NAYAKA STORY

NAYAKA STORY
Bab.3


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, Naya sudah terlihat siap dengan seragam acak-acakan nya setiap kali berangkat menuju bersekolah.


Tampak Mika, Rayyan dan Aska sudah terlebih dahulu untuk sarapan di ruang makan.


Melihat itu, tanpa berbicara dan wajah tidak berdosa, Naya duduk di hadapan Mika dan Rayyan juga di sebelah Aska.


"Seharusnya kamu tau apa yang sudah kamu lakukan, anak seperti kamu cuma malu-maluin keluarga!" Dingin Rayyan.


"Emang Ayah cukup membanggakan apa?" Tak mau kalah, Naya membalasnya dengan santai.


"Seenggak nya gak kaya kamu, Ayah gak pernah ngelawan sama orang tua."


"Orang tua kaya gimana dulu yang pantes di buat kaya gitu?"


"Mau bagaimana pun orang tua ya tetep orang tua, yang besarin kamu sampe sekarang."


"Ngomong sama orang sinting emang harus lebih banyak sabar ya."


"Pastes aja kamu selalu ngecewain Ayah, sama Ayah aja berani apalagi sama orang lain."


"Cih! Reva gak akan pernah takut sama siapa pun!"


"Halahh, boong kamu, jangan sok kuat jadi orang, Ayah juga tau kamu gak bisa ngapa-ngapain selain ngomong."


"Ish, dasar orang tua! Makanya urus anak sendiri, bukan nya ngurus anak orang?!"


"Kamu itu bisa diem gak sih? Hah?! Kamu pikir kamu cukup ber hak untuk ngomong kaya gitu? Kamu nuduh saya bersetubuh dengan orang lain dan anak-anak saya bukan anak dari Ayah kamu? Iya?!" Mika angkat bicara.


"Ck, banyak drama! Lo pikir gue gak bisa tau semua tentang kebusukan lo itu? Salah besar tau ngak?!" Balas Naya tak sama sekali mau kalah.


"Sudah lah, yang penting kamu gak ngecewain Ayah dan bikin keluarga kita malu lagi sama kelakuan kamu di sekolah! Dan besok, kamu mulai bersekolah di sekolah yang sama dengan Aska!" Ucap Rayyan.


"Reva gak pernah ngecewain Ayah di sekolah, nilai Reva selalu tinggi." Acuh Naya.


"Ck, palingan juga hasil kerja sama." Sindir Mika.


"Udah lah, kalau emang gak percaya, oke! Tapi jangan sampe Ayah dan Mama buat Reva lewat kesel, emang di pikir Reva gak tau soal Dwitama.Group yang hampir bangkrut?" Naya beranjak setelah duduk sesaat hanya untuk berdebat, namun langkah nya kembali terhenti.

__ADS_1


"Kamu pikir kamu itu penentu hidup kita? Ingat! Kamu tuh gak cukup berharga?!" Ucap Mika kesal.


"Udah untung Reva mau nikah sama orang brengsek kaya dia! Masih aja bikin kesel?!" Ucap Naya seraya pergi tanpa menyentuh roti yang sudah di siapkan pelayan untuk nya.


Aska yang sendari tadi diam sedikit terganggu, Aka adalah teman dekat nya, dan Naya baru saja mengenal nya di pertemuan keluarga kemarin malam, itu cukup mengherankan bagi Aska.


-


"Wihh, Naya kite dateng juga, kok lama?" Celetuk Michelle ketika melihat Naya memasuki ruang kelas nya.


"Gak perlu gue kasih tau juga tau, oh iya, besok gue pindah sekolah." Santai Naya seraya duduk di bangku nya.


"WHATT?!!" Seru ke empat gadis itu bersamaan.


"Kayanya lo emang punya hobi ngagetin orang deh Nay, mendadak amat?!" Seloroh Michelle.


"Lo pindah kemana emang?" Tanya Vio penasaran.


"Yahh, gak seru dong gak ada Naya." Ucap Nara, sedangkan Meli hanya diam memperhatikan, walau sebenarnya juga sama-sama kaget.


"Santara Bangsa." Jawab Naya singkat.


"Yang bener aja Nay! Lo 'kan tau tu sekolah markas besar nya Vegos?" Kaget Michelle yang tahu benar akan sekolah tersebut.


"Pasti bokap lo ya Nay? Gegara lo mau di jodohin ma Laskar, jadi lo kudu pindah dan satu sekolahan ama dia." Ucap Vio sedikit santai.


"Kalau lo sekolah di sana, kita juga harus pindah dong? Gak mungkin lo bisa selamet Nay, paling mungkin beberapa hari, lo 'kan tau seberapa hebat nya Vegos? Dia lebih unggul dari Phoenix walau mereka gak nunjukin itu." Ucap Meli khawatir.


"Iya, Nara setuju sama Meli, bisa aja Laskar apa-apa in Naya sebagai balas dendam tentang Kanzo?!" Sambung Nara.


Naya menghela nafas, ada sedikit perasaan ragu di hati nya. 'Tapi, kalau gue gak nikah sama Laskar, yang ada hancur perusahaan Dwitama.Group, lagipula Alya masih butuh biaya perawatan, dan Bunda gak akan mau bantu sedikit pun tentang hal itu, apa boleh buat?'


-


Istirahat


"Gimana? Sakit?" Tanya Naya penuh lemah lembut pada gadis yang kini menatap nya, wajah si gadis nampak sudah babak belur di buat nya.

__ADS_1


Meli terkekeh di samping Naya, "Jelas lah."


Sedangkan Vio, Nara dan Michelle hanya diam menyaksikan.


"Bawa dia ke markas terbatas, jangan sampe lepas!" Perintah Naya.


Michelle mengangguk bersamaan dengan Nara, tanpa berbicara lagi, keduanya langsung membawa si gadis yang di duga bernama Lusi dari pekarangan sekolah menuju markas terbatas, di mana hanya anggota inti Phoenix dan anggota-anggota yang di anggap penting yang mengetahui keberadaan nya.


-


Malam menjelang, Michelle dan Nara tidak terlihat lagi sejak siang tadi, mereka sibuk mengurus Lusi, gadis yang ternyata merupakan mata-mata Vegos, geng yang di pimpin oleh Laskar alias Aka.


Sedangkan Naya, Meli dan Vio baru saja sampai di markas terbatas nya, dan melihat seorang gadis sudah tidak berdaya di sebuah kursi dengan ikatan tambang yang melilit tubuhnya.


"Oh iya, Nay? Kapan kita serang Vegos?" Tanya Meli penasaran.


"Malem ini." Jawab singkat Naya setelah duduk di sofa ruangan tersebut.


"Lo udah siapin pasukan Yo? Terus, Yogi gimana?" Tanya Naya pada Vio, Vio mengangguk, memberi isyarat bahwa semua nya sudah beres.


"Tapi kok perasaan gue gak enak ya?" Celetuk Michelle, "Lo udah kasih tau anggota belum Yo? Kalo mereka gak boleh di sana lagi sementara? Meli 'kan masih nyari tempat yang strategis?!" Lanjut nya.


"Belom, lupa gue, tapi kayanya si Yogi ngasih tau dah ma mereka, lagian yang ada di sana cuma si Yogi sama anak buah nya, palingan juga udah pada balik." Jawab Vio sekena nya.


Michelle kembali diam, dia adalah anggota inti yang paling dekat dan hampir tau semua nama anggota Phoenix dari a sampai z, tentu sedikit khawatir.


"Oh iya, Yo? Gue lupa nanya soal bisnis kita?" Tanya Naya kemudian, Vio menoleh, diam sejenak sebelum akhirnya membuka suara.


"Bisnis aman-aman aja Nay selama lo gak ada, tiap bulan nya juga keuntungan kita makin besar." Jawab nya singkat, Naya mengangguk, bisnis pengedaran narkoba dan senjata yang di lakukan nya tersebut baru saja di mulai tahun lalu, di mana Naya di angkat menjadi ketua dalam komunitas nya, dan di situ lah penghasilan para gadis cantik tersebut.


"Mel, lo rancang sistem baru, gue gak mau ada komunitas yang bisa seenak nya lacak keberadaan kita." Ucap Naya pada Meli karna teringat pada komunitas asing yang tiba-tiba menyerang markas Phoenix, sedangkan Meli hanya mengangguk.


"Nay, Yogi nelepon nih." Ucap Nara ketika Michelle ingin membuka suara, membuat nya menjadi berwajah datar.


Naya tidak bicara, dia meraih handphone Nara yang selalu aktif itu.


'L-Lin! Kesini sekarang! M-markas-MARKAS?!!—tut..tut..tut...

__ADS_1


Naya beranjak, "Gue yakin markas di serang, lagi?!" Ucap Naya membuat teman nya buru-buru bersiap menuju markas, di mana Yogi sebagai panglima perang dan anak buah nya yaitu pasukan A dan B yang berjumlah sekitar 500-600 orang belum sempat pergi dari markas.


-


__ADS_2