Naifku Akan Cinta

Naifku Akan Cinta
Chapter 2


__ADS_3

"Jack!? kok kamu tau aku disini?" Bella terlihat terkejut dan tidak nyaman dengan kehadiran jack.


"Kenapa kamu gak balas pesan dari aku? aku kan sudah bilang akan menjemput kamu di sekolah! kenapa kamu malah pulang terus dan tidak mendengarkan aku!? kamu sekarang ngapain disini? apa ada tugas yang harus kamu kerjakan? kenapa kamu tidak minta tolong kepada ku? aku bisa mengerjakan semuanya untuk mu! jika kamu mengatakannya kepadaku, gunakan aku!!! aku tidak masalah akan itu!!!"


Jack terlihat sangat kesal dan berteriak kepada Bella, Bella tidak menjawab satu pun pertanyaan dari Jack. dan hanya berlalu melewati Jack setelah mengambil berkas yang sudah di print. Herry menatap bingung pada Jack dan Bella, dan berpikir apa yang terjadi antara mereka berdua, namun kini matanya kembali beralih ke komputer yang ada di hadapannya.


"Sepertinya benar yang dikatakan Bella kalo pacarnya pencemburu" batin Herry.


"Bella!!! Bella!!! kumohon berhentilah sebentar, kenapa kamu seperti ini? Bella!!! kumohon berhenti!!! katakanlah sesuatu, apa aku melakukan kesalahan?"


Jack berlari kecil untuk mengejar Bella yang berjalan dengan cepat, Bella mencoba untuk menghindar dari Jack, tapi ia gagal, tangan Jack berhasil mengapai lengan Bella, dan Bella pun akhirnya berhenti karena tangannya di tarik oleh Jack.


"Jack lepaskan tangan ku! kau menyakiti tangan ku! aku sedang tidak ingin berbicara denganmu." tegas Bella dengan menatap tajam mata Jack.


"Kamu kenapa seperti ini Bella? kumohon maafkan aku jika aku bersalah padamu, katakan apa salahku agar aku mengerti." pinta Jack yang putus asa menghadapi sikap Bella yang dingin.


"Apa!? lihatlah kau bahkan tidak tau apa salahmu sendiri, semalam kau mematikan telepon sepihak begitu tau aku sedang keluar bersama sepupu ku, dan tidak membalas pesanku hingga pagi, dan sekarang kau bertanya kenapa aku begini!? Jack... apa kau sudah gila? cemburu dengan sepupu ku? Diego baru sampai dari paris, dia kesini untuk bertemu kakek dan juga untuk mengisi hari libur sekolahnya, aku sungguh tidak habis pikir dengan sifat pencemburumu itu jack, semua wanita suka jika pacarnya cemburu, tapi... tidak seperti ini juga, sudah... ah aku Lelah, kita bicarakan besok saja." Bella melampiaskan kekesalannya pada Jack, Bella sudah sangat jenuh dengan sikap Jack yang sangat pencemburu.


"Bella kumohon jangan begini... aku bahkan tidak tidur semalaman karena memikirkan kamu, aku salah... maka maafkan aku, aku janji Bel, tolong jangan seperti ini." Jack sangat menyesal saat mendengar kekesalan Bella yang disebabkan oleh dirinya, dan terus memohon agar Bella memaafkannya, dan akhirnya Bella pun luluh, Bella tidak dapat memungkiri jika dia sangat mencintai kekasihnya itu.


"Jack... jika memang kau memikirkan ku sepanjang malam, kenapa kau tidak mencoba menghubungi ku?? lihatlah ego mu itu Jack" ucao Bella yang mendengar perkataan Jack.


"Baiklah Jack, untuk kesekian kalinya aku akan maafkan mu, kuharap hal ini yang terkahir kita bicarakan, aku tidak ingin kedepannya kita masih membahas masalah ini, mari kita sama-sama berubah, kau tau kan aku hanya ingin menikah denganmu, tapi jika kau seperti itu terus aku terpaksa mencari orang lain." Bella akhirnya memaafkan pacarnya itu, dan tidak lupa ancaman kecilnya sehingga membuat Jack sedikit kesal dan mencubit pipi Bella.


"Iya sayang... aku janji... ayo biar aku antar, aku juga haus ini, nanti buatkan aku lemon tea ya? lemon tea buatan kamu rasanya sangat enak." akhirnya Bella pulang Bersama Jack menggunakan motor.


Sesampainya di rumah Bella, Jack duduk di sofa ruang tamu sendirian, Bella langsung pergi mandi dikarenakan gerah dan masih memakai baju olahraga.


Hari pun mulai sore jam menunjukan pukul 4 sore, Jack dan Bella berencana untuk pergi kencan, beberapa menit berselang Bella pun siap dan keluar dari kamarnya dan langsung menuju ke ruang tamu, sesampainya di ruang tamu Bella melihat Jack sedang tertidur di sofa.


Bella merasa kasihan dan juga ia ingat kalo Jack tadi berkata bahwa dia tidak tidur semalaman karena memikirkan dirinya, Bella tersentuh dan akhirnya kembali ke kamar dan keluar dengan membawa bantal beserta selimut, dengan perlahan-lahan Bella meletakkan bantal di bawah kepala Jack, dan memakaikan selimut hangat, karena ruang tamunya cukup dingin juga, ada AC yang cukup membuat ruangan menjadi sejuk, keluarga Bella terbilang cukup mampu, ayahnya adalah seorang CEO di salah satu perusahaan konstruksi dan memiliki cabang di beberapa provinsi, namun ibunya hanya seorang ibu rumah tangga, Bella merupakan anak tunggal di keluarga itu, namun Bella cukup sederhana dia tidak bergantung pada kekayaan ayahnya, dia banyak membuat beberapa produk makanan olahan rumahan untuk menambah uang sakunya, ini di kerjakan karena Bella sering merasa kesepian, ibunya sering ikut bersama ayahnya saat ayahnya akan pergi bertugas ke luar kota.

__ADS_1


Jack tertidur cukup pulas, Bella pun duduk di sofa bersebelahan denga Jack, Bella terlihat menatap wajah Jack dengan seksama, mulai dari rambut ikal yang hitam pekat, alis yang panjang, bulu mata yang lentik, hidung yang macung bagaikan perosotan di taman bermain, sampai akhirnya mata Bella terhenti di bibir Jack yang terlihat cukup seksi, bibirnya tidak merah karena jack perokok aktif, bibirnya berwarna merah hati yang gelap, namun cukup seksi bahkan membuat mata Bella tak lagi bisa teralihkan, tangan Bella pun iseng menyentuh bibir seksi Jack, dia membayangkan ketika mereka melakukan ciuman yang panas, tanpa di sadari pipi Bella pun merona seperti tomat, karena mengingat saat mereka melakukan ciuman pertama, tangan Bella masih membelai bibir Jack, hingga tanpa di sadarinya kalau Jack sudah terbangun dari tidurnya, dan terus merasakan tangan iseng Bella yang meraba-raba bibirnya, tak tahan akan godaan Bella akhirnya Jack pun lepas kendali, Jack menarik Bella sehingga terjatuh ke atas dada Jack yang bidang, Jack dengan sigap memeluk Bella, dan langsung mencium bibir manis Bella, Bella sangat terkejut namun pada akhirnya Bella menikmati ciuman mendadak dan singkat itu, karena Jack langsung bangun setelah mencium bibir Bella untuk beberapa saat itu.


"Kenapa jack? ada apa?" tanya Bella yang terkejut melihat Jack yang bangun begitu cepat tanpa melanjutkan ciumannya.


"Eumm... maaf aku mau ke toilet." Jack pun pergi ke toilet, sementara Bella yang kecewa karena ciuman mereka yang tiba-tiba berhenti, dengan kesal Bella duduk dan memainkan handphone nya.


"tring" bunyi notifikasi handphone Bella yang menandakan pesan masuk, Bella melihat nomor tak di kenal, Bella pun membuka pesan itu.


"Hai dek Bella.. lagi ngapain aja nih? by Herry."


ternyata Herry mengirim pesan untuk Bella, Bella pun merasa agak takut, karena Jack sangat sensitive akan hal yang seperti ini, Bella pun langsung menghapus pesan Herry dengan cepat, Bella takut jika Jack tau, dia bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Jack sampai mengetahui pesan dari Herry, Bella memasukkan handphone nya kembali kedalam tas, tidak lama setelah itu Jack pun kembali dan duduk bersebelahan dengan Bella yang merasa sangat gugup.


"Sayang, jadi gak kita keluar?" tanya Jack pada Bella.


"Jadilah beb, aku kan sudah dandan gini masa gak jadi pergi" jawab Bella manja dan mencoba melupakan pesan dari Herry.


Akhirnya Jack dan Bella pun keluar jalan-jalan sembari mencari tempat yang nyaman duduk di sore hari, setelah lama mencari-cari tempat untuk duduk bersantai, akhirnya pilihan Bella pun berakhir di salah satu caffe yang berada dekat dengan pantai, banyak pasangan kaula muda yang juga duduk bersantai di caffe itu, karena sunset akan sangat terlihat jelas sehingga menambah kesan romantis.


Jack dan Bella pun sampai, dan segera masuk ke caffe, Jack melihat-lihat meja yang kosong untuk di tempati bersama Bella, namun saat mereka berjalan handphone Bella terus berbunyi membuat Jack penasaran.


"Beb... hp mu bunyi tuh, cek dulu siapa tau penting." ujar Jack yang merasa penasaran dengan sikap Bella yang tidak seperti biasanya, mengabaikan bunyi notif yang bukan hanya sekali, Jack merasa curiga, namun tidak seberapa peduli, karena Jack teringat akan janji mereka tadi siang.


"Oh iya... bentar ya." Bella merasakan aura-aura yang tidak menyenangkan, dengan perasaan sedikit ketakutan Bella mengambil handphone nya yang ada di dalam tas kecil Bella, dan membuka aplikasi pesan, benar saja, Herry mengiriminya pesan lagi, Bella terlihat menelan ludahnya dengan khawatir, belum sempat Bella melihat isi pesannya, Jack meminta handphone Bella.


"Bawa kesini beb hp nya bentar, siapa sih itu?"


tanya Jack yang memang manusia penuh curiga, Jack mulai mencurigai gerak gerik Bella.


"Ah bukan siapa-siapa kok sayang... ini hanya operator warnet tadi siang sms aku, katanya tugas yang aku suruh cariin dan print sudah selesai..." Bella mencari alasan agar Jack tidak memeriksa handphonenya.


"Owh yaudah kalo gitu, sini handphonenya aku pinjam sebentar." pinta Jack yang memang tidak percaya dengan perkataan Bella, karena dia tau tadi siang Bella sudah menyelesaikan semua tugasnya di warnet itu.

__ADS_1


"Kenapa sih beb...? kamu gak percaya sama aku?" tanya Bella manja, berharap Jack luluh dengan sikap manjanya.


"Iya aku percaya kok sama kamu.. aku cuma mau lihat hp kamu aja bentar, sini..." Jack kembali meminta, kali ini Bella bener-benar tidak tau berkata apa.


"Apaan sih beb... udah ah... gak ada apa-apa kok, yuk kita duduk, bentar lagi sunset nya muncul." ajak Bella yang mencoba mengalihkan pembicaraan, namun Jack terlihat sangat menahan emosinya.


"BELLA!!!" teriak Jack yang mengagetkan Bella, dan juga beberapa pengunjung caffe yang ada di sekitarnya, dalam sekejap mereka berdua telah jadi pusat perhatian,


Saat itu Bella langsung menyadari jika dia dalam masalah, Jack sudah sangat marah, Jack sudah tau kalo Bella menyembunyikan sesuatu darinya, Jack pun langsung mencoba merampas handphone dari tangan Bella, Bella pun reflek melawan tarikan tangan Jack, Bella tidak ingin Jack membaca pesan dari Herry, sialnya dia tidak sempat menghapus pesan Herry karena terlalu gugup, Bella takut Jack salah paham, namun apa yang di lakukannya saat ini malah semakin membuat Jack marah dan merasa di curangi.


Saat Jack dan Bella sedang rebutan handphone tanpa di sadari Jack menampar Bella, Bella yang terkejut dan langsung melempar handphonenya ke arah dada Jack, dan dengan sigap Jack menangkap handphonenya agar tidak jatuh ke lantai, Bella terduduk di salah satu kursi kosong yang berada tepat di sampingnya, Bella menutupi wajahnya dan menangis, terlihat para pengunjung caffe sangat terkejut dengan kejadian itu, bermacam reaksi pun bermunculan, sedangkan Jack alih-alih mengecek kondisi Bella, Jack malah melanjutkan mengecek handphone Bella, Bella sangat kecewa dengan apa yang telah dialaminya, dan Jack lanjut membaca tiga pesan yang dikirim Herry.


"Dek Bella, tadi itu pacarnya ya? dek besok kesini lagi gak? dek besok kalo kesini lagi kabarin ya by Herry"


Jack sangat marah saat membaca pesan dari Herry, dan sesekali matanya melihat ke arah Bella yang menangis, sadar akan perbuatannya Jack pun akhir memeluk Bella, walaupun dia kesal karena Bella tidak jujur padanya, namun perbuatannya kepada Bella lebih tidak bisa di terima apapun alasannya, akhirnya Jack meminta maaf pada Bella.


"Bel, Herry itu siapa? maafkan aku Bel, aku gak sadar saat menyakiti kamu tadi, aku bisa gila saat memikirkan ada lelaki lain mengirimkan pesan buat kamu, apa kamu tau itu? kamu membuat aku gila Bel.. Bel... maafkan aku... Bel please Bel...," Jack menarik-narik tangan Bella yang masih menutupi wajahnya, Jack juga sangat menyesal, ia marah pada dirinya sendiri karena menyakiti orang yang paling ia cintai, Bella terlihat tidak merespon Jack, Bella tetap berada di posisi yang sama, menangis dan menutup wajahnya dengan tangan, sembari melekukkan lutut, Jack terlihat sangat frustasi, marah, menyesal, dan juga cemburu membuatnya sangat frustasi, dan akhirnya Jack menyakiti dirinya sendiri, Jack meninju wajahnya sendiri, terdengar suaranya sangat besar membuat Bella terkejut, Bella yang melihat Jack sedang menyakiti diri sendiri dengan terus meninju-ninju wajahnya dengan bertubi-tubi melihatnya saja Bella tau kalau itu sangat menyakitkan, tak tahan melihat keadaan itu, Bella pun memeluk Jack dengan erat, Bella berharap Jack berhenti menyakiti dirinya sendiri, Jack yang sadar dirinya di peluk Bella dan sedang menangis, lalu Jack pun menghentikan tindakannya itu dan memeluk Bella, menciumi pipi Bella tepat dimana ia menamparnya tadi.


"Maafkan aku Bell, maafkan aku, aku menyesal, sungguh aku bisa gila" Jack memohon dan menangis sambil memeluk Bella, Bella tak tahan dengan kondisi dan keadaan yang seperti ini lalu Bella mengambil keputusan yang menurutnya itu keputusan terbaik bagi mereke berdua.


"Jack, dengarkan aku, aku mau kita putus." Bella mengatakan hal tersebut dengan menutup matanya, dia tau jika dia tidak menutup matanya, maka dia tidak akan sanggup untuk mengatakan hal itu.


"Apa? apa Bel? gak Bel gak... aku gak mau kita putus Bel... sumpah aku minta maaf Bel, aku minta maaf, aku bisa gila jika seperti ini Bel... kumohon" Jack menangis di lutut Bella, memohon agar Bella tidak mengakhiri hubungan mereka, tapi Bella sudah mengambil keputusan, dan tak ingin menariknya lagi, bagi Bella lelaki yang menyakiti wanita secara fisik mau di sengaja atau tidak, maka lelaki itu adalah lelaki yang paling brengsek apapun alasannya Bella tidak bisa menerima kekerasan dalam hubungannya, sekali melakukan kekerasan maka tinggal tunggu waktu untuk yang kedua kalinya terulang.


"Ini yang terbaik untuk kita Jack... aku ingin kita putus, paling tidak berikan aku waktu untuk sendiri, aku... aku merasa sangat lelah." Bella sangat lelah dengan kondisi saat ini, Bella pun tak ingin melihat wajah Jack untuk sementara waktu, Bella langsung kembali ke rumahnya dengan taxi.


Jack menahan tangan Bella, Jack masih memohon pada Bella, tapi Bella tidak ingin peduli lagi, Bella menghentakkan tangannya hingga terlepas dari tangan Jack, dan berlalu pergi melewati Jack begitu saja,


Bella pun meninggalkan Jack sendiri di caffe dengan penuh pandangan orang-orang, namun Jack tidak memedulikan itu semua dan hanya menangis sejadi-jadinya, sampai akhirnya Jack juga memutuskan untuk kembali, namun dia tidak pulang kerumah, melainkan ke rumah Bella,


Jack berhenti di depan rumah Bella atau lebih tepatnya di depan jendela kamar Bella, kamar Bella berada di lantai dua, dan jendela kamarnya menghadap ke depan rumah, dan juga ada balkon kecil dengan pagar besi.

__ADS_1


Jack merenungi kebodohannya tadi, tangannya terlihat sedang memegang handphone dan melakukan panggilan, Jack menelepon Bella namun tidak ada balasan apapun, Jack berada di depan rumah Bella sampai jam sepuluh malam hingga pada akhirnya Jack memutuskan untuk pergi dengan perasaan sedih, marah, dan menyesal.


"Bagaimana mungkin saat-saat yang manis berubah menjadi pahit hanya dalam sekejap saja" batin Jack.


__ADS_2