Naifku Akan Cinta

Naifku Akan Cinta
CHAPTER 6


__ADS_3

Jack dan Bella menghadap kepada orang tua Bella. suasana mencekam menyelimuti Jack dan Bella, tatapan ayah dan ibu Bella sangat tanjam yang menandakan jika mereka sedang sangat marah dan kecewa.


"Jadi... Jack apa rencana mu ke depan.? maksud ku apa kau sudah bekerja dengan layak.?" Ayah Bella membuka pembicaraan dengan menanyai Jack terlebih dahulu dan memecahkan suasana yang tadinya hening.


"Ahh... saya sudah bekerja di salah satu instansi pemerintah yang bergerak di bidang pembangunan." jawab Jack dengan nada yang rendah, terlihat Jack sangat khawatir akan nasibnya sekarang.


"Hmmm apa kau di kontrak? atau sudah menjadi pegawai.?" tanya ayah Bella lagi.


"Ahh... saya pegawai pah." jawab Jack lagi.


"Begitu ya.? Jadi apa kau benar-benar mencintai anak saya.?" tanya ayah Bella.


"Euumm.... Iya pah, saya sangat mencintai Bella." jawab Jack lagi.


"Baiklah jika begitu, berarti kamu sudah siap untuk menikahi Bella, jika melihat situasi saat ini tidak ada alasan bagimu untuk tidak menikahi Bella, bukankah kalian berdua sudah melakukan hal yang seharus di lakukan oleh pasangan suami istri.?" tanya ayah Bella lagi.


Kali ini Jack terlihat sangat keberatan, Jack tidak siap untuk menikah.


"Menikah.? tapi saya belum siap untuk menikah, masih banyak hal yang harus saya lakukan, bagaimana saya bisa menikah sekarang.?" ucao Jack yang panik.


"Seharusnya kamu pikirkan hal itu sebelum kamu meniduri anak gadis orang lain, berikan nomor telepon kedua orang tua mu, biar saya dan kedua orang tua mu mengurus perihal pernikahan mu dan Bella, kau hanya perlu mempersiapkan diri." ucap ayah Bella yang sudah memutuskan bagaimana masa depan anaknya.


"Tapi pa.." Jack telrihat masih tidak menerima keputusan dari ayah Bella.


"Diam.! dan berikan saja nomor orang tua mu.!" Bentak ayah Bella yang membuat semua orang di ruangan itu terdiam.


Merasa tidak punya pilihan Jack pun memberikan nomor telpon orang tuanya, Bella hanya tertunduk lemas, perasaanya bercampur aduk, Bella tidak merasa bahagia karena harus menikah seperti ini, inu bukanlah pernikahan yang di impikannya, dan juga Bella khawatir mengingat perilaku Jack yang impulsif.

__ADS_1


Jack menatap Bella dengan sangat tajam, dihati Jack terus menyalahkan Bella atas sintuasi saat ini, jika saja Bella tidak bertingkah dan pergi menemui Herry, pasti dia tidak akan bertindak sejauh ini, Jack memang ingin menikahi Bella tapi tidak sekarang, tidak di tahun ini, karena tahun ini Jack harus memenuhi janjinya kepada kedua orang tuanya.


"Baiklah untuk sekarang saya anggap pembahasnnya selesai, dan kamu Jack tidak usah pulang dulu malam ini, karena sudah larut, tidur saja di sini, tidak usah sungkan toh kamu juga akan segera menjadi bagian dari keluarga ini." ucap ayah Bella dan pergi meninggalkan Bella dan Jack di ruang tamu keluarga.


Ibu Bella terlihat sangat sedih karena harus menikahkan anak gadisnya di usia muda.


Jack dan Bella kembali ke kamarnya, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka berdua, keduanya masih mencerna semua kejadian hari ini yang berakhir dengan mereka berdua harus menikah, ini memang keinginan Bella, menikah muda adalah impiannya, tapi menikah seperti ini tanpa lamaran romantis, bukanlah impiannya.


Jack tidur di kamar yang sama dengan Bella, keduanya masih tidak saling bicara, Bella menunggu Jack membuka pembicaraan, namun Jack terlihat sangat dingin dan memilih untuk langsung tidur di sisi kiri Bella.


Bella hanya duduk melihat Jack yang langsung tidur membelakangi nya, tidak tahan dengan suasana dingin ini Bella pun mencoba membuka pembicaraan.


"Jack.? apa kau baik-baik saja.?" tanya Bella yang ingin membuka pembicaraan.


"Diamlah dulu Bella, kepala ku sangat pusing sekarang, aku ingin istirahat." ucap Jack dengan dingin.


Bella keluar dan masuk ke kamar kosong yang ada di sebelah kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Bella melihat jendela balkon kamar terbuka dan pergi menuju balkon yang memperlihatkan pemandangan langit yang sangat indah.


"Ternyata sedang bulan purnama, indah sekali bulan malam ini, andai di bulan benar-benar ada peterpan dan kawan-kawan nya, aku juga ingin di bawa terbang kesana dan melupakan semua kajadian hari ini walaupun hanya sementara." Bella bergumam saat melihat indahnya bulan malam itu.


Bella memakai lingerie putih dengan jubah panjang menutupi bagian belakangnya namun masih sedikit transparan yang membuat lekuk tubuhnya terlihat samar-samar, bagian depan lingerie hanya terbuka di bagian dada yang membuatnya semakin terlihat seksi.


Di kamar itu Bella melampiaskan semua frustasinya dengan berpakaian sesuai yang di inginkannya, suasana kamar yang di setel remang-remang dan hanya membiarkan cahaya bulan yang terang masuk ke kamar melalui jendela balkon, Bella berdiri di balkon dengan lingerienya, dia tau jika seseorang bisa saja melihatnya saat ini, namun dia tidak ingin memikirkannya dan hanya membiarkan cahaya bulan menyinari dirinya, Bella sangat menikmati dirinya saat ini dan mengingat saat dirinya dan Jack melakukan hubungan intim, yang membuat Bella di penuh dengan hasrat yang memuncak, saat sedang menikmati kesendiriannya tiba-tiba pintu kamarnya di buka, Bella yang terkejut pun langsung menoleh ke arah pintu dan menutup dadanya dengan jubah.


Ternyata itu Jack, Bella sangat terkejut dan merasa malu, karena dirinya yang berpakaian seperti seorang penggoda.


"Apa yang kau lakukan Bella.!? apa kau gila.? Berpakaian seperti itu dan berdiri di balkon.? apa kau sedang ingin melakukan pertunjukan erotis.? aku bahkan bisa melihatmu dari balkon sebelah." ucap Jack yang sangat marah saat melihat Bella berdiri di balkon dengan menggunakan Lingerie.

__ADS_1


"Jack.! aku tidak telanjang, aku menggunakan lingerie, dan siapa juga yang akan melihatku.?" ucap Bella yang membela diri.


"Bella pakaian tipis itu sama saja seperti tidak memakai pakaian, semua lekuk tubuhmu dapat di nikmat oleh orang lain, dan aku tidak ingin itu.! kamu paham.?" ucap Jack yang marah namun tidak di gubris oleh Bella dan memilih untuk duduk di sisi tempat tidur.


" Baiklah, jika hanya itu yang ingin kau sampaikan, sekarang aku mau tidur, kembalilah ke kamar, aku akan tidur disini, aku akan membiarkan mu istirahat dengan tenang." ucap Bella yang tidak ingin memperpanjang masalah sepele, sudah cukup baginya masalah hari ini, tidak perlu di tambah lagi.


"Bella... aku sudah memikirkannya, dan aku akan menerima pernikahan ini, aku akan menikahi mu." ucap Jack dengan suara lembutnya. Jack duduk di samping Bella.


"Bella... lihat aku..." Jack memegang wajah Bella dengan kedua tangannya, dan memalingkan wajah Bella sehingga bertatapan dengan wajahnya.


"Bella... pertama maafkan aku, maaf karena aku sering membentak mu, maaf karena aku sering membuatmu kesulitan, maaf jika aku sangat pecemburu, Bella aku sungguh mencintai mu." Jack membuat hati Bella kembali luluh, bagi Bella sikap Jack sangat sulit untuk di tebak,


"Jack... aku hanya ingin kau percaya padaku, aku tidaklah seperti yang kau pikirkan, selama ini aku hanya memiliki kamu, perihal kemarin itu hanya salah paham, aku.. aku takut kau marah makanya aku tidak berani berkata jujur padamu, tapi sungguh aku tidak berselingkuh dari mu Jack, dan semua yang aku lakukan ini hanya denganmu kau yang pertama Jack, dan aku ingin kau yang terakhir juga untukku." Bella mencoba menjelaskan semuanya kepada Jack, dengan air mata yang tidak dapat di bendung lagi akhirnya Bella menangis di pelukan Jack.


"Iya... aku mengerti, itulah kenapa aku juga meminta maaf padamu, sekarang jangan menangis lagi, aku tidak sanggup melihatmu menangis." Jack terlihat membujuk Bella.


Jack menjatuhkan tubuhnya di kasur begitupun juga dengan Bella yang ikut terjatuh di Kasur karena masih berada dalam pelukan Jack.


Jack mengangkat dagu Bella, melihat pipi Bella basah karena air mata dan mengelapnya dengan tangan, sampai akhirnya Jack mendaratkan sebuah ciuman ke bibir Bella yang basah dan sedikit terasa asin karena air mata.


Bella yang menangis langsung terdiam dan hanya mengikuti alur yang di ciptakan oleh Jack, suasana kamar yang remang-remang dan hembusan angin yang masuk melalui balkon membuat suasana malam itu semakin romantis,


Hasrat keduanya kembali meningkat bergebu-gebu, Jack yang melihat tubuh Bella di balik lingerie membuatnya semakin gila.


"Bella... kenapa kau sangat seksi.? aku tidak dapat menahan diriku lagi." rintih Jack di telinga Bella yang membuatnya merasakan kupu-kupu di perutnya.


Jack yang melihat Bella menerima semua sentuhannya pun terus melanjutkannya, dan sampai akhirnya mereka melakukan hubungan intim untuk kedua kalinya namun di kamar yang berbeda, dan untuk kedua kalinya juga Jack melakukannya tanpa mengunakan pengaman.

__ADS_1


__ADS_2