Naifku Akan Cinta

Naifku Akan Cinta
CHAPTER 3


__ADS_3

"Huuuhuuuhuuuhuuhuu"


Bella menangis sepanjang malam di kamarnya, sedih, marah, menyesal, semua perasaan menyatu dalam hatinya, memori manis ketika bersama Jack bermunculan bagaikan potongan sebuah film, yang membuat Bella semakin sedih dan menangis sejadi-jadinya, tiga tahun Bersama dan sudah melalui berbagai macam hal ketika Bersama, kenapa harus berakhir seperti ini.


Ujian kelulusan hanya tersisa satu bulan lagi, dan kini orang yang selalu bersamanya untuk membantu dirinya dalam melakukan banyak tugas sekolah sudah tidak ada, dan orang yang selalu menghibur dirinya disaat sedih dan bahagia sudah tidak bersamanya lagi, ini memang sulit, dan sangat menyakitkan, namun hati pun sudah sangat jenuh dan lelah dengan konflik yang sama terus menerus, ya... mungkin ini adalah yang terbaik.


Bella bangkit dari tempat tidurnya, dan mengambil kotak di atas lemari baju, lalu membuka kotak itu, ternyata di dalam kotak itu berisi banyak barang, foto, surat yang di lipat berbentuk kucing, snow ball, dan barang-barang lucu lainnya, itu semua adalah pemberian dari Jack saat Bella ulang tahun, air mata Bella pun kembali mengalir, matanya bengkak, hidungnya merah, rambutnya tak tersisir, Bella seakan tidak menjadi dirinya lagi, Bella mengambil semua barang itu dan membawa ke gudang, sesampainya di gudang Bella meletakan barang-barang tersebut di satu tempat, Bella diam sejenak untuk meyakinkan bahwa tindakannya itu benar, semua sudah berakhir, ini yang terbaik.


Bella pun keluar dan pergi ketaman yang berada di belakang rumahnya, terlihat tamannya sangat asri, ada pondok dan ayunan disana, Bella memilih duduk di ayunan, air matanya pun terus mengalir dengan tatapan yang kosong.


Dua minggu berlalu sesudah kejadian itu, Bella kembali pada dirinya sendiri, senyum mulai merekah di wajahnya, selama dua minggu Bella tidak menggunakan handphonenya, karena ingin fokus belajar, tidak lama lagi ada ujian kelulusan, jadi Bella memfokuskan dirinya dalam belajar, Bella menghidupkan kembali handphonenya yang sudah lama tidak di gunakan, tepatnya hanya dua minggu namun itu sudah cukup lama bagi Bella.


Betapa kagetnya Bella saat melihat banyaknya pesan yang masuk, kebanyakan pesan itu dari Jack dan ada beberapa dari Herry juga, Bella membuka pesan dari Jack, dengan perasaan rindu.


"Bella... aku minta maaf, aku bersalah, maafkan aku, beri aku kesempatan lagi, aku mohon, ingatlah kenangan kita berdua, janji-janji kita... apa kau sungguh ingin melupakan semuannya?"


Bella merasa sedih tapi tak ingin tenggelam akan rasa menyesal dan memilih menghapus semua pesan dari Jack, Bella tidak ingin membaca pesan itu, ia takut nanti hatinya akan goyah dan kembali kepada Jack, ini bukan yang pertama bagi mereka untuk putus, mereka sudah sering putus nyambung, namun untuk kali ini Bella sangat tidak bisa menerimanya, kekerasan sebelum menikah, dan rasa cemburunya yang tidak bisa di kendalikan, apa kabar jika mereka sudah menikah nanti, bisa-bisa dia menjadi korban KDRT dengan masalah yang sepele.


"maafkan aku Jack, kali ini aku tidak bisa lagi kembali bersama mu" gumam Bella.


Bella tau alasannya putus dengan Jack sangatlah sepele, apalagi di mata orang lain, tapi tidak bagi Bella. Bella sudah terlalu jenuh dengan sifat Jack yang sangat pencemburu, bahkan sampai melakukan kekerasan, belum menikah saja sudah kena gampar hanya karena masalah sepele, gimana nanti kalau sudah nikah? mungkin akan banyak lagi kekerasan yang akan di terima olehnya, maka dari itu Bella memilih untuk mengakhiri hubungannya dengan Jack walaupun dirinya masih cinta.

__ADS_1


Bella pun membuka lima pesan dari Herry.


"dek bella sedang apa?"


"ya ampun sombongnya bocah satu ini, balas dong pesan abang."


"dek maaf ya kalo abang membuat adek tidak nyaman."


"dek bella?."


":( dek abang sedih loh pesan abang gak pernah di balas, apa abang bikin kamu risih? please balas dong :(. "


"huuuft... ya ampun ini abang-abang warnet napa coba? sekayak bucin gitu jadi manusia, ini semua gara-gara manusia ini, awas aja ntar aku laporin ke pacarnya, aiish." gumamnya.


"tunggu kau abang-abang warnet bucin".


Kesal Bella yang buru-buru keluar rumah, Bella pergi menuju warnet tempat Herry, Bella berniat untuk menanyakan langsung maksud Herry, yang terus menerus mengiriminya pesan, karena warnet yang di tuju dekat dengan rumah, Bella pun hanya berjalan kaki menuju ke warnet, belum sampai ke warnet Bella melihat dari kejauhan ada keributan di depan pintu warnet tempat Herry bekerja, Bella penasaran namun tidak ingin ketahuan, jadi Bella bersembunyi di samping gang, Bella menyipitkan matanya, agar bisa melihat lebih jelas.


"Eh... tunggu, itu abang warnet kan? itu pacarnya? buset ngeri amat tu cewe ribut-ribut di tempat umum begitu, gak malu apa di lihat banyak orang? hadeuuuuuh" (gak sadar diri yang juga pernah ribu-ribut dengan Jack di lampu merah, malah baru-baru ini ada kejadian heboh di caffe)


Bella bergumam sendiri sambil terus mengintip, melihat itu Bella mengurung niatnya untuk bertemu dengan Herry dan memilih melupakan apa yang terjadi, toh juga tanpa ada sebab dari Herry, cepat atau lambat Bella juga akan segera putus dengan Jack, karena memang Bella sudah sangat jenuh denga kelakuan Jack yang sangat pencemburu, Bella pun berbalik pulang kerumah.

__ADS_1


"Aaahhh hidup gini amat dah, ngomong-ngomong udah lama juga gak ngumpul bareng teman, ini lagi nih mba Liyu ntah kemana, di saat di butuhkan dia malah gk ada, telpon aja dah." batin Bella.


Bella menelpon sahabatnya, yang merupakan tetangganya, dan juga sudah di anggap sebagai kakaknya sendiri, karena mereka sudah berteman sejak kecil.


"Hallo mba Liyu? kemana aja sih mba? udah dua minggu gak nonggol-nonggol? aku mau curhat tau? hiks T_T" Bella terlihat sangat manja sama mba Liyu.


"Apaan coba bocah satu ini? kan mba udah bilang mba pergi liburan sama Anthony, masa kamu lupa sih?" jawab mba Liyu, Anthony adalah tunangannya mba Liyu.


"Owh iya ya... aku lupa hahaha... jadi kapan pulang? liburan kemana sih kalian? siap ujian kelulusan aku juga mau liburan, mau menyegarkan kepala otak yang sudah berkuman ini" jawab Bella yang selalu hyperbola.


"Ada deh, ntar juga kamu tau, tapi kayaknya mba gak pulang lagi, mau tinggal disini saja, soalnya disini gak ada kamu yang selalu ngisengin aku." jawab mba Liyu dengan candaannya kepada Bella.


"issshh apaan sih? masa begitu sam aku mba? mentang-mentang sudah tunangan, terus aku gak di butuhkan lagi, kamu jahat tau mba, aku itu sedih banget beberapa hari ini, aku putus lagi sama Jack, tapi kali ini berbeda dengan yang sudah-sudah, kali ini aku benar-benar sudah putusa sama Jack, pokoknya ceritanya panjang, aku butuh mba disi, hiks T_T" jawab Bella dengan panjang lebar mengenai hubungannya dengan Jack.


"Iya-iya... kamu tenang aja, mba otw ya, tapi pake rakit hahaha... ahh.. sudah dulu... udah dulu ya Bella mba mau keluar sama my fiance, bye Bella, aku janji akan segera pulang dan mendengarkan semua ceritamu nanti ya, bahagialah selalu." canda mba Liyu dan mengakhiri telepon dari Bella.


"Ihh apaan coba... huuft... mama sama papa kemana sih? ini rumah besar tapi yang tinggal cuma aku doang sama bi Liah, hadeuuh... rasanya pengen nikah muda dan punya banyak anak, supaya rumah kagak sepi begini, berasa tinggal di gedung tua yang sepi, tuhan kirimkan aku seorang pria tampan yang setia dan cemburunya dikit saja gak apa-apa, yang mencintai aku apa adanya." Bella berbicara sendiri di kamarnya dan terlihat sangat kesepian, Bella duduk di depan jendela yang tertiup angin malam.


Langit terlihat mendung sehingga menutupi cahaya bulan dan bintang, membuat hati Bella semakin merasa kesepian dan galau, perasaan galaunya semakin tidak dapat di hindari karena alunan musik yang di dengarnya.


"Hmmm ini jauh lebih baik, inilah waktu yang aku butuhkan, aku harus lebih mencintai diriku sendiri untuk saat ini, kesepian ini akan mengajarkanku betapa berharganya mereka yang akan menemaniku nanti, kesendirian ini akan segera berakhir, untuk sekarang aku akan menikmati hari-hari sepi ini dengan cinta, cinta akan diriku sendiri, karena nanti cintaku akan di miliki oleh orang yang pantas dan akan hidup bahagia." Bella menutup matanya dan merasakan dinginnya angin malam sembari memikirkan akan apa yang akan di lakukannya nanti, sembari di temani alunan lagu dari penyanyi kesukaanya, yaitu Ruth B. - Dandelions.

__ADS_1


*mencintai diri sendiri tidaklah egois karena nanti cinta itu tidak lagi menjadi milik kita


__ADS_2