
You've been through a lot, your're such a strong person, Remember that.
____________________________________________
"terimakasih sudah mengantarku sampai
rumah"
"sama-sama mbak"
"jangan panggil aku mbak,aku belum setua itu"
"maaf hanya saja agar lebih sopan"
"panggil aku Nana,biar lebih akrab"
"baik kalo gitu Nana,aku langsung pamit sudah larut juga"
"tunggu,ini kartu nama ku jika kamu butuh sesuatu kamu bisa minta bantuan ku,anggap saja sebagai balas Budi"
"heumm terimakasih"
"oh ya,jas kamu yg kemarin aku pake aku akan kembalikan"
"lain kali saja,ini sudah terlalu larut kamu masuk dan istirahatlah"
"heumm hati-hati yah,aku masuk dulu"
percekapan dua insan itu tak luput dari sorot mata yang memperhannya di lantai atas rumah itu,sang kakak Jackson akhir-akhir ini sering memikirkan tentang perasaa. adiknya,takut trauma batal nikah dan menjadikannya enggan bergaul ternyata tidak dialami bahkan kali ini ia tercengang Nana sudah berganti laki-laki
"hebat sekali adikku ini,dalam tiga bulan dia diantar dua laki-laki sekaligus,tapi siapa dia?"
gadis cantik berdres tosca itu masuk kedalam rumah dengan hati campur aduk,wajahnya murung tak habis fikir ternyata Daniel berselingkuh dengan temannya sendiri,berjalan dengan pandangan kosong menaiki satu persatu anak tangga di hadapan.nya,
rasa lelah sedikit berkurang tatkala ia menghempaskan tubuhnya di kasur kesayangannya hingga terlelap,
lain halnya dengan Fahri senyuman terus terukir bak menemukan harta Karun Fahri tak henti tersenyum sepanjang jalan hingga sampai dirumahnya
"kamu kayaknya seneng banget RI"
"astagfirullah ummah belum tidur?"
"ummah kebangun,haus banget padahal ini udah masuk musim hujan tapi rasanya gerah"
"ummah nggak mandi kali"
"ih sembarangan,eh kamu tumben pulang larut?"
"tadi Fahri abis nolongin temen dulu ummah,udahyah Fahri kekamar dulu,ummah jangan lupa tidur lagi"
"kayak orang kasmaran aja senyum-senyum terus"
di kamarnya pula Fahri terus memandang kartu nama yg diberikan Nana,dan menulis no kontak yang tertera disana.
hari ini Nana dan Fahri sudah janjian akan bertemu di NACAFE,tadi malam Fahri langsung menghubungi Nana dan Nana mengajaknya bertemu di cafenya tersebut
"mbak pemilik cafenya sudah kesini belum?"
"belum mas,wiiih mas Fahri keren banget semangatnya tinggi nggak kapok datang kesini terus"
"hehe namanya juga usaha mbak,kalo gitu saya pesan teh hangat sama roti spesial nya yah"ucapnya seraya membaca deretan menu di belakang sang resepsionis
"ok mas silahkan tunggu" taklama seorang pelayan mengambil kertas daftar pesanan
__ADS_1
Fahri duduk di bangku ujung dekat kaca,Nana dengan elegan nya masuk kedalam cafe nampaknya ia tidak tau bahwa Fahri sudah sampai terlebih dahulu,tanpa menengok kiri kanan Nana terus berjalan
"re kalo ada yang nyari saya kabari saya yah"
"siap buk bos"
jika saja Nana melirik kesamping kiri-kanan nya mungkin dia akan melihat Fahri yang sedang duduk menunggunya,Nana berjalan menaiki tangga menuju ruangan.nya,dirasa familiar Fahri memperhatikannya
"silahkan mas ini pesanan nya"suara seorang pelayan membuyarkan nya
"iya makasih mbak"
"sama-sama"
pelayan melenggang pergi Fahri kembali meluruskan pandangannya lagi,namun yang dituju sudah tak namfak,
"mungkin hanya perasaanku saja" batinnya
sementara itu dikediaman Nana sebuah mobil sport mewah berhenti tepat di halaman rumah,sang pengemudi sudah tak asing lagi bagi penghuni rumah dan beberapa asistennya,
dengan setelan jas kantoran rapih pagi ini Daniel berniat ingin meluruskan kesalah pahamannya bersama kinana,namun sebelum ia berhasil menjumpai sang kekasih Daniel terlanjur bertemu dengan Jackson ingin rasanya puter balik tetapi
"Daniel" suara dari arah tangga itu menghentikan langkahnya,dengan raut wajah senetral mungkin Daniel membalikan badannya perlahan
"selamat pagi kakak ipar" cicitnya pelan
"ada perlu apa?"
" tidak aku tadinya ingin mengajak kinana berangkat bersama pagi ini,oh iya apa dia masih dirumah" ucapnya basa-basi
"sudah kuduga,kali ini kesalahan apa yang kau buat?" tanya sang kakak to the point
"aku tidak melakukan apapun!"
"ini hanya salah faham kecil Jack" ucapnya celingukan
"beraninya kau,aku lebih tua darimu!,huh lebih baik kau pergi,aku sedang tidak nafsu berdebat denganmu" dengan tangan berdecak pinggang
"siapa juga yang ingin berdebat denganmu,dasar begini orang baru masa puber emosinya tinggi "
"aku tidak tuli daniel"
melihat amarah Jackson Daniel langsung mempercepat langkahnya,dan pergi membawa mobilnya.
"assalamualaikum RI"
"wa Alaikum salam warahmatullah ada apa ummah?"
"nak ummah mau bikin gado-gado nih,tapi kacangnya habis,kamu tolong mampiryah kesupermarket beliin"
"iya ummah nanti Fahri mampir,tapi agak siangan nggak papa,soalnya Fahri kayaknya masih lama"
"nggak papa,ini buat sore nanti juga kok,kamu hati-hati"
"iya ummah,ummah juga yah"
"yaudah kalo gitu ummah tutup dulu assalamualaikum".
"wa Alaikum salam"
sambungan telepon itu berakhir,Fahri uang menunggu kinana takkunjung datang juga akhirnya memutuskan untuk mengirim pesan singkat
mbak nana
__ADS_1
saya sudah sampai
fahri
ohya,maaf menunggu lama aku akan segera turun
sambil menunggu Fahri masih fokus melihat keluar jendela,hingga
"hey"
"eh cepat sekali mbak".
"hehe iyalah orang aku diatas"
"diatas? maksudnya?
"aku kerja disini"
"tunggu jadi mbak pemiliknya?
"hehe iya"
"Alhamdulillah saya bersyukur sekali,akhirnya bisa bertemu pemilik cafe ini"
"loh bukannya ini yang ke sekian kaliyah,lagi sayakan kasih kartu nama sama kamu"
"kartu namanya kosong mbak cuma ada nama mbak sama no telpon saja"
"ooh,mungkin itu kelupaan,mmmh memangnya kenapa? girang banget"
"banyak yang minta saya reviewin cafe ini mbak"
"jangan mbak dong, kesannya aku kayak tua gitu,Nana aja biar akrab"
"hehe maaf mbak,eh Nana jadi saya boleh buat Vidio disini?"
"boleh dong,anggap aja sebagai rasa terimakasih aku karna kamu udah nolongin aku" tangannya menyentuh tangan Fahri
pandangan mereka bertemu beberapa saat walaupun ini bukan pertama kali untuk Fahri namun rasanya berbeda kali ini,detak jantung maraton seakan ada signal berbeda.
dari arah pintu utama cafe sepasang mata memperhatikan gerak-gerik merekA dengan tangan mengepal dan nafas yang memburu,
"bisa-bisanya aku kalah dengan seorang YouTuber payah" ucapnya,lalu ia bergegas pergi sebelum adegan yang lebih membuatnya cemburu terjadi,
"huuuuh...." menghembuskan nafas lega dan berhasil membuyarkan pandangan Fahri yang fokus menatap wajah sang lawan bicara
"astagfirullah" sembari menjauhkan tangannya
"maaf,aku refleks barusan,emm jadi kapan kalian mulai syuting?" rupanya Nana sudah mengetahui bahwa Daniel sedang memperhatikan interaksi mereka
"insyaallah dalam waktu dekat,aku tidak sabar kasih tau berita ini keteman-teman dan juga ummah".
"ummah?"
"ah aku lupa,ummah itu sebutan untuk ibu dalam bahasa Arab,sangat familiar di kalangan ummat Islam"
"oooh" diiringi dengan anggukan.
______________________________________________
assalamualaikum sahabat,baru bisa up lagi jaringan.nya jelek,lagipun aku terkecohkan dengan drama yang baru tayang itu😅
semoga kalian suka yah,terimakasih sudah mampir dan membaca,maaf masih banyak typo,
__ADS_1