
Rara memandangi langit langit kamarnya sambil merenungi kejadian beberapa waktu lalu saat bersama Rayhan dan Alex. Yang paling membingung kan adalah sikap rayhan yang tiba tiba menjadi aneh. Rara tidak berani untuk bertanya karena Rayhan sedang marah kepadanya .
"Apa aku ada salah ya?" Gumamnya Rara. Rara menatap boneka beruang pemberian dari rayhan saat dia ulang tahun. Rayhan memberikannya di sebuah taman yang sudah di hias oleh nya untuk acara ulang tahun Rara tahun lalu.
"Dia kenapa tiba tiba marah ya? pikir Rara sambil mengelus-elus kepala boneka besar itu.
"Aku akan meminta maaf sama dia besok kalau aku memang berbuat salah." ucap Rara lalu dia mematikan lampu kamar nya dan tidur dengan memeluk boneka itu.
...----------------...
keesokan paginya Rara buru buru ke rumah sakit untuk menemui Rayhan yang sedang marah dengan dia.
"Rayhan berhenti dulu! Rey!" suara Rara sudah menggelar di koridor rumah sakit kerena memanggil Rayhan yang sepertinya sengaja menghindari dia.
Saat ia mengejar Rayhan ia tidak sengaja menambah suster yang sedang membawa alat alat medis. Karna ia tidak seimbang saat menabrak suster itu membuatnya terjatuh dan luka karena terkenal beberapa alat medis yang tajam dan juga berantakan di lantai kerna kecerobohan ia yang menabrak suster itu.
"Aawww!'' Jerit Rara sambil memegang tangannya yang terluka.Rayhan langsung berlari ke arah Rara saat mendengan kegaduhan di belakang nya. Rayhan langsung mendekat ke arahnya dan langsung mengecek keadaan Rara.
"Are you okey?". tanya Rayhan yang cemas dengan keadaan rara. sedangkan Rara hanya tersenyum sambil menatap Rayhan dengan lembut.
"I'm okey! jangan khawatir." jawab Rara dengan lembut.
"Akh!" jerit Rara tiba tiba saat ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit agar tidak ketahuan oleh rayhan karena tanpa sengaja Rayhan memegang tangan Rara yang terluka dan sedari tadi di sembunyikan nya di balik jas dokter nya.
Rayhan pun langsung menggulung lengan jas dokter rara. Rara sedikit merintih saat melihat luka nya. Rayhan menatap luka Rara yang sedikit Parah itu dengan tatapan sedu dan rasa bersalah.
"Kamu benar nggak papa?" tanya Rayhan yang masih cemas dengan luka rara. Rara malah tersenyum dan mengusap rambut Rayhan dengan lembut.
"Yes, I'm okey!" ucap Rara sambil tersenyum. Rayhan langsung membatu Rara berdiri dan menarik tangannya agar Rara mengikutinya. Rayhan lalu meminta tolong kepada salah satu suster yang sedang membantu membereskan alat medis itu untuk mengambil kan kotak P3K. Rayhan lalu membawa Rara untuk duduk di kursi panjang yang ada di dekat tempat Rara jatuh.
Tidak lama datang lah perawat itu datang dengan membawa kan kotak P3K yang di mintak Rayhan. Rayhan menerima kotak itu dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih.
"Thanks you". ucap Rayhan kepada perawat itu s dengan tulus.
"No problem sir," jawab suster itu. Saat suster itu hendak pergi rara lalu memanggil nya.
"Ya?" ucap suster tersebut.
" I'm Sorry." ucap Rara dengan lirih dan rasa bersalah.
"No problem dok." Ucap suster itu dengan tersenyum.
" Well axcuse me." Suster itu pun pergi dan meninggalkan Rara dan Rayhan.
Setelah suster itu pergi Rayhan langsung menarik tangan Rara yang terluka untuk di obati . Rayhan langsung membuka kotak P3K dan langsung mengobati luka Rara dengan lembut seakan akan Rara adalah barang yang rapuh.
"Maaf,'' gumam Rayhan dengan lirih dan pelan namun masih bisa di dengar oleh Rara. Rayhan masih sibuk dengan mengobati luka Rara.
" untuk apa kamu mintak maaf?"tanya Rara.
"karena aku kamu jadi terluka seperti ini.
" kan sudah aku bilang ini tidak sakit.Lagi pula ini kan salah ku yang ceroboh dan tidak hati hati jadi berhenti merasa bersalah kerna ini bukan kesalahan kamu.
" Aku tau kamu mengejar aku.
" Kalau sudah tau kenapa kamu tidak berhenti dan melihat kebelakang Rayhan!"ujar Rara dengan gemas.
__ADS_1
" Ngak apa apa," jawab Rayhan dengan pelan namu masih bisa didengar oleh Rara.
" Oh iya ngapain kamu tadi manggil aku?" tanya Rayhan.
"Oh itu... Aku hanya ingin mintak maaf sama kamu." jawab Rara.
" mintak maaf kenapa?"
" kayaknya waktu di cafe itu kamu marah sam aku. Hari selanjutnya kamu mengabaikan aku jadi aku merasa bersalah dan ingin meminta maaf.
"Oh gitu ya!" jawab Rayhan sambil mengangguk angguk kan kepala.
"Aku gak marah kok, aku cuman lagi bad mood aja," ucap Rayhan.
"Kenapa?"
"Nothing,". aku tiba tiba bad Mood aja.
"Hmmm... Baiklah". jawab Rara yang sudah mengerti mengapa beberapa waktu lalu Rayhan cuek seperti menghindar.
"Udah selesai." ucap Rayhan saat telah selesai mengobati luka Rara.
"Makasih Ray!" Ucap Rara dengan tulus.
" No problem. Oh iya, aku mau mengajak kamu jalan jalan hari Minggu bisa?" tanya Rayhan.
"iya aku bisa,'' Ucap Rara sambil tersenyum.
...----------------...
Hari ini adalah hari dimana Rara dan Rayhan akan jalan jalan. Rara sangat senang karna bisa menghabiskan waktu nya besar Rayhan. Karena Meraka jarang bisa menikmati hari weekend.
Rara memandangi dirinya yang berdiri di depan kaca. setelah memoleskan make up dengan tipis Rara lalu turun ke lantai bawah untuk menyapa orang tuanya dan Abang nya. Rara melangkah kan kakinya ke arah meja makan yang ada di dapur dan mendapati semua keluarga telah duduk di kursi masing masing.
"Pagi semua." Sapa Rara kepada semua keluarga dan langsung membuat semuanya melihat kerah dia sambil tersenyum.
"Pagi juga adek ku yang paling cantik," Jawab Raka sambil mengunyah seandwich nya.
"Wah!" kamu pagi pagi udah cantik aja, memangnya kamu mau kemana. tanya Audy. ibu Rara.
" mau jalan jalan dong Bun.
" Kamu mau jalan jalan sama Alex ya?" tanya Adam ayahnya Rara.
"No yah , aku mau jalan jalan Sama rayhan. Jawab Rara sambil mengoleskan selai cokelat pada roti nya.
" oh ayah kira kamu pergi jalan jalan sama Alex.'' ucap Adam
Saat Keluarga dirgantara berbincang bintang dia Mekah makan terdengar suara bel rumah yang berbunyi, Saat Audy akan beranjak dari duduknya untuk membuka pintu Raka mencagah nya.
"Biar Raka Aja yang bukain pintu nya Bun.'' Ujar Raka lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu. Raka membuka pintu rumah nya dan mendapati ada Rayhan yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya dan menggunakan kaos oblong berwarna putih yang di lapisi dengan jaket jeans berwarna biru serta menggunakan celana Levis hitam dan sepatu sneakers putih.
"Oh Rayhan! Ayok masuk Rara sudah nunggu di ruang makan. ucap Raka sembari masuk kedalam rumah lagi. Rayhan masuk ke dalam kediaman keluarga dirgantara dengan santai dan berjalan ke arah ruang makan.
"Hai Om! Hai Tante! Hai Ara!" Sapa Rayhan saat sudah berada di ruang makan keluarga dirgantara.
"Oh yang datang ternyata Rayhan! Kamu udah sarapan?'' tanya Audy dengan lembut tidak lupa dengan senyuman yang manis di wajah yang sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
'' Udah kok tan.Makasih!" Tolak Rayhan dengan halus.
"Tunggu sebentar ya aku mau ambil tas dulu. ucap Rara sambil berlalu meninggalkan ruang makan. Rayhan dan audy lalu mengobrol sambil tertawa. rayhan sangat dekat dengan keluarga Rara karena Rara dan Rayhan sudah bersahabat dari mereka kecil.
Setelah beberapa lama Rara turun dari lantai dua karena kamar rara berada di lantai dua. Rara pun berterima manggil Rayhan agar lelaki itu pergi ke ruang keluarga.rayhan pun pergi mengikuti perkataan rara dan berjalan ke ruang keluarga. Rara terlihat sangat cantik dengan rambut di ikat menjadi satu. memakai dress berwarna biru dan memaki flatshoes berwarna senada dengan dress dan tidak lupa dengan make-up yang natural pada wajah cantik Rara.
" Ayok jalan,'' ajak Rara yang membuat lamunan Rayhan buyar.
"A-ah iya," Setelah itu Rara dan Rayhan berjalan menuju mobil rayhan.
Rayhan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang di jalanan kota new York. Rayhan sesekali menoleh untuk melihat Rara yang sedang tersenyum sambil memandagi pemandangan di luar kaca mobil.
" Rayhan kita mau jalan jalan kemana?" tanya Rara dengan penasaran.
"Rahasia." Jawa Rayhan dengan santai membuat Rara mendengus kesal
Setelah beberapa lam mereka pun sampai di air terjun central Park new York. Rayhan turun terlebih dahulu dari mobilnya lalu membukakan pintu mobilnya untuk rara. Rayhan lalu menggandeng tangan Rara untuk pergi ke air terjun yang ada di dekat taman itu.
Rara diam sejenak sambil merentangkan kedua tangannya untuk merasakan sensasi selanjutnya udara yang masih bersih dan tidak tercemar dengan polusi dari kendaraan.
Rara menatap indahnya air terjun ini. sangat jarang baginya dan Rayhan bisa menikmati alam seperti ini, karna setiap hari ada saja pasien yang datang dengan berbagai keluhan mereka.
"Kamu suka?" tanya Rayhan pada Rara yang masih diam memandangi pemandangan di dapan nya ini.
"Aku sangat suka!"Jerit Rara tiba tiba membuat Rayhan yang ada di sampingnya terkejut.
"Sudah sangat lama aku tidak jalan ketempat seperti ini," sambung Rara.
"Aku senang kalau kamu senang ra," Ucap Rayhan sambil tersenyum dengan lembut. Tiba tiba Rayhan merasakan tubuhnya menghangat dan debaran jantungnya yang berdetak tak terkendali karena di peluk oleh Rara.
"I'm so happy, thank you Rayhan ." Rara lalu melepaskan pelukan nya lalu kembali menatap pemandangan di dapan nya ini. Justru sekarang Rayhan sedang memegang dada nya yang berdetak dengan kencang.
aku harus ngungkap kan ini sekarang!.batin Rayhan .
karna dia tidak mau menjadi penyesalan nya kerna tidak mengungkapkan perasaan nya kepada Rara.
"Ara!" ucap Rayhan dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Rara.
"Ya?"
"Sebenarnya aku......"
Bersambung...
***TBC ❤️
selamat menjalan kan ibadah pusat untuk kalian semua. kalau author ada salam mohon di maaf kan kerna author hanya manusia biasa yang tidak lipat dari kesalahan. karna kesempurnaan hanya milik yang maha kuasa.
jangan bon nunggu update author yang lama kerna author banyak tugas dan udh mau ujian jadi kadang gak ada ide
jangan lupa like, komen, kasih kritikan atau saran. dan vote.
mohon maaf lahir batin 🙏🙏
thanks you all ❤️***
__ADS_1