Nada Nada Cinta

Nada Nada Cinta
keharmonisan dalam kabar bahagia


__ADS_3

#dikantor TegarArum


tok tok tok


suara ketukan pintu terdengar didepan ruangan Wardana


"masuk" teriak Wardana


"siang pak" sapa seoarang lelaki yg berbadan kekar masuk menghadap wardana


"siang" jawab Wardana santai


"gimana... apa kamu sudah cari tau tentang Alby" Wardana bersemangat siap mendengar kabar dari suruhannya


"sudah pak, semua nya ada di dalam map ini" sambil menyerahkan sesuatu pada Wardana


"coba saya lihat" Wardana mengulurkan tangannya


"ini pak" menyerahkan selembaran map pada wardana


melihat isi yg tertulis didalam map yg ia pegang... Wardana sontak terkejut senang terpancar kebahagian pada wajahnya


"apa semua data ini benar" tanya nya lagi meyakinkan


"iya pak... semua data itu saya dapat dari polisi dan beberapa orang yg dekat dengan keluarganya" gilang menjelaskan


"kamu memang selalu bisa diandalkan, terima kasih Lang" sambil menepuk pundak gilang yg berdiri didepannya


"iya pak sama sama, kalau begitu aku permisi dulu" dengan sedikit menundukan kepalanya


"iya Lang makasih" kembali menepuk kan tangannya di pundak orang didepannya


Gilang berjalan berbalik membuka pintu dan berlalu pergi meninggalkan ruangan bosnya


Wardana yg masih terdiam sendiri dengan terus memandangi isi map di tangannya.


"mamah pasti senang mendengar berita ini" berbicara sendiri membayangkan reaksi istrinya


"Gus kamu dimana, kamu ke kantor jemput aku" berbicara lewat benda pipih di tangannya


"iya Tuan" jawab Agus di seberang panggilan


dengan segera Wardana pergi meninggalkan ruangannya menghampiri meja sekretaris pribadinya


"Mell apa hari ini ada meeting??" bertanya pada sekretaris pribadinya


"hari ini Bapak gak ada meeting" berbicara sambil melihat buku agenda di tangannya


"tapi ada beberapa berkas yg harus Bapak tanda tangani" sautnya kembali


"coba saya lihat berkasnya??"


"nanti kalau ada yg nyari aku bilang aku dirumah" sambil menanda tangani berkas yg di serahkan sekretaris nya


"iya pak"


mendengar suara mobil yg terparkir didepan kantor Wardana bergegas meninggalkan meja sekretarisnya berjalan keluar terlihat Agus yg sudah berdiri di dekat mobil


"ayo Gus kita pulang" menempatkan tubuhnya duduk di kursi belakang


"baik Tuan"


Agus melajukan mobil nya memacu dijalanan raya


"kok tumben jam segini Tuan udah mau pulang??" Agus merasa aneh dengan Tuannya

__ADS_1


"iya Gus"


"apa ada sesuatu yg terjadi Tuan...?" sambung Agus penasaran


"nggak Gus, aku cuma mau pulang lebih awal saja"


setelah beberapa menit menempuh perjalanan kini mobil mereka telah memasuki halaman rumah mewah dan megah, Agus langsung memarkirkan mobilnya...


mendengar suara mobil yg tak asing baginya terparkir didepan rumah,, dengan segera widuri keluar menyambutnya...


benar dugaan widuri itu suara mobil suaminya ...


Wardana nampak keluar dari mobil berjalan mendekati istrinya yg sudah berdiri didepan rumah...


widuri mengambil koper yg dipegang suaminya lalu mencium tangannya...


"tumben papah pulangnya lebih awal"


"iya mah, papah punya kejutan buat mamah" melangkah beriringan memasuki rumah


"kejutan apa pah???" widuri menatap wajah suaminya


"tebak dong mah" sambil mencubit hidung istrinya


"apaan si papah ini malu dilihatin tuh sama bi Asih" widuri menunjuk kearah bi Asih yg sedang membersihkan jendela


bi Asih pura pura tidak melihat tingkah kedua majikannya namun ia merasa senang melihat keharmonisan majikannya


"biarin... ya bi Asih"


"iya Tuan" jawab bi Asih merasa gak enak hati


"apaan si pah... malu tau" dengan wajah yg memerah


"tuh kan bi Asih nya juga gak papa iya kan bi Asih" tanya nya lagi


"papah....!!!!" merasa gak enak hati dengan bi Asih


"hahaha..." Wardana tertawa senang melihat istrinya yg sedang malu malu


"kok papah malah tertawa si..???"


"iya... iya... mah, habis mamah lucu kalau lagi kaya gini" menahan tawanya


"apa kejutannya" tanya Widuri penasaran sedangkan Wardana masih dengan tertawa kecilnya


"ini mamah baca sendiri" wardana menyerahkan map di tangannya


setelah widuri membaca isi dari map tersebut, ia terkejut karna kemungkinan perasaannya benar tentang Alby


"pah...!!!" widuri menunjukan map nya


"iya mah kemungkinan benar Alby tuh anak kita mah"


"ini Tuan Nyonya minumnya" bi Asih meletakan dua gelas dimeja


"iya makasih bi Asih" jawab Wardana sambil mengambil minumannya


bi Asih kembali ke dapur membuatkan kopi untuk Agus


"mah untuk lebih meyakinkannya lagi, papah akan melakukan tes DNA pada Alby"


widuri memindah duduknya bergeser disebelah Wardana


"benar pah, mamah setuju lebih cepat lebih baik pah" meletakkan kedua tangannya ditangan kanan suaminya

__ADS_1


"apa besok kita pergi kerumah nya Alby aja ya mah"


"emang papah tau rumahnya??" menatap wajah suaminya


"di map itukan ada alamatnya Alby mah" menunjukan alamat yg tertulis didalam selembar kertas terbungkus map


"iya y pah, papah memang hebat terima kasih suamiku sayang" gantian widuri yg mencubit hidung suaminya


"malu mah dilihatin bi Asih"


"biarin" menirukan gaya suaminya yg tadi


"mamah ini bisa aja"


#disekolah


"By kita jalan jalan dulu yuk" ajak Anisa setengah memanja...


"mmm... bolehlah" Alby berfikir sejenak


"yeah" Anisa teriak kegirangan


Alby merasa beruntung karena semalam ia menerima uang dari Wardana jadi ia merasa punya modal untuk jalan jalan...


mereka pun melajukan motornya pergi meninggalkan sekolah setelah bel pulang berbunyi...


dijalan Anisa terus berteriak diatas motor sambil merentangkan kedua tangannya...


"haaaaaa.... angin bawalah aku terbang" teriak Anisa lepas


Alby menambahkan kecepatan motornya sejenak...


"By kita beli minum dulu yuk aku haus" berbisik di telinga kanan Alby


Alby menghentikan motornya didekat gerobak dawet


"mang es dawet nya dua" panggil Alby pada pedagang dawet langganannya


"kamu tunggu disini jangan kemana mana"


setelah beberapa saat Alby kembali menggenggam jagung bakar di tangannya


"nih buat kamu" menyerahkan jagung pada Anisa


"makasih" Anisa memanja


saking asyik nya mereka sampai melupakan hari yg semakin jingga...


"kita pulang yuk An udah sore nanti kamu dicariin sama ayah kamu" ajak Alby sambil memegang tangan Anisa


"napa si hari kok cepet banget" Anisa merasa kecewa


"kan besok bisa ketemu lagi sekarang pulang dulu yuk" ajakan Alby yg mau gak mau harus ia turuti


"ya udah yuk" ia pun lekas naik duduk di motor


tak butuh waktu lama Alby telah melajukan motornya membelah jalanan dan tak selang waktu yg lama mereka pun sampai dirumah nya Alby...


"kamu hati hati ya bawa motornya" Alby membelai rambut Anisa


"iya... daaah Alby" Anisa melambaikan tangannya


"daaah" Alby membalas lambaian


sesampai di rumah Anisa telah ditunggu oleh ayahnya yg sedang memasang wajah marah dan sangar...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2