
Semua mata tertuju pada Naya, gadis itu baru saja sampai dengan mobil sprot berwarna putih nya di sekolah baru yang tak kalah elit dari sekolah lama nya.
Naya menjadi sorotan, mereka semua tau jika Naya adalah anak kedua keluarga Dwitama dan adik dari Aska, anggota inti plus wakil ketua Vegos, yang menjadikan sekolah mereka sendiri sebagai markas besar nya, bahkan sebagian besar siswa dan siswi di sekolah tersebut adalah anggota Vegos.
Apalagi, Naya adalah anak sulung Anita.Group, perusahaan ibu kandung nya, yang lebih sukses dari Dwitama.Group, itulah alasan mengapa Rayyan membutuhkan Naya, tentu dia adalah alat untuk menjadikan nya lebih kaya raya.
Semua bisikan terdengar jelas, sudut bibir Naya terlihat kembali mengeluarkan darah karna Rayyan sempat menamparnya lagi karna dia tidak pulang malam tadi.
Namun Naya tidak menghiraukan bisikan-bisikan itu, dia tetap acuh dan berjalan santai di koridoor sekolah untuk mencari ruang kelas nya.
Meski terlihat santai, Naya juga lebih fokus pada tubuhnya sekarang, usai pertarungan tadi malam, tubuh nya benar-benar terasa nyeri, luka-luka nya pun terasa perih dan sakit, di tambah luka tamparan dari Rayyan.
Tak lama Naya sampai di kelas nya, suasana kelas itu mendadak sama seperti suasana di koridoor sekolah yang sangat riuh dengan bisikan-bisikan para siswi maupun siswa ketika melihat nya.
Naya duduk di bangku kosong paling belakang, tak ada yang berani menegurnya walau tau itu adalah tempat siswa lain.
Aska melirik nya, sedikit acuh, namun kemudian kembali menoleh dengan raut wajah kaget, bahkan dia tidak tahu menahu soal tamparan itu, jika dia tahu mungkin akan biasa saja karna pasti itu ulah Naya sendiri yang menentang dan melawan Rayyan, tapi dia tetap khawatir jika Naya terluka karna orang lain.
"Lah? Nay? Muka lo kenapa?" Tanya Aska tanpa tau itu adalah ulah seorang siswi yang kini duduk di hadapan nya sendiri, Raisha.
"Menurut lo?" Naya balik bertanya tanpa melirik Aska dan sempat menatap sekejap kearah Raisha seraya mengusap kasar sudut bibir nya yang sering kali mengeluarkan darah itu.
"Lo ngapain lagi sih Nay?" Kali ini Aska merendahkan suara nya agar tidak terlalu terdengar pada siswa dan siswi lain.
Naya tidak menjawab, dia hanya diam, tau jika semua anggota Vegos tengah fokus kepada nya, termasuk Aka.
"Gue gak akan nyalahin lo, tapi kalo lo mau pergi kagak usah balik lagi, sakit 'kan jadi nya?" Ucap Aska tanpa perasaan walau sebenarnya dia sangat sayang pada Naya.
"Cih! Yang bener aja." Gumam Naya yang masih terdengar jelas di telinga para anggota inti Vegos itu, namun mereka tidak membuka suara, apalagi Aka, dia bingung, Naya begitu lemah lembut dan hangat saat bertemu dengan nya di pertemuan keluarga, namun kali ini benar-benar berbeda.
Sementara itu Raisha terlihat tersenyum manis pada Naya, membuat Naya mengumpat di dalam hati nya, dia memang sempat tidak menganggapnya sebagai musuh, namun jika dia adalah anggota Vegos, maka dia terlihat sama saja seperti Aka di mata Naya.
"Oh iya, perasaan kita pernah kenal deh." Celetuk nya yang membuat anggota inti Vegos mengerutkan alis tidak mengerti.
__ADS_1
"Orang mah kalau nyeletuk 'kita pernah ketemu' ini malah 'kita pernah kenal', lo emang aneh sih Sha." Sindir Raga yang membuat Raisha terkekeh.
"Iya, gue pernah kenal sama dia, tapi.. kaya nya gue lupa siapa nama nya." Ucap Raisha lagi, sengaja memancing Naya supaya kesal.
"Sorry, gue gak kenal sama lo, kemaren gue kejedot ubin, jadi lupa ingatan dah." Santai Naya tanpa kesal sedikit pun, membuat Raisha tersenyum kembali.
"Oh ya? Tapi.. gue denger nama lo Naya ya? Gue boleh 'kan manggil lo Naya?" Tanya Raisha seraya tersenyum lebar.
Naya menerbitkan senyuman kecut yang benar-benar khas dari bibir nya, "Cukup panggil gue Azza, ngerti?!" Ucap Naya seraya menekankan setiap kata dalam kalimat nya.
"Yah, padahal gue mau deket sama lo." Ucap Raisha lagi, membuat Naya hampir kesal, tapi untung lah Naya tidak tersulut emosi.
"Gue gak suka orang baru!" Ucap Naya sedikit gemas. Tak Naya sangka ternyata dia memiliki wajah yang berbeda di balik nya.
"Oke, gue bakal panggil lo Azza kok, santai aja kali, perasaan lo kaya gak suka deh sama gue." Ucap Raisha lagi, kali ini Naya hanya tersenyum tipis.
"Kalo iya kenapa?" Jawab Naya yang membuat Raisha membelalakan mata.
"Yee, lo juga yang salah orang, dia 'kan udah bilang kalo dia gak suka orang baru." Ucap Aska acuh.
Tak lama bell masuk pun berbunyi, Raisha kembali pada bangku nya, begitu juga dengan anggota inti Vegos untuk mengikuti pembelajaran.
-
Istirahat
Naya hendak beranjak, kelas sudah hampir sepi, hanya ada anggota Vegos bersama Raisha di sana, namun seperti di sengaja, Raisha tiba-tiba tersandung dan meraih pundak Naya, menekan nya dengan kuat sampai Naya kembali terduduk dan luka goresan di punggung nya tertekan ke senderan kursi.
"A-aduhh, sorry ya? Gue gak sengaja, lo gak papa 'kan?" Tanya Raisha yang terlihat khawatir.
Naya hanya menghela nafas panjang mencoba mengatur emosi nya, dia sudah sangat kesal dengan Raisha. Naya menepis tangan Raisha yang sengaja meraba lengan kiri nya yang terluka juga.
"Lo bisa 'kan gak ganggu gue?" Kesal Naya.
__ADS_1
"Lah? Gue 'kan gak sengaja?" Ucap nya membela diri.
"Ck, udah lah Nay, kenapa sih lo gak suka banget sama Shasa? Lagian lo juga gak akan sesakit itu kali, orang gak sengaja." Lerai Aska yang membuat Naya menatap nya seraya mendesis sebal.
"Eh, ngapain lo belain gue Ka? Gue gak papa kok, tapi lo gak papa 'kan?" Ucap Raisha yang kembali menatap Naya.
"Heh?! Ternyata bener ya, gak semua anjing berbentuk hewan." Naya pergi usai mengatakan kalimat yang jelas di dengar oleh anggota inti Vegos.
"Adek lo kenapa sih Ka? Kasar banget." Ucap Devan heran.
"Gue emang sayang ma dia, tapi kita gak sedeket itu sampe gue gak akan pernah tau jawaban dari pertanyaan lo." Ucap Aska santai.
"Ah, gak bener lo jadi Abang, masa soal adek nya aja kagak tau." Sindir Raga yang membuat Aska melirik nya tajam.
-
Sedangkan Naya tengah menerima telepon dari teman nya di halaman belakang sekolah, tepat nya di taman indah yang penuh dengan bunga.
'Woy! Lo gak papa 'kan?' Tanya Meli di seberang sana.
"Ck, khawatir amat." Balas Naya yang membuat mereka langsung memenuhi kolom komentar.
'Enak aja, kita khawatir sama lo itu gegara lo lagi luka ya!' Omel Michelle yang di teruskan dengan cerocosan nya.
'Ish, Naya tuh kalau di khawatirin pasti gini, kasian deh pacar nya Naya, masa harus terus ngadepin Naya yang super ngeselin?' Nara ikut berbicara.
'Nay.. Nay.. lo 'kan lagi luka njir, ya jelas lah kita khawatir.' Sambung Meli.
'Apa lagi di sana ada Shasa, gue takut dia apa-apain lo, secara 'kan dia emang munafik.' Ucap Vio yang membuat ke tiga teman nya heboh kembali bertanya tentang keadaan Naya.
Sedangkan Naya hanya terkekeh dan mendengarkan ocehan teman-teman nya tanpa menjawab hal itu dengan serius, hingga bell kembali berbunyi, membuat Naya harus mengakhiri panggilan nya dan kembali ke kelas untuk kembali menyambung pembelajaran tadi.
-
__ADS_1