My Handsome Ghost

My Handsome Ghost
Senja & Kunang-kunang


__ADS_3

Siang hari pukul 14.00 Syamsul baru pulang, ia bersama Argi masuk kedalam butik.


setelah menyapa Syamsi .. mereka menuju taman belakang.


" kak tadi kainnya, aku taruh di rak Deket pintu .. " ucap syamsi sedang membuka makan bersama argi.


Syamsi mengecek kainnya dan ikut duduk di taman.


Syamsul dan argi membeli pecel sayur di warung pojok desa, disana memang terkenal pecelnya yang enak..


" bagi dong enak nih ... kayanya " timbrung Syamsi


" ini kak aku siapin ... " argi menawarkan makanannya.


seketika disenggol lengannya oleh Syamsul. Argi ketawa ...


" nih kak, udah aku beliin kok .. " Syamsul melirik segi sarkas.


" galak banget ... ih adekkku " Syamsi menerima bungkusan itu dan pergi ke depan.


" jangan goda-goda kakakku, gi.. kamu tuh yah, semuanya diembat ... " protes Samsul sambil memakan kerupuk.


" namanya juga usaha ... " argi bukanya mengiyakan malah menantang, ia kedepan membawa makannya ... mendekati syasmi yang sedang makan di meja tengah.


" kak ikut makan disini yah, di belakang Syamsul rese ... " duduknya didepan syamsi.


" iya dia emang gitu tuh ... udah makan aja yuk "


Syamsul yang melihatnya melirik keduanya ...


" oh ya kak, Kaka kan lulusan FD ... itu lulus langsung pulang yah kak, gak kerja dulu gitu di jkt. ? " tanya Argi penasaran mengingat dia kepo semalam


" ooh ... kerja dulu gi, dulu pernah setahun kerja di perusahaan ... cuman karena pergaulan disana terlalu bebas, dan rasanya aku pengin ketenangan .. aku putusin pulang. lagian ortu gak setuju kalo aku jauh dari mereka ... hehe ..." jawabnya agak dipaksakan


" ooh gitu ... keren ih kak, aku liat design design Kaka bagus bagus bgt ... "


" Hihi ... makasih gi, eh btw .. aku tuh sebenenya ada baju cowo ... keknya cocok deh kalo kapan kapan kita bikin pemotretan .. kamu sama Syamsul .. aku pengin bikin produk buat cowo juga .. dan targetnya cowo seumuran kalian gitu ? juga cewe cewe tentunya sii... kayanya peluangnya gede deh "


" aku gak biasa foto - foto kak"


" Gampang entar temen aku yang ngarahin "


" oke deh kak, Kaka atur aja waktunya .. "


" entar sebelum kamu pulang, Kaka ukur badan kamu bentar ya, sama Syamsul ... "

__ADS_1


" oke kak, kak aku kebelakang dulu deh .. Syamsul ngambek aku tinggal ... "


" ya ampun kalian kek pacaran aja, "


" hahaha "


Argi kebelakang lagi, dan Syamsul yang sudah mendangar rencana kakanya harus mendengar Argi mengulangnya kembali.


sore harinya sebelum pulang Syamsi mengukur badan Argi ...


" Gi, aku ukur dulu sini badannya. kamu nih yah, baru 20 badan udah bongsor gini ... makan apa sii ? " tanya damai disela-sela mangukur ...


" Makan nasi dong kak .. wkwkwk " Argi tertawa


Syamsi ikut tertawa, ia kembali mengukur ukuran celana terus ukuran baju mulai lingkar badan ,pinggang, pinggul, kerung lengan, panjang baju, lebar punggung dan terakhir lingkar leher ...


" gi ketinggian kamu .. agak jongkok dikit dong ... buat ngukur lingkar lehernya "


argi lalu sedikit jongkok dan mensejajarkan wajahnya dengan syamsi... karena terallu dekat, Syamsi memundurkan badannya namun kesandung rak, jadi oleng, segera Argi menahan dan menarik pinggangnya agar Syamsi tidak jatuh ... sedikit sengaja Argi bisa memeluk Syamsi.


" oi .. maaf gini ... " Syamsi yang tidak enak diposisinyaa, melapas argi.


" maaf juga kak, tadi refleks ... "


" gak ppa .. aku ukur lagi yah ... " Syamsi lalu mengukur lingkar lehernya.


" sama-sama kak, semangat kak .. biar cepet pemotretan bareng Syamsul ".. argi berusaha menutupi malunya juga.


Syamsul yang baru aja memanasi motor untuk mengantar Argi, untung saja tidak melihat kejadian tadi ... jadi Argi aman..


" Gi, udah belomm ... yok !! " ajak Syamsul


" yok .. pulang dulu yah kak ... " pamit Argi ...


" ati-ati kalian ... sampai ketemu " Syamsi melambaikan tangan ke adik adiknya itu.


ia kemaudian memasukan membereskan meja kerjanya, Aci dan aaiman juga pamit pulang.


akhirnya sore berlalu ... malam harinya seperti yang sudah direncanakan, sihantu mengajak Syamsi keluar. Syamsi pamit ke ortunya mau ke rumah temennya .. jadi ortunya mengijinkan ... dia menaiki motor sendiri ... bukan bukan, maksudnya ada hantu bersamanya, hanya saja semua orang tidak melihat keberadaannya.


Hantu itu membawa Syamsi kesebuah tempat, seperti taman .. namun tidak begitu banyak orang .. hanya beberapa orang saja ... ada orang tua yg tengah mengajak anaknya bermain wahanan bermain ... ada juga muda mudi sedang berkumpul, dan berapa pasang sedang berpacaran ...


" Mau ngapain kita sen ? " tanya Syamsi mengikuti senja ke dekat danau di taman itu ...


" kamu duduk disini deh Syam ... bentar lagi kejutan itu Dateng " hantu itu mengajak Syamsi duduk disampingnya.

__ADS_1


Suasana malam yang sedikit sunyi .. dihadapannya hanya lampu-lampu dari pemukiman warga di seberang danau. indah, tenang dan syahdu memang ...


" mana sen ? " Syamsi menunggu kejutan apa yang senja katakan..


" sebentar lagi, biasanya mereka keluar ?


" Hah mereka ? jangan bilang temen hantu-hantumu yah" Syamsi mau berdiri dan meninggalkan tempat itu namun ditahan oleh senja... saat itu tiba-tiba banyak kunang-kunung muncul berterbangan ... Syamsi dan senja terpukau ... waktu seakan berhenti, suassna yang tadinya sepi dan gelap sekarang begitu indah ...


" cantik banget ... " kagum Syamsi. hantu itu tersenyum bahagia melihat Syamsi yang terlihat begitu terpukau


" suka nggak Syam ?


" suka banget sen , makasih ya udah bawa kesini .. " mereka lalu menikmati suasana malam dengan kunang-kunang ...



" syam ... suaatu hari kamu kalo aku pergi , kamu bakal lupain aku enggak ? "


Syamsi yang diam sedang menikmati pemandangan, menengok senja .. terlihat matanya berkaca-kaca.


" Syam, kalo kata Moammar Emka,


Aku adalah kunang-kunang


Dalam gelap aku terbang, dalam gelap aku terang.


Dan jadilah kau senja. karena gelap kau ada,


Karena gelap kau indah


Aku hanyalah kunang-kunang dan engkau hanyalah senja


Saat gelap kita berbagi.


Saat gelap kita abadi... "


" Bisakah kamu menjadi kunang-kunangku ? " ucap hantu itu, suaranya sedikit parau..


" Sen .. jika aku kunang-kunangmu, aku bersedia ada di setiap kamu gelap ... " Syamsi menatap senja dalam-dalam, menapa mata coklat senja yang begitu berkaca-kaca seolah bilang, jangan pernah tinggalkan aku !


Senja melihat hantu itu begitu rapuh, ia tidak tau apa yg sedang terjadi dengan hantu itu, tapi ia bisa merasakan ada kehampaan, kesedihan yang bisa terasa. Syamsi memeluk hantu itu .. pertama kalinya Syamsi mendengar hantu itu menangis ... isaknya bisa didengar.


" aku gak tau kenapa aku bisa ada disini sekarang, aku tidak tau kenapa aku harus menjadi hantu ... siapa aku ... apa yang terjadi ... ? ... " hantu itu meluapkan semua perasannya dipelukan Syamsi, Syamsi berusaha menenangkannya meskipun hanya diam saja, dia bisa merasakan betapa kesakitanya senja.


cukup lama, hantu itu ada dipelukan Syamsi. setelah melepas pelukannya .. hantu itu berusaha menghapus air matanya, ia berusaha bersenyum kembali ... namun tentu harinya masoh menangis. Syamsi melihatnya Iba. mereka larut dalam keheningan malam dan cahaya kunang-kunang sebelum senja mengajaknya pulang. Mereka menyusuri jalanan malam dengan hanya diam ... pepohonan rindang dan cahaya remang bulan juga udara dingin malam dan sunyi menambah suasana makin menyedihkan.

__ADS_1



__ADS_2