
"Kanaya..kam...kamu tahu gak ten...tentang psikopat?"tanya Kevin gugup.
"Psikopat?"ucap Kanaya sambil mengernyitkan dahinya.
"Ya psikopat"
"Kenapa bapak tanya kek gitu sama saya"
"Sebenarnya waktu itu saya melihat psikopat di gang sepi.Suara dan gelangnya sangat mirip dengan dirimu."ucap Kevin.
" Jadi bapak nuduh saya psikopat?"tanya Kanaya memicingkan matanya.
"Awalnya saya gak percaya dengan semua yang saya lihat dan dengar"
" Tapi semua bukti itu cukup kuat mengarah pada kamu Kanaya."ucap Kevin dengan wajah murung.
"Pak saya ini bukan psikopat"
" Saya manusia biasa"
"Saya normal pak"tegas Kanaya
Kemudian Kanaya pergi meninggalkan Kevin yang sedang duduk termenung mencoba untuk mencerna semua peristiwa yang dialami beberapa hari ini.
Kini Kanaya sedang berada dikamarnya,dia cukup kaget dengan semuanya.
" Apa-apaan tadi?"
" Sialan"ucap Kanaya kesal.
Sedangkan Kevin sekarang tengah berbaring di kasur empuk nya sambil melamuni akan peristiwa yang terjadi.
"Apa saya salah?"tanya Kevin pada dirinya sendiri.
" Akhhh...sialan"teriak Kevin frustasi.
Kini Kanaya tengah berada di meja belajarnya sambil menulis diary seperti biasa.
Diaryku
Mama...
Kanaya takut ma...
Kanaya takut kalau rahasia terbesar Kanaya bakal segera terbongkar ma..
__ADS_1
Mama
Kanaya capek menyembunyikan segalanya
Tapi Kanaya juga gak bisa nahan nafsu Kanaya ma..
Mama
Kanaya hancur
Andai mama dan papa ada disisi Kanaya
Kanaya pasti gak bakal ngelakuin itu
Kanaya pasti gak akan sehancur ini..
Mama Kanaya sayang mama
Papa Kanaya sayang papa
I LOVE YOU
Setelah selesai menulis diary nya kini Kanaya memutuskan untuk berbaring di kasur empuknya karena besok dia harus berangkat kuliah,tapi badan nya terasa tidak enak seperti ada sesuatu yang lupa dikerjakannya.
"Tolong...jangan sakiti saya"ucap seorang gadis
"Hahahahah jalang murahan seperti kamu tidak pantas hidup didunia ini"ucap psikopat itu.
Srekk...srekk psikopat itu menusuk gadis itu berkali kali hingga menghembuskan nafas terakhir,lalu dia memutilasinya dan menyuruh para bodigatnya menghilangkan jejak pembunuhan kejinya.
Dipagi hari
Kanaya gadis cantik itu tengah berada dikelasnya,kali ini bukan pak Kevin lah yang mengajarnya.Tapi gadis itu sama sekali tidak mendengarkan penjelasan dari dosennya dia sibuk melamun akan hal yang terjadi kemarin malam.
Kini bell istirahat telah berbunyi Kanaya dan
teman -temannya tengah berada di kantin.Teman-teman Kanaya tampak heran dengan sikap Kanaya hari ini,wanita ini tampak murung.
" Kanaya loh kenapa?"ucap Clara sambil mengunyah makananya.
Namun Kanaya sama sekali tidak mendengarkan ucapan Clara.
" Kanaya"teriak Clara hingga membuat seisi kantin menatap mereka bertiga.
" Apa?"ucap Kanaya
__ADS_1
" Loh knp sih murung terus?"ucap Clara kesal
" Gak papa"ucap Kanaya ketus
" Loh lagi sakit Nay?"tanya Tiara sambil menempelkan telapak tangannya di dahi Kanaya.
" Kagak"ucap Kanaya sambil menepis pelan tangan Tiara.
" Tros ngapa lu ngelamun mulu dari tadi?"
" Ada masalah??"
" Kalau lo ada masalah cerita aja sama kita ya kan Clara?"ucap Tiara.
" Yups"ucap Clara sambil terus fokus pada makananya.
" Yaelah Clara fokus bener lu sama makanan lu"
" Laper gue"
" Udah gak makan berapa tahun?"
" 1 abad neng"
" Kasihan bener,pantas badan lu kurus kek batang lidi"
" Idihhh enak aja lu kalau ngomong"
" Body goals kini dikatain kurus kek batang lidi"ucap Clara tak terima dengan perkataan Tiara.
" Body goals dari hongkong"cibir Tiara
" Eh gue itu emang sexy,iya gak Kanaya"ucap Clara bertanya pada Kanaya.
" Iya lu sexsi"
" Tuh dengerin"
" Lu sexsi kalau dilihat dari paris sambil pakai sedotan"sambung Kanaya.
" Hahahahhah" tawa Kanaya dan Tiara kini sudah tidak bisa tertahankan mereka tertawa sekeras kerasnya hingga membuat seluruh kantin fokus melihat mereka bertiga,sedangkan yang ditertawakan hanya fokus pada makananya.
Ok segini dulu yah guys
SEE YOU NEXT TIME
__ADS_1