak." jawab Rara dengan santai dan cuek.
" CEO baru itu?" tanya Raka dengan penasaran.
" Iya,"
" kenapa dia yang mengantar kamu pulang bukan kah merak memiliki banyak supir?"
" I don't know," ucap Rara sambil meninggalkan raka untuk menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.
Rara membaringkan tubuhnya di atas kasur Queensize yang berada di kamar nya itu. Ia memikirkan kejadian saat dia dan Alex berada di balkon saat dia menginap di kediaman keluarga Wiliam. Saat itu ia sebenarnya tidak mengantuk tapi dia tidak bisa lebih lama lagi menahan detak jantung nya saat berdekatan dengan Alex.
Rara bangkit dan berjalan ke arah balkon yang berada di kamarnya. ia menggeser kan pintu kaca yang membatasi kamar nya dan balkon. Udara sejuk langsung menerpa rara dan itu membuat dia terikat kembali kejadian kemaren malam, tanpa ia sadar pipinya mulai memanas dan
memerah.
Apakah aku jatuh cinta dengan dia?" batin rara
namun tiba tiba ia mengusap dengan kasar wajah nya yang mulus itu.
" tidak! aku tidak boleh mengenal cinta lagi . karna cinta hanya akan menyakiti saja." batin Rara lalu ia kembali masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu balkon dengan kuat.
Ia langsung menggambil ponselnya yang ada di atas meja rias dan langsung menghubungi salsa asisten Rara di rumah sakit.
" Halo"
" Halo iya ada apa dokter rara?"
" salsa hari ini aku gak turun karna aku lagi kurang enak badan. dan untuk janji dengan pasien undur menjadi besok saja."
" Baik dok, nantik akan saya urus semuanya."
" thanks ya!"
" No problem dok,"
setelah itu Rara langsung mematikan sambungan telepon nya dan berjalan ke kamar mandi.
setelah selesai mandi lalu Rara memakai pakai santai nya.
Tok,,,,Tok,,,,,,tok,,
" siapa?"Ucap Rara sambil berjalan keluar dari kamarnya. Seketika matanya membelakak saat melihat siapa orang yang berdiri di depan pintunya.
__ADS_1
"Rayhan?" kamu ngapain disi sebanyak kamu kan ada di." Omongan Rara terputus karena secara tiba tiba Rayhan memeluk nya dengan erat.
" Ara jangan buat aku khawatir lagi. Ucap Rayhan di sela sela pelukannya. Rara pun membalas pelukan Rayhan.
setelah beberapa saat berpelukan mereka pun melepaskan pelukan itu.rara mengajar Rayhan untuk duduk di sofa yang ada di kamarnya.
" Kamu ngapain disini? trus ngapain juga kamu ngomong gak jelas gitu." Rara memang belum mengerti maksud dari perkataan Rayhan tadi, tapi dia membalas pelukan Rayhan tadi untuk memberikan ketenangan bagi Rayhan .
" Tadi waktu aku ke ruangan kamu. ruangan kamu masih terkunci trus aku nanya dengan asisten kamu dan dia bilang kamu gak masuk karena kamu lagi sakit. setelah mendengar itu aku pun langsung pergi ke sini tanpa aku pikir lagi Karena aku takut kamu sakit parah.
" HAHAHA!" Rayhan itu hanya alasan aku aja aku lagi malas untuk ke rumah sakit dan kamu kan tau kalau aku itu susah sakit.
" Justru karna itu aku khawatir sama kamu. lagian kamu ngapain membuat alasan begitu supaya gak masuk?" tubuh Rara langsung menegang ia mungkin bisa bohong pada salsa tapi tidak bisa pada Rayhan, Karna dia akan tau aku sedang berbohong.
" Aku.... sebenarnya sedang malas aja untuk kerumah sakit, ingin istirahat gitu masukannya." Rayhan sedang mencari kebohongan di mata rara, lalu iya tersenyum. Untung saja Rayhan tidak tau alasan sebenarnya dia tidak ke rumah sakit dan alasan sebenarnya adalah kerena ia merasa luka di hati nya mulai terbuka lagi kerna memikirkan tentang cinta. mungkin itu terlalu berlebihan tapi itulah kenyataannya.
" Bagaimana kalau kita pergi ke Cafe aja?"aja Rayhan.
" Memang kamu gak kerumah sakit lagi?""
" Nope" lagi pula kan aku sudah pergi dari rumah sakit tadi. sekali sekali yah gak papa lah aku liburan Busan juga lama lama di rumah sakit.
Ya udah, kamu keluar aja, Aku mau siap siap dulu," Rayhan langsung keluar dari kamar rara dan turun ke bawah untuk berbincang sebentar dengan raka.
" Hai kakak!" Sapa Rayhan saat melihat Raka sedang duduk santai di ruang keluarga Diningrat.
" Sorry kakak tadi aku sedang buru buru Samapi sampai tidak melihat kakak," Ucap Rayhan sambil tersenyum sambil mengangguk Tengku nya yang tidak gatal.
" Jujur aja kau pasti suka kan sama rara kan?" Pertanyaan Raka membuat Rayhan senyum senyum tidak jelas
" Ah....itu....aku..i.."
"Ayok kita pergi Ray!"Rayhan menoleh ke arah suara itu dan terdiam saat menemukan Rara sedang bejalan turun dari tangga dengan menggunakan dress selutut berwarna baby blue dan flatshoes berwarna senada dengan dress nya.wajahnya tampak sangat cantik walaupun memakai make up natural.
"cantik," batin Rayhan.
"Ray,,,,kamu kenapa?" Suara Rara membuyarkan lamunanku dan ternyata Rara sudah berdiri di samping Rayhan.
"A-ah i-iya.... kak kita pergi dulu ya." Setelah itu Rayhan berjalan mendahului Rara.
"Jaga Ara awas kalau dia kenapa kenapa!" ancaman Raka hanya di balas teriakan dari luar oleh Rayhan.
" kak aku berangkat dulu ya."pamit rara
"Iya,hati hati." lalu Rara berlari keluar untuk menyusul rayhan.
Rara masuk mobil sport milik rayhan. Rayhan mengendarai mobil nya menuju ke "Garden cafe.". cafe yang terkenal di Amerika.
__ADS_1
Tidak lama mereka telah sampai di sana dan mereka pun memilih tempat yang berada di dekat dengan jendela cafe tersebut. Pelayan cafe itu menanyakan pesan mereka. Setelah mencatat pesanan Rara dan Rayhan pelayan itu pun pergi menuju dapur cafe.
" Asikk yah, sekali kali libur begini." ucap Rara saat Palaya tersebut sudah pergi jauh.
"Iya, lagi pula aku lelah jika setiap hari kerjaan aku hanya mengurusi pasien yang datang dengan segala keluhannya.
"Kamu benar, Tapi itu semua sudah menjadi kewajiban kita sebagai dokter kan?"
" kamu memang selalu benar ra." Setelah itu mereka pun tertawa dan melajukan perbincangan mereka semasa kuliah dan semasa sudah menjadi dokter. Tapi Rayhan sengaja tidak memancing Rara untuk membicarakan tentang masa lalu nya saat kuliah dan tentang lelaki brengsek yang membuat rara sakit hati dan itu semakin membuat Rayhan selalu ingin berada di samping rara.
"Rara?" rara pun menoleh dan melihat Alex sedang berdiri di dekat Mekah ya dengan setelah jas yang rapi.
" Eh alex? kamu disini juga?" sapa balik Rara dengan
tersenyum.
" Iya, tadi aku baru dari kantor dan ingin pulang. Jadi selain aku mampin disini sebentar.
"Ekhmm!" Rayhan sengaja berdehem kerna dia merasa tidak diperdulikan keberadaan nya di sini.
"Oh iya Lex, ini Rayhan sahabat aku," ucap Rara seakan dia tau maksud dari rayhan. Namu Rara tidak tau bahwa kata 'sahabat'. itu membuat hati Rayhan sakit seakan ditusuk dengan ribuan jatuh yang tajam.
" Oh Hai! aku Alexander, panggil saja alex,"Ucap Alex sambil mengulurkan tangannya kepada Rayhan. Sedangkan Rayhan hanya menatap dingin tangan akex yang telurur ke arah nya.
"Rayhan!" jawab Rayhan dan menerima uluran tangan itu walaupun dengan sikap dingin dan datar."
"Oh iya Alex kamu mau gabung gak?" pertanyaan itu langsung membuat Rayhan menoleh ke arah Rara sedang kan Rara masih menatap ke arah Alex.
"sure." setelah itu Alex pun duduk di samping rayhan tepat nya berada di hadapan Rara.
Setelah pesanan mereka datang Rara dan Alex mulai mengobrol seputar tentang kesamata mamah Alex dan lain nya Tampa memperdulikan Rayhan yang masih berdiam diri. Selesai makan pun Rara dan Alex masih mengobrol dan tapa mereka sadari tangan Rayhan sudah terkepal dan sedang menahan emosinya agar tidak meledak.
"Seharusnya ini adalah hari yang indah untuk ku dan rara, tapi pria ini datang dan mengacaukan semunya yang sudah aku pikirkan." batin Rayhan.
"Rara ayok kita pulang." ucap Rayhan sembari berdiri berdiri dari tempat duduk nya dan kedua orang yang sedang asik berbincang pun langsung menoleh ke pada Rayhan.
"Baiklah. Alex aku pulang duluan yah.Nantik malam aku akan ke rumah kamu untuk mengecek keadaan ayah mu seperti biasa."Ucap Rara seraya mengikuti rayhan berdiri dari tempat duduk nya. Melihat itu Alex pun ikut berdiri dan mengatakan aku akan pulang juga. setelah membayar semua makanan, Mereka pun berjalan beriringan hingga membuat semua pasang mata menatap ke arah mereka bertiga. Bagaimana tidak Rara yang memiliki wajah yang cantik dan putih mulus dikelilingi oleh dua pria yang sangat tampan. setelah Samapi di parkiran cafe mereka pun berpisah menuju ke kendaraan Meraka masing masing. Rara melambaikan tangan nya kepada Alex begitu pun sebaliknya. Namu berbeda fmdengan rayhan yang memegang stir dengan sangat erat untuk menahan kecemburuan nya kepada Alex yang di dapan Rara.
***TBC ❤️
Maaf kalau author lama update soalnya author lagi persiapa mau ujian dan juga tugas sedang banyak nya.
walaupun cerita ini slow update nya tapi author akan usakan utuk update
terimakasih yang udah mau membaca cerita ini walaupun masih banyak kesalah dalam penulisan kata dan masih banyak kata kata yang typo .
jangan lupa komen like dan votee cerita ini ya
__ADS_1
thanks you all ❤️***