Nayala Dan Stevan

Nayala Dan Stevan
Mencarikan Pelayan Baru


__ADS_3

"Hiks.... maaf bu, saya tidak bisa melunasinya, beri saya waktu 1 minggu lagi, saya tidak bisa pergi dari sini, saya tidak mempunya tempat tinggal lagi bu, tolong kasihanilah saya bu...." ucap seorang gadis yang berperawakan semampai, dengan rambut sebahu berwarna hitam pekat, memiliki bola mata yang indah dan bulu matanya yang lentik, bibir yang menawan, membuat seorang Nayala terlihat seperti model papan atas namun, kecantikan dan keindahannya tak mampu membuatnya aman, karena kini dia sedang dilanda ketakukan dan bimbang antara akan tidur dimana dan harus kerja apa.


Sudah 3 minggu Nayala Pradipta, yang sering dipanggil Naya pergi mencari pekerjaan, dan tidak ada satupun dari tempat dia melamar mau menerimanya karena status pendidikan Naya.


Diumur 21 tahun Nayala sudah ditinggalkan kedua orang tuanya karena kecelakaan tumbal ditol yang mengakibatkan kedua orang tuanya tiada, dan kini Nayala hidup sebatang kara dan harus mencari penghasilan untuk dirinya dapat bisa bertahan hidup.


"Heh.... cepat pergi dari sini, jika tak mampu membayar jangan tinggal disini, dasar gadis miskin...." ucap Ibu kontrakan sembari melembar barang-barang Nayala keluar.


"Hiks... bu, beri saya waktu...." ucap Naya terhenti kala mendengar jeritan keras milik ibu kontrakan.


"Pergi....." teriaknya dan langsung meninggalkan Naya sendirian, wanita itu menangis karena tidak tahu harus dimana dia singgah, pagi-pagi buta ibu kontrakan mengusirnya karena menunggak uang kontrakan selama 1bulan terakhir, dimana Naya sedang berjuang keras mencari tempat kerja untuk membayar kontrakannya namun, nasib buruk menghampirinya.

__ADS_1


"Hiks... kau harus kuat Nay... ibu pernah berpesan padamu kan? agar menjadi wanita tangguh dan ayah juga mengharapkan aku menjadi wanita kuat... ayah ibu doakan aku semoga aku bisa melewati ini semua...." ucap Naya memandang langit, dan menghapus air matanya kemudian membereskan barang-barang nya lalu, beranjak dari sana dan pergi dengan langkah tak tentu arah.


Dilain tempat...


"Permisi tuan...." ucap seorang wanita yang telah berumur, dan kini menunduk hormat pada seorang pria muda dan gagah.


"Iya.. ada apa" jawabnya terkesan cuek dan dingin.


"Ah...iya ini, maaf saya lupa memberikannya..." ucap Stevan.


Stevan Xylon adalah anak tunggal dari pasangan Wiliam Xylon dan Ema Xylon, dia adalah seorang Presedir muda berbakat, diumur yang terbilang masih muda, kini usianya sudah menginjak 26 tahun dan hebatnya dia sudah membangun ratusan proyek dan puluhan usaha lainnya, dan kekayaannya mencapai triliunan perbulannya.

__ADS_1


"Baik tuan.. terima kasih...." ucap bi Asih dan langsung pamit undur diri dari hadapannya.


"Bi... sebentar" ucap Stevan.


"Ah iya tuan ada apa..." ucap bi Asih membatalkan niatnya pergi dari hadapan tuannya.


"Bisa carikan seseorang yang nantinya akan menemanimu belanja agar kau tidak kerepotan lagi, aku sering melihatmu dengan banyak barang belanjaan meskipun ditemani pak Santo tapi alangkah baiknya kau mencari pelayan lagi...." ucap Stevan yang sering melihat bi Asih pergi dan berbelanja sendirian dan hanya ditemani oleh pak Santo, supir pribadinya sekaligus supir yang selalu mengantar bi Asih berbelanja keluar.


"Ah.. iya tuan, saya akan mencarinya...." ucap bi Asih sedikit heran, dia bekerja disini dengan puluhan pelayan lainnya dan sekaran Stevan memintanya untuk mencari lagi pelayan.


'Haduh ini si tuan..... ada-ada saja, padahal pelayan disini sudah begitu banyak, tak apa lah... aku akan mencarikan untuknya, huh dari dulu dia selalu perhatian padaku, serasa anak saja' ucap bi Asih dalam hati, bersemangat kemudian berpamitan pergi dari hadapan Stevan dan langsung berangkat menuju tempat perbelanjaannya diantar oleh pak Santo.

__ADS_1


__ADS_2