Naifku Akan Cinta

Naifku Akan Cinta
CHAPTER 4


__ADS_3

Oh mai god!!!!! kenapa alarmnya gak bunyi!?? astaga aku telaaat!!! ya ampun ya ampun!! ujian ujian ujian ujiaaaan!!!" bella telat bangun pagi, hari ini adalah hari ujian kelulusan terakhir.


"dasar novel sialan gara-gara penasaran aku maksa baca sampai tamat dan ternyata endingnya gantung, alhasil telat tidur dan hasilnya ini, wuaaaah aku telaaaaaat!!!! pengen gantung diri ajalah aku di batang tauge."


Bella terlihat buru-buru dan bergumam sepanjang perjalanan ke sekolah menggunakan mobil mewahnya, beruntung sesampainya di sekolah bel pertanda masuk belum berbunyi, Bella berlari menuju kelasnya tidak lama setelahnya bel pertanda masuk pun berbunyi, dengan terengah-engah Bella duduk sembari mengelus dadanya dan mengatur nafas, ia merasa beruntung masih sempat masuk ke kelas tepat waktu, ujian pun segera di mulai, di saat yang sama Bella tidak bisa berkonsentrasi, perutnya sudah mulai terasa lapar di karenakan tidak sempat sarapan, dan juga tidak cukup tidur, namun itu semua dapat di atasi dengan baik, Bella mengisi hari-hari patah hatinya dengan belajar, berkat itu Bella mampu menjalani semua ujiannya dengan baik tanpa kendala, dan juga mata pelajaran ujian hari ini tidak begitu sulit, jadi Bella tidak terlalu cemas dan bisa mengerjakan soal ujian dengan mulus.


Bel pertanda jam pelajaran berakhir pun berbunyi, para siswa terlihat keluar ruangan bersamaan, ada yang menuju ke kantin ada yang langsung pulang, akhirnya ujian kelulusan pun berakhir, namun sekolah belum libur, masih ada satu minggu tersisa sebelum hari pembagian raport sekolah, dan para siswa masih harus mengikuti ekstrakulikuler yang di adakan pihak sekolah.


Di sisi lain Bella terlihat bersama sahabatnya berdiri di depan Mading sekolah.


"Bell? kamu kok telat hari ini?" tanya Vina,


Vina adalah sahabat Bella yang selalu menempel bagaikan perangko, dan biasanya mereka selalu pergi sekolah Bersama, Bella menjemput Vina setiap pagi ketika hendak pergi sekolah, rumah Vina searah dengan jalan sekolah.


"Aduuuh Viin.. Mending jangan tanya deh, soalnya aku gak mau kamu tertawain, sial banget dah pokoknya aku hari ini, huuft... dah ah ayok kita ke kantin, aku lapar, aku butuh asupan gizi untuk menyambung hidup yang keras ini." ungkap Bella sambil menarik tangan Vina.


"Ahh lebay, dasar miss hyperbola." jawab Vina yang sudah biasa dengan ke hyperbolaan atau ke alayan nya si Bella hanya bisa mengikuti saja,


Mereka pun menuju ke kantin, sesampainya dikantin Bella memesan seporsi bakso janda beranak extra pedas porsi jumbo, ni anak udah kelaparan berapa hari dah, dan tak lupa teh manis dingin Bang Brandon.


"Hmmmmm nikmatnya hiduup.." Bella terlihat sangat menikmati makanannya sedangkan Vina hanya makan bakso goreng dan jus jeruk, Vina terlihat heran dengan kelakuan Bella yang tidak pernah berubah,


"Eh.. barusan katanya hidup mu begitu keras, sekarang udah jadi nikmat, perkataan mu gak pernah konsisten ya?" ucap Vina yang heran akan perkataan Bella yang selalu berubah sesuai dengan suasana hati, namun Bella hanya merespon dengan cengengesan.


"Bell... kamu ntar lulus sekolah mau ngapain? sambung kuliah dimana? aku sudah ikut ujian masuk universitas waseda jepang, aku mau kuliah di jepang, bosan disini, kebetulan papa aku juga punya anak perusahaan disana, jadi mungkin papa juga bakal sering kesana, kamu gimana?" Vina terlihat sudah memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikkannya kedepan, di ketahui universitas waseda merupakan salah satu dari dua universitas swasta yang paling prestisius di jepang, sementara universitas swasta lainnya dalah universitas keio.


"Hmmmm... entahlah Vin.. aku sih pengennya langsung nikah" jawab Bella lesu.


"Wait!? Whaaaat!!!??? kamu serius Bell??? haha becanda mulu kamu ya.?" jawab Vina yang terlihat tidak percaya dengan jawaban Bella, Vina sangat terkejut dengan jawaban tidak terduga itu.


"Iya aku serius Vin.. tapi sekarang aku masih sendiri gimana mau nikah, aku bosan hidup sendiri di rumah Vin, rumah sebesar itu tapi sepi seperti tinggal di gedung tua yang di tinggalkan, mungkin kalau aku menikah dan mempunyai anak hidup ku akan jadi lebih ramai, kamu tau sendiri kan mama dan papa aku sibuk, mungkin kalau aku menikah dan punya anak, mama papa akan lebih sering di rumah dan bermain bersama cucunya." jawab Bella sambil tersenyum tipis.


"Kamu serius Bell? memangnya mama sama papa kamu bakal setuju sama niat kamu ini? kamu kan masih muda baru juga berumur 18 tahun, dan sekarang sudah memikirkan mendirikan rumah tangga, kamu tau kan kalo sudah menikah akan banyak masalah suami istri, mungkin masalah ekonomi kamu tidak akan kekurangan, nih ya Bell ku kasih tau, biasanya masalah yang sering terjadi dalam pernikahan muda itu adalah kesetiaan, dan susahnya menyatukan dua kepala, maksudnya tuh pemikiran kamu sama suami kamu nantinya tuh tentu berbeda kan? dan itu akan menjadi sebuah masalah serius, jika tidak ada komunikasi yang baik, kebanyakan suami istri yang menikah muda mengalami perceraian karena masalah ini, belum lagi kalau punya anak, ngurus anak juga gak gampang Bell, kamu yakin dengan niat kamu itu? tentu aku akan selalu support dengan pilihan hidup kamu asalkan sudah kamu pikirkan matang-matang." terang Vina yang mengutarakan pendapatannya dan juga khawatir akan pilihan Bella.


"Aah kamu Vina udah kayak penasehat pernikahan aja, kebanyakan nonton drama korea sih kamu, tapi entahlah kalau di fikirkan sih emang berat, tapi aku memilih untuk menjalaninya saja, aku sih asalkan setia lainnya tidak akan menjadi sebuah masalah, lagian pernikahan mana sih yang tidak mempunyai masalah? menurut aku sih bagaimana cara kita menghadapi sebuah masalah itu yang paling penting, karena aku yakin akan ada 1001 masalah dalam rumah tangga, karena kita menikah untuk seumur hidup, tidak hanya untuk hari ini dan esok, tapi sampai tua, sampai rambut tak hitam lagi, sampai kita mati, itulah pernikahan, asalkan setia aku rela hidup kesusahan walaupun hidup di bawah gubuk tua." jawab Bella sambil membayangkan kehidupan bahagianya setelah menikah dengan orang yang dicintainya.


"Yaah bener juga sih.. tapi kamu gak akan tinggal di gubuk tua Bell, mengingat kekayaan keluarga kamu itu akan mustahil terjadi hahaha... tapi Bell.. kamu yakin?" tanya Vina lagi pada Bella.


"Iya Vin, aku yakin, tapi masalahnya aku masih sendiri huuuuhuuuu T_T" jawab Bella yang memasang wajah sedih seakan menangis sehingga membuat Vina tertawa, dan akhirnya mereka tertawa bersama.


"hahaha.. makanya kamu ngapain coba putus dengan Jack??" tanya Vina, yang masih tidak terima Bella dan Jack putus, Vina sangat menyukai hubungan antara Bella dan Jack, kerena kebucinanya Jack yang menurut Vina itu sangat manis, Bella selalu merasa heran kenapa Vina bisa menganggap kebucinan Jack itu manis, yang menelpon hampir di setiap jam, mengirim pesan terus menerus, dan belum lagi saat Jack marah kalau Bella telat atau tidak membalas pesannya, tidak jarang juga Jack tiba-tiba muncul di sekolah atau di rumah Bella jika tidak membalas pesannya, mengingat hal-hal itu saja sudah membuat Bella pusing, walaupun sedih Bella merasa sedikit lega dalam hati kecilnya karena telah mengakhiri hubungannya dengan Jack, tanpa di sadari selama ini hubungannya sengan Jack sangat toxic.


"Ahh kamu Vin, kan aku sudah cerita alasanku kenapa putus dengan dia, belum jadi istrinya aja aku udah di gampar, gimana kalau udah nikah? bisa-bisa aku berakhir di IGD tau." ucal Bella pada Vina.

__ADS_1


"Hmmm... iya juga ya, susah sih kalau cemburunya berlebihan gitu, aahh au ah gelap, yuk pulang lah Bell."


VIna terlihat tidak ingin berlama-lama di sekolah, dan mengajak Bella pulang.


"Yuk ahh, sekarang gak ada kegiatan apapun lagi kan? sudah bisa pulang kan?" tanya Bella yang memastikan jam pulang sekolah sembari beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tempat parkir.


"Vin kita ke mall dulu yuk, aku mau belanja." ajak Bella, belum sempat Vina menjawab ajakan Bella, tiba-tiba handphone Bella berbunyi, ada panggilan masuk dari nomor tak di kenal.


"triing.. triiiing"


"ya hallo.." Bella menjawab telponnya.


"hallo dek.. ini Herry..." ternyata yang menelpon Bella adalah Herry, Bella terlihat kaget karena memang tidak menduga jika Herry akan menelpon, sebelumnya Bella sudah menghapus nomor ponsel Herry dan ini sudah lama sejak kejadian terakhir kali.


"Owh... ya... ada apa ya?" jawab Bella yang penasaran.


"Hmmm... dek ada waktu sebentar gak? hmmm.... abang pengen ketemuan... kalo adek bisa sih" ternyata Herry ingin mengajak Bella bertemu.


"Hmmm.. ketemuan dimana? jam berapa?" tanya Bella yang ingin memastikan.


"Abang lagi di café teratai mall mega nih dek, kesini aja ya, abang tungguin, perginya kapan dek Bella sempat aja ya, ntar kirim pesan aja kalo udah sampai ya, atau telpon aja juga boleh hehehe, btw abang pake baju merah ya. " jawab Herry.


"Hmmm... ok kebetulan kita juga mau ke mall tapi Bella pulang dulu ya, mau ganti baju, soalnya ini masih di sekolah, oh ya... Bella bawa kawan ya?" jawab Bella yang menyetujui ajakan Herry.


"Ok... Bella pulang dulu ya... sampai jumpa di café. " jawab Bella.


"Ok dek... sampai jumpa di café, abang tunggu ya? bye.." Herry mengakhiri teleponnya setelah sepakat ketemuan dengan Bella.


"bye..." Bella pun mematikan telponnya.


"Bell... itu Herry yang kamu ceritain itu? yang menjadi dalang putusnya kamu sama Jack?" tanya Vina yang penasaran.


"Iya... tapi Vin dia bukan dalang putusnya hubungan aku dengan Jack, toh tanpa adanya pesan dari Herry pun cepat atau lambat aku bakal putus juga dengan Jack, sebenarnya aku sudah lama merasa jenuh dengan kelakuan Jack itu, pesan yang di kirim Herry saat itu hanya kebetulan aja menjadi sebab putusnya aku dengan Jack, yah... aku juga salah sih hari itu, kenapa juga aku harus menyebunyikan pesan dari Herry, padahal aku dan Herry gak ada hubungan apa-apa, kalau saja aku memberitahukan nya sejak awal dan tidak berusaha menyembunyikan pesan itu, pasti hal itu gak akan terjadi, tapi.. ada sisi baiknya juga, dengan adanya masalah itu, aku bisa melihat sisi lain dari Jack, yang ternyata ringan tangan, hmmm... ahh kenapa jadi bahas masalah ini sih? yuk ah pulang, saatnya melupakan masa lalu"


Bella mengenang masalah yang terjadi antara dirinya dan Jack, Vina terlihat terdiam mendengar penjelasan dari Bella, Vina merasa apa yang di katakan oleh Bella ada benarnya, dengan kejadian itu Bella dapat melihat sisi lainnya dari Jack, yah mungkin ini sudah menjadi takdir antara mereka bertiga, takdir antara Bella, Jack dan Herry.


Bella dan Vina pun akhirnya pulang, Bella mengantar Vina dahulu kerumahnya, dan Bella pun pulang kerumah untuk bersiap-siap ke mall dan berbelanja sekalian ketemuan dengan Herry.


Tiba-tiba Bella merasa ada yang aneh, namun tidak tau apa, saat sedang bersiap-sipa handphone Bella berbunyi, ternyata Vina menelpon.


"Ya hallo Vin.. kamu udah siap ya?" tanya Bella.


"Hallo Bell.. Bella sorry ya kayaknya aku gak bisa pergi ke mall sekarang" jawab Vina.

__ADS_1


"Laaaaaah.. kenapa Viin??" Bella tampak kecewa karena Vina tidak jadi ke mall bersamanya.


"Iya Bell... sorry ya... mama ngajak aku ke kondangan temannya, aduuh rempong banget dah, sorry ya Bell, aku gak mungkin nolak soalnya gak ada yang ngatar mama kalau aku gak ikut, papa masih di kantor." jelas Vina yang tampak menyesal karena tidak dapat menemani Bella.


"Hmmm... yaudah sih gak apa-apa... mau gimana lagi, yaudah aku sendiri aja, mungkin aku hanya ke café aja, gak enak juga kan karena udah janji ketemuan sama Herry, mungkin setelah itu aku akan langsung pulang, yaudah Vin gak apa-apa, kamu hati-hati ya" jawab Bella yang memutuskan untuk pergi sendiri.


"Ok Bell... thanks ya... aahh padahal aku penasaran banget gimana wajahnya Herry, yaudah kalau gitu, kamu hati-hati juga ya... bye Bella." jawab Vina mengakhiri teleponnya.


"Bye..." Bella tampak kurang semangat untuk pergi, tiba-tiba semangatnya menghilang bagaikan di telan bumi, di karenakan Vina yang tidak jadi menemaninya, namun mau tidak mau Bella tetap memutuskan untuk pergi, karena merasa tidak enak karena sudah berjanji dengan Herey.


Akhirnya Bella pergi ke mall mega untuk bertemu dengan Herey, sesampainya di mall Mega, Bella langsung menuju ke café teratai, Bella melihat ke sekeliling, orang dengan baju merah, dan di sana ada tiga orang yang memakai baju merah, namun sayangnya posisinya membelakangi Bella sehingga membuatnya tidak dapat melihat wajah yang di carinya, akhirnya Bella mengambil handphonenya dan menelpon Herry, Bella menelpon sambil memperhatikan laki-laki mana yang mengangkat telponnya, dan akhirnya Bella menemukan Herry, lelaki yang duduk di meja paling pojok, Herry mengangkat telpon Bella sambil melihat di ke arah pintu masuk, dan matanya menemukan seorang gadis yang bergaya pakaian tomboy Bella menggunakan t-shirt hitam dan celana jeans hijau lumut, berpadu dengan jaket jeans berwana senada yang bermotif bunga bunga, dan sepatu converse berwarna navy, dan dengan rambut di biarkan terurai, rambutnya yang ikal dan berwarna coklat tampak berkilau di bawah sinar lampu, sesaat Herry terpana akan kecantikan Bella namun Herry langsung menyadarkan dirinya.


"Bella..!! Bella..!! sini..!" Herry memanggil Bella sembari melambaikan tangannya, Bella pun langsung menuju ke meja tempat Herry duduk.


"Bang Herry.. apa kabar.?" tanya Bella sambil bersalaman dengan Herry, Bella pun duduk berhadapan dengan Herry.


"bBaik dek, adek gimana? ujiannya berjalan lancar?" Herry terlihat berbasa basi dengan Bella.


"Iya bang... Bella juga baik-baik aja, ujian lancar-lancar aja, hari ini terakhir ujiannya, jadi udah selesai, tinggal tunggu hasilnya aja, semoga aja lulus."Bella menjawab pertanyaan Herry dengab santai.


Bella terlihat kagum dengan ketampanan Herry, Herry memiliki wajah blasteran, seperti campuran Indonesia dan spanyol, alisnya yang hitam Panjang namun tidak lebar, bagaikan lukisan yang sempurna, bulu matanya lentik, bibir yang tipis, mata coklat terang, kulitnya kecoklatan namun halus, dadanya terlihat bidang dan kekar walaupun tertutup kaos longar, Bella dapat melihat itu, untuk sesaat Bella melupakan dunia, Bella tenggelam dalam keindahan ciptaan tuhan yang berada tepat di depan matanya itu.


"Bell..?? Bella? mau pesan apa?" Herry memanggil-manggil Bella yang terdiam, Bella terlihat melamun.


"Ahh.. ya? napa bang?" Bella kaget dan kembali pada dirinya, lamunannya buyar karena panggilan dari Herry, namun Herry tertawa saat melihat reaksi Bella.


"Hahaha Bella lagi ngelamunin apa?" tanya Herry pada Bella sambil tertawa.


"Ahh.. hahaha.... pesan soda aja bang, sama kentang goreng ya," jawab Bella yang terlihat malu karena tingkahnya sendiri.


"Ok, itu aja?" tanya Herry yang mau mengembalikan menu pesanan ke pelayan café.


"Iya bang itu aja" jawab Bella.


"Ok kalau gitu" Herry mengembalikan menunya.


Namun tidak lama sejak Bella dan Herry bertemu, tiba-tiba dari kejauhan terlihat seorang laki-laki yang berjalan dengan ekspresi marah.


"BELLA!!!!"


terdengar suara teriakan dari sisi meja yang lain, Bella dan Herry pun menoleh ke arah suara, bertapa kagetnya Bella saat melihat si pemilik suara.


"WTF!!! JACK!!??"

__ADS_1


__ADS_2