Nada Nada Cinta

Nada Nada Cinta
hari pertama


__ADS_3

susana malam didesa begitu gelap tak banyak lampu yg menyinari jalanan keheningan menambah suasana tenang disudut sudut desa hembusan anginyg masuk dari setiap pori pori menusuk isi didalam dada...


cahaya rembulan yg menyelinap dari balik balik dedaunan yg menari tertiup angin angin yg berlari lari bagaikan seorang anak kecil yg bermain kejar kejaran beriramakan suara melodi syahdu nyanyian sang jangkrik menambah kedamaian bagi setiap insan yg mendengar...


tak jauh dari pandangan burung yg sedang tertidur di ranting ranting pohon yg majalar seorang lelaki tengah duduk melamun menyandarkan kepalanya dibagian pohon dengan pandangan yg sengaja keatas menatap dua burung kutilang yg tidur beriringn.


" rasanya senang sekali burung ini walau tak punya harta dan tak punya rumah tapi tetap tidur dengan tenang sambil berpelukan,, hhh " gumamnya dalam hati sambil tersenyum sendiri seperti orang g**a.


" apakah suatu hari nanti akan ada wanita yg mau menerima aku apa adanya bukan adanya apa seperti dua burung ini" sambil mencoba mengkhayalkan ucapannya itu...


tak terasa waktu begitu cepat berlalu..


alby pun bergegas bangun dari tempat persinggahan menutup lamunannya dimalam ini lekas ia masuk kerumah, didalam kamar yg lumayan sempit alby merebahkan tubuhnya dgn tangan terlentang mencoba memejamkan kedua bola matanya hingga tak butuh waktu yg lama alby pun telah terlelap dalam tidurnya...


*****


( kukuk riiiuuukkk )


suara ayam jantan mulai saling bersautan mengganti malam dengan pagi dan disusul dengan sang penguasa hari yg mulai malu malu menampakkan wajahnya, memasukan sinar sinarnya dari balik balik daun yg basah bermandikan air embun, meneroboskan silaunya dari sela sela jendela kamar dan memaksakan alby untuk menyudahi mimpinya...


alby menggeliat menggerakkan otot ototnya yg kaku dan mulai beranjak meninggalkan tempat pelabuhan air liurnya...

__ADS_1


mengawali paginya dengan secangkir kopi hangat yg siap menjadi teman pengganjal perutnya...


" mak aq pamit berangkat y " sambil mencium punggung tangan ibunya


" sarapannya udah tong " tanya mak ina pada alby


" udah mak, aku berangkat assalamu'alaikum " alby bergegas pergi dengan menggendong gitar kecilnya...


" wa'alaikum salam, hati hati tong " saut mak ina dengan berteriak berharap anaknya mendengar...


" seandainya kamu tau kalau mak ini bukan ibu kandung kamu dan waktu kecil kamu mak temukan di pinggir kali " berbicara dengan nada yg sangat kecil sambil menggelengkan kepala nya dan masuk kembali kedalam rumah...


*********


" hay no, hai man " sapa alby pada temannya


" hay bi " menjawab sapa alby dengan bersamaan


" pada ngopi belum " sambil tersenyum menepuk pundak marno dan darman...


" nih apa " saut darman dengan menunjukan kopi yg ia pegang..

__ADS_1


" kopi segini gedenya gak lihat,udah ngopi dulu sana biar gak b**o " marno ikut mengimbuhi sambil meledek alby


" tuh yg b**o " alby tertawa sambil mununjukkan jari nya mengarah ke darman


" hhttsss...aku bukan b**o y tapi belum pinter aja " jawab darman dengan santainya


" ya PADA " teriak alby dan marno bersamaan sambil menunjukan muka ke darman


" yeeew"


" mang Dadang ngopi " teriak alby


" siap pahit pa manis " jawab man dadang sambil teriak


" biasa mang pahit "


" ok... !!!!"


sambil menunggu kopi tersajikan alby menyetem gitarnya berharap merdu untuk didengar setelah tidak lama menyetem...


" ini by kopi nya " menyodorkan kopi diatas bangku

__ADS_1


" iya mang, terima kasih "


__ADS_2