NAYAKA STORY

NAYAKA STORY
Bab.4


__ADS_3

Riuh di sebuah bangunan besar mirip sebuah vila mewah yang terletak di tepi hutan, di sana lah tempat di mana dua komunitas saling beradu kekuatan, senjata tajam bahkan tidak ragu untuk di layangkan, begitu pun ketika melakukan nya dengan tangan kosong.


Suasana di dalam dan di halaman depan markas besar Phoenix nampak sangat ricuh, saat itu Naya baru saja datang bersama ke empat sahabat nya beserta pasukan C dan D.


Mereka membagi tugas, Nara dan Vio membantu Yogi dengan meminpin pasukan C di halaman sekitar markas, sedangkan Meli dan Michelle nampak membantu pasukan lain bersama pasukan D di dalam ruangan di sertai dengan Naya.


Naya nampak menatap kesal pada satu gadis yang sangat dia kenal, hampir saja penutup wajah yang ia kenakan terlepas karena nya.


Pertarungan Naya dan si gadis tak berlangsung lama, Naya berhasil membuat nya tersungkur setelah diri nya terkena serangan di wajah dan beberapa bagian tubuh.


Namun belum sempat menarik nafas, ia harus kembali menepis berbagai serangan dari pasukan Vegos, nampak nya mereka mengerahkan semua pasukan untuk menyerang markas dan bermaksud untuk menuntaskan pasukan A dan B kala itu.


Sedangkan Naya sibuk dengan pasukan Vegos, di sisi lain Nara dan Vio nampak beradu pandang dengan beberapa anggota inti Vegos.


"Di mana Lusi?!" Tanya pemuda bernama Devano, anggota yang dianggap paling menyeramkan saat marah, pasal nya hanya sesekali saja dia marah, bahkan saat ini pun wajah nya masih santai-santai saja.


"Penting banget ya cewe itu?" Tanya Nara yang kali ini tidak seperti biasanya, Nara memang polos dan santai, tapi dia juga ahli dalam hal mengayunkan pedang nya.


"Gausah banyak bacot deh! Apa susah nya ngasih tau?!" Sarkas anggota inti lain yang bernama Jefran, dia anggota yang sebelas dua belas dengan Devan.


"Lo pikir gue bodoh apa?" Balas Nara ancang-ancang karna mereka terus mendekat.


"Kasih tau sekarang atau lo tau akibat nya?!" Kali ini anggota paling dingin yang berbicara, Aland.


"Jangan harap!" Balas Nara lagi, walau sebenarnya sedikit was-was, tangan nya sudah terluka, tentu tidak akan kuat melawan tiga bagian anggota inti Vegos tersebut.


"Ck,ck,ck.. satu hal yang baru aja gue tau, ternyata Vegos berani nya keroyokan." Seseorang nampak datang dari arah belakang Nara, dia Naya yang memiliki nama panggilan Linna di dalam komunitas nya.

__ADS_1


"Cih! Kurang ajar lo, dasar cewek." Kesal Jefran dengan nafas yang terengah.


"Dan satu hal yang baru aja gue tau, ternyata Phoenix gak sehebat itu." Seorang pemuda tiba-tiba datang, membuat Naya menatap nya tajam, ada rasa marah dan kesal ketika melihat wajah nya, dia Laskar alias Aka, calon suami nya sendiri.


"Maksud lo apa? Lo pikir lo lebih hebat?!" Balas Naya emosi.


"Ya iyalah, mana bisa kita di bandingin ma curut murahan kaya lo." Celetuk Devan yang membuat Naya semakin kesal.


"Sialan lo!" Peperangan kembali terjadi, Naya melawan Aka dan Aland, sedangkan Nara melawan Jefran dan Devan.


Kembali ke suasana di dalam markas, Vio sudah berada di sana untuk membantu Meli dan Michelle saat tau jika Naya sudah membantu Nara.


Di sini, nampak tiga anggota Vegos lain nya, di antara lain Aska, kakak Naya yang sibuk melawan Vio, Kevin yang sibuk melawan Meli, juga Raga yang sibuk dengan Michelle.


Pertarungan terus terjadi, beberapa kali mereka menghindar, hingga akhirnya seruan dari luar terdengar nyaring.


Sudah di pastikan, itu adalah suara Aka.


Aska, Raga dan Kevin segera pergi setelah berhasil membuat Michelle tersungkur, tentu saja hanya untuk membuat Vio dan Meli terfokus pada Michelle.


Sementara itu, Naya terlihat lemah, punggung nya berhasil terkena sabetan pedang dari Aland, sedangkan lengan nya terkena tusukan dari belati milik Aka.


Nara segera teralihkan, membuat diri nya juga terkena bogeman dari Jefran, hingga ia ikut tersungkur, setelah berhasil membuat Naya terluka Aka segera memberi aba untuk pergi kepada pasukan nya.


-


Di Markas Terbatas

__ADS_1


"Nay? Kaya nya lo gak bisa pulang deh, lo nginep dulu aja, lagian kita juga gak bakal balik kok." Ucap Vio seraya menatap Naya yang tengah di obati oleh Meli, sedangkan Nara dan Michelle sibuk mengomel seraya mengobati luka nya masing-masing.


"Nay, lo gak mau ke rumah sakit apa? Luka lo parah tau." Ucap Meli khawatir, luka di punggung juga lengan nya terlihat parah, terus mengeluarkan darah, membuat Naya semakin lemah.


"Gak perlu, gue cuma butuh istirahat aja udah ini." Ucap Naya mengelak.


"Ish, mereka tuh ngeselin banget sih?! Liat, bibir Nara 'kan jadi lebam, perut sama tangan Nara juga sakit, apalagi Naya?!" Cerocos Nara kesal.


"Ho'oh, gila tu orang, awas aja kalau sampe gue ketemu sama mereka, euhh! Di jamin bakalan mati lo?!" Gemas Michelle.


Vio menghela nafas, "Gila sih, gegara mereka sebagian kecil pasukan kita gugur lagi, terus sebagian besar luka ringan, banyak juga yang parah, sedengkan si Yogi lagi ada di UGD di anter wakil nya sekarang, kita harus apa Nay? Gue yakin Vegos bakal nyerang lagi, dia pasti manfaatin lo yang lagi luka parah sekarang." Ucap nya khawatir.


"Lo harus buru-buru bikin sistem baru Mel, gue liat Raisha, dia nyerang gue tadi, dan gue yakin kalau dia yang bobol sistem itu sampe bisa lacak keberadaan kita, secara 'kan dia ikut buat sistem itu sama lo Mel." Ucap Naya yang membuat ke empat nya membelalakan mata.


"Raisha? Jadi anggota Vegos?? Masa sih?" Ucap Vio tidak percaya.


"Lah? Berarti dia dong yang adu domba kita ma Vegos?" Celetuk Michelle.


"Iya sih, tapi 'kan Raisha gak ada di tempat kejadian, waktu itu cuma kita, Yogi sama pasukan nya buat lawan Vegos dan nyelametin Naya, dia aja gak tau apa-apa tentang kasus itu." Ucap Nara.


"Bener tuh, masa dia adu domba kita ma Vegos, sementara dia gak tau apa-apa?" Timpal Meli yang masih sibuk dengan luka milik Naya.


"Mungkin aja iya, atau bahkan mungkin kita salah besar karna curiga sama dia, tapi yang penting amanin dulu semua pasukan, jangan sampe kita kehilangan banyak anggota lagi." Ucap Naya yang diangguki ke empat teman nya.


Bicara soal Raisha, dia adalah gadis yang sempat menjadi anggota penting dalam komunitas Phoenix, menjadi anggota inti dan sangat dekat dengan ke lima gadis itu, namun satu masalah menjadikan ke enam nya terpisah.


Raisha menghilang tanpa kabar, sementara Vio, Nara, Meli dan Michelle menjadi sangat tidak suka dengan Raisha karna Raisha membenci Naya akibat masalah tersebut, mereka menjadikan Raisha sebagai musuh Phoenix walau Naya tidak menganggap nya seperti itu.

__ADS_1


-


__ADS_2