MY Doctors Bedah

MY Doctors Bedah
Episode.09


__ADS_3

Happy reading


Hai."Sapa orang barusan yang menepuk pundaknya. Rara menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat orang yang menyapa nya barusa.


"Alex..."


_____________________________________________________________


______________________________


"Alex..." Ucap Rara yang terkejut.


"kamu ngapain di sini? tanya Rara yang sudah normal lagi.


"Aku tadi dari ruangan kamu untuk mintak resep obat utuk Mom soalnya obat kemaren udah habis." ucap Alex sambil duduk di samping Rara.


"oh... nantik aku buatkan lagi resep nya tapi aku mau makan siang Dulu." ucap Rara.


" lanjut kan saja makan siang kamu, saya akan nunggu kamu selesai makan.


"Memangnya kamu tidak sibuk?"


"Nope." ucap Alex.


" Rara kenapa kamu tidak mintak tolong saja dengan alex nemani kamu? lagian kan Alex lagi gak sibuk." ucap dinda yang dari tadi diam. Rara yang mendengar itu pun langsung tersedak karna terkejut mendengar ucapan dari Dinda.


"Memangnya mau di temani kemana? tanya Alex.


" Ngak ada kok," kamu tidak usah mendengar kan Dinda. ucap dinda yang membuat dia kesel.


" Rara mau Pindak ke apartemen, tapi masih ada beberapa barang yang belum di beli untuk apartemen nya. Rara kembali terkejut mendengar perkataan dari Dinda.


" Dinda," ucap Rara dengan suara dingin dan datar.


" Saya mau kok." Rara tambah kesal dengan jawaban alex sedang kan Dinda tersenyum penuh kemenangan di wajah cantik nya. tapi sayang dia tidak melihat wajah Rara yang sudah merah Karena kesal.


"Tidak perlu repot repot, saya bisa pergi sendiri." ucap Rara dengan dingin.


" Tidak baik menolak bantuan dari orang lain Ra!" ucap Dinda.


" aku gak repot ko," ucap Alex.


"Ya udah kalau begitu kita ke ruangan saya dulu untuk mengambil resep obat nya," setelah itu kita langsung pergi.


" kalian pergi saja sekarang jangan buang buang waktu." ucap dinda," Rara dan Alex pun langsung meninggalkan kantin untuk menuju ke ruangan nya


Selama dalam perjalanan menuju ke ruangannya Rara tidak ada pembicaraan yang terjadi hanya ditemani suara langkah kaki dan sapaan para perawat atau keluarga pasien. Saat mereka sudah sampai di ruangan Rara mereka langsung masuk dan Rara langsung duduk di kursi nya sedangkan Alex duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Setelah beberapa saat menuliskan resep Rara pun langsung menghubungi asisten nya salsa untuk datang ke ruangan nya sekarang. setelah beberapa saat akhirnya. terdengar suara ketukan pintu.


Tok,,,,,, tok,,,, tok.....


"Masuk!" Sahut Rara saat pintu di ketok dan munculah salsa yang menggunakan baju perawat nya.


"Is there anything can i do for you?" tanya salsa saat sudah masuk ke dalam ruangan dokter Rara.


"Ini adalah resep obat atas nama nyonya Berliana Wiliam. Tolong kamu berikan kepada bagian Apotik, Nantik saya akan kebawah untuk mengambil obat ini." ucap Rara.


" Oh iya!" Hampir saja saya lupa , saya akan ijin hari ini untuk mengurus rumah baru saya jadi jika ada pasien yang ingin konsultasi katakan saja datang lagi besok saja . sambung Rara memberitahukan bahwa dia akan keluar kepada Asisten nya.


"Baik lah dok!" Tapi anda akan pergi dengan siapa ?" tanya salsa.


" Saya akan pergi bersama dengan tuan Alex," jawab Rara.


" Kalau begi saya permisi dulu dok untuk mengantarkan resep ini ke bagian Apotik." Ucap salsa ia pun keluar dari ruangan dokter Rara dan berjalan ke lantai bawah.


"Tunggu sebentar aku akan mengganti baju saya dengan baju santai lalu menyinpan jas dokter." Ucap Rara ke Alex dan setelah itu dia pergi masuk ke dalam pintu yang berada di dalam ruangan rara, ya itu adalah ruang ganti khusus dan didalam terdapat springbed single yang sering digunakan Rara saat di tidur di rumah sakit.

__ADS_1


Setelah beberapa saat Rara pun keluar dan sudah menggunakan baju berbeda dan terdapat tas di pundak nya dan berjalan ke arah Alex.


" Ayok kita pergi sekarang saja," ucap Rara dan hanya dibalas anggukan oleh Alex.


Rara mengunci pintu ruang nya itu lalu iya berjalan ke arah lift itu turun ke lantai 10ya apotik di rumah sakit ini berada di lantai 10 sedangkan ruangan rara berada di lantai 16. rumah sakit ini terdiri dari 20 lantai. ruangan Rara dan Rayhan berada di lantai 16. sedangkan salah satai kantin juga berada di lantai 12.


Rara dan Alex pun masuk ke dalam lift. setelah Rara menekan angka 10, pintu lift pun tertutup dan terjadi keheningan di dalam lift . karna di dalam lift hanya ada merak berdua saja. setelah pintu lift terbuka mereka berdua berjalan ke arah apotik rumah sakit.


Rara dan Alex memasuki apotek lalu Rara berbicara dengan apoteker yang sedang bertugas. setelah beberapa saat Rara keluar dengan membawa paper bag yang berisi obat untuk nyonya Berliana Wiliam.


"Ini obat nya , jadwal minum nya masih sama seperti sebelumnya. ucap Rara sembari menyerahkan paper bag itu ke pada Alex.


"Thanks,'' Baik lah ayok kita berangkat sekarang!"


"Iya."


Rara dan Alex pun berjalan ke arah lift yang ada di lantai 29 untuk turun ke loby rumah sakit. setelah menunggu beberapa saat pintu lift terbuka dan Meraka pun masuk. kemudian Rara menekan angka 1 yang arti nya mereka akan ke lantai 1 di loby. 3 menit kemudian Meraka berdua pun sudah Samapi di loby dan Meraka berjalan ke arah parkiran tempat Alex memarkir kan mobil nya. Setelah Rara d masuk Alex pun menjalankan mobilnya ke salah satu toko perabotan yang terkenal. setelah Sampai Meraka berdua berjalan. memasuki toko perabotan itu.


" Kamu memang nya ingin membeli apa aja?" Tanya Alex.


" Aku ingin membeli .... sofa.... meja makan... kulkas.. dan banyak lagi yang ingin aku beli untuk apartemen.


" Selamat datang di toko kami. ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan toko yang menghampiri Rara dan Alex.


" Saya ingin mencari perabotan untuk apartemen!" jawab Rara.


" Oh pengantin baru ya? Anda beruntung memiliki suami yang sangat tampan. Rara hanya diam melihat pelayan tersebut.


" Bukan saya dan dia bukan suami istri.'' Ucap Rara dengan datar dan dingin.


" Oh... jangan Jagan kalian baru akan menikah atau pacaran ?" tanya pelayan itu lagi.


'' Tidak keduanya!" jawab Rara cepat dan datar.


" Bisa kita lanjut kan?" tanya Alex yang merasa canggung dengan perkataan pelayan itu.


" Maaf pak. Mari kita lanjut kan." ucap pelayan itu sambil mengajak Rara dan Alex keliling untuk melihat perabotan untuk apartemen.


setelah lama Meraka berkeliling akhirnya selesai


juga memilih barang dan mereka pergi ke kasir untuk membayar semua barang tersebut. Rara dan Alex pun kembali ke mobil dan di ikuti dengan mobil di belakang yang sedang membawa barang Rara. untuk di antara ke apartemen.


Rara pun mengeluarkan ponsel nya lalau dia menghubungi dinda.


"Hallo." sapa Dinda.


" Kamu sudah berada di mana?"


"Aku ada di apartemen kamu."


"Oh. tunggu sebentar ya aku sudah dekat dengan apartemen."


"Iya, cepatlah aku tunggu."


Rara menghela nafas lalu dia melihat ke arah jalan yang. sedang macet. dia telah meminta ria dan keluarga nya untuk datang dan membatu dia pindahan. Barang barang yang ada di rumah orang tua nya sudah di paking tinggal di antar kan oleh supir di rumah orang tua nya. Namu Rara merasa masih ada yang kurang, tapi dia tidak tau apa itu!.


"Rara are you okey?" tanya Alex yang membuat lamunan Rara buyar.


"Yes, I'm okey!". ucap Rara sambil memasang senyum.


" Kenapa kamu tiba tiba ingin pindah ke apartemen?" tanya Alex tiba tiba.


"Jadwal ku di rumah sakit mulai Minggu depan akan padat, jadi aku ingin cepat cepat pindah agar nanti nya aku tidak perlu repot repot pulang pergi ke rumah sakit yang jaraknya sangat jauh dari rumah ku!" jawab Rara yang membuat Alex angguk angguk kepala.


Beberapa menit kemudian kami sudah sampai di besmen apartemen, Rara dan Alex keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam apartemen Rara. sepajang jalan banyak karyawan apartemen yang menyapa Alex dengan hormat.

__ADS_1


"Apa jangan jangan apartemen ini properti milik perusahaan Alex." batin Rara


Saat sudah sampai di lantai 17 Rara dan Alex mulai mecari ke berada Dinda.


"Hmm, ra.. apakah itu Dinda?"Ujar Alex yang langsung membuat Rara melihat ke arah yang di tunjuk Alex.


"ah... iya itu dia." ucap Rara


"Ayok kita langsung ke saja saja ujar Rara yang langsung berjalan kearah Dinda dan meninggalkan Alex di belakang nya.


"Rara!" panggi Alex.


" Iya, kenapa lex?" sahut Rara


" aku akan menghubungi orang yang mengangkat barang barang tadi yang sedang berada di bawah.


"Iya,." iya setelah itu mereka berpisah di lorong.


Rara berjalan ke arah pintu apartemen nya, dan langsung masuk ke dalam. dan terlihat dinda sedang asik dengan handphone nya.


"Dinda!" sapa Rara sambil menepuk pundak nya.


"akhirnya kamu datang juga, kamu tau aku dari tadi nunggu kamu disini." Ucap Dinda.


"Iya aku tadi rada kesusahan mencari keberadaan kamu tadi."Ucap Rara sambil tersenyum.


"Susah nyari atau sibuk pacaran?" ucap dinda, dan dengan spontan Rara menginjak kaki Dinda dengan hills."


"Awwww!!" jerit Dinda karena kesakitan akibat di injak oleh Rara


" Rasain kamu," ucap Rara Tampa rasa bersalah.


"Iya iya maaf deh, aku kan hanya bercanda saja." Ucap Dinda yang hanya di balas anggukan saja oleh Rara.


"Oh iya, kamu sudah bersihkan belum apartemen? tanya Rara.


"Blum," ucap Dinda sambil nyengir kuda.


" Loh kok belum kamu bersih kan sih!" ucap Rara.


" Apartemen nya kan memang sudah bersih kok, jadi kamu nantik tinggal menyusun barang barang yang akan datang. jawab Dinda dengan polosnya.


Rara melangkah kan kaki nya masuk lebih dalam dan dia menuju ke arah balkon dan Disan dia melihat laki laki yang sangat di kenal nya.


Bersambung....


TBC ❤️


terimakasih yang udah mau membaca cerita 8ni walaupun update nya lama.


gimana puasa kalian, lancar kan.


maaf kalau masih banyak kekurangan dalam penulisan nya karna saya selalu berusaha terbaik untuk cerita saya.


thanks you all


jangan lupa untuk


like


komen


favorit bagi yang belum💙


vote

__ADS_1


__ADS_2