My Smile Covers My Wounds

My Smile Covers My Wounds
Kanaya ngamuk


__ADS_3

Kini Kanaya tengah berada di ruang kelas dia sedang mengamuk dan menghancurkan seluruh barang-barang sekolah yang ada.Hal ini memang biasa terjadi ketika Kanaya sedang badmood dia pasti akan menghancurkan seluruh barang yang dilihatnya dan itu juga bukan masalah besar baginya jika pak kepala sekolah meminta pertanggung jawaban toh dia juga kaya kan.


" Akhhhh...nyebelin...nyebelin"kesal Kanaya sambil membanting kursi.


" Kanaya"tegas seseorang.


" Apa pak?"ucap Kanaya sambil berbalik dan melihat siapa lawan bicaranya.


" Kamu ini kenapa sih Kanaya ?kek orang kesurupan aja."tanya orang itu yang tak lain adalah Kevin.


" Bukan urusan bapak"


" Udah sana pergi saya mau lanjut ngamuk lagi"ucap Kanaya lagi mengusir Kevin.


" Enak aja kamu"


" Kamu boleh ngamuk tapi jangan hancuri properti kampus Kanaya..."ucap Kevin lagi sambil bersedekap dada.


" Terserah saya lah pak toh juga ntar saya ganti kok semua properti yang saya hancuri"ucap Kanaya tanpa rasa bersalah.


" Jangan kamu pikir mentang-mentang kamu kaya kamu bebas yah ngelakuin apa pun yang kamu suka"tegas Kevin.Kevin adalah satu-satunya dosen yang berani melarang Kanaya karena selama ini tidak ada satu pun yang berani berhadapan dengan Kanaya atau melarangnya karena takut di pecat padahal itu semua tidak mungkin dilakukan Kanaya.


" Udah letak ini"ucap Kevin mengambil kursi yang berada di genggaman Kanaya.


" Lah...lah pak,saya blom selesai ngamuknya"ucap Kanaya sambil memicingkan matanya.


" Gak ada ngamuk-ngamuk"tegas Kevin.


" Ayo"sambung Kevin lagi sambil menarik tangan Kanaya.


" Lah...lah mo kemana pak?"tanya Kanaya sambil terus berjalan karena ditarik oleh Kevin.


" Ikut aja"ucap Kevin datar.


skip........


" Bapak ngapain bawa saya ke taman?"tanya Kanaya sambil melepaskan paksa tangannya dari genggaman Kevin.


" Katanya kamu lagi badmood,yaudah disini itu tempat paling baik buat ngilangin strees"ucap Kevin dingin sambil menatap lurus kedepan dan memgajak Kanaya untuk duduk disalah sath bangku.


" Huft...."ucap Kanaya menghela nafas panjang.


" Ngilangin badmood itu bukan dengan cara ngamuk-ngamuk Kanaya"ucap Kevin memberikan pengertian.


" Dulu juga saya gak kek begini pak tapi karena sekarang kehidupan saya sudah hancur total jadi emosi saya sangat mudah meledak"ucap Kanaya murung sambil menunduk.


'Apa seberat itu masalah Kanaya yah?' batin Kevin sambil menatap Kanaya yang murung.


" Kalau kamu punya masalah kamu cerita aja sama orang yang kamu percaya contohnya keluarga kamu atau mungkin kedua teman dekat kamu itu."ucap Kevin berharap Kanaya kembali ceria.


" Saya gak punya keluarga pak,mama saya meninggal satu tahun yang lalu dan sekarang papa saya bagaikan langit malam yang gelap dan begitu dingin,saya juga anak tunggal pak saya gak punya kakak,abang atau adik."ucap Kanaya semakin murung hingga tanpa sadar ia meneteskan air mata.


'Astaga....salah ngomong kek nya gue' batin Kevin merutuki kebodohannya.


" Emmm maaf Kanaya saya gak ber-"ucap Kevin terpotong.


" Bapak gak salah kok"ucap Kanaya memotong perkataan Kevin.


Hening.....setelah percakapan tadi tidak ada lagi yang membuka pembicaraan,Kanaya terus menangis dan Kevin bingung harus melakukan apa.


" Hiks...hiks"tangis Kanaya tersedu-sedu.

__ADS_1


" Kalau kamu mau menangis,menangis saja Kanaya karena terkadang menangis itu bisa membuat beban kamu sedikit berkurang"ucap Kevin sambil meletakkan kepala Kanaya dibahunya untuk bersandar.


" Hiks...kenapa hidup saya hiks...sehancur ini pak?"tanya Kanaya sambil terus menangis tersedu-sedu.


" Hidup kamu itu gak sehancur yang kamu pikir kok Kanaya,kamu hanya perlu melihat dari sisi yang berbeda"ucap Kevin sambil mengelus pucuk kepala Kanaya.


" Maksud bapak?"tanya Kanaya sambil menghapus air matanya.


" Yah...mungkin saja ada suatu makna yang tersirat dari semua masalah kamu ini,tapi kamu belum menyadarinya."


" Huft......makasih yah pak"ucap Kanaya sambil bangkit dari bangku itu.


" Hmmm"ucap Kevin mengangguk.


" Oh iya Kanaya"sambung Kevin lagi saat Kanaya ingin melangkahkan kaki nya untuk pergi.


"Apa pak?"tanya Kanaya sambil membalikkan badannya.


" Untuk soal saya yang menuduh kamu psikopat itu saya minta maaf yah"ucap Kevin ikut bangkit dari bangku itu.


" Ahhh...masalah itu,ya gak papa kok pak santai aja"ucap Kanaya tersenyum.


'Akhirnya pak Kevin udah percaya kalau bukan gue lah psikopat itu,huft....maafkan saya pak saya gak bermaksud untuk boongin bapak tapi ini semua jauh lebih baik' batin Kanaya.


" Makasih yah,sekali lagi saya minta maaf"ucap Kevin sambil tersenyum tipis.


" Iya pak,kalau gitu saya pamit mau kekelas dulu yah pak"ucap Kanaya berpamitan yang dibalas anggukan oleh Kevin.


Clara dan Tiara pov


"Emmm.. clara"ucap Tiara sambil menatap Clara.


"Apa"jawab Clara sambil terus fokus kemakanannya.


" Masa sih?"tanya Clara sambil terus fokus kemakannya.


" Isss...nyet lu bisa gak sih gak usah makan terus ini gue lagi pusing lu bantu mikir dong"kesal Tiara karena dari tadi Clara temannya itu terus fokus kemakanannya.


" Iya...iya"ucap Clara sambil menghentikan aktivitasnya.


" Jadi menurut lu apa yang kira-kira gue lupain?"tanya Tiara lagi.


" Emmm..sabar gue mikir dulu"ucap Clara sambil terus berpikir.


" Gue gak tau"sambung Clara lagi.


" Haissss...gak membantu banget lu"ucap Tiara memanyunkan bibirnya.


" Bodo"ucap Clara santai sambil melanjutkan aktivitasnya pada makanannya.


" Gak guna lu"cibir Tiara.


" Oh iya Naya kira-kira yang gu-"ucap Tiara terpotong saat melihat bahwa lawan bicarannya itu yang tak lain adalah Kanaya tidak ada ditempat.


" Ayy...Kanaya kemana Clara?"tanyaTiara pada sahabatnya.


" Mana gue tau mungkin lagi ngamuk kali gara-gara masalah tadi"ucap Clara santai sambil terus melanjutkan aktivitasnya.


" Ouhh...mungkin juga"ucap Tiara santai.


" Eeh..."ucap mereka berdua serempak saat menyadari apa yang mereka bicarakan tadi.

__ADS_1


" Haisss mampus kita"ucap Tiara sambil memijat pelipisnya.


" Anjirtt...kena marah dosen lagi nih pasti,fiks no debat"ucap Clara memukul kepalanya sendiri.


" Ahh...bodo lah "ucap Tiara sambil bangkit dari kursinya.


" Ayuk Clara!"sambung Tiara lagi sambil berlari menuju kelas.


" Kemana?"tanya Clara polos.


" Kelas begooo"teriak Tiara karena jarak meraka sudah agak jauh.


" Oh iya bodo lu Clara"ucap Clara merutuki kebodohannya lalu bangkit dari kursinya dan berlari meninggalkan kantin menuju kelas.


Skipppp...


Kini Clara dan Tiara tengah berada diambang pintu dan benar saja sekarang ini kelas sudah hancur bagaikan kapal pecah tapi yang mengherankan adalah sang pelaku tidak ada di tempat.


" Astagfirullah ini kelas atau kapal pecah"ucap Clara membulatkan matanya sempurna saat melihat keadaan kelasnya.


" Sudah gue dugong"ucap Tiara memijit pelilisnya.


" Eehh...tunggu dulu,ini sih Kanaya kemana? "tanya Clara saat menyadari bahwa sang sahabat tak ada disana.


" Ayyy...bener juga lu ini Kanaya kemana?"tanya Tiara balik.


" Haisss...gue nayak lu malah nayak balik"kesal Clara.


" Akh....pusing gue"ucap Tiara frustasi.


" Huft....tenang Tiara...tenang"sambung Tiara berusaha menenangkan dirinya sendiri.


" Ok sekarang kita berpencar Clara lu kekiri gue kekanan ok"ucap Tiara yang dibalas anggukan.


Mereka berdua terus saja mencari hingga bell pun berbunyi tapi sang sahabat tak kunjung terlihat batang hidungnya.


" Ayyy...sih Naya kemana sih?"ucap Clara frustasi.


" Tau ah gue capek yuk balik kelas"ucap Tiara sambil berjalan menuju kelas.Dan saat berada diambang pintu kelas betapa terkejutnya dia saat melihat kelas yang sudah rapi dan juga ada Kanaya disana yang sedang mendengarkan penjelasan dosen.


'Anjirtt....itu Naya dicari-cari sampai keujung dunia tahunya tuh bocah disini' batin Tiara kesal.


" Permisi pak" ucap Clara pada sang dosen yang tak lain adalah Kevin.


" Darimana saja kalian?"tanya Kevin dingin.


" Tadi kami nyariin Kanaya pak eehh...tau taunya tuh bocah ada disini."jujur Clara dan Tiara.


"Ouh...yasudah duduk sana"dingin Kevin.


" Makasih pak"ucap mereka serempak sambil berjalan menuju bangku masing-masing.


" Ini semua gara-gara lu Naya"bisik Tiara pada Kanaya karena ulah sahabatnya itu dia hampir saja dihukum.


" Tau tuh awas aja lu nanti"ucap Clara tapi sang empu sama sekali tidak membalas dia hanya fokus pada bukunya.


" Ok anak-anak mari kita lanjutkan lagi pelajarannya."


Ok segini dulu yah guys


Jangan lupa buat dukungannya

__ADS_1


See you next time


----


__ADS_2