My Handsome Ghost

My Handsome Ghost
Bau-bau perjodohan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan pulang dari acara itu, Rendy segera melajukan mobilnya kesebuah gang perumahan. Sebuah rumah dengan nuansa putih yang minimalis tampak sepi, Syamsi dan Rendy turun dari mobil dan berjalan menuju gerbang.


" Kok sepi yah Ren ? "


" Iya nih, kamu udah wa Mega belum Syam ? "


" udah .. katanya di rumah kok "


" Coba telpon lagi deh Syam "


Syamsi mengambil ponselnya mencoba menghubungi Mega, namun tidak diangkat .. ia mencoba beberapa kali menelponnya kembali, tapi belum nyambung juga ...


" Gak diangkat Ren ... "


" Terus gimana ? "


" Nunggu bentar di mobil mau gak Ren, tanggung nih .. kalo gak ketemu Mega, kita tunggu 15 menit deh .. yah "


" boleh ... "


mereka akhirnya masuk kedalam mobil. Di dalam mobil _


"Syam ... "


" iya Ren ... ? "


" kamu lagi Deket sama siapa sekarang Syam ?"


Syamsi yang sedang membetulkan make-upnya terdiam.


" belum Deket sama siapa-siapa Ren .. hehe "


" Syam ... bisa nggak sii kita Deket kek dulu lagi ? " Randy menatap mata Syamsi dalam.


" Gimana yah Ren ..." ucap Syamsi sambil membetulkan posisi duduknya


" Setelah kejadian dulu, aku gak bisa lupain kamu Syam .. aku nyesel Syam ... "


" Gini yah Ren, aku belum Deket sama siapapun sii.. cuman kayanya kita temenan aja dulu. bisa kok kita akrab kek dulu lagi. tapi kalo kamu ngajak pacaran aku gak bisa Ren .. "


" Atau aku lamar kamu aja Syam ... ? "


" Ren ... ! "


" maaf Syam ... " mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.


tok .. tok .. tiba-tiba ada yang mengetok jendela mobil, Mega dengan senyum ceria nya memangil manggil Syamsi . Merekapun turun, Mega mengajak keduanya masuk ke dalam rumah ..


" Maaf ya Syam, Ren .. tadi aku beli pecel dulu di ujung gang, lama enggak tadi " ucap Mega sambil membuka bungkusan pecel yang dibelinya ..


" Lama Ga ... " Rendy terkekeh


" 10 menitan Ga, gak lama kok ... kok, tadi aku telpon kamu gak nyambung ga ? " Syamsi menimpal


" aku tadi lagi video call an sama bebeb , Syam .. hihi sorry yah .." kekeh Mega


" Ooooooo " Syamsi dan Rendy ber- oooo ria


" Kalian, masih pacaran ? kapan nikah .. ? jangan lupa undang kita lho yah ... awas diem-diem "

__ADS_1


" Syamsinya belum mau diajak nikah nih ... " ceplos Rendy meledek, sambil menengok Syamsi yang kikuk. Syamsi yang ditatapnya melotot, Rendy menanggapinya dengan tawa.


" Kalian beneran deh, masih sama kek dulu ... " Mega ikut duduk sambil membawakan 2 gelas minuman dingin.


" btw .. ga, ini pesenan kamu yah ... " Syamsi menyerahkan bungkusan berisi baju pesenan Mega


" makasih yah Syam, uangnya aku transfer kek biasa yah .. "


" santuy ga ... " Syamsi tersenyum


" Ga ... ini bebeb gak kesini ? jauh - jauh lho kota kesini pengin ketemu Bebeb juga " Rendy bertanya sebelum meminum minumannya.


" Dia di luar kota Ren, makanya tadi Vc ... oh iya tiitp salam juga dia .... "


" waalaikumsalam ... , sayang banget pengin ledekin dia padahal, kok dia mau sii sama cewe bar bar kek kamu ... " Rendy kembali tertawa meledek.


Mega yang diledek seperti itu tertawa ...


mereka akhirnya mengobrol panjang lebar, nostalgia jaman kuliah, dan lain-lain. tanpa sadar jam sudah menunjukan pukul 5 sore.


" Mega, udah sore ... aku sama Rendy pamit deh yah, takut kemaleman kita pulangnya entar ... " pamit Syamsi


" eh gitu, gak pulang abis Maghrib aja entar Syam ?"


" Iya Ga, tar kemaleman.. kan biasanya macet dijalan " tambah Rendy


"oke deh, bentar-bentar Syam .. aku tadi pagi bikin kueh. buat oleh oleh yah " Mega mengambil dua kotak kueh lalu memberikannya ke Syamsi dan rendy.


" lha ... gw dapet juga nih ? tanya Rendy


" buat kalian berdua .. special " ucap Mega mengantar keduannya. akhirnya mereka berpamitan pulang.


Pukul 20.15_


Rendy POV _


" Syam .. Syam, susah banget sii deketin kamu lagi .. "


aku menatap syamsi yang masih tertidur, wajahnya masih polos sama seperti dulu. Aku masih memperhatikan Syamsi ketika seseorang tiba-tiba mengetuk pintu mobil lumayan keras, Syamsi juga ikut terbangun karena ketukan itu.


" eh Ren, udah sampai yah ? " ia mencoba membetulkan posis duduknya dan mencopot sabuk pengaman ..


" makasih ya Syam "


" iya Ren, sama-sama .. makasih yah udah ngajak jalan dan makan hari ini ... " senyumnya sedikit agak terpaksa.


" senyumnya gak usah terpaksa gitu Syam .. "


" hah ... iya - iya sorry, malu tadi ketiduran habisnya " ia mencoba berkilah ...


Syamsi membuka pintu begitu juga aku, sambil tengak. tengok kanan kiri aku mencari-cari orang yang tadi mengetuk kaca mobil, namun tak menemukan siapapun. kulihat,


orang tua Syamsi tampak sudah duduk di teras, kami memasuki pintu pagar rumah kemudian berpamitan ke kedua orang tuanya. mereka menyuruhku untuk duduk-duduk dulu, tapi sepertinya Syamsi menginginkanku segera pulang, terlihat jelas sekali mimik wajahnya.


" Pulang dulu ya Syam, maaf dan makasih yah udah bikin kamu cape hari ini ... "


" enggak kok Ren, seneng malah ... ati-ati yah, kalo udah sampai rumah kabari .. "


aku melajukan mobilku, kulihat Syamsi masih berdiri didekat pintu pagar sambil melambaikan tangannya ..

__ADS_1


" aku seneng banget, bisa pergi berdua dengan Syamsi, walaupun untuk kali ini aku juga masih gagal untuk meyakinkannya lagi " kuhela nafasku panjang .. mencoba menerima semuanya ...


" kalo jodoh pasti dimudahin Ren .. semangat.. semangat ! " aku mencoba menyemangati diriku sendiri ...


author POV _


Syamsi kembali menuju teras rumahnya, bapak dan ibunya sedang duduk berdua sambil menikmati cemilan... Syamsul yang tadi dikamar sudah duduk nyempil diantara keduanya ..


" Kak, abis kencan ? " celtuk Syamsul sambil menggigit gorengan singkong


" Kepo " aku hendak masuk rumah namun di cegat bapak untuk duduk dulu.


" Duduk dulu, bapak pengin ngomong sama kamu ?"


" iya pa ... " Syamsi duduk sementara ibu, bapak dan Syamsul menatapnya serius ...


" Itu tadi Rendy, anaknya pak Darna kan ? "


" kok bapak tau ... ? "


" Anakknya Bu Ranti kan ? tambah ibu


" Adiknya mas Beni kan .. ? " Syamsul ikut ikutan..


" lha kok .. kalian tau sii ? " Syamsi kaget karena orang tuanya kenal dengan keluarga pak Darna


" Taulah ... wkwkwkwk " Syamsul tertawa ... namun bapak dan ibunya menatap Syamsul mengintimidasi ...


" canda pak, canda Bu ... canda ... Syamsul gak kenal " Syamsul yang ditatap kedua orang tuanya diam namun menahan tawa melihat kakanya yang mukanya serius ..


" sebenernya ... pak darna itu sahabat kecil bapak, dan ibunya juga sahabat ibumu ... " jelas bapak.


syamsi dan Syamsul manggut-manggut


" serius nih bapak ... " ucap bapak setelah menyeruput kopinya.


" Jadi dulu waktu muda, sebeneneya bapak sama ibu menjodohkan kamu sama Rendy - .. "


" whatt ... " potong Syamsul dan Syamsi bareng padahal bapak belum menyelesaikan perkataannya.


" bapak belum selesai ngomong ... ! " timpal bapak memukul Syamsul, Syamsul yg dipukulnya memgadu kesakitan, namun ibunya malah senyum senyum


" Ibu udah pengin gendong cucu .... " celetuk ibu yang balas tatapan bapak.


" malah ikut-ikutan Bu .. ? " timpal bapak.


sedangkan Syamsi masih dengan serius ingin mendengarkan penjelasan bapak.


" udahlah udah malem, besok aja bapak cerita lagi ... " bapak tiba-tiba menghentikan penjelasannya dan menyuruh mereka semua masuk ke dalam rumah.


Syamsi yang sedang serius-seriusnga mengharap penjelasan bapak begitupun ibu dan syamsul, harus terima dengan cerita yang menggantung


" ah bapak " batin syamsi penasaran ..


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading ya gaiss .. maaf, 2 Minggu ini aku off soalnya lagi ngerjain pekerjaan yang gak bisa ditinggal. Semoga kedepannya bisa lancar up terus ... aamiin 💛


__ADS_2