
Pagi Harinya, Sellin bersiap-siap memindahkan barangnya dan menunggu Rara datang menjemputnya. Selesai mengumpulkan barang yang akan dia bawa pergi, Sellin memutuskan untuk menunggu Rara di kursi tempat biasa nenek duduk di depan rumah.
Dari kejauhan terlihat Rara yang berjalan dengan menghampirinya seraya melompat centil menghindari lubang air dan tanah becek. Seorang wanita pauh baya terlihat dibelakang Rara, beberapa kali Rara menuntunya untuk mengikutinya. Sellin mengerutkan kening, dan beberapa kali memicingkan mata memperjelas penglihatanya. Hingga akhirnya mereka berdiri tepat di depan Sellin.
“Siapa Ra?” tanya Sellin mengerutkan keningnya.
“Anu, ini…” Rara tampak kebingungan menjelakan.
Melihat gerak gerik Rara, Sellin semakin gugup. Sellin memperhatikan dari ujung rambut hingga ujung kaki ibu itu. Terlihat seperti orang kaya, dengan setelan jas lengan panjang, rambut di blow, dan memakai kacamata hitam. Lalu ibu itu melepas kacamatanya, dia memandang Sellin tajam dengan mata sedikir berair.
“Sellin…” ucap ibu itu seraya berjalan mendekatinya.
“Iya…” jawab Sellin kebingungan.
“Ini tante…”
“Tante? Tante siapa?”
“Tante Sandra…”
“Tante Sandra? Sahabat mama?”
“Iya sayang…”
Tante Sandra memeluk erat Sellin, sambil meneteskan air mata dia mengucapkan kata maaf berkali-kali.
“Maafkan tante ya nak…” ucap tante Sandra
“Engga apa-apa tante, semua sudah berlalu. Waktu itu Sellin juga engga tau harus menguhubungi tante kemana”
Tante Sandra memeluk erat Selin sekali lagi.
“Kok tante bisa sampai sini?”
“Sebenernya tante udah pindah ke indonesia seiktar 3 bulan yang lalu, cuman waktu datang kerumah. Ternyata rumah kamu sudah di jual dan tante tau tentang keluarga kamu dari tetanga rumah. Waktu itu tante juga sempat kerumah paman kamu, tapi katanya kamu di adopsi sama orang. Cuman waktu tante tanya siapa orangnya, mereka ga bisa jawab. Dari situ tante cari tau keberadaan kamu terus. Sampai akhirnya, tante tau kamu kerja di hotel dan minta tolong temen kamu ini buat nunjukin rumah kamu.”
Rara tersenyum memamerkan giginya.
“Terus, tante stay disini?”
“Tante stay disini, cuman nanti beberapa kali bakal bolak-balik pergi ke luar negri”
“Ooo gitu…”
“Kamu tinggal bareng tante ya?”
“Hah…”
__ADS_1
“Tante tau, kamu bakal pindah ke tempat temen kamu, tapi tante minta sekali ini aja. Buat nebus kesalahan tante kamu tinggal bareng tante ya…”
Sellin melihat ke Rara.
“Tante udah bilang ke temen kamu, dan dia setuju”
Rara mengancungkan jempolnya dan tersenyum.
“Sellin bicara dulu sama temen Sellin ya tante…”
“Oke…”
Sellin menghampiri Rara yang sedang menunggunya di depan pintu.
“Sudah, lo sama tante lo aja…” ucap Rara santai
“Tapi Ra…”
“Santai aja…”
“Trus, lo nanti sama siapa?”
“Tenang aja, sebenernya gue juga bakal pindah. Rencananya, apartemen gue buat lo tempatin. Tapi, karena kejadinya begini. Ya apa boleh buat…”
“Pindah kemana? Kok lo ga pernah cerita?”
“Tadinya gue mau cerita pas lo mau nginep di tempat gue kemaren. Gue pindah deket aja kok, di new zealand”
“Eh, gile lo! New zealand lo bilang deket?”
“Helleh, ngimpi dah kalo gue kesana. Trus lo kesana sama siapa? Bokap nyokap ngijinin?”
“Iya dong, gue kuliah disana”
“Bagus dah, gue seneng dengernya”
“Iya…” Rara menatap jauh ke langit, “Ini, hadiah perpisahan dari gue. Lo bisa datang kapan aja” lanjut Rara sambil menyelipkan kartu apartement yang dia tempati.
“Hah, apaan nih? Ogah ah!” tolak Sellin seraya mengembalikan kartu apartemen Rara
“Yaelah, itu apartement bukan buat lo non… Tapi gue cuma minjemin aja, itu tetep atas nama gue keles…”
“Ooh…”
Rara tersenyum senang melihat sahabatnya akhirnya menemukan keluarganya kembali, sejak saat itu Rara dan Sellin tak pernah lagi bertemu. Sellin yang akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama keluarga sahabat orang tuanya dan Rara memutuskan untuk menuntut ilmu di luar negri. Mereka hanya berhubungan melalui media sosial atau beberapakali bertukar pesan.
Sebulan berlalu, setelah Sellin tinggal bersama keluarga tante Sandra. Saat itu, mereka hanya tinggal berdua di rumah mewah milik tante Sandra. Tante Sandra saat ini memang sering bolak-balik ke luar negri untuk urusan bisnis. Suami tante Sandra yaitu om Jhony saat ini masih tinggal di Australia bersama anak semata wayangnya yang sedang menuntut study nya di sana.
__ADS_1
“Pagi Sellin…” Sapa tante Sandra ceria
“Pagi tante… Ceria banget tante…” balas Sellin seraya menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri.
“Iya dong… Tante lagi bahagia…”
“Ada berita apa tante?”
“Ada deh, nanti kamu juga bakal tau…”
“Yah… Tau gitu ga usah kepo dong…”
“Hahaha, nanti kamu bakal tau kok… Hari ini tante pergi sebentar ya…”
“Oke tante, hati-hati ya…”
Sellin sudah mulai terbisa hidup berdua dengan tante Sandra. Awalnya dulu memang Sellin sedikit gugup, sampai dia tak berani keluar kamar hanya untuk makan atau bertatap muka dengan tante Sandra. Tapi seiring berjalanya waktu, Sellin sudah bisa menganggap tante Sandra adalah ibunya.
Waktu berlalu begitu saja, jam menunjukkan pukul 10.00 malam. Sellin yang dari pagi sibuk membereskan rumah baru menyadari kalau tante Sandra belum pulang hingga larut malam.
“Katanya keluar sebentar…” gumam Sellin seraya memandang kearah jam dinding
Beberapa kali Sellin mondar mandir di ruang tamu, sesekali dia mengecek handphone nya dan berharap tante Sandra menghubunginya. Hingga akhirnya Sellin tertidur di sofa ruang tamu.
Namun, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki di depan pintu rumah. Terlihat bayangan seseorang yang mondar mandir di depan pintu, dan beberapa kali dia berdiri terdiam di depan pintu.
Sellin yang melihat ada bayangan, langsung siap-siap mengambil sapu dan mengendap-endap berjalan ke samping pintu. Terdengar suara orang berdeham, dari postur tubuh dan suaranya Sellin yakin bahwa orang yang berada di depan pintu itu adalah seorang cowok. Jantungnya berdegup kenjang tak karuan, berharap kalau cowok itu tidak masuk ke rumah. Kesalahan Sellin adalah dia tak mengunci rumah sejak awal.
Terdengar suara seseorang membuka pintu, dengan kuat menutup mata dan sekuat tenaga Sellin memukul orang yang berjalan memasuki rumah.
“Maling… Maling…” teriak Sellin
Cowok itu berteriak keskitan dan berusaha menghindar dari pukulan Sellin.
“Tolongnggg!!!” teriak Sellin lagi.
Namun cowok itu tak lagi menghindari pukulan Sellin, namun malah mendorong Sellin ke arah pintu.
BRAK!!! Sellin terjatuh
__ADS_1
“Hoy! Sakit tau! Siapa sih lo! ” ucap cowok itu tiba-tiba.