
Kamar Syamsul _
" Syam ...ini foto pacar ? " tunjuk argi yang sudah duduk di kasur, sementara syamsul masih asih dengan game di komputernya.
" iya ... " ia hanya melirik sekilas, dan melanjutkan gamenya lagi
" anak mana, cantik juga ? "
" iya dong, kan pacar aku ! "
" iya - iya " ucap argi menggelengkan kepalanya, ia selalu takjup dengan kepedean Syamsul.
" Temen SMA, dulunya dia rumahnya Deket deket sinj aja... cuman semenjak lulus SMA , dia pindah ikut bapaknya yang pindah tugas. " jelas syamsul ikut duduk disamping Argi
" oooh ... sampai sekarang masih ? "
" masih jadi pacar ? "
argi mengangguk. sambil tersenyum
" Masih ... eh wait, ada telpon... " ia lalu mengambil handphone di meja komputernya
" hallo baby, iya ... iya maaf tadi aku lagi sibuk...
apa siii ... kan aku punya kamu, iya iya... selamat tidur babyku sayang ... muach "
sementara Syamsul menjawab telpon dengan lebay, argi hanya menggelang-gelengkan kepalanya, ia lalu mencoba merebahkan badannya yang mulai terasa sakit semua.
" bucin banget " celoteh Argi, saat Syamsul sudah duduk di sampingnya lagi.
" biasalah ... " jawab Syamsul
" emang kamu enggak gi ? "
" Gak ada pacar gw mah ... "
" hhhh ... gak percaya, muka buaya kek elu gak punya pacar ? "
" Beneran Syam ... "
" kak Syamsi mau, enggak yah ? jadi pacar aku ? " ucap Argi yang lungsung dihadiahi toyoran
" serius Syam ... ih ! "
" Gak Sudi punya kakak ipar kaya elu " ejek Syamsul
Argi terkekeh, dan balik menoyor kepala Syamsul.
" sumpah syam, ini badan kenapa sakit semua yah ? "
keluh Argi merasa badannya meriang semua,
" Masih sakit Gi ? obat mana ? "
" oh iya .. lupa belum diminum, minta tolong ambilkan di tas gw dong Syam ... "
Syamsul segera mengambil obat di tas Argi, kemudian mengambilkan segelas air.
" nih minum ... ! " ucap Syamsul menyerahkan minum dan obatnya.
" entar abis minum obat, langsung tidur aja .. " Syamsul meletakan gelas dan obat meja samping tempat tidurnya.
" makasih ya Syam, langsung tidur nih .. " Argi lalu mencoba menutup badannya dengan selimut .. sementara Syamsul masih duduk dan asik dengan handphonenya.
__ADS_1
Pagi hari _
Pukul 06.00 pagi ibu dan syamsi sedang memasak,
bapak sedang mengurus kebun bunga di halaman belakang rumah. dan Syamsul yang baru keluar dari kamar mandi.
" Syam .. Argi mana ? " tanya syasmi sambil mencicipi masakannya
" Argi masih tidur kak, semalam dia gak bisa tidur kayanya .. "
" oh ya udah ... biarin aja dulu, kasihan ... "
syamsul lalu ke kamarnya
" Syam ... kayanya aku hari ini gak ngampus deh. " ucap Argi masih di bawah selimut.
" Iya gi .. entar aku ijin. tapi gak PP nih aku tinggal ... kayanya siang sii aku udah pulang " Syamsul sembari memakai baju
" gak papa, cuman gak enak aja sama orang rumah ... "
" hhh~ anggep aja rumah sendiri "
" makasih ya Syam ... " Argi mencoba tidur lagi, dia merasa badannya panas seperti demam.
Syamsul yang melihat Argi tidur lagi, kemudian keluar kamar dan sarapan, sebelum pamit berangkat ia menitip Argi.
" kak entar minta tolong cekin argi yah, dia keknya demam deh kak " ucap syamsul sebelum menyalakan mobilnya dan berangkat kuliah
_ pukul 07.00
Syamsi membuka pintu kamar Syamsul, ia melihat segi yang masih tertidur di kasur ..
" Gi ... bangun, kamu belum sarapan ? " lirih symsi pelan, namun tak ada jawaban ... sekali lagi syasmj mencoba membangunkannya lagi. bukanya menjawab .. Argi malah mengigau ...
Syasmi reflek mengecek kening Argi yang ternyata panas
" Demam lagi nih anak " lirih Syamsi panik
" maa .... " argii menahan tangan syamsi, karena tidak tega akhirnya Syamsi mencoba menenangkan argi dengan mengusap usah bahunya, Argi kembali tenang dan tertidur.
Syamsi segera keluar kamar untuk mengambil kompres.
" kenapa syam ? " tanya ibu yang hendak kek kebun bareng bapak
" kompres Bu, Argi demam ... " syasmi mengambil baskom kecil dan air.
" lho sakit ? "
" iya Bu .. demam "
" Pak, bapak sendiri yah .. ibu temenin argi aja .. kasihan, kan entar Syamsi mau buka butik " ucap ibu ke bapak
" Tapi ibu entar nyusul yah, kalo Syamsi udah buka butik ... "
" Gak papa Bu, ibu sama bapak ke kebun aja, ntar syam wa aiman buat buka butiknya "
" ya udah bentar pak, ibu cek Argi dulu di kamar " ibu masuk ke kamar Syamsul, ia mengecek kening Argi yang panas ... ia sebenrnnya tidak tega, tapi di kebun, ibu dan bapak sudah ada janji dengan teman sesama pemilik kebun untuk membahas kerja sama pengurusan kebun milik desa.
" ya udah ibu sama bapak tinggal dulu ya syams, ntar kalo udah selesai .. ibu pulang "
" iya Bu " ucap Syamsi sambil mengompres kenang argi.
Syamsi sedang duduk menunggu Argi yang masih tertidur setelah sebelumnya memberikan kunci butik ke aiman yang ke rumah.
" kak syam ? " ucap argii membuka matanya.
__ADS_1
" eh gi, udah bangun ? "
" maaf yah kak, ngerpotin ... " lirih Argi tersenyum
" gak papa gi, kamu tiduran aja " Syamsi menahan Argi yang hendak bangun.
" aku ambilkan kamu sarapan dulu yah, abis itu minum obat biar panas kamu cepet turun " syasmi keluar kamar untuk mengambil makanan.
" Aku ambil sendiri aja entar Syam " senja yang sudah ada pintu mencoba menggoda Syamsi
" Pede banget, buat Argi nih .. dia sakit " jawab Syamsi mengambil sayur
" anak itu sakit ? "
" Iya demam ... "
" Karena jatuh kemarin keknya tuh anak, pasti badannya pada sakit gak bisa tidur makanya demam .. " cerocos senja duduk melihat Syamsi yang sedang menuang air.
" iya keknya .. " Syamsi meninggalkan senja.
" Gi ... nih sarapan dulu. " ucap Syamsi membantu Argi bangun ...
" aku makan sendiri aja kak, " argi mengambil sendok ditangan Syamsi yang hendak menyuapinya.
" pelan-pelan ... "
selesai makan, Syamsi memberikan obat.
" makasih yah kak syam .. "
" iya ... kamu istirahat aja ... anggep kamar sendiri, Kakak sambil kerja yah ... nemenin kamunya. " Syamsi menaruh piring ke dapur lalu masuk ke kamar Syamsul lagi untuk menemani argi yang kembali tiduran.
ia membuka laptopnya untuk mengecek dan merekap orderan yang masuk untuk Minggu ini.
" kamu gak bisa tidur semalam, gi ? " tanya syamsi mencoba membuka obrolan
" iya kak, semalem badan aku sakit semua ... "
" efek jatuh pasti sii itu, makanya kalo bawa motor pelan pelan. "
" iya kak, kaget kemarin kak ... aku kira cuman lecet lecet ternyata badan sakit juga"
" eh ... belum diobati lagi yang lecet ... sini kaka bantuin "
" tadi pagi udah Syamsul bantu obatin kak "
" beneran ? " ucap Syamsi tidak percaya, karena biasanya Syamsul cuek.
" iya kak .. nih .. udah di salep " tunjuk argi luka di sikut lengannya.
" tumben tuh anak ... " lirih syamsi
" oh iya kak, Argi boleh nanya enggak ? "
" nanya apa gi ? "
" em .... kalo boleh tau, kak Syam - .... " tanya Argi ragu-ragu, dan Syamsi menatapnya serius ...
" kak syam gak ppa nih, gak ke butik malah nemenin argi ? " argi seperti ingin menanyakannya sesuatu namun ia alihkan kan pertanyaan lain
" kiraain kamu mau nanya apa gi ... gak lah, kan ini Kakak juga Nyambi keerja " ucap Syamsi mengusap kepala Argi, argi yang diusap kepalanya tersipu malu.
tanpa sadar, senja melihat keakraban Argi dan Syamsi dadi pintu kamar yang terbuka, ia menatapnya sendu.
__ADS_1