
Esok hari Bella bangun lebih cepat dari biasanya, membersihkan diri lalu menyiapkan sarapan untuk keluarganya, Bella masih sangat merasa canggung dan malu menghadapi kedua orang tuanya, saat sedang merapikan makanan di meja makan Bella melihat Jack turun dan langsung menuju pintu keluar.
"Jack.! mau kemana? sarapan dulu sebelum pergi." Bella berjalan mendekati Jack dan mengajak nya untuk sarapan bersama karena itulah tujuan Bella memasak sarapan.
"Tidak Bell, aku harus pergi, aku ada meeting pagi ini, kenapa kau langsung pergi tidak membangunkan aku? sudahlah, aki pergi dulu." ucap Jack ketus.
Bella benar-benar tidak mengerti dengan sikap Jack yang berubah-ubah, semalam mereka baru melakukan hubungan intim, Bella mengira semua sudah baik-baik saja, namun melihat sikap Jack pagi ini seperti ada yang salah.
"Jack? kamu kenapa lagi? apa ada sesuatu yang membuat mu badmood?" tanya Bella yang ingin mendapatkan jawaban dari rasa tidka mengerti nya akan sikap Jack.
"Apa kau masih tidak mengerti? kita di paksa harus segera menikah Bella, ahh sudahlah, lagian aku sudah menerimanya". ucap Jack dan langsung di sahut oleh Bella.
"Iya Jack! karena kau sudah menerimanya lalu apa lagi masalahnya? jika memang kau sangat tidak ingin menikahi ku maka jangan! berhentilah sampai di sini dan pergi, aku baik-baik saja tanpa mu, dan teruslah jadi laki-laki pengecut!" Bella sangat emosional melihat sikap Jack yang seperti bocah.
"Kau.. apa kau benar-benar mengatakan itu?" ucap Jack yang terkejut melihat Bella yang emosional.
"Apa maksud mu Bella? Jack tidak akan kemana-mana, dia akan tetap menikahi mu, ayah sudah membuat kesepakatan dengan orang tua Jack." ucap ayah Bella dari belakang.
"Apa!? bagaimana bisa?" Jack terlihat sangat terkejut dengan penyataan calon ayah mertuanya.
"Iya.. ayah sudah melakukan kesepakatan dengan ayah dan ibu mu Jack, dan pernikahan kalian kan di adakan secepatnya, maka ajukan cuti untuk mempersiapkan pernikahan kalian." ucap Ayah Bella dengan santai namun sangat mengintimidasi.
__ADS_1
Jack terlihat tidak dapat berkata-kata dan hanya mematung mencoba mencerna setiap perkataan ayah Bella.
Bella yang melihat Jack mematung, segera berjalan ke arah Jack dan mencoba menyentuh bahu Jack dan langsung di tepis olehnya, Bella sangat terkejut dan tangannya kesakitan karena tepisan tangan Jack begitu kuat.
"Jack! kau..." belum selesai Bella bicara Jack pun berlalu pergi dengan perasaan marah.
"Jack! jack! kau mau kemana? Jack!?" Bella memanggil Jack namun tidak di gubris sama sekali oleh Jack, Jack terus pergi menaiki motornya dan berlalu pergi.
"Bella! biarkan dia, dia tidak akan pergi kemana pun, walaupun dia mencoba kabur, dia akan memikirkannya berkali-kali," ucap Ayah Bella yang terlihat sudah duduk dengan santai di meja makan dan ibunya pun menyusul.
"Apa maksud ayah!?" Bella yang tidak mengerti maksud ayahnya pun ingin mendapatkan jawaban.
"Ayah salah satu pemilik saham di perusahaan ayahnya. kau tau kan apa artinya itu? jika kalian menikah kita dan jiga mereka memiliki untuk yang sama, tapi jika dia pergi maka hanya merekalah yang rugi." jawab Ayah Bella Dengan santai.
"Iya Bella, apa yang di katakan oleh ayah itu ada benarnya, ayo kemari." Ibu Bella pun ikut membenarkan perkataan suaminya dan mengajak Bella untuk sarapan bersama.
"Haaa... mau bagaimana lagi." jawab Bella pasrah dan ikut sarapan dengan ayah dan ibunya.
"Kau masih ada sekolah kan?" tanya ibu.
"Iya bu, tapi sudah tidak belajar lagi, Minggu depan pengumuman kelulusan, jadi Minggu ini hanya mengikuti acara ekstrakulikuler saja.
__ADS_1
"Begitu ya? apa kau mau ikut ke Singapura? ibu akan meminta izin ke sekolah mu kalau kau ingin ikut, bagaiman?" ibu Bella terlihat memiliki ide untuk anaknya.
"Tidak ibu, aku tidak ingin kemana pun, aku akan bersama menghabiskan waktu bersama teman-teman selagi aku bisa, nanti aku akan menikah maka waktu ku untuk bermain dengan teman-teman sudah tidak seperti sekarang." ucap Bella yang menolak ajakan ibunya.
"Baiklah ibu mengerti, tapi ingat, jagalah batasan dalam Melakukan apapun, ibu tidak pernah melarang mu berteman dengan siapa pun, bahkan hubungan mu dengan Jack pun ibu tidak pernah menentang nya, hanya saja, milikilah sedikit batas, batasan itu kau yang harus membuatnya sendiri, karena semua ini akan menjadi perjalanan hidupmu." Ibu Bella memberikan sedikit wejangan untuk Bella.
"Baik bu " Bella sangat mengerti akan setiap perkataan ibunya.
"Ibu, Ayah, aku sudah selesai, aku pamit duluan mau pakai seragam sekolah dulu." Bella berpamitan kepada kedua orang tuanya dan pergi berganti pakaian dengan seragam sekolah.
"Bella nanti akan ayah kirimkan sedikit jajan untuk mu, bersenang-senang lah bersama teman-teman mu." ucap Ayah yang membuat Bella kembali melihat ke arah Ayahnya .
"Kalau mau kirim, kirim lah yang banyak ayah." ucap Bella dengan nada bercanda.
"Haa anak itu, mirip siapa dia seperti itu!? ucap Ayah Bella sembari melirik ke arah istrinya.
"Siapa lagi? kalau bukan kamu?" jawab Ibu Bella yang mengetahui sindiran suaminya itu, dan di balas senyuman manis oleh suaminya.
Di sekolah Bella terlihat begitu lemas dan membuat teman-teman nya khawatir.
"Bella.. apa kau baik-baik saja?" tanya salah satu temannya.
__ADS_1
"Ahh aku baik-baik saja, hanya kurang tidur semalam" Bella menjawab kekhawatiran temannya sembari membayangkan kejadian semalam yang membuatnya tidak dapat tidur yang cukup, Bella tidak percaya akan dirinya sendiri, dalam sehari saja Bella sudah melakukan hubungan intim dua kali bersama Jack, sungguh sisi yang menakutkan.