Nada Nada Cinta

Nada Nada Cinta
besar hati


__ADS_3

hari demi hari kini berlalu dengan begitu cepat tak terasa tubuh yg dulu kecil mungil saat ditemukan dipinggir jalan kini telah menjadi sesosok pemuda dan mak Inah tak muda lagi seperti dulu kini tubuh rentahnya terserang penyakit yg kapan saja bisa mengambil nyawanya...


"maaf kan emak yg selama ini menyembunyikan semua ini dari kamu" airmata nya telah membasahi kedua pipinya yg sudah nampak keriput... "mak takut kalau nanti kamu tau bukan anak emak kamu ninggalin emak dan mencari orang tua kamu, cuma kamu yg emak punya"


Alby terdiam sesaat kaget dengan ucapan demi ucapan emaknya... namun ia sadar entah itu anak kandung atau bukan ia tetap anaknya anak mak Inah...


Alby memeluk erat mak Inah yg masih menangis...


"mak siapa pun aku... aku tetap anak emak... emak jangan menangis lagi aku gak akan ninggalin emak" mengusap air bening yg mengalir dimata mak Inah dengan jempolnya...


"Tong... kalung ini mungkin bisa mempertemukan mu dengan orang tua mu kamu pakai y" menyerahkan sebuah kalung yg berbandul kelereng Alby langsung melingkarkan di lehernya


"makasih ya mak selama ini udah mau sabar membesarkan aku" Alby ikut menguraikan airmata


"aku kekamar dulu y mak" Alby pergi meninggalkan mak Inah yg masih duduk lemas dikursi menahan perasaan yg iba pada anaknya....


rembulan kini tertidur berganti mentari yg terbangun menghempaskan cahayanya menembus jendela membangunkan penghuni bumi yg terlelap...


"mak aku berangkat sekolah dulu y" sambil mencium tangan


"hati hati y...!!"


"iya mak assalamu'alaikum" berlalu pergi terbawa angkot yg berjalan...

__ADS_1


**** disekolah ****


Anisa yg sedang duduk bersandar dikursi halaman sekolah sambil membaca buku tak menyadari kedatangan Alby...


"pagi An" jawabnya santai sambil duduk disebelahnya Anisa


"pagi By" Anisa menutup bukunya "kenapa kamu sakit By" lalu menatap lekat wajah Alby


"gak An gak ada papa,, masuk yuk" pura pura tersenyum...


tak jauh mereka melangkah seorang siswa datang menghampiri mereka...


"hai anak kere mau kemana...!!!" teriak Hendra menghadang langkah Alby diikuti teman temannya...


Anisa sempat ingin marah namun tangannya telah ditarik oleh Alby...


"maaf Ndra bisa nggak kamu jangan ganggu kami" membuang tangan Hendra dari Alby


"wiiih... galak brow" merentang tangannya keatas sambil menatap ke temannya...


"udah bos sikat aja" sambung salah satu temannya


"hahahaa...!!!! suara tawaan dari siswa lain yg menyaksikan

__ADS_1


"anak kere kaya kamu gak pantes berada disini"


"emang pantes nya dimana bos ???" saut dari teman yg berdiri disampingnya


"di t**g s****h mungutin barang bekas" dengan tertawa lepas


"jaga bicara kamu Hendra kamu tuh yg pantes nya disana... yuk By kita pergi gk usah ladenin nih orang" berjalan menarik tangan Alby masuk kedalam gedung


"terus aja sembunyi dibalik cewek dasar b***i" teriaknya membuat siswa lain terus menertawakan nya...


didalam gedung Alby berjalan santai beda dengan Anisa yg masih kesel dengan perilaku mereka..


"kenapa kamu diem aja sih By kenapa kamu tidak melawan mereka tadi" dia aneh dengan Alby yg diem aja...


lalu Alby menghentikan langkahnya berdiam sejenak dan kemudian dia memutar tubuhnya menghadapkan wajahnya didepan wajah Anisa sambil memegang kedua bahunya...


"seseorang yg melempar mangga dengan batu namun ia tidak mengenai mangga tersebut maka yg ia dapatkan bukan mangganya melainkan batu tadi yg ia lemparkan kamu mengertikan maksud aku" Anisa terdiam mengartikan maksud ucapan Alby...


Alby pergi meninggalkan Anisa yg sesaat masih bengong terpaku lalu mengejar Alby berjalan mengiringinya sambil terus befikir hingga sampai di kelasnya masing masing...


"An... udah gih masuk" menyuruh Anisa masuk kedalam kelas


"aku masuk dulu, nanti pulangnya bareng ya sekalian aku mampir kerumah kamu???"

__ADS_1


Alby hanya menganggukkan kepalanya dan pergi ke kelasnya...


hadapi setiap masalah dengan kepala dingin biarkan otak yg menjawab bukan otot


__ADS_2