My Rebel Boy

My Rebel Boy
Chapter 6


__ADS_3

Delta memandang Sellin dari kejauhan dan kemudian dia beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti senior yang sedang membawa Sellin dan teman-teman yang lain pergi. Delta berhenti melangkah dan bersembunyi di balik tiang koridor kampus, terlihat Sellin yang sedang di dekati oleh seorang senior.


“Sellin??” tanya seorang cowok mendekati Sellin.


Sellin mengangkat kepala dan mengangguk pelan.


“Sini…” cowok itu menarik lengan Sellin dan berjalan menuju sebuah pohon dan duduk di bawahnya.


“Ngapain kak?” tanya Sellin bingung.


“Udah, lo duduk aja…Nih, minum…” jawab cowok itu seraya memberikan sebuah minuman kaleng, “Mau pingsan ya? Lo pucet…” lanjutnya sambil duduk di samping Sellin.


Sellin memandang cowok yang wajahnya sedikit tak asing baginya, beberapa kali dia menyeruput minumanya dan kemudian menoleh lagi ke arah cowok itu.


“Lo kenapa?” tanya cowok itu tersenyum simpul.


“Lo kenal gue ya?” Sellin mengerutkan keningnya.


“Menurut lo?”


“Hah?” Sellin mengerutkan kening dan menggaruk kepala.


“Ya, mungkin lo ga ngenalin gue… waktu gue pertama kali liat lo aja gue ga tau kalo elo itu Sellin”.


Sellin semakin mengerutkan keningnya, beberapa kali dia mencoba mengingat muka cowok yang sedang mengajaknya bicara.


“Masih belum inget?”


“Sorry… lo siapa sih?”


Cowok itu menepuk jidat, dan kemudian mengacak-acak rambutnya dan menurunkanya menutupi dahi, “Masih belum inget?” tanyanya tersenyum.


“Astaga! Lo kan?” Sellin tersedak menyemburkan minumanya.


“Heey, santai Sel…”


“Lo cowok yang waktu itu nginep di hotel waktu di jakarta??”


“Yup…”


“Yang tangan lo sakit?”


“Yup!”

__ADS_1


“Terus… kenapa lo sok kenal sama gue? Kita kan baru ketemu waktu itu?”


“Yakin??”


“Iye lah, harusnya lo lebih sopan sama gue… kan kita baru kenal…harusnya lo bilang ‘hey, ini gue yang waktu itu nginep di hotel’ gitu…”


Cowok itu tertawa kecil, “Lo ga berubah ya? Gue kaget waktu Delta bilang lo bakal kuliah di kampus yang sama”


“Delta? Lo kenal Delta?”


 “Iya, gue juga kenal mama lo. Harusnya lo inget gue kalo lo inget Delta”


Sellin melotot dan tersedak, “Kak Brian??” lanjut Sellin seraya mengelap mulutnya.


“Nah, Itu inget…” Brian tersenyum memamerkan lesung pipinya, “Lo sih, ingetnya cuma Delta doang”


“Ya ampun… gue ga nyangka… Jadi waktu di hotel itu gue ketemu elo ya kak” Sellin tersenyum dan memeluk Brian.


Delta yang memperhatikan mereka dari kejauhan, pergi tanpa bicara sepatah katapun. Beberapa kali dia berjalan dan memandangi handphone-nya dan menghela nafas.


Brian adalah kakak sepupu Delta, dulu memang terkadang Sellin bermain bertiga. Hanya saja, Brian lebih dulu pindah ke luar kota. Sehingga Sellin tak lagi main dengan Delta.


“Delta… Honey…” sapa seorang cewek bertubuh langsing, berwajah cantik dan berambut hitam panjang.


“Tadi gue ada urusan bentar…”


Fanny adalah teman dekat Delta waktu di luar negri, Fanny adalah cewek blesteran Indonesia yang pindah di Australia dan ga sengaja kenal dengan Delta. Beberapa teman Delta menganggap mereka sedang menjalin sebuah hubungan, namun hubungan mereka sampai sekarang masih misteri. Saat mengetahui Delta akan pindah ke Indonesia, Fanny memohon ke orang tuanya untuk pindah ke Indonesia juga. Dan akhirnya, saat Fanny di izinkan pindah, Delta lah yang bertanggung jawab menjaga Fanny di Indonesia.


“Pulang kuliah nanti kita makan bareng yuk?” ajak Fanny seraya memeluk lengaan Delta.


“Hmmm, lagi ga mood…” tolak Delta halus.


“Yaudah, kalo gitu Fanny main kerumah ya?”


“Eh jangan, di rumah lagi ada tamu…”


“Siapa?”


“Temen mama…”


“Yah, kalo gitu Delta main ke tempat Fanny…”


“Iya, liat nanti…”

__ADS_1


Bak pinang di belah dua, sifat Delta sangat berbeda saat berhadapan dengan Fanny dan Sellin. Saat berda di depan Fanny, Delta tampak manis dan penyayang. Sedangkan di hadapan Sellin dia seperti seekor harimau yang kelaparan.


Sellin berjalan melewati taman kampus dengan melahap roti yang dia beli di kantin, Brian dari kejauhan dengan senyuman khasnya berlari kecil menghampiri Sellin.


“Hei, udah mau pulang?” tanya Brian seraya memeluk pundak Sellin.


“Iya, kan hari ini ospek terakhir” jawab Sellin sumringah.


“Oiya, kemarin gue cari-cari lo, ketemunya baru hari ini… gue pengen cerita banyak sama lo…”


“Gue juga pengen tanya banyak sama lo kak…”


“Yup, moment yang tepat. Gimana kalo lo pulang bareng gue?”


“Hah, tapi…” Sellin memandang sekeliling mencari sosok yang dia kenal.


“Nanti gue bilang deh sama Delta…”


Sellin tersenyum pahit, “Lagian dia juga ga peduli sama gue”


Brian mengerutkan kening memandang ke arah Sellin yang sedang mengerutkan bibirnya dan kemudian tersenyum, “Udah, ga usah di pikirin” ucapnya sambil menarik lengan Sellin berjalan menuju mobilnya.


“Sejak kapan kak, lo menetap di indo” tanya Sellin membuka pembicaraan.


“Ya, waktu gue nginep di Jakarta waktu itu…” jawab Brian seraya memasang seatbelt Sellin.


“Ga nyangka ya, kalo itu kak Brian…”


“Gue juga ga nyangka kalo itu elo, udah lama ga ketemu dan lo dandan begitu…”


“Hahaha, iye, gue dandan ala tante-tante”


“Trus lo ketemu Delta juga?”


Sellin terdiam sejenak, “Iya, tapi sampe sekarang kayaknya dia ga inget gue…”


“Hah, ga mungkinlah, pasti dia inget”


“Buktinya dia ga negor gue? Kan gue sakit hati…” ucap Sellin dramatis.


Brian tertawa kecil, “Lo masih aja lebay, ga mungkin kalo Delta ga inget. Orang waktu itu dia bilang ke gue kalo ketemu cewek mirip elo”.


“Serius?!” Sellin semangat.

__ADS_1


“Iyalah, masa gue bercanda”


__ADS_2