Nada Nada Cinta

Nada Nada Cinta
perkenalan Anisa Darman dan Marno


__ADS_3

"ehh ada kalian,, sini gabung" sapa mak Inah yg melihat Darman dan Marno datang


"iya mak" jawab Darman dengan perasaan tak enak..


Alby menghentikan aktivitasnya dan kembali duduk begitu juga dengan Anisa dan Darman yg kini juga menghampiri mereka...


"mentang mentang udah punya temen baru kita dicuekin y No" ledek Darman pd Alby yg disusul oleh Marno yg mengangguk...


"gak mau dikenalin sama kita?.." sambung Marno yg udah menyodorkan tangannya dan disambut oleh Anisa


"kenalin gue Marno kakaknya Alby!!.."


sambil menjinjit salah satu kerah bajunya...


"gue Anisa" jawab Anisa dengan senyuman


Darman pun gak mau kalah ia menyalami tangan Anisa menyerobot..


"kalau gue Darman kakak tertua mereka" dengan gaya menggodanya


"gue Anisa" Anisa masih dengan senyumnya


"udah lepasin salaman nya kasian Anisa nya"


Darman melepaskan tangannya pura pura lupa..


"y elu By ganggu aja,,," Darman menggaruk kepala nya yg tidak gatal


"emang napa By" tanya Anisa polos


"takut tangan kamu kenapa napa dia tuh masih saudara ama gorila" masih dalam posisi duduk dengan sambil menuangkan air digelasnya


"dia bukan gorila By tapi dinosaurus" sambung Marno ikut meledeknya sambil tertawa


"kalian tuh bapak kandungnya dinosaurus" balas Darman dengan senyum kecilnya


hahaha..... Anisa dan mak Ina pun ikut tertawa melihat candaan mereka...


"udah udah.... kalian ini kaya anak kecil rebutin permen aja malu sama Anisa" mak Inah menengah nengahi disela sela tertawanya..


Anisa meredahkan tawa nya karna mak Inah menyebut namanya...


"oh jadi kamu punya kakak y By" tanyanya yg mengagetkan Alby


"mereka berdua tuh sudah seperti anak anak emak sendiri,, Alby itu udah kaya adik bagi mereka" jawab mak Inah menjelaskan


Anisa mengangguk mengerti mendengar mak Inah menjelaskan...


Allahu Akbar Allah......u Akbar

__ADS_1


suara Adzan Ashar pun telah diperdengarkan oleh muadzin mushola dekat rumahnya...


"udah Ashar kita Shalat dulu, Anisa sekalian Shalat bareng kita aja" mak Inah mengajak mereka melakukan kewajibannya sebagai umat ISLAM


"iya mak" jawab Anisa bangga


setelah air wudhu telah membasahi sebagian anggota tubuh mereka, mak Inah dan lainya telah siap untuk Shalat dengan Alby yg sebagai Imam nya....


kembali mereka berkumpul setelah selesai dengan shalat nya...


karna hari yg mulai menampakan jingga nya Anisa berpamitan pulang...


"mak aku mau pamit pulang" Anisa mencium tangan mak Inah lalu keluar rumah dan telah siap dengan motornya "assalamualaikum" Anisa sambil melambaikan tangan


"wa'alaikumsalam" jawab mak Inah juga melambaikan tangan...


"ayo By kita jalan" ajak Darman yg udah siap pergi


"kalian mau kemana kan udah sore?..." menoleh kearah Darman


"biasa mak mau cari rupiah" jawab Darman santai


"mak entar malam aku pulangnya agak malaman" mencium tangan mak nya begitu juga dengan Darman dan Marno


"assalamualaikum mak" ucapan salam yg bersamaan


"wa'alaikumsalam hati hati"


*** dirumah Anisa ***


sebuah motor matic berjalan memasuki halaman rumah yg begitu mewah dihiasi dengan pemandangan taman bunga yg berwarna warni di perindah dengan kolam ikan yg memancurkan air,, Anisa memarkirkan motornya digarasi...


"kamu udah pulang An" tanya Rahma yg sudah ada di garasi...


"ehh mama... iya ma!!!.." jawabnya sambil mendekat dan mencium tangan ibunya


"kamu habis darimana koq pulangnya sore banget"


"aku main dulu Ma kerumah temen" jawabnya lagi sambil melepas sepatunya


"koq nggak ngabari mama dulu sih?? tau gak mama tadi kawatir banget sama kamu??.."meletakan tangan nya di pundak Anisa


"iya Ma maaf,, tadi batere hp ku habis Ma


.. maaf y Ma udah buat mama kawatir" Anisa memelas sambil memegang tangan ibunya


"ya udah Mama maafin yg penting kamu gak kenapa napa"...


"makasih Ma,, aku masuk dulu y mau mandi dah Mama" berlalu pergi sambil mencium pipi ibunya

__ADS_1


"kalau papa mu tau kamu pulang telat,, papa mu pasti marah... Anisa... Anisa... untung papa mu belum pulang" bergumam dalam hatinya


*****


"mang kopi dong satu" saut seseorang lelaki parubaya yg baru duduk diwarung mang Dadang


"ehh iya Pa,, kopi apa nih..??" tanya mang Dadang yg terkejut


"apa aja deh mang" jawabnya dengan nada yg lembut


sambil menikmati kopinya lelaki ini sibuk memainkan benda pipih ditangannya yg tak sadar kalau mang Dadang terus memperhatikannya...


"Bapak bukan orang sini y soalnya aku gak pernah lihat bapak..?" tanya mang Dadang yg sudah sangat penasaran dengan penampilan lelaki ini yg sangat rapih


"iya mang" sembari menyruput secangkir kopi


"Bapak darimana dan ada keperluan apa disini" mang Dadang yg mulai semakin penasaran


"nama saya Anton ferdinand " lelaki paruh baya itu lalu menjelaskan asalnya dan tujuan ia datang tak lupa sambil menyruput kopinya


mang Dadang mengangguk mengerti dengan yg dijelaskan oleh Anton


setelah selesai membersihkan air pahit pahit manis digelasnya, Anton lalu pergi dengan mobilnya.


"mang Dadang es teh manis tiga" Darman tiba tiba datang mengagetkan mang Dadang yg sedang sibuk berfikir


"ya elu man bikin kaget mang Dadang aja"


y elaah mang gitu aja kaget... lagian sore sore nglamun... nglamunin apaan sih mang??.."


"tadi ada bapak bapak nyari pengamen yg udah menolongnya waktu ia dirampok" jelas mang Dadang sambil menyiapkan tiga gelas es teh..


"bapak bapak siapa?" tanya Marno


"tadi dia bilang namanya Anton dia bukan orang sini"


"terus orang nya mana Mang?" giliran Alby yg bertanya


"udah pergi,, kalian ini kaya wartawan aja nanya terus,, nih es teh nya...


"apa bapak tadi nyari aku y..?" gumam Alby dalam hati


"kalian nih mau kemana sore sore gini" tanya mang dadang lagi


"mau ngamen mang di pasar malam" jawab Darman


"udah yuk kita berangkat" ajak Darman yg udah berdiri


"mang bayarnya entar pulang y mang" Darman melangkahkan kaki nya keluar warung yg di ikuti oleh Alby dan Marno

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2