Nayala Dan Stevan

Nayala Dan Stevan
Memaksanya Pergi


__ADS_3

Setelah membuatkan Kopi dan menata cemilan, Naya segera membawakannya pada tuan Stevan, dengan langkah yang hati-hati Nayala sudah sampai didepan pintu ruang kerja Stevan, karena kedua tangannya sedang memegang nampan, tak sengaja dia melihat pelayan dan dia meminta bantuan pada pelayan itu.


"Permisi... mba" ucap Nayala sopan.


"Ada apa...?" jawab Bella yang kebetulan berada disana.


"Boleh tolong bukakan pintunya?" tanya Naya dengan nada seramah mungkin.


"Lo siapa? nyuruh gue?" tanya Bella menohok, membuat Nayala tercengang mendengarnya.


"I...itu saya pelayan baru di sini, mau mengantarkan pesanan tuan..." ucap Naya gugup.


"Huh... dasar" ucapnya masa bodo, melihat nampan itu dia berniat mengambilnya dan menggantikan Nayala untuk menemui tuan Stevan tercintanya.


"Biar gue aja...." ucap Bella sedikit kasar, mencoba merebut nampannya namun, Naya dengan cepat menghindar karena dia langsung diamanahkan oleh bi Asih, mana mungkin dia berani memberikannya pada orang lain, bisa-bisa kena omel nantinya.


"Enggak... maaf mba, biar saya saja... mba bukakan saja pintunya..." ucap Naya.


"Biar gue aja..." ucap Bella kekeh.


"Enggak... aku saja mba" jawab Nayala mulai kesal dengan wanita didepannya.

__ADS_1


Mereka tak menyadari bahwa Stevan merasa tergangu dan keluar untuk memastikannya dan betapa terkejutnya dia saat melihat dua pelayannya tengah beradu kata didepan ruangannya.


"Ada apa ini...? kenapa kalian berisik" kesal Stevan, dengan tajamnya dia menatap mereka dan membuat Nayala menunduk, sedangkan Bella tidak bereaksi apa-apa malah dia terlihat seakan tengah menggoda stevan dengan suaranya yang dibuat selembut mungkin.


"Tuan... aku berniat membantu Nayala memberikan kopi dan cemilannya untuk anda" ucab Bella dengan mata genitnya membuat Nayala memutar bola matanya jengah.


"Ada apa dengan matamu... apa kau mempunyai penyakit, sehingga matamu sering berkedip seperti itu?" Tanya Stevan geram, dan sebenarnya dia sudah tahu apa maksud wanita centil didepannya.


"Ti..tidak tuan" jawab Bella malu sekaligus kesal, dia memilin tangannya guna menutupi kegugupannya.


"Itu pesanan saya...?" tanya Stevan pada Naya tanpa menjawan ucapan Bella, membuat wanita itu kesal pada Naya.


"Iya tuan tadi bi Asih berpesan pada saya untuk membawakan kopi serta cemilan ini keruang kerja tuan, karena bi Asih sedang ada urusan mendadak" ucap Naya membuat Stevan terdiam, awalnya dia sedikit heran dengan kedatangan Naya yang membawa pesanannya, dan ternyata bi Asih lah yang menyuruhnya.


"Kamu... ngapain diam disini?" ucap Stevan kesal.


"Ahh... iya tuan maaf, kalau begitu saya permisi" ucap Bella dan langsung pergi dari hadapan Stevan.


Stevan masuk kedalam ruangannya, dan tak lupa dia menutup kembali pintu ruangannya, kemudian dia menatap Nayala yang sangat telaten menata cemilan dan kopinya diatas mejanya.


"Nayala...." ucap Stevan, dan Nayala segera berdiri dari posisinya kemudian menatap Stevan dengan tatapan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Iya kenapa tuan...?" tanya Naya.


"Bisa kita bicara sebentar....?" ucap Stevan meminta persetujuan dari Naya.


"Boleh tuan..." jawab Nayala cepat.


"Nanti malam saya harus menghadiri acara di hotel Lemonst, dan saya minta kamu bisa menemani saya keacara itu...." ucap Stevan dan membuat Nayala terdiam.


"Ta...tapi kenapa harus saya tuan?" tanya Nayala gugup, bukan mau menolak tapi dia merasa tak pantas menghadiri acara itu dengan tuannya, karena dia hanya sebatas pelayannya saja.


"Karena kamu pegawai baru saya... orang-orang tidak akan mengetahui siapa kamu, dan tidak ada penolakan, jam 6 kamu harus sudah siap" titah Stevan dan lagi-lagi membuat Nayala tercengang, bagaimana tidak dia tak memiliki barang bagus dan mewah untuk menghadiri acara itu.


"Saya tidak mempunyai gaun untuk keacara itu...." ucap Nayala serba salah.


"Itu tidak masalah... nanti jam 6 kamu harus bersiap, keluarlah..." jelas Stevan dan langsung menyuruh Nayala keluar dari ruangannya.


Dan dengan berat hati Nayala pergi dari ruangan itu, dan sesampainya diluar dia dihampiri Bella.


"Apa yang dibicarakan tuan Stevan... kenapa begitu lama?" tanya Bella dengan wajah juteknya.


"Dia memintaku menemaninya pergi keacara nanti malam...." jawab Naya to the point dan langsung membuat Bella kesal, kenapa harus Nayala yang diajak?

__ADS_1


Tanpa kata Bella pun langsung pergi meninggalkan Nayala, sedangkan wanita itu kini tengah bimbang harus apa dan memakain baju mana?


"Arrhgghhh.... kenapa harus aku sih" ucap Nayala kesal dan langsung pergi menuju dapur, menikmati harinya sampai waktu sore tiba dan Stevan mengajaknya pergi keacara itu.


__ADS_2