
Bella sangat tidak bersemangat dan merebahkan kepalanya di atas meja, matanya menatap keluar jendela dengan tatap kosong, pikirannya melayang-layang mengingat kejadian yang telah di lakukannya dengan Jack.
"Apa yang telah ku lakukan? kenapa begitu bodoh? bagaimana bisa aku menjadi serendah ini, bagaimana jika Jack berubah?" Bella mengkhawatirkan banyak hal di kepala nya.
"Bell!! Bella! BELLA HILLS!!!!" Vina memanggil Bella namun tidak ada respon dari Bella sehingga membuat Vina berteriak dan menepuk pundak Bella.
"Astaga... apa sih Vin? kenapa?" tanya Bella kesal.
"Kamu yang kenapa? kenapa bengong aja dari tadi aku manggil-manggil kamu tau, kenapa? kamu lagi ada masalah ya? oh iya kamu tau apa?" Vina terlihat sangat bersemangat ingin menceritakan sesuatu kepada Bella.
"Apaan? aku mana tau kalau belum di kasih tau." jawab Bella yang masih malas, Bella benar-benar sedang ingin sendiri.
"Makanya sini aku kasih lihat, jangan kaget ya, ini tuh udah heboh banget satu sekolahan, kayaknya cuma kamu doang deh yang gak tau." ucap Vina yang membuat Bella tertarik ingin tau dan penasaran.
"Nih lihat video ini, ini kamu kan sama Jack?" tanya Vina sembari memperlihatkan potongan video yang sedang viral, ternyata itu adalah video Bella dan Jack saat mereka ribut di cafe perihal pesan dari Herry.
"Astaga... kamu dapat ini dari mana? sejak kapan video ini viral? kenapa baru beritahu aku sekarang?" Bella terlihat sangat terkejut dengan video yang di lihatnya, adegan saat Jack menampar dirinya tersebar luas, Bella merasa sangat malu, namun ini semua tidak bisa di bendung, siapa yang dapat mengendalikan kecepatan internet dan orang-orang yang memang saling mengirim video sehingga dengan mudah menjadi viral.
Bella yang merasa malu pun akhirnya pergi, Bella minta izin pulang dengan alasan sakit, tentu saja pihak sekolah tidak mengizinkannya dengan mudah, akhirnya Bella menghubungi orang tuanya untuk minta izin kepada pihak sekolah agar mengizinkannya pulang, akhirnya Bella pulang kerumahnya, Vina mengikuti Bella dari belakang namun sayangnya ia terlambat, Bella sudah pergi mengunakan taxi.
"Apa yang sebenarnya terjadi antara Jack dan Bella? apa mereka sudah putus? haa.. Bella ada apa sebenarnya?"
Vina merasa sangat khawatir melihat Bella yang seperti itu, Vina tidak berdaya dengan apa yang terjadi mengenai video Bella, dengan perasaan khawatir Vina kembali ke kelasnya, suasana kelas sangat riuh karena tidak memiliki pelajaran, anak-anak sekolah hanya sebagai formalitas saja sebelum akhirnya mereka di nyatakan lulus dan libur sebelum masuk universitas.
__ADS_1
Jack pergi ke kantor ayahnya berniat membicarakan perihal apa yang di katakan oleh ayahnya Bella, Jack sangat kesal namun di saat yang sama ia juga merasa ketakutan, karena karakter ayahnya sangat keras berbanding berbalik dengan ayah Bella.
Jack terlihat sangat gugup, tangannya mengepalkan jari-jarinya, Jack sangat penasaran mengenai reaksi apa yang akan ayahnya perlihatkan, Jack menenangkan dirinya dengan menarik nafas panjang lalu di lepaskan dengan cepat, merasa telah siap akhirnya Jack mengetuk pintu ruang kerja ayahnya.
"tok..tok..tok..." suara ketukan pintu.
"Ya! masuk lah!" sahut seorang pria dengan nada suara yang berat.
Dengan segenap hati Jack masuk ke ruangan ayahnya. terus mencoba menenangkan diri dengan jari yang di kepal.
"Ayah... selamat pagi ayah..." ucap Jack dengan suara lembut.
"Jack... Jack... aku sudah menunggu mu sejak tadi." ayahnya bangun dari kursi empuknya dan mendatangi Jack yang sedang berdiri dan menatap wajahnya.
"Tidak ayah! kami baru melakukannya, aku terbakar cemburu sehingga mengambil langkah seperti itu, aku menyesal ayah..." belum selesai Jack bicara ayahnya langsung menimpali.
"Menyesal? aku mengerti jika kau cemburu, tapi menyesal? setelah melakukan itu kau menyesal? apa kau tau? mungkin bulan depan pacar mu sudah mengandung, kita tidak pernah tau, tapi aku yakin dia akan mengandung anak mu, dan itu bagus, Jack segera menikah dengannya, ayah sudah membicarakan tanggalnya, mungkin setelah pengumuman kelulusan kalian berdua akan menikah, dan ayah akan membuat pesta yang megah, kau tau? saat kau dan dia menikah makan itu sudah masuk ke pernikahan bisnis, perlakukan dia dengan baik, kau mengerti?"
Ternyata hal ini menjadi sebuah berita baik bagi ayahnya Jack, tidak ada hal lain yang menjadi tujuan ayahnya selain keuntungan bisnisnya, dan pernikahan antara Jack dan Bella akan membuat harga saham perusahaan menjadi naik, dan ini membuat ambisi ayahnya semakin membara, namun ternyata apa yang di pikirkan oleh Jack telah salah, ternyata ayahnya sangat setuju dengan pernikahan ini.
"Bagaimana dengan ibu? apa ibu sudah tau mengenai hal ini?" tanya Jack kepada ayahnya.
"Ibu mu? apa yang dia tau? sekalipun dia tau tidak akan ada yang berubah, perempuan lemah itu hanya bisa sakit-sakitan, dia tidak ada kontribusi apapun bagi bisnis ini bahkan mengurus rumah dan anak saja dia tidak mampu." ucap Ayahnya ketus sembari melihat ke arah luar jendela, Jack yang mendengar perkataan ayahnya merasa sangat marah dan tidak terima ibunya di rendahkan oleh ayahnya sendiri.
__ADS_1
"Ayah! perempuan yang ayah katakan lemah itu ibu ku! bagaimana bisa ayah berkata seperti itu?!" ucap Jack dengan nada tinggi yang membuat sang ayah geram dan menampar Jack dengan keras.
"Lalu kenapa!? iya! perempuan itu ibu mu! lalu kenapa!? lihat kau adalah bentuk dari kegagalan yang dia berikan." ucap ayah Jack tanpa memikirkan perasaan anaknya sama sekali, Jack sangat terkejut mendengar ucapan ayahnya. hatinya sakit, pipi yang awalnya terasa sakit kini tidak lagi terasa, sekarang hatinya yang terasa sakit seperti tertusuk tombak, ucapan ayahnya sungguh tidak dapat di terima oleh Jack. seketika Jack berbalik dan pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Jack menaiki motornya dan berlalu pergi dengan kecepatan tinggi.
Di rumah Bella mengurung diri dalam kamarnya, melakukan kegiatan yang bisa membuat dirinya lupa akan semua kejadian akhir-akhir ini, Bella mewarnai banyak buku agar pikirannya teralihkan, saat sedang sangat fokus mewarnai handphone Bella pun berbunyi, awalnya Bella tidak ingin mengubris dan langsung menolak panggilan tanpa melihatnya terlebih dahulu, merasa konsentrasi nya terganggu Bella pun akhirnya bangun dan melihat siapa yang terlalu niat menghubungi dirinya, benar saja Jack menelpon Bella sejak awal tadi, Bella tau dia pasti akan di omeli karena tau bagaimana karakter Jack, dengan berat hati Bella menerima panggilan dari Jack.
"Hallo.." ucap Bella
"Bella! kenapa lama sekali menjawab teleponnya?" tanya Jack dengan nada tinggi, Bella sudah tau akan bagaimana ekspresi Jack saat ini karena hal ini bukan lah yang pertama.
"Maaf, aku sedang sedikit sibuk, ada apa kau menelpon?" jawab Bella dengan perasaan malas.
"Kau dimana? aku di depan sekolah mu ini, keluar lah ada sesuatu yang ingin aku katakan." ucap Jack yang meminta Bella menemui nya.
"Aku sedang tidak di sekolah, aku izin pulang dan aku tidak akan masuk sekolah lagi, sebentar lagi juga sudah pengumuman kelulusan, dan lagi ada sesuatu yang membuat ku tidak ingin bertemu teman-teman ku. dan jika ada yang ingin kau katakan kenapa tidak kau katakan sekarang?" jawab Bella.
"Baiklah aku kerumah mu sekarang." Jack langsung menutup panggilannya dan langsung pergi menuju ke rumah Bella.
"Apa-apaan dia? selalu saja seenaknya sendiri, menelpon saat dia ingin, menutup telepon juga semaunya, semua saja semaunya, egois sekali, haaa... apa ini keputusan yang tepat? tidak dapat ku bayangkan pernikahan yang seperti apa nanti yang akan ku jalani dengannya... dia begitu cemburu, dia juga kasar, namun terkadang dia juga sangat manis dan manja, dan di sisi lain dia juga sangat egois, apa aku harus menikah dengannya? menikah untuk selamanya kan, bagaimana aku bisa hidup dengan orang seperti itu selamanya? aku jadi ragu untuk menikah dengannya, tapi.... aaarrgghh aku bodoh sekali!"
Bella merasa frustasi dan terus bergumam dan menyalahi diri sendiri karena semua ini terjadi di sebabkan oleh dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga diri, sehingga melakukan hal yang tidak pantas sebelum waktunya.
"Jika aku tidak hamil bukankah pernikahan ini tidak harus di lakukan? bodoh amat dengan keperawanan, dari pada aku harus hidup selamanya dengan orang yang egois, cemburuan, dan posesif, dan kasar juga". Bella kembali bergumam dengan boneka panda yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Aku hanya bisa berharap jika nanti kami menikah dia bisa berubah menjadi lebih baik."