Nayala Dan Stevan

Nayala Dan Stevan
Tingkah Nayala


__ADS_3

"Nay... bagaimana tadi dengan tuan Stevan? kamu diterima kan?" tanya bi Asih sembari memotong beberapa sayuran segar dedepannya.


"Diterima bi... tapi aku sedikit takut dengan aura nya yang terlihat dingin... ih ngeri" jawab Naya sembari bergidik ngeri, dan beberapa menit kemudian dia keungat dengan ucapan Stevan yang menginginkannya memasak Cumi lada hitam untuknya.


"Bi... tadi tuan Stevan meminta aku, buatin Cumi lada hitam.." ucap Nayala dan langsung mendapat respon baik daru bi Asih, wanita paruh baya tersenyum kepada Naya dan mengangguk mengiyakan ucapannya barusan.


"Bagus tuh... kamu ambil di Freezer ya, untung bibi tadi beli cumi, kalo enggak pasti harus balik lagi kesana...." ucap bi Asih.


"Hehe.. iya bi" jawab Naya mengeyir kuda, dan langsung berjalan kearah freezer kemudian mengambil beberapa Cumi didalamnya, setelah itu dia mengambil beberapa sayuran untuk tambahan dimasakannya.


"Kamu sudah biasa masak ya Nay....?" tanya bi Asih saat melihat kesigapan Naya saat akan mengelola masakannya.


"Iya bi... waktu dulu aku pernah belajar dengan mendiang ibuku, dan dia mengajariku berbagai jenis makanan yang lezat..." ucap Naya mengingat kenangan memasaknya bersama ibunya.


"Emmm pantas Nay..." kata bi Asih sembari melanjutkan tugas masak memasaknya dan dibantu beberapa pelayan lainnya.


Setelah memakan waktu yang lama, kini masakan Naya pun sudah jadi dan tercium sangat harum, hingga membuat orang yang menciumnya kelapan.


"Nay.. masakan kamu wangu banget" ucap Salah satu pelayan memuji masakan Naya.


"Ehh bi.. benarkah? wahh terima kasih...?. semoga saja tuan suka dengan masakanku..." jawab Naya senang atas pujian yang pelayan itu berikan padqnya dan membuat Nayala semakin percaya diri dengan masakannya.


"Wihh.. harum" ucap pak Santo saat memasuki dapur, dia hendak meminta kopi pada pelayan disana tapi saat memasuki dapur indra pencumannya mencium sesuatu yang berbau sangat lezat, hingga membuat perutnya lapar.

__ADS_1


"Ehh pak... hehe" Sebenarnya Naya sedikit malu jika terus menerus dipuji seperti ini, dan bi Asih terlaku pokus dengan masakannga dan ketika melihat Nayala dia tersenyum tenang, tak sia-sia bi Asih membawanya kesini, dia sangat membantu dan membuat kami senang dengan keberadaannya.


"Saya mau dong Nay...." ucap pak Santo.


"Boleh pak nanti saya buatkan..." jawab Nayala senang, dia kira berada disini akan membuatnya bosan dan takut, tapi saat mengetahui orang-orangnya ramah membuat Nayala senang dan beryukur.


"Okelah... Nay bisa buatkan saya kopi?" tanya pak Santo.


"Ahh bisa pak... nanti jika sudah selesai saya buat, saya antar kedepan pak" jawab Nayala tanpa merasa terbebani dengan pekerjaannya saat ini.


"Nay.. buatin 6 gelas ya..." titah pak Santo sembari menyengir kuda.


"Hehe iya pak... saya buatin" jawab Nayala enteng dan langsung melakukan tugasnya membuat kopi untuk pak Santo dan rekan-rekannya.


"Cuminya... biar bibi simpan di meja ya Nay..." ucap bi Asih ingin membantu Nayala.


"Tidak apa-apa nak.... biar bibi yang simpan kemeja ya" ucap bi Asih.


"Iya bi terima kasih... maaf ya jika Naya merepotkan bibi" ucap Naya sendu.


"Haduhh Nay.. bibi gak merasa direpotkan, yasudah buat kopinya sana, keburu pak Santonya balik lagi pasti repot Nay...hehe" ucap bi Asih sembari tertawa, melihat Nayala yang belum selesai membuatkan kopi untuk pak Santo.


"Ehh Naya lupa bi... yaampun" pekik Naya sembari menepuk jidatnya, dan sontak membuat orang yang ada disana terkikik geli dengan tingkahnya dan Nayala langsung membuatkan Kopi, setelah itu Nayal langsung membawa nampan yang berisi 6 gelas kopi kedepan, dengan langkah pelan dan hati-hati Nayala berusaha sampai ke pos depan.

__ADS_1


"Permisi Pak... ini kopi pesanannya..." ucap Nayala sopam sembari menyimpan kopinya dimeja yang ada didepannya, pak Santo senang dengan kinerja Nayala yang cepat dan sigap.


"6 gelas kan Nay...." ucap pak Santo sembari tersenyum geli.


"Iya pak 6 gelas... emang ada yang kurang pak?" tanya Nayala heran.


"Enggak Nay... cuman mastiin aja hehe" pekik pak Santo mengerjai Naya dengan ucapannya.


"Ihh bapak... aku kira kurang" ucap Nayala semabri merajuk pada pak Santo.


"Enggak Nay.. udah jangan marah kembali kedapur sana" kata pak Santo sembari mengacak rambut Nayala gemas.


"Ihh bapak... rambut Nay jadi rusak" pekik Nayala kesal dan membuat orang yang ada disana tertawa terbahak-bahak karena kejahilan pak Santo dan tingkah Nayala yang menggemaskan.


"Ehh.. iya maaf" ucap pak Santo.


"Hemmm.... iya pak" jawab Nayala sembari membenarkan rambutnya.


"Kalo begitu Nay pamit kedalam lagi pak.. permisi" ucap Nayala sopan dan langsung meninggalkan pak Santo dan kawan-kawannya.


"Anaknya gemesin Pak..." ucap temannya pak Santo.


"Iya... Anakku memang gemesin" ucap pak Santo dan membuat yang lainnya tercengang.

__ADS_1


"Pak Santo sudah punya anak...?" tanya yang lainnya serempak.


"Anak angkat maksudnya...." ucap pak Santo sembari tertawa geli melihat kawan-kawannya yang tercengang mendengar perkataan pak Santo.


__ADS_2