Naifku Akan Cinta

Naifku Akan Cinta
CHAPTER 9


__ADS_3

Jack pun sampai di rumah Bella, Jack menekan bel rumah yang tidak lama kemudian di buka oleh Bibi pengurus rumah.


"Bi.. saya mau bertemu Bella." Ucap Jack dengan suara lembut.


"Baik, silahkan masuk, kata mbak Bella temannya di suruh langsung masuk ke kamarnya di atas." ucap Bibi.


"Baik." jawab Jack dengan sopan dan langsung pergi menuju ke kamar Bella yang berada di lantai dua.


"tok..tok..tok" suara ketukan pintu.


"Bella.. kau di dalam? ini aku Jack." panggil Jack yang mengetuk pintu, dan tidak lama kemudian Bella membuka pintu.


"Jack... ayo masuk.." Bella mengajak Jack masuk ke kamarnya, Bella merasa tidak ada yang salah toh mereka juga akan segera menikah.


"Hal apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Bella ke pada Jack sembari membereskan semua peralatan mewarnainya.


"Bella... aku akan langsung saja pada intinya, aku mau setelah menikah kita langsung bercerai." ucap Jack tanpa basa-basi.


"Apa!?" tanya Bella yang merasa perkataan Jack itu tidak masuk akal sehingga ia mengira telah salah mendengar ucapan Jack barusan.


"Kau bilang apa?" tanya Bella lagi ingin memastikan.


"Kau mendengarnya Bella, aku bilang setelah menikah kita akan langsung bercerai." ucap Jack lagi yang kini benar-benar membuat Bella terkejut dengan pernyataannya, Jack tau hal ini akan terjadi.


"Apa kau gila? Jack? apa kau sedang mabuk?" tanya Bella yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Jack. Jack terlihat tidak dapat berkata-kata dan hanya diam melihat Bella yang marah.


"Jack! kita bahkan belum menikah, tapi kau sudah ingin bercerai? lalu apa artinya semalam itu? Jack! kau telah melakukan hal yang seharusnya tidak kau lakukan, tidak. kita! hal yang seharusnya tidak kita lakukan, kau bahkan tidak memakai pengaman, sekarang aku di bayang-bayangi oleh ketakutan apakah aku hamil atau tidak! dan sekarang kau ingin kita bercerai? bahkan sebelum menikah, kau sungguh gila! jika kau memang tidak ingin pernikahan ini maka jangan lakukan! aku bisa hidup walau tanpa dirimu, aku tidak tau apa alasanmu dan aku tidak ingin mencari tau, karena pernikahan bukanlah hal yang dapat di lakukan dengan hati yang penuh keraguan." ucap Bella dengan panjang lebar, matanya berkaca-kaca namun Bella tidak ingin menjatuhkan air matanya, Bella mencoba bertahan dengan suara yang bergetar.


"Kita tetap menikah, aku akan menikahi mu, namun di saat yang sama aku juga harus menceraikan mu, aku memiliki alasan ku sendiri, kau tau? pada akhirnya pernikahan kita hanya akan menjadi pernikahan bisnis, jika kita menikah maka ayah ku mendapatkan keuntungan, aku tidak ingin itu terjadi, maka dari itu... maaf kan aku karena harus memilih jalan seperti ini." ucap Jack berlalu pergi meninggalkan Bella sendiri di kamar dengan perasaan yang membingungkan baginya, Bella tidak menerima semua perkataan Jack dan memilih mengejar Jack untuk di mintai penjelasan.


"Jack! Jack!! tunggu!!" Bella berlari mengejar Jack yang keluar duluan, Bella berlari menuruni tangga dan melihat Jack sudah menaiki sepeda motor nya bersiap menyalakan motor, Jack tampak tidak menggubris setiap panggilan dari Bella, saat Bella sampai di pintu rumah Jack sudah berlalu pergi meninggalkan Bella di pintu rumahnya, Bella terlihat kelelahan berlari perasaan sesak di dadanya yang di tahan sejak tadi akhirnya meluap, Bella terduduk di pintu rumahnya dan menangis, pikiran tidak mampu berpikir jernih, setiap perkataan Jack sangat tidak masuk akal, bagaimana bisa mereka menikah dengan tujuan bercerai, bukankah mereka saling mencintai? bukankah Jack sangat posesif terhadap Bella? Bella sungguh tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang, merasa lelah Bella memilih untuk bangkit dan pergi ke kamarnya, di kamar Bella langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur, seakan dirinya tidak memiliki kekuatan lagi, tatapan Bella kosong ia hanya menatap dinding yang berwarna biru muda.


"Apa-apaan ini... bagaimana aku bisa menikah dengan orang berjanji akan menceraikan ku? alih-alih di janjikan kehidupan yang bahagia seperti orang lain pada umumnya, tapi aku malah di janjikan sebuah perceraian. Jack.... sebenarnya apa yang terjadi? ada apa dengan mu?"


Bella bergumam hingga akhirnya ia pun tertidur, di sisi lain Jack sedang berada di kantornya, Jack bekerja namun tidak konsentrasi terhadap pekerjaan sehingga sering kali Jack di tegur karena pekerjaannya kacau, merasa dirinya stres Jack pun pergi keluar membeli kopi kaleng dan merokok di belakang kantornya, Jack ingin menenangkan diri, kepalanya sakit memikirkan setiap keputusannya.

__ADS_1


"Jack! kau di sini rupanya." ucap teman sekantor Jack juga ikut merokok dengan Jack di belakang kantor.


"Vincent... kau sedang mencari angin juga?" tanya Jack.


"Yah.. begitulah, akhir-akhir ini pekerjaan semakin berat, tekanan dari atas sangat besar, aku tidak yakin apakah aku sanggup bertahan lebih lama lagi." ucap Vincent sembari menarik asapa rokok.


"Kenapa? apakah seburuk itu?" tanya Jack kepada Vincent.


"Yah begitulah, aku bisa mengerti dengan jumlah pekerjaan yang banyak, aku dapat mengerjakan semuanya, tapi aku tidak sanggup jika atasan terus memberikan tekanan, bukan kerjaan yang membuat aku stres tapi sikap dari atasan yang tidak manusiawi." keluh Vincent yang merasa tertekan.


"Aku rasa di mana pun kita bekerja pasti ada orang yang seperti itu, cara satu-satunya adalah membuka usaha sendiri, lelah dan stres kita hanya untuk diri kita, hanya untuk usaha kita sendiri, sekarang rasa lelah dan stres yang kita dapat namun hasilnya untuk mereka, kita hanya di gaji bulanan saja." ucap Jack yang tampaknya juga sangat lelah dengan keadaan sekarang.


"Ngomong-ngomong bukankah ayahmu punya usaha sendiri? kenapa kau bekerja di sini?" tanya Vincent.


"Hahahaha... bekerja di perusahaannya? itu tidak akan pernah terjadi." ucap Jack sambil tertawa sinis.


"Kenapa? apa kau tidak akur dengan ayah mu?" tanya Vincent yang keheranan melihat jawaban dan ekspresi Jack.


"Haaaa..." Jack menghela nafas panjang.


"Hubungan ku dengan ayah tidak seperti orang lain, aku sama sekali tidak dekat dengannya, lebih tepatnya aku sangat membencinya, begitu pun dengannya, ayah ku juga sangat membenci ku." ucap Jack dengan wajah murung namun bibirnya sedikit menyeringai mengingat mirisnya hubungan antara anak dan ayah.


"Oh sepertinya ada sesuatu yang harus ku selesaikan dengan segera, sebelum boss memanggil ku lagi, aku pergi dulu ya, jangan terlalu murung bersemangat lah!" ucap Vincent dan pergi meninggalkan Jack sendiri.


Hari demi hari berlalu, Jack dan Bella tidak berinteraksi sama sekali, Bella memilih menyibukkan diri dengan hobi barunya yaitu berolahraga bersama teman-temannya, Bella lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan basket dari pada di rumah, dua Minggu telah berlalu semenjak terakhir kali Jack kerumahnya, Bella terlihat tidak ingin peduli lagi dengan apa yang akan terjadi, pengumuman kelulusan tinggal sehari lagi, dan hari pernikahan mereka akan di lakukan seminggu lagi, Bella sama sekali tidak peduli dengan pernikahannya, semua urusan persiapan pernikahan di urus oleh ibunya, pihak dari keluarga Jack juga tidak masalah jika persiapan pernikahan di urus oleh pihak keluarga Bella. pernikahan mereka akan di adakan di hotel mewah berbintang lima.


Hari sudah sore matahari sudah mulai turun meninggal kan jejak di langit yang berwarna oranye, Bella dan teman-temannya masih terus bermain basket, berat badan Bella turun dari sebelumnya, tiba-tiba Bella di panggil oleh temannya Vina.


"Bella" panggil Vina.


"Ya?" jawab Bella sembari terus mendribble bola dan hendak melakukan shooting two point nya.


"Bella Jack datang" ucap Vina yang membisikkan ke telinga Bella yang membuat Bola nya gagal di tembakkan ke jaring. bola basket jatuh menggelinding menjauhi Bella.


"Apa?" ucap Bella dan melihat ke arah yang di tunjukkan Vina.

__ADS_1


Benar saja itu Jack, setelah dua pekan mereka tidak saling mengirim kabar, tiba-tiba Jack mendatangi Bella, melihat itu Bella langsung berhenti bermain dan pergi mengambil barang-barang nya, Bella terlihat membereskan perlengkapan olahraga nya dan berlalu pergi dengan wajah kesal, Vina yang melihat Bella pun ikut membereskan perlengkapannya dan pergi mengikuti Bella.


"Teman-teman kami dulua ya? kelihatannya Bella sedang tidak enak perut, besok kita main lagi, bye..." ucap Vina yang pamit sama teman-temannya yang masih bermain.


Bella dan Vina bergegas pergi ke tempat parkir mereka berdua hendak pulang, namun Jack terlihat berlari mengejar Bella, Jack yang mengenakan Jaket hitam dan celana jeans hitam terlihat sangat keren namun Bella memilih mengabaikan dan hendak menaiki mobilnya, belum sempat Bella masuk ke mobil tangannya berhasil di tarik oleh Jack.


"Bella!" teriak Jack yang menggenggam lengan Bella.


"Lepaskan!!" pinta Bella dengan suara yang tinggi.


"Bella! aku ingin bicara!" ucap Jack


"Apa!? apa lagi sekarang? kau selalu ingin bicara dan di dengrkan, tapi tidak pernah ingin mendengarkan! sekarang apa lagi yang harus aku dengar dari pembicaraan ini!?" ucap Bella yang kesal melihat tingkah Jack.


"Bella! tenanglah... dengar... aku minta maaf... aku minta maaf karena perkataan ku terakhir kali membuat mu kesal" ucap Jack yang memelas meminta maaf kepada Bella.


"Apa? haa... persis seperti dugaan ku, kau tidak pernah berubah ya Jack, dengan seenaknya kau menyakiti hati aku dengan setiap perkataan mu dan sekarang dengan mudahnya juga kau meminta maaf? aku tuh gak pernah bisa mengerti dengan sikap mu yang seperti ini, terkadang kau bersikap seolah-olah aku satu-satunya untuk mu, dan di saat yang sama kau menyakiti ku seolah-olah aku bukan siapa-siapa untuk mu, Jack... aku gak bisa kayak gini terus, aku tidak tau perasaan ku pada mu sekarang bagaimana, yang jelas untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengan mu." ucap Bella yang mengeluarkan semua perasaannya kepada Jack.


"Bella.. Bella... please dengarkan aku dulu ya? aku benar-benar minta maaf." ucap Jack yang memohon maaf kepada Bella.


"Bella... semua perkataan ku terakhir kali ada sebabnya." ucap Jack dengan alasannya.


"Apa? kenapa tidak kau coba katakan apa sebabnya agar aku bisa mengerti, Jack dalam hubungan ini kau selalu memendam pemikiran mu sendiri, dan mengambil keputusan sendiri, apa kamu pikir jika seperti itu kita bisa terus bersama?" ucap Bella lagi yang membuat nya merasa sangat lelah menghadapi Jack.


"Bella... ayah ku... ayah ku sangat menginginkan pernikahan ini, karena dengan begitu sahamnya akan naik, kau tau perusahaan ayah mu sangat berkontribusi besar terhadap perusahaan ayah ku, dan aku tidak suka itu terjadi, aku... aku tidak ingin melihat ayah ku bersenang-senang seperti itu." Ucap Jack mencoba menjelaskan alasannya yang tentu saja membuat Bella dan Vina saling bertatapan tidak mengerti.


"Apa maksud mu Jack? bukan kah itu bagus? kenapa kau tidak senang?" tanya Bella yang keheranan mendengar alasan Jack.


"Bella... ayah ku punya banyak wanita simpanan, meninggal kan ibu ku yang sakit-sakitan di rumah sendirian, dia bahkan tidak pernah pulang ke rumah, sebenarnya ini sangat memalukan untuk ku ceritakan, tapi apa aku punya pilihan? aku pikir jika ayah ku tidak lagi memiliki banyak uang mungkin saja dia akan sedikit memberikan perhatian untuk ibu ku, aku benci melihat ibu ku yang selalu tersenyum saat dia tau apa yang di lakukan oleh ayah ku di belakang nya. namun aku sadar cara ku salah, mengorbankan kebahagiaan mu untuk kepuasan ku sangatlah salah, selama ini aku merenungi semua sikap ku, aku menyesal Bella. Maaf kan aku ya?" Jack menjelaskan alasannya kepada Bella dan berharap Bella memahami nya.


Bella yang mendengar perkataan Jack pun akhirnya luluh, dengan perasaan iba dan haru melihat Jack yang terus berusaha mendapatkan maafnya Bella pun akhirnya memaafkan jack, senyum pun mereka di wajah mereka berdua, Vinna yang melihat itu pun merasa bahagia sehingga memiliki ide agar Bella dan Jack menjadi lebih dekat lagi.


"Bella... kamu pulang bareng Jack saja, aku pulang sendiri, kelihatannya banyak hal yang harus kalian selesaikan bukan?" ucap Vinna yang berkedip ke arah Jack.


Jack paham maksud kedipan Vinna dan langsung melancarkan aksinya, Jack mengendong Bella dan membawanya kabur menuju motornya, Bella sangat terkejut dan berteriak. Vinna yang melihat itu pun langsung melambaikan tangannya ke arah Bella.

__ADS_1


"Bye Bella... bersenang-senang lah." ucap Vinna yang melambai kan tangan ke arah Bella.


"Vinna!" teriak Bella yang di bawa kabur oleh Jack, wajah mereka di penuhi oleh seyum dan gelak tawa.


__ADS_2