
Malam ini hujan turun begitu lebat,disebuah kamar megah dan mewah terlihat seseorang tengah menangis.
"Mama...hiks"lirih nya pelan
"Mama..hiks...Kanaya kangen mama"
sambungnya lagi.
Yups dia adalah Kanaya Anggraita,seorang gadis yang dikenal ceria dan bar-bar itu tengah menangis di meja belajarnya sambil menulis diary.
Menangis sambil menulis diary memang sudah menjadi kebiasaan wanita ini selama setahun terakhir ini.
Diaryku
Mama...
Kanaya kangen banget sama mama
Kenapa sih mama harus ninggalin Kanaya
Mama tahu gak?
Sekarang rumah tampak begitu sepi
Tawa di rumah ini sudah menghilang sepenuhnya
Mama..
Kanaya sekarang sendiri
Papa sekarang dingin banget sama Kanaya
Oh yah
Mama tahu gak?
Hari ini Kanaya kedatangan dosen baru ma
Orang nya itu nyebelin banget
Kalau mama ada disini
Kanaya pasti bisa langsung peluk mama
__ADS_1
Sambil menceritakan keseharian Kanaya mama
Ma..
Kapan yah papa bisa balik kek dulu
Ceria gak dingin kek sekarang
Kanaya ingin banget
Kehidupan Kanaya kembali seperti dulu
Kanaya sayang mama dan papa
I LOVE YOU MAMA
I LOVE YOU PAPA
Setelah itu Kanaya menutup bukunya,dan mulai mengambil foto keluarganya.Disana ada dia,mama dan papanya yang tersenyum gembira.
Lalu Kanaya mulai membuka pintu dan berjalan di balkon kamarnya.Dia memeluk erat foto keluarganya sambil terus menangis.
Hancur...satu kata yang melambangkan kehidupan Kanaya saat ini.Bagaimana tidak?
Tak terasa pipi Kanaya telah basah karena air mata yang mengalir dengan derasnya serta percikan air hujan.Hening...hanya terdengar isakan tangis dan suara tetesan hujan.
---Pukul 24.00 pm----
Kevin tengah menyusuri jalan sepi.Dia baru pulang dari toko buku.Dia pergi ke toko buku berjalan kaki karena kebetulan toko buku itu tak jauh dari rumahnya.Sumpah Kevin tuh bego atau gimana sih?masa pulang dari toko buku jam 12 malam.
Nyari mati deh kek nya nih bocah.
Ok lanjut guys
Saat melewati gak sepi,dia mendengar suara teriakan.Dia berlari mencari sumber suara itu.Saat sudah menemukan titik sumber suara tadi,dia begitu kaget melihat seseorang yang sedang membunuh(seorang psikopat).
Jarak nya dengan sang psikopat tidak jauh,hanya sekitar 5 langkah.Setelah selesai melakukan aksinya sang psikopat menelpon anak buah nya.
Kevin sangat kaget mendengar suara sang psikopat.Satu nama terus terlintas di pikirannya.Namun dia tetap berpikir positif.Saat sang psikopat pergi dia pun pulang menuju rumahnya.
---Rumah Kevin----
Kevin langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya.Satu nama terus terlintas di pikirannya,namun dia tetap berfikir positif.
__ADS_1
"Apa bener yah dia psikopat itu?"
"Tapi bagaimana mungkin?"
"Gak..aku pasti salah"
"Tapi suaranya mirip banget"
Kevin terus saja berdebat dengan dirinya sendiri,tak mau ambil pusing dia pun memilih untuk segera tidur.
---Pagi hari----
Kanaya sekarang tengah sarapan sendirian di meja makan ditemanin para pembantunya.
"Papa"lirih Kanaya pelan saat melihat sang papa sudah rapi dengan pakaian kantornya.
"Hmm"papanya hanya berdehem
"Papa gak makan dulu??"
"Gak "David berjalan keluar rumah meninggalkan putri nya.
Air mata Kanaya kini sudah tak bisa tertahan lagi.
Hancur...hati nya begitu hancur.Kanaya yang dulu begitu ceria,selalu bahagia dengan mama dan papanya.Sekarang hanya bisa menangis meratapi nasibnya.
"Non Kanaya jangan sedih"
"Kan masih ada kita disini non"ucap salah satu pembantu.
Kanaya langsung memeluk pembantunya itu,saat ini dia begitu memerlukan tempat bersandar di sisinya.
" Bi..kenapa sih bi papa jadi dingin gitu? hiks..hiks"tanya Kanaya.
"Bibi juga gk tahu non"
"Tapi non Kanaya tenang aja,masih ada bibi disini non"ucap pembantu itu
"Makasih yah bi"
Lalu Kanaya pun melepaskan pelukannya dan berpamitan untuk segera berangkat kesekolah.
OK GUYS SEGINI DULU YAH
__ADS_1
SEE YOU NEXT TIME