NAYAKA STORY

NAYAKA STORY
Bab.2


__ADS_3

Naya berjalan santai dengan pakaian tomboy serba hitam, membuat Rayyan dan Mika yang tengah berada di ruang utama menatap nya tajam.


"Mau kemana kamu!" Tanya Mika dengan suara tinggi membuat langkah Naya terhenti.


"Keluar." Singkat Naya seraya kembali melanjutkan langkah nya.


"Kamu gak boleh keluar rumah!"


"Mama lupa perjanjian tadi?"


"Kamu pikir kamu ini siapa? Kamu tuh cuma anak dari cewek murahan yang gak tau diri tau ngak?!"


Naya mengepalkan tangan nya, rahang nya mengeras mendengar itu.


PLAKK


"Lo pikir lo suci apa? Lo lupa? Lo yang datang sebagai jal*ng di kehidupan orang tua gue! Berani nya lo sebut Bunda cewek murahan, lo yang murahan!!" Teriak Naya dengan lantang, mata nya sudah menatap tajam kearah Mika, telapak tangan nya sudah berhasil melayang dan mendarat di pipi mulus milik Mika.


Sontak Rayyan berdiri, tanpa berbicara lagi..


PLAKK


PLAKK


Dua tamparan keras di kedua pipi Naya yang berasal dari Rayyan membuat gadis itu mundur beberapa langkah.


"Dasar anak gak berguna?! Dia itu Ibu kamu! Wanita yang sudah membesarkan kamu! Apa kamu lupa Reva?!" Sentak Rayyan dengan wajah yang sudah memerah padam menahan amarah.


"Cih! Sampai kapan pun dia cuma jal*ng yang hancurin kehidupan Reva Yah!" Balas Naya.


"Anak kurang ajar!"


PLAKK


Rayyan mendekat setelah melayangkan tamparan nya lagi, dia menjambak rambut panjang putri kedua nya, sedangkan Naya menatap lurus kearah Rayyan dengan bibir yang sudah mengeluarkan darah begitu saja.


BRUKK

__ADS_1


Tanpa ampun Rayyan mendorong tubuh Naya ke lantai, membuat kening nya terkena sudut meja yang berbahan kaca, bahkan setelah itu wajah nya hampir mencium kaki Mika karna ulah Rayyan.


"Minta maaf?!" Sentak Rayyan lagi.


Naya mengeraskan rahangnya, kepala nya sedikit pening dan bibir nya sedikit terasa perih sekarang, namun karna sifat keras kepala yang di miliki nya sejak kecil, bahkan Naya tidak mau menyebut maaf untuk diri nya sendiri.


Sedangkan Rayyan kembali meraih pergelangan tangan milik Naya, cekalan itu sangat kuat, tetapi Naya seperti tidak menghiraukan nya, kini dia sudah kembali berdiri dengan kedua kakinya.


Naya memejamkan mata sekejap, kemudian menepis lengan Rayyan dan menatap nya seakan menantang.


"Gak usah suruh Fika untuk kawal Reva kalau Ayah mau Reva tetep nikah sama Aka, Ayah tau Reva punya rencana." Usai mengatakan kalimat tersebut, Naya pun pergi tanpa pamit pada dua insan itu.


"Ma, kamu gak papa 'kan? Kalau perlu, Papa yang kasih pelajaran sama dia!"


Rayyan mendekat kearah Mika, dia masih diam usai menonton suami nya yang menyiksa anak nya sendiri.


"Udah lah, lebih baik di tampar dari pada jadi miskin!" Ketus Mika yang kemudian meninggalkan ruang utama di susul oleh Rayyan.


Sedangkan Naya, gadis itu sudah berada di dalam mobil nya, luka di kening kiri dan kedua sudut bibir nya masih mengeluarkan darah, bahkan rambut nya sedikit acak-acak kan karna ulah Rayyan.


Namun tanpa peduli dengan hal itu, Naya segera menancap gas menuju keberadaan ke empat sahabat nya tersebut.


-


Naya belum menjawab, dia duduk terlebih dahulu, membuat teman nya bertanya-tanya walau sebenarnya mereka sudah menebak apa yang terjadi.


"Biasa aja kali." Cuek Naya yang tidak menghiraukan sahabatnya.


"Yaelah Nay, walau pun kita tau itu ulah bokap lo, tetep aja kita khawatir, lagipula bisa aja 'kan karna orang lain." Ucap Vio yang di angguki ketiga teman nya.


Naya tersenyum kecut sebelum akhirnya kembali membuka suara.


"Awal bulan depan gue nikah sama Laskar, sesuai perkiraan, karna Dwitama.Group hampir bangkrut." Ucap Naya dengan santai.


"APAA?!" Kompak, Vio, Nara, Meli dan Michelle membulatkan mata nya mendengar penjelasan Naya tersebut.


"Yang bener aja Nay! Lo inget 'kan kalo dia musuh kita? Gimana kalo lo kenapa-napa gegara dia?" Vio.

__ADS_1


"Lo gila ya Nay? Berapa kali lagi sih lo harus ngalah sama mereka? Heran gue!" Meli.


"Sumpah, gue gak habis pikir sama lo!" Michelle.


"Nara gak yakin Naya bisa baik-baik aja nanti, secara 'kan Laskar bukan cuma musuh kita, dia punya dendam sama Naya, bisa-bisa Naya kenapa-napa lagi." Dan Nara.


"Lo pikir gue selemah itu apa?" Balas Naya seraya melirik nya tajam.


"Tapi lo punya rencana 'kan Nay?" Tanya Vio yang hanya di beri gelengan kecil dari Naya.


"Gue gak ngerti lagi deh sama lo! Lo tau 'kan seberapa bahaya nya Laskar buat lo?" Heran Vio yang tidak di gubris lagi.


Hening.


"Ck, Nay! Lo pikir lagi dong, kalo dia tau lo ketua Phoenix, yang ada markas kita hancur gitu aja! Lo mau itu terjadi?" Kali ini Meli yang berbicara, yang bahkan mendapat respon sama dari Naya, gadis itu hanya sibuk mengobati luka nya dengan P3K dan cermin yang di berikan oleh Nara tadi.


Kembali Hening.


"Ahh cape gue." Keluh Michelle yang sedetik kemudian merebahkan tubuh nya di sofa yang sebelum nya ia duduki.


Naya tersenyum tipis, "Ikutin aja alurnya, gue juga gak tau apa yang bakal terjadi, sekarang.. ada hal apa aja selama gue gak ada?" Tanya Naya yang kemudian membuat ke empat sahabat nya berwajah serius, bahkan Michelle yang tadi merebahkan tubuh nya kembali duduk tegak menatap Naya seperti yang di lakukan ketiga teman nya.


"Markas beberapa kali di serang tapi bukan sama Vegos doang, gue rasa ada yang tau markas kita selain Vegos." Ucap Vio. Naya hanya mengangguk kemudian menatap Meli.


"Gue udah coba lacak, tapi gak bisa,, gue yakin mereka bener-bener ngerti tentang sistem kita, dan pasti nya dia sempet ada atau bahkan emang anggota kita Nay!" Ucap Meli segera, Naya diam sejenak, kemudian menoleh kearah Michelle.


"Beberapa hari gue cari tau tentang mereka, kaya nya Lusi termasuk anggota penting di Vegos!" Sambung Michelle, Naya mengangguk, dan kembali mengalihkan pandangan nya kearah Nara.


"Nara gak mau markas Phoenix hancur, jadi.. secepat mungkin harus pindah, karena Vegos bakalan terus nyerang Phoenix kapan aja!" Ucap Nara, Naya melirik Meli, dia mengangguk.


"Gue bakal cari tempat yang pas." Ucap nya.


"Kasih tau Yogi, antara malem ini dan malem besok, kita bales serang Vegos, jangan kasih tau semua anggota, siapin pasukan A dan B buat itu, dan.. larang anggota kita buat pergi ke markas sampe Meli nemu tempat yang pas." Ucap Naya santai.


"Soal komunitas itu Nay?" Tanya Meli sedikit ragu.


"Lacak sampe ketemu, dan Lusi, kita liat aja nanti, kalo dia emang anggota penting Vegos, kita tahan dia." Balas Naya.

__ADS_1


-


__ADS_2