
Dilain tempat tepatnya dikediaman David yaitu papanya Kanaya.Kini papanya Kanaya baru saja pulang dari kantornya.
" Bi,dimana Kanaya?" ucapnya dingin.David melihat keseluruh arah namun gadis itu tidak ada,aneh bukan karena biasanya gadis itu pasti menunggu dan menyambut papanya untuk pulang walau yang ia dapat hanya kata-kata dingin dan menyakitkan.
" Tadi pagi non Kanaya pamit sama saya tuan tapi saya tidak tahu mau kemana?"ucap bibi sambil menunduk.
" Tapi......"sambung bibi.
Flasback on
" Bi Kanaya mau pamit yah,oh iya bibi tolong kasih surat ini ke papa yah bi "ucap Kanaya sambil memberikan surat itu kepada Bibi.
" Baik non,tapi non Naya mau kemana?" tanya Bibi namun Kanaya hanya tersenyum dan pergi meninggalkan pekarangan rumahnya.Kanaya sengaja tidak menjawab pertanyaan bibinya itu karena dia ingin papanya khawatir padanya walau itu sangat tidak mungkin baginya.
Flasback off
" Tapi tuan,tadi non Naya menitipkan surat ini pada saya"ucap bibi sambil memberikan surat itu pada David dan berharap David mengambilnya.Dan benar saja David mengambil surat itu karena penasaran kemana Kanaya pergi.Sungguh bahagia rasanya melihat David tuannya itu mau mengambil surat yang berada ditangannya.Bibi sangat ingin memberitahu kan kabar ini pada Kanaya dan pasti Kanaya akan bahagia mendengar kabar ini.
" Baik tuan saya pamit kebelakang dulu"ucap bibi berpamitan yang dibalas deheman.
Kini David tengah berada di dalam kamarnya ia membuka surat yang diberikan oleh bibi tadi.
Dari Kanaya
Untuk papa
Papa maafin Kanaya karena gak berpamitan secara langsung ke papa.Sebenarnya kemarin malam Kanaya mau pamit ke papa tapi papa malah dingin banget ke Naya.
Oh iya papa sebenarnya Naya ada acara kemping bersama dikampus selama 2 hari.Papa jaga diri baik-baik yah.
Naya sayang papa.
Setelah membaca surat itu David langsung masuk kedalam dunia mimpinya.
Kanaya pov
Kini hari sudah larut malam tapi Kanaya masih terus duduk diam dibalik pohon besar sambil menatap langit-langit yang indah dengan hiasan bintang-bintang dan bulan.
" Kamu ngapain disini?"ucap seseorang dingin sambil berjalan duduk disebelah Kanaya.
" Ehh...bapak saya pikir hantu"ucap Kanaya sambil melemparkan senyum paksa.
" Enak aja ganteng-ganteng gini dibilang hantu"
" Kamu ngapain larut malam gini keluar tenda?"ucap Kevin sambil menatap lekat mata Kanaya.
" Saya hanya melihat langit malam pak"ucap Kanaya sambil menatap langit.
" Wah...langit malam ini sangat indah yah "ucap Kevin sambil menatap kagum ke atas.
" Yah sangat indah sampai-sampai saya begitu iri pada langit malam ini"
" Kamu iri pada langit malam?"tanya Kevin sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
" Yah"ucap Kanaya sambil mengangguk.
" Kenapa"
" Saya iri dengan langit malam karena langit begitu banyak yang menemani ada bintang dan bulan disisinya,berbeda dengan saya,saya sendiri sepi tanpa ada yang menemani."
" Langit malam juga begitu bercahaya,juga terlihat begitu indah membuat siapa pun yang melihat pasti menjadi iri.Beda dengan saya,saya seperti sedang berada disuatu tempat yang gelap,sunyi tidak ada cahaya yang menyinari,kehidupan saya begitu hancur,kebahagian seperti menolak untuk datang mendekat pada saya"ucap Kanaya sambil terus meneteskan air mata.
Kevin sangat kaget melihat peristiwa yang berada di depan matanya,karena Kanaya seorang gadis cantik dan ceria bisa memiliki kehidupan sehancur dan semenyedihkan ini.
" Kamu jangan bersedih,semua orang pasti mempunyai masalah dalam menjalani kehidupan ini"ucap Kevin sambil meletakkan kepala Kanaya untuk bersandar pada bahunya.
" Saya tahu pak,tapi hiks..kenapa masalah saya hiks..seberat ini hiks.."ucap Kanaya sambil terus terisak tangis.
" Saya gak sanggup hiks...buat ngejalani semua hiks ini pak"sambung Kanaya.
" Saya yakin kamu kuat"
" Terkadang tuhan menciptakan masalah itu juga punya suatu tujuan yaitu untuk membuat hambanya menjadi jauh lebih kuat."
" Dan saya rasa tuhan sedang mencoba mengubah kamu untuk menjadi Kanaya yang kuat dan mandiri"ucap Kevin sambil tersenyum tulus.
" Tapi sampai kapan hiks..sampai kapan tuhan terus menguji saya?hiks...Saya bener-bener gak sanggup buat ngejalani kehidupan saya pak"
" Saya yakin kamu bisa."
" Kamu itu gak selemah yang dikira,terkadang menangis itu bukan berarti lemah hanya saja kita sedang capek dan mencoba untuk melepaskan rasa sakit dan lelah yang ada didalam diri kita."ucap Kevin sambil mengelus rambut Kanaya lembut.
" Makasih yah pak untuk semuannya"ucap Kanaya sambil tersenyum manis yang menampakkan deretan gigi putihnya.
" Yah sekarang kita balik ketenda yah!"ucap Kevin yang dibalas anggukan cepat oleh Kanaya.
Setelah sampai didepan tenda Kanaya.
" Sekarang kamu masuk,istirahat dan lupain semua masalah kamu oke"ucap Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Iya pak"ucap Kanaya sambil berjalan masuk kedalam tenda.
Setelah Kanaya masuk kedalam tenda Kevin pun kembali ketendanya untuk beristirahat.
Kanaya pov.
'Pak Kevin baik banget yah,aku pikir dia ngeselin ternyata dia bisa baik juga' batin Kanaya sambil tersenyum
'Oke sekarang gue harus tidur karena gue harus bersiap untuk menghadapi hari esok,semangat Naya lu pasti bisa' batin Kanaya menyemangati dirinya sendiri.
Pagi Hari
Kini seluruh mahasiswa dan mahasiswi tengah berjalan menyusuri hutan untuk sampai kesuatu tempat.
" Ini masih lama lagi apa?capek banget tahu" ucap Clara mengerucutkan bibirnya.
" Lu dari tadi ngeluh mulu yah" ucap Tiara.
__ADS_1
" Apaansih lu"ketus Clara.
" Udah-udah kalian malah ribut disini,ayo lanjut jalan!"titah Kanaya.
Kini mereka semua telah sampai disuatu tempat yaitu sebuah sungai yang memiliki air terjun.
" Wow....primitif"ucap Clara dengan mata berbinar-binar.
" Omg....ini mah keren banget cuy"ucap Tiara dengan mata membola sempurna dan mulut yang terbuka lebar.
" Ok anak-anak sekarang kalian boleh menikmati pemandangan yang ada disini tapi ingat jangan jauh-jauh"ucap salah satu dosen.
" Baik pak"ucap mereka serempak.
Kini Kanaya tengah duduk di tepi sungai dengan kaki yang dicelupakan kedalam air tak lupa senyum manis yang terus terbit dibibirnya.
'Andai kebahagiaan ini abadi' batin Kanaya sambil memejamkan matanya.
"Hai"ucap seseorang yang berada disebelah Kanaya.
" Hai pak"ucap Kanaya sambil melihat lawan bicaranya.
" Bagaimana perasaan mu sekarang?"tanya Kevin dengan wajah datar.
" Lumayan baik pak"
" Huuh...syukurlah"ucap Kevin sambil menghela nafas.
" Terima kasih untuk tadi malam pak,kata-kata bapak membuat saya tenang"ucap Kanaya tersenyum manis.
"Sama-sama"ucap Kevin dingin.
'Nih dosen ngapa sifatnya bisa berubah-ubah dalam satu detik sih?' batin Kanaya.
" Pak"
" Hmm"
" Bapak itu kok kadang dingin kadang kafak sih pak?"tanya Kanaya.
" Gak papa"
" Iss...bapak nyebelin banget sih"ucap Kanaya sambil mencipratkan air ke muka Kevin.
" Ihh...kamu apa-apaan sih"ucap Kevin kesal sambil mencipratkan balik ke Kanaya.
"Ihh..bapak baju saya basah semua ini pak"
Mereka berdua tertawa hingga seluruh baju mereka basah.
Ok segini dulu guys
SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1