
Sellin merintih kesakitan, dan mencoba berdiri sambil berusaha menatap wajah cowok itu yang tertutupi silaunya lampu rumah. Sellin terkejut setelah mendapati wajah cowok itu, dia adalah cowok yang waktu itu memergoki dirinya di hotel di kamar VVIP. Sellin terdiam kaku tanpa bicara, cowok itu tampaknya tak menyadari kalau pernah bertemu denganya. Di tengah canggungnya mereka, tante Sandra yang muncul dari balik pintu dengan senyuman lebarnya, dia menghampiri cowok itu.
“Hey Honey… kok cemberut?” tanya tante Sandra
“Siapa sih cewek buas ini?” tanyanya seraya mengelus lenganya
“Oh my god…! Mama lupa kasih tau, ini Sellin… temen kamu waktu masih kecil. Masa kamu lupa? Anaknya tante Andira, mama kan sudah bilang sebulan lalu, kalo disini mama tinggal sama dia”
Cowok itu mengerutkan keningnya, menatap Sellin dari ujung kepala hingga ujung kaki, dan kemudian membuang mukanya.
“Sellin, ini Delta anak tante… kamu lupa ya sama wajahnya?” tanya tante Sandra tersenyum ramah
“Eh, iya tante… soalnya berubah banget…”
“Iya dong, tambah ganteng kan anak tante…” ucap tante Sandra sembari tertawa riang di tengah canggungnya situasi, “Mau kenalan lagi engga?” lanjut tante Sandra.
“Ogah ah, ngapain juga kenalan?” balas Delta seraya berjalan melewati Sellin dengan muka masamnya.
Sellin hampir tak percaya, bahwa cowok yang dia temui di kamar VVIP yang menginap bersama cewek itu adalah Delta, sahabatnya waktu dia masih kecil. Sudah 5 tahun berlalu, hingga Sellin tak bisa lagi mengenali wajahnya. Yang lebih mengejutkan lagi, dia sekarang benar-benar berbeda. Dari sifat dan perilakunya berbeda 360° dari sifatnya yang manis dulu, tidak sekasar sekarang. Bahkan dia melupakan kejadian sebulan yang lalu waktu pertama kali bertemu dengannya.
“Arrkkhhh!! Apaan nih pink-pink!” teriak Delta dari lantai atas
“Yaampun maaf sayang, kamar kamu mama pindah yang didepanya…” sahut tante Sandra tersenyum jahil, “Maklum, dia suka gitu kalo lagi grogi… suka galak…Yaudah, istirahat sana…” lanjut tante Sandra seraya menyuruh Sellin pergi tidur.
“Iya tante…”
Keesokan harinya, tante Sandra sudah menyambut sarapan pagi dengan makanan besar. Terlihat raut wajah bahagia di muka tante Sandra.
“Morning my baby-baby…” ucapnya sumringah.
Sellin berjalan menuruni tangga di ikuti Delta yang mengikutinya dari belakang lalu dengan cepat dia mendahului Sellin hingga hampir membuat Sellin terjatuh. Tanpa banyak bicara, Delta langsung melahap nasi gorengnya dengan lahap. Tak menghiraukan Sellin yang baru duduk disampingnya, sepatah katapun tak diucapkan Delta, bahkan menatapnya pun tidak.
“Mama ada kabar…” ucap tante Sandra.
__ADS_1
“Kabar apa tante?” tanya Sellin seraya melahap nasinya.
“Tahun ini kan Delta menetap di indo, jadi dia bakal kuliah di indo. Dan kuliahnya itu di bandung, jadi mulai besok dia bakal pindah ke bandung…” jawab tante Sandra tersenyum.
“Oh…” Sellin mengangguk dan tersenyum, akhirnya dia bisa tinggal berdua lagi dengan tante Sandra.
“Tapi, Sellin ikut…”
Uhuk! Delta tersedak makananya hingga menyemburkan isi mulutnya ke meja. Sellin yang tadi sedang melahap nasi, sampai rasanya tidak bisa dia telan lagi dan kemudian dia mengambil air putih di depanya untuk di minum.
“Hoy bego! Itu minuman gue!” ucap Delta ketus.
Sellin yang tadinya hendak menelan air yang ada di mulutnya langsung menyemprotkanya ke arah Delta. Delta tampak kesal dan marah, mukanya merah padam menatap Sellin yang sedang sibuk membersihkan muncratan air minumnya di baju Delta.
“Ma, ngapain sih si oon ini ikut?” tuntut Delta kesal.
“Iya dong, kan Sellin harus kuliah juga?”
“Oh… tidak bisa… mama kan bakal sering keluar negri, jadi rumah ini bakal sering kosong…”
“Yaudah, biar dia tinggal disini sendiri, ngapain mesti ikut ke bandung”
“Hey, kamu ga boleh gitu my honey…”
“Beda kampus kan? Beda rumah kan?”
Tante Sandra memainkan telunjuknya, “em-em-em, sama dong kampusnya… tempat tinggal juga mama udah siapin, apartement besar buat kalian berdua”
BRAKK!!! Delta mendorong keras kursi dan meja, lalu pergi meninggalkan meja makan.
Tante Sandra memandang Sellin dan tersenyum.
“Kalo Sellin ngerepotin, mending Sellin ga usah ikut siapa-siapa tante. Sellin bisa sendiri kok, bisa tinggal di tempat temen Sellin…”
“Hush! Ga boleh ngomong gitu, justru tante yang selalu ngerepotin keluarga kamu. Makanya ini balas budi tante buat keluarga kamu, ngomong-ngomong muka kamu mirip banget sama mama kamu… jadi kangen tante…”
__ADS_1
Tante Sandra tampak tak memikirkan Delta yang sedang marah dan membanting beberapa barang di kamarnya. Sepertinya Delta terlalu lama menjadi anak tuggal, hingga semua apa yang dia mau selalu di kabulkan oleh orang tuanya. Dia tumbuh menjadi cowok manja dan arogan. Sellin tak begitu ingat pastinya, saat berpisah dengan Delta waktu masih SMA. Yang dia ingat, waktu itu Delta memang sering sakit-sakitan dan akhirnya dia pindah ke luar negri untuk berobat. Namun sekarang, dia tumbuh menjadi cowok super egois dan arogan, dia tak ingat bahwa dulu dia adalah cowok lemah yang tak bisa berbuat apa-apa.
Sellin berjalan menaiki tangga setelah tante sandra pergi, Sellin berhenti di depan pintu kamar Delta dan mengetuknya. Delta keluar dengan muka gantengnya yang masam.
“Apa?!” tanyanya ketus.
“Kalo lo ga suka gue, bilang aja terus ke mama lo dan bujuk dia biar gue ga ikut ke bandung” jawab Sellin seraya menundukkan kepalanya.
“Itu PASTI! Dan ga usah sok suci ato sok lemah di depan gue!”
Delta menutup pintu keras, Sellin terkejut mendengar jawaban Delta barusan. Rasanya yang di hadapanya sekarang memang bukan Delta yang dia kenal dulu.
Tak lama setelah itu akhirnya Sellin dan Delta pindah kebandung. Delta menjadi mahasiswa transfer, dan Sellin menjadi mahasiswa baru. Di kampus itu, ada beberapa teman Delta yang ikut pindah di kampus yang sama. Ternyata ada alasan kenapa Delta pindah kuliah di Bandung tapi bukan di Jakarta, karena memang disinilah teman-teman dia berkumpul.
Menjadi mahasiswa baru, tentunya Sellin melewati masa-masa ospek yang membuatnya lelah dengan tugas bertubi-tubi dari kakak senior. Delta yang menjadi Seniornya, ikut menyaksikan Sellin yang sedang di hukum ditengah teriknya matahari. Beberapa diantara mereka ada yang tertawa dan bersorak ketika salah satu senior menyuruh Sellin untuk mengikutinya.
“Eh, dibawa kemana tuh adek-adek kita sama senior?” tanya Riko salah satu teman Delta.
“Coba kita ikut terjun, pasti enak tuh bisa kiss-kiss yang cantik-cantik” jawab Aldo sambil tertawa.
“Bukanya kalian udah puas waktu di Australia jadi senior?” tanya Delta melirik kearah dua temanya.
“Hahaha, kalo disana kan ga ada bates-batesan…” balas Aldo tertawa kecil.
“Ini indonesia men, jangan bawa adat orang luar masuk sini…” ucap Delta dramatis.
“Hahaha, sok Indonesia Raya lo!”
Delta memandang Sellin dari kejauhan dan kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti senior yang sedang membawa Sellin dan teman-teman yang lain pergi. Delta berhenti melangkah dan bersembunyi di balik tiang koridor kampus, terlihat Sellin yang sedang di dekati oleh seorang senior.
__ADS_1