
kesunyian suasana malam itu mulai terasa mengisi setiap sudut" lapangan dengan pengunjung yg mulai sedikit...
"Man kita pulang yuk udah malam lagian aku juga sudah capek" ajak Marno yg mulai lelah
"ya udah kita pulang, lagian udah mulai sepih juga" sambung Alby
"iya By,, yuk...!!!" Darman mengangguk
"tunggu By.. aku mau ke toilet dulu, temenin yuk Man" marno yg udah hampir kebelet
"kaya cewek aja kamu ini,,!!" ejek Darman
"ah ah ah.. udah anterin dulu Man kasian muka nya udah merah tuh" sambil tertawa kecil
tak lama setelah keduanya pergi,, Alby dikejutkan oleh seorang lelaki yg tiba tiba datang menghampirinya...
"nak kamu disini?" seseoarang yg datang menepuk pundak Alby
Alby menolehkan wajahnya mencari tau siapa yg memanggil nya
"loh Bapak kok bisa ada disini sedang ngapain" tanya Alby heran
"tuh nganter istri Bapak jalan jalan kamu lagi ngapain" menunjuk kearah wanita yg sedang membeli sesuatu ditoko
"owh.. biasa lah pak cari rezeki"
"sampai larut gini y kamu masih cari uang aja..??
"y mau gimana lagi kalau siang aku sekolah"
"kamu sekolah nak dimana??" tanya nya kagum
"di sekolah SMK NU KAPLONGAN pak"
"hebat kamu... eh iya sampai lupa kita belum kenalan, saya Wisnu Wardana" sambil mengulurkan tangannya ke Alby,, ia pun menyalaminya
"saya Alby Yudhistira"
lalu datang seorang wanita mengejutkan mereka berdua
"Pah ini minumnya" saut seorang wanita tiba tiba sambil menyerahkan sebotol minuman
"By kenalin ini istri saya,, widuri"
"salam kenal..... nak" seketika widuri terdiam melihat kalung yg dipakai oleh Alby
"salam kenal Bu saya Alby"
"bapak mau makan disitu kamu ikut kami yuk By" ajak wardana sambil menunjuk rumah makan pedesan
"makasih pak aku mau langsung pulang aja... kasihan mak saya pasti sudah nunggu dirumah sendirian"
"y udah kalau kamu gak mau nih buat kamu" menyerahkan beberapa lembar uang ratusan
"buat apa Pak??"
"anggap aja gantiin uang kamu yg kemaren"
"terima kasih pak"
"y udah y By saya tinggal dulu"
wisnu pergi meninggalkan Alby yg masih memandangi uang ditangannya lain dengan widuri yg terus memikirkan kalung yg di pakai Alby...
"mungkinkah dia..... anak saya yg hilang dulu" gumam widuri dalam hati
Darman dan Marno telah selesai dengan kegiatannya
menghampiri Alby yg sedang menunggunya
__ADS_1
"legaaaaah" marno yg berbicara sedikit teriak
"yuk..!!!" marno berjalan pergi lebih dulu
"nih anak main ninggalin aja" ujar Darman melangkah dibelakangnya disusul Alby yg membuntuti...
******************
pagi hari dirumah Alby
tok tok tok....
"bangun tong nanti kamu telat sekolah nya" teriak mak Inah mengetuk pintu
cklek kreoot suara pintu terbuka
"iya mak" Alby keluar sambil mengucek matanya
"kamu capek banget y tong???" melihat Alby yg kelihatan lesu
"nggak kok mak Alby cuma masih ngantuk aja"
"y sudah... mak mau siapin sarapan kamu dulu"
"nggak usah mak... Alby sarapan disekolah aja"
"kamu mandi dulu biar ngantuknya hilang mak mau kedepan"
"iya mak"
dirumah Wardana
"pagi Tuan, Nyonya" sapa seorang supir pribadi Wardana sambil sedikit membungkuk kan tubuhnya
"pagi, sini Gus sarapan dulu" jawab Wardana
"gak apa apa Gus, sini kamu sarapan bareng kita" sambung widuri
"makasih Nyonya, saya sudah sarapan tadi dirumah, y udah Tuan saya mau manasin mobil dulu"
"iya Gus"
lekas ia pun meninggalkan majikannya...
"pah" panggil widuri
"mmm" jawabnya dengan mulut yg masih mungunyah
" tadi malam papah lihat gak kalung yg di pakai Alby"
"nggak, kenapa mamah tanya gitu"
"pah, kalung itu mirip seperti kalung anak kita yg hilang pah"
"maksud mamah...????" wardana menghentikan suapan nya
"iya pah, jangan jangan Alby itu anak kita pah, tadi malam pas mamah bertemu Alby, mamah merasa Alby tuh bukan orang asing pah"
"iya mah, papa juga ngrasain hal yg sama mah"
"papah harus cari tau, siapa Alby pah" perasaan widuri yg semakin penasaran
"iya mah, nanti papah suruh orang papah cari tau siapa Alby"
setelah selesai makan Wardana bergegas meninggalkan widuri yg masih memikirkan Alby
"papah berangkat kerja dulu mah"
"iya pah, hati hati" sambil mencium tangan suaminya
__ADS_1
"Gus yuk kita berangkat...???"tak sengaja mengejutkan Agus yg sedang mengelap mobil
"iya Tuan" jawab Agus spontan sambil membuka kan pintu mobil untuk Tuan nya
kini mobil hitam mewah telah melewati gerbang rumah memacu di jalanan tak selang waktu lama telah jauh dari pandangan
"bi Asih,,, tolong buat kan saya teh manis y bi"
"iya Nya" sambil membereskan meja makan
"nanti tolong antar ke ruang tengah ya bi"
lekas meninggalkan meja makan
"iya Nya"
#disekolah
"By...!!!" teriak Anisa yg melihat Alby datang
lekas Alby menghampiri Anisa yg tengah duduk dikursi favoritnya namun lagi lagi Hendra dan teman temannya datang membuly...
"eh teman teman... kok bisa y seorang pengamen sekolah disini" Hendra berteriak yg membuat semua siswa mengarahkan pandangannya pada Hendra
"ya... kantong kresek datang, yuk By kita masuk kelas aja" berbicara dengan nada yg pelan
"ya dia malah pergi, woi pengamen kampung???" bentaknya karna teracuhkan
Anisa sedikit marah dan bentak balik pada Hendra
"bisa nggak tuh m***t loh iket aja" sambil menunjukan jari telunjuknya ke muka Hendra
"jangan menunjuk nunjuk gue" sambil menepis tangan Anisa
melihat Anisa yg hampir jatuh Alby mendekat
"kamu gak papa" tanyanya pada Anisa sambil memeganginya
"gak papa" jawabnya sambil menepuk pundak Alby
"sebenarnya apa sih mau kamu" tanya Alby pada Hendra
"mau aku apa... kamu pergi dari sini karna gak pantes seorang pengamen sekolah disini" sambil menjentikan jari telunjuknya di dada Alby
"maaf... itu bukan urusan kamu dan sebaiknya kamu koreksi dirimu sendiri dari pada sibuk mengkritik orang lain"
Alby berjalan pergi meninggalkan mereka...
"ayo An kita masuk" berlalu pergi menggandeng tangan Anisa
"kita beri dia pelajaran saja Ndra" kata Toni yg menghampiri Hendra
"pasti Ton, akan ku buat perhitungan dengannya,, yuk kita cabut" melangkah pergi menerobos kerumunan
Anisa terus melihat tangannya yg sedang digandeng Alby dengan senyum senyum
"kenapa kamu senyum senyum" Alby belum menyadari alasannya tersenyum
"tuh" Anisa menunjukan tangannya yg masih dipegang
setelah melihat tangannya menggandeng tangan Anisa dengan segera Alby melepaskan tangannya
"maaf" bicara dengan rasa malu
"gak papa aku senang yuk kita masuk" Anisa menarik kembali tangan Alby dan menggandengnya kembali
Alby melirik kan matanya memandangi tangannya yg di tarik Anisa ada perasaan yg sangat senang di hatinya
bersambung...
__ADS_1