Nayala Dan Stevan

Nayala Dan Stevan
Stevan dan Nayala


__ADS_3

"Duduklah...." ucap Stevan dingin.


"Ahh.. i..iya tuan" ucap Nayala gugup, baru kali ini dia berada diruangan berdua bersama pria.


"Kamu gugup....?" tanya Stevan memastikan.


"I...iya saya gugup" ucap Nayala tanpa sadar menjawab pertanyaan Stevan dengan benar dan tentu saja dia malu, 'kenapa harus keceplosan seperti ini sih....?' ucap Naya dalam hati sembari memukul mulutnya pelan.


Melihat tingkah Nayala yang memukul-mukul mulutnya pelan membuat Stevan terkekeh, masih ada gadis polos sepertinya yang tak menjaga image didepan pria keren dan kece didepannya.


"Sudah...?" tanya Stevan dan dengan cepat Naya menghentikan aksinya, menunduk malu serta memainkan jarinya.


"Maaf..." cicit Naya pelan, membuat Stevan terpaku karena ucapannya, baru kali ini Stevan menemukan seorang wanita yang bertingkah unik seperti ini.


"Siapa namamu...?" tanya Stevan dingin.

__ADS_1


"Nayala Pradipta tuan...." jawab Naya sembari menundukkan pandangannya malu, sembari memilin tangannya gugup.


"Kau sangat tidak tahu tatak rama dalam berbicara Hah?...." ucap Stevan kesal, karena Nayala tidak melihatnya kala berbicara.


"Maaf tuan..." jawab Naya.


"Lihat lawan bicaramu Nay..." bentak Stevan merasa Naya mengacuhkannya.


"Iya tuan" ucap Naya takut, mengangkat wajahnya melihat kegelapan diantara mata Stevan, dan semakin membuat Naya takut.


"Saya butuh pekerjaan ini.... hiks saya sudah diusir di kontrakan dan kebetulan tadi saya bertemu dengan bi Asih, dia menawarkan pekerjaan ini pada saya Tuan, dan saya langsung menerimanya karena saya membutuhkannya tuan... hiks" ucap Naya dan tiba-tiba saja menangis keras, sampai membuat Stevan kelimpungan untuk menenangkannya.


"Bagaimana dengan orang tuamu...?" tanya Stevan dia tak mau terlalu kasihan pada seseorang yang baru dikenalnya.


"Orang tuaku sudah meninggal waktu kecelakaan tunggal ditol, dan saya hidup sendiri.... hiks tuan saya mohon terima saya menjadi pekerja dirumah anda.. saya berjanji akan bekerja keras nantinya...." ucap Nayala sembari sesegukan, dia tidak bisa menahan kesedihannya dan malah menumpahkannya dalam tangisannya.

__ADS_1


"Saya beri kamu kesempatan untuk bekerja di sini.... dan tugas kamu adalah melayani saya kapanpun dan dimanapun, berjanjilah kamu Nay akan giat dalam bekerja dan memenuhi semua yang saya butuhkan..." ucap Stevan tanpa ekspresu, Naya yang terdiam senang karena sudah diperbolehlan bekerja disini merasa senang, terbentuk jelas senyum manis dibibirnya.


"Serius tuan... saya diterima? ahhh terima kasih tuan anda sudah mengizinkan saya bekerja disini, dan saya berjanji akan giat dan rajin" ucap Nayala senang, dan tangisannyapun dalam seketika berubah menjadi senyuman, dan saat Stevan melihat Naya tersenyum ada perasaan yang aneh singgah didalam dadanya.


"Hemm dan mulai detik ini kamu sudah harus memulainya..." ucap Stevan menormalkan perasaan anehnya.


"Iya siap tuan... tapi maaf, pekerjaan saya seperti apa....?" tanya Naya bingung.


"Sekarang kamu turun kebawah dan bantu bi Asih membuatkan makan siang untuk saya... ah sebentar, apa kamu bisa masak Nay?" tanya Stevan meragukan Naya.


"Bisa pak.. saya bisa masak apa saja... jika bapak berkenan dan memperbolehkan saya memasak, saya akan membuatkan apapun yang tuan inginkan" ucap Naya semangat.


"Cumi lada hitam...." ucap Stevan semangat, mengutarakan yang ada didalam pikirannya, sudah lama pula Stevan tidak memakan masakan itu.


"Baiklah... saya akan membuatkannya untuk anda" ucap Naya senang setelah mendengarkan permintaan Stevan yang ingin dibuatkan Cumi lada hitam, dan Naya sangat tahu resep dan cara pembutaatannya.

__ADS_1


"Hemm kamu boleh keluar" ucap Stevan pada Naya, dia heran dengan wanita didepannya, kenapa terlihat begitu senang dengan tantangan memasaknya, bukannya Stevan meragukan Naya tapi dia baru mengenalnya dan dia harus berhati-hati dengan orang baru seperti Naya.


__ADS_2