
Masih di hari yang sama namun waktu yang berbeda, Naya nampak santai menghadapi tujuh personil Vegos yang kini duduk di hadapan nya.
Mereka berada di kantin sekarang, sebenarnya sudah masuk jam pulang, namun mereka memutuskan untuk pergi ke kantin terlebih dahulu, setelah memaksa anggota inti Phoenix dan menghabiskan setengah jam di kelas hanya untuk itu.
"Kok orang lain juga belum pada pulang sih?" Beo Nara seraya melihat sekeliling kantin yang masih ramai, sementara Michelle yang tak sabaran berusaha menjadi malaikat sabar kali ini, karna di beri tugas oleh Naya untuk mengobati luka lebam Nara yang tak bisa diam sama sekali.
"Lo diem dulu dong nying! Gimana mau selsai nya coba." Kesal Michelle seraya meraih kepala Nara dan membuatnya hanya bisa melirik sana sini tanpa menoleh.
"Disini emang gitu Nara, pulang sekolah makan siang dulu di kantin, terus ambil jam tambahan sampe malem." Jelas Kevin berbaik hati, padahal dia sedikit sama seperti Aland, pendiam dan cuek. Membuat beberapa teman nya menahan tawa karna mendengar ucapan lemah lembut Kevin.
"Sebagian lagi?" Vio bertanya.
"Sebagian besar pingsan, sebagian kesurupan, sebagian bolos pas jam istirahat, sebagian tidur di UKS, terus sebagian nya lagi gak hadir, nah yang di bilang Kevin tadi cuma sebagian kecil yang terlalu rajin." Jawab Jefran seraya membuka jari nya satu per satu selagi berbicara dan nyengir ketika melihat wajah datar Vio.
"Gue kira semua nya sekolah ampe malem njir." Celetuk Meli, sedangkan Michelle sibuk merapikan kotak P3K yang di gunakan untuk mengobati luka lebam milik Nara.
"Eh, Nay,, lo gak ketemu ma Lingga gitu?" Meli tiba-tiba bertanya setelah beberapa saat hening.
"Gak." Singkat nya.
"Lingga? Lo kenal Lingga Nay? Dari mana? Siapa nya elo?" Tanya Aka seraya mengerutkan alis.
"Pacar gue." Jawab Naya lagi.
"Lah? Lo 'kan mau nikah ma Aka Nay? Ngapain lo masih ada hubungan sama dia?" Aska menyela, Aka yang hendak meng-ohh pun menoleh ke arah nya.
"Emang lo tau dia pacaran ma Lingga anak Pak Kepsek ya? Gue aja ngira nya Lingga yang laen." Beo Aka.
"Kali aja 'kan beneran si Lingga." Sahut Aska.
Sedangkan Naya hanya diam, tidak minat memberi jawaban.
__ADS_1
"Oy Nay? Lingga yang mana sih? 'Kan banyak tuh nama Lingga." Aska kembali bersuara.
"Itu yang di sebutin di Aka tadi." Michelle menyahut acuh.
"Lah? Lo tau dari mana kalo dia anak kepsek di sini?" Aska menoleh kearah Michelle.
"Ya iyalah, gue tau semua tentang sekolahan ini." Kembali Michelle menjawab tanpa melirik siapa pun, tapi Michelle lah yang menjadi lirikan semua insan sekarang, termasuk Aka dan Naya.
"Emang lo pernah sekolah di sini ya?" Devan bertanya heran.
"Ngak sih, tapi 'kan gue jadi mat—
Byurr..
"Njing!! Gila lo ya?! Di kasih hati minta jantung, basah 'kan seragam gue?! Minimal terima kasih kek udah di obatin!" Kesal Michelle karna seragam nya basah akibat ulah Nara yang mencoba menghentikan kalimatnya, hampir saja semua terbongkar jika Michelle memiliki peran penting sebagai mata-mata Phoenix di sekolah ini.
"Maafin Nara Michelle, Nara sengaja! Eh, gak sengaja maksud nya." Kekeh Nara yang membuat Naya, Vio dan Meli menghela nafas lega.
Sedangkan Naya tengah tersenyum tipis melihat tingkah laku sahabat nya itu, "Dah ah, buang-buang waktu diem di sini mulu."
"Mau kemana Nay?" Mechelle menoleh kearah Naya, begitu juga tiga teman nya dan semua anggota inti Vegos.
"Yang penting kagak di sini."
"Lah? Udah bagus ngobrol ma kita di sini ya 'kan?" Ucap Raga seraya menyendok mie ayam yang ia pesan tadi.
"Yang ada malah rusak semua nya." Gumam Naya yang masih bisa di dengar oleh Michelle juga ketiga teman nya, membuat si gadis menelan ludah seraya menatap kaget ke arah Naya, baru sadar apa yang hendak dia ucapkan tadi.
"Cabut." Vio mendahului beranjak dengan wajah datar, setelah itu Naya juga Nara, Meli dan di ikuti oleh Michelle.
Kelima gadis itu pun pergi meninggalkan tujuh pemuda yang masih melanjutkan makan siang nya masing-masing.
__ADS_1
"Kira-kira dia sembunyiin apa sih dari kita?" Celetuk Kevin.
"Ho'oh, gue juga ngerasa kalo mereka emang punya sesuatu yang di sembunyiin." Timpal Raga.
"Gue yakin mereka bukan cewek biasa, di lihat dari cover nya aja udah beda, mereka gak takut sama sekali waktu liat mata si Aka apalagi si Aska, padahal mereka tau apa kedudukan Aka ma Aska, iya ngak?" Devan menambahi.
"Tapi cantik-cantik semua euy, apalagi waktu si Naya senyum tadi, beuhh kalo di angkat jadi selingkuhan nya, pasti bangga gue." Seloroh Jerfan yang membuat Aka melayangkan tatapan tajam nya.
"Dia calon istri gue, dia yang bakal jadi ratu nya Vegos pas udah akad nanti, enak aja lo mau jadi selingkuhan nya." Sinis Aka.
"Lagian, baru jadi selingkuhan aja udah bangga ae lo Jef." Kekeh Aska.
"Kan kalo nawar mau jadi suami kedua nya mah kagak akan bisa atuh." Balas kekeh Jefran.
"Tapi gue setuju sama apa yang Devan bilang tadi, mereka bukan cewek biasa." Aland membuka suara, membuat suasana hening sekejap.
"Kaya nya gak mungkin kalau dia ketua Phoenix, kali aja 'kan cuma mirip, lagian ya, kalau menurut gue, mereka bakal tau muka-muka kita, terus otomatis si Naya pasti nolak perjodohan itu." Ucap Raga dengan raut wajah serius.
"Tapi 'kan bisa aja dia punya rencana buat Vegos kalau dia emang ketua Phoenix." Devan menoleh kearah Raga.
"Nah.. itu yang gak akan kita ketahui, jadi! Kita harus tetep waspada sama mereka, walau pun Naya emang bakal jadi ratu nya Vegos bulan depan, kali aja kecurigaan kita bener, ya ngak?." Balas Raga yang di angguki semua personil Vegos, termasuk Aka dan Aska.
"Setuju, lagian lo Ka! Masa kagak tau apa-apa tentang adek lo, jadi harus di buat bingung begini 'kan." Sindir Jefran.
"Lah? Kok jadi gue sih? Dia 'kan punya kehidupan nya sendiri, lagian gue gak akan ngelarang dia bahkan jadi ketua Phoenix sekali pun, paling cuma buat sibukin diri dari bokap nya." Sahut Aska
"Bokap nya bokap elo juga ege." Kekeh Kevin yang membuat Aska terkekeh juga.
"Menurut gue, asalkan mereka gak macem-macem ya gak papa, iya gak Ka?" Tanya Devan seraya menoleh kearah Aka.
Aka mengangguk, "Apalagi kalau dia jelasin sejujur-jujur nya tentang apa yang terjadi malem itu dan apa hubungan dia sama Bang Kenzo, karna gue yakin Bang Kenzo gak akan pernah punya hubungan sama ketua Phoenix." Lanjut nya yang membuat mereka mengangguk setuju.
__ADS_1
-