
'karena lo seperti cahaya dalam hidup gue, lo bisa menarik hati gue untuk nge-deketin lo, semoga aku tidak terjebak dalam cinta ini yang telah tumbuh ini:)
-ehh dia nglamun lohh, ahh kenapaa ada perasaan aneh inii, tidak mungkin kan aku sedang jatuh cinta dengan seorang hantu?
"woii jawab, ngapain nglamun?" tanya Silvy
'ahh engga ya pengen aja wkwk' jawab Stefan dengan gelagapan yang mulai tersadar dengan lamunannyaa
'kenapa tadi cuma gue pendem yaahh'
"ahh mana bisa percaya alasannyaa aneh, jangan jangan lo pengen buat jahatt?" tanya Silvy yang masih heran.
'gue gabut woii, ratusan tahun ga ngapa - ngapain, daripada gaada kerjaan kan yee, dann satu lagi gue ga jahatin lo!' balas Stefan.
"…ehm okee okee jan marah, pokonya lo ga jahatin gue tenang dahh wkwk" balas Silvy yang mulai deg deg an.
Di sisi lain…
"Jack!! dia lagi ngomong ma siapaa? apakah dia sudah gila?!" tanya orang tersebut.
"kurasa tidak, hey apakah benar kau menyukainya?" balas Jack.
"diamlah, bodoh! bukannya jawab malah tanya balik" protes orang tersebut terhadap temannya.
"apa lo pikir gue mempunyai mata yang spesial, gue juga liet yang sama kayak lo!" balas temannya.
"Shitt!"
Di Kantin…
'gue balik ntar lo dikira ngomong sendiri wkwk, bye!' pamit Stefan.
"yoii bye!" balas Silvy.
Stefan pun menghilang tanpa jejak..
__ADS_1
-ngilang gitu dia kemanaa yaa
"Vy, heran gue katanya semalem ga belajar kok malah selesai paling dulu lo" teriak Savina yang baru keluar dari Ruang Kelas dan menuju Kantin langsung menghampiri meja Silvy.
"biasaa penuh rahasiaa wkwk" timpal Gabby
"hahaa emang penuh rahasia nii wkwk" balas Silvy yang sebenarnya bingung mo ngomong apaa.
"heran bener lohh, dah belajar kali yaa" kata Savina.
"lagi inget ajaa hahaa" balas Silvy.
*Kriiingggg!!
"dah masuk yuk" kata Gabby.
"yoii" balas Silvy.
Pelajaran pun lanjut ke mapel berikutnya, dan akhirnyaa
*Kriiinggggg!! Kriiingggg!! Kriiinggggg!!
"lo naik apa By?" tanya Savina kepada Gabby.
"gue naik mobil hari ini, duluan yaa bye!" balas Gabby.
"lo dijemput siapa Vy?" tanya Savina ke Silvy.
"gatau sii, kayaknya Kak Alvin soalnya gue mau dianter ke kursus mobil, biar lancar, biar ke sekolah naik sendiri" balas Silvy.
"ihh asik dong, apaa cuman gue sii yang masih di anter" kata Savina.
"wkwk ikut kursus ja, daripada tetep diantar jemput supir lo" balas Silvy
"semogaa boleh sama papa:)" kata Savina.
__ADS_1
"yahh anak mama papa nii wkwk, tu gue dah dijemput duluan Vin, bye!" pamit Silvy.
"aaa gue sendirii, bye Vy" balas Savina sambil melambaikan tangannya ke arah Silvy yang berjalan menuju mobil.
Silvy pun masuk ke dalam mobil dan membuka sedikit jendelanya lalu melambaikan tangannya ke arah Savina.
"lohh anda sekretaris papa saya kan, Om Dimas, Kak Alvin manaa?" tanya Silvy yang terkejut karena yang menjemputnya bukan Kak Alvin melainkan Dimas, sekretaris kepercayaan Papa Silvy, karena hampir bisa segalanya termasuk dalam urusan bisnis, hingga mengendarai mobil. Usia masih sekitar 28 an, berwajah tampan, dan body atletis.
-duhh gue bener salah yaa panggil dia 'Om' masa mau dipanggil 'Pak' orang masih mudaa
"Tuan muda mungkin ada kurang enak badan, tadi pukul 10.00 balik ke rumah, katanya ga enak badan, nona" jawab Dimas yang mulai mengendarai mobil pulang.
"ohh, Kakak kenapa om, pusing?" tanya Silvy lagi.
"waduh mohon maaf nona saya kurang tahu, ini tadi saya juga dari Perusahaan dapet info dari Pak Andre ( Ketua pengurus rumah bagian dalam ) kalo Tuan Muda kurang enak badan, minta di info kan ke Tuan Besar, lalu saya disuruh jemput nona" jelas Dimas.
"ohh okee om, makasii infonya" kata Silvy.
"siap nona" balas Dimas.
Sepanjang perjalanan pun mereka hanya saling diam, Dimas fokus menyetir, dan Silvy mulai bermain handphone.
Akhirnya mereka sampai di rumah, Sekretaris Dimas berjalan hendak membukakan pintu mobil untuk Silvy.
"Om, gausah bisa sendiri" kata Silvy sambil membuka pintu mobil dan turun.
"Ohh baik nona, silahkan…" balas Sekretaris Dimas sambil mempersilahkan Silvy untuk masuk ke rumah.
Silvy langsung berlari ke lantai atas menuju ke kamar Kak Alvin, hendak menanyakan keadaanya. Sedangkan lantai bawah, Pak Andre membawa secangkir teh hangat dan mengambilkan beberapa buah buah an untuk Sekretaris Dimas.
"Pak Andre, tadi saya sudah telfon Dokter Alex, apakah sudah datang?" tanya Dimas kepada Pak Andre.
"Sudah datang Sekretaris Dimas…" jawab Pak Andre.
"Pak saya minum yaa, terimakasih, bagaimana keadaan Tuan Muda?" tanya Dimas lagi.
__ADS_1
"tadii kata Dokter Alex, Tuan Muda hanya…
~Bersambung.....