Nona Bar-bar Jodoh YouTuber

Nona Bar-bar Jodoh YouTuber
live streaming


__ADS_3

waktu terus berlalu, hari-hari berganti,musim sudah berubah seperti halnya sore ini Fahri yang basah karna kehujanan berdiri disebuah payung besar sembari menunggu taksi di halaman sebuah cafe,tangan.nya mengusap seluruh bagian jas yang ia kenakan agar tidak terlalu basah,sambil melirik kiri-kanan barangkali ada taksi yang kebetulan lewat


namun pandangannya terpokus beberapa saat tatkala Indra penglihatannya tertuju pada seorang laki-laki yang sedang ngopi bersama seorang wanita di dalam cafe tersebut,terlihat begitu mesranya perlakuan sang kekasih ketika menggenggam tangan sang wanita dan mengelusnya manja.


"cih dasar buaya budug,tidak tau malu bermesraan di tempat umum,aku ini jomblo"


mulutnya terus mengumpat tanpa sengaja pandangannya kembali tertuju pada sosok perempuan yang sedang mengamati seseorang didepan pintu cafe bermaterialkan kaca bening itu.


"mbak Nana?"


yang dipanggil takmenghiraukan ia masih fokus Fahri faham mungkin Nana sedang mengamati pasangan yang ia umpat barusan,pasalnya itu adalah Daniel sangpacar


"mbak Nana"kali ini ia menggapai bahu sang perempuan


"kamu lagi?"


"iya ini sa-"


"suuuuuut" code tanda diam dengan telunjuk di depan bibir, "diam" imbuhnya


"itu pacar mbak yang waktu itu yah,sama cewe lain?" pandangan mereka bersamaan mengarah kedalam cafe


"iya emang dasar buaya budug,Daniel nggak tau diuntung,aku harus kasih dia pelajaran".


"sabar mbak siapa tau itu temannya,jangan emosi dulu"


"pegangan tangan dan bermesraan mana ada teman seperti itu?"


"mbak itu hal biasa saja coba lihat"


tanpa disangka-sangka anjuran Fahri tidak tepat,kini ia terperangah tak percaya matanya membulat sang kekasih berciuman mesra dengan seorang perempuan


"oh yaampun live streaming" ucap Fahri sambil memalingkan wajahnya


kinana sudah tak bisa lagi menahan amarahnya, bisa-bisanya setelah di beri kesempatan laki-laki itu masih menyakitinya ia berjalan dengan cepat kearah Daniel yang sedang menikmati ciumannya


"adegannya mulai memanas,persis serial ku menangis" ucap Fahri yang masih berdiri di ambang pintu cafe


"Daniel?"


sungguh kejutan Daniel sangat hafal suara siapa itu,ia menyudahi ciumannya namun bibir mereka masih menempel begitupun dengan siwanita ia mendorong tubuh Daniel hingga tersungkur


"Hera?"


dua manusia itu benar-benar kaget,


"sayang kamu disini?" ucap Daniel lembut seraya menyentuh bahu Nana


"jangan sentuh!,"


"aku bisa jelaskan na" kali ini Hera angkat bicara


"aku sudah melihatnya Ra,ini live di tempat umum"


"Daniel aku mau kita putus,jangan temui aku lagi" lanjut Nana


"Nana aku nggak mau putus sama kamu" dengan nada kesal tangannya menggemgam etar tangan Nana

__ADS_1


"lepas Daniel ini sakit" ringisnya


" kamu harus ikut aku sekarang" Daniel menarik tangan Nana namun langkahnya terhenti karna fahri menghalangi jalannya


"jadi laki-laki jangan serakah jika tidak sanggup menanggung dua beban sekaliGus"


"hah dia lagi,berapa bayaran mu na? sama aku tidak mau sama laki-laki pengangguran ini kau mau"


bugh...


fahri menonjok ujung bibir Daniel hingga ia tersungkur ke sofa


"jangan sekali-kali merendahkan wanita,kau lupa kau terlahir dari siapa,apa juga kau lupa untuk memuaskan nafsumu kau harus lari pada siapa?" finis Fahri seraya menggandeng tangan Nana dan meninggalkan Daniel


"sayang kamu tidak papa" mencoba menolong Fahri untuk bangkit


"hah sial"


Fahri keluar dari area cafe berjalan sejauh mungkin dengan tangan masih memegang tangan Nana tanpa sadar


"Fahri berhenti"


"Fahri stop"


"Fahri tangan ku sakit" ucapan itu sukses membuat Fahri terdiam dan membalikan tubuhnya menghadap kinana seketika mata mereka bertemu,mendengus pelan seraya melonggarkan genggamannya


"apa sakitnya parah?" dilihatnya pergelangan tangan gadis sipit itu memang merah kulitnya yang putih nampak sangat kontras dengannya.


Nana hanya menggeleng tanda baik-baik saja.


"permisi buk? ada esbatu?"


"ada sebentar,ini mas fahrikan YouTuber terkenal itu,mas saya ngefans banget ,saya salah satu subscriber yang satu koma empat juta itu"


"ah terimakasih buk,sudah mendukung saya"


"iya sama-sama mas,esbatunya saya ambilkan dulu"


Nana yg melihat antraksi antara penggemar dan idolanya itu hanya bisa cengengesan melirik kearah Fahri dan mereka tersenyum bersama


merekapun duduk di sebuah bangku panjang dan mulai melakukan aktivitasnya


"kamu memang terkenal yah,saya rasa hanya saya yang tidak kenal kamu"


Fahri hanya diam tak merespon kata-kata Nana ia hanya fokus mengompres tangan mulus yang lebam itu


"kenapa kamu selalu membantuku?"


"jangan geer itu hanya kebetulan,semua terjadi begitu saja" tanpa mengalihkan pandangannya


"kamu selalu datang di waktu yang tepat,apa kamu mailaikat?" mencoba mengalihkan Fahri


"jangan berlebihan aku manusia biasa"


adzan magrib berkumandang tanda peringatan untuk segera menghadap kepada Allah SWT sudah tiba,bagi setiap ummat Islam waktu sholat wajib dilakukan


Fahri mengucap syukur dalam hati bahagia ia bisa bertemu dengan magrib lagi

__ADS_1


"aku harus shalat Magrib dulu,jika masih sakit teruskan saja mengompresnya"


"kamu Islam?"


"iya,kenapa"


"ti-tidak aku baru mengenal orang islam,"


"oh ok aku tinggal dulu"


"aku akan tunggu kamu disini?"


"kenapa,sebaiknya kamu pulang"


"aku takut Daniel akan menungguku di depan rumah,kali ini aku benar-benar tidak ada rasa sedikitpun"


"ok aku akan kembali setelah selasai sholat,jaga dirimu"


Fahri melenggang meninggalak Nana di sebuah warung makan pinggir jalan itu menuju masjid untuk sholat berjamaah.


sedangkan di tempat lain sepasang suami istri yang tengah berbicara serius di ruang keluarganya,nampak sang istri begitu kesal atas keputusan suaminya,sang suami yang kedapatan sedang berbicara lewat handphone nya dengan seorang anak buahnya


"halo Rey bagaimana apa kamu sudah menemukan mereka?"


"......"


"ah syukurlah,bagaimana keadaan mereka"


"......"


"ok kirim alamat rumahnya saya akan temui mereka"


"papa mau menemui siapa" suara tepat dibelakangnya


"nanti saya telpon lagi Rey terimakasih"


"papa telponan dengan siapa? sini mama liat?"


"bukan siapa-siapa hanya urusan bisnis"


"jangan bohong,atau apakah benar,yang Daniel bicarakan waktu itu"


"apa ?"


"papa mencari mantan istri dan anak papa itu?"


"bukan urusan kamu mah,jangan sekali-kali ikut campur"peringatan dini untuk sang istri namun tegas


sambil melengos meninggalkan ruang keluarga


"jangan harap dengan mudah kamu bisa menemui mereka pah,aku tidak akan membiarkan itu terjadi"


_____________________________________________


hallo readers yang Budiman💪,baru up lagi abis liburan liat yang bening²,


jangan lupa like yah🥀 terimakasih

__ADS_1


__ADS_2