
peluncuran iklan untuk produk baru dari Han group sudah mencapai tahap akhir,sang direktur kini sedang melihat ulang bagaimana iklan itu di buat,disebuah ruang rapat sudah berkumpul antara jajaran staf dan sang CEO
walaupun Daniel masih menduduki CEO diperusahaan cabang,tak ada bedanya tanggung jawabnya sangat besar
"jadi konsep iklan untuk produk kaliini pengusung tema sosial media" sang editor mejelaskan segala perinciannya,hingga selesai
"ok bagus,segera urus kapan jadwal penayangan ya,saya masih banyak urusan rapat sampai disini" ucap sang CEO sembari melihat arloji dipergelangan tangannya,
bergegas meninggalkan ruangan rapat.
"kalo suasana hati bos sedang baik,rapat juga cepat beres"
"iya kalo gini teruskan enak,bisa makan siang cepet"
"eh mau makan dimana?"
"dikantin aja kaliyah,aku masih banyak kerjaan biar Deket juga"
"ok kalo gitu aku duluanyah"
percekapan dua kariawati itu mengisi kekosongan perjalanan mereka untuk makan siang,padahal diruangannya sangbos sedang sangat geram mengingat kekedekatan sang pujaan dengan Fahri,tangan berdecak pinggang dan menghadap jendela yang menunjukan pemandangan gedung-gedung tinggi khas ibukota
"pake pelet apa sih dia? langsung nempel gitu aja"
"sayang" suara perempuan itu mengalihkan pandanganya menuju pintu
"hey honey"tangannya merentang seraya memeluk tubuh perempuan yang menjadi selingkuhannya itu
"aku kangen tau" ucap sang wanita manja
"kukira hanya aku yang merindukamu"
"kapan kita bisa jalan lagi?"
"malam ini"
"janjiyah"
"iya setelah aku selesaikan pekerjaanku dulu".
sementara itu di NACAFE Fahri yang sedang melancarkan aksinya bersama dua temannya memualai pembuatan Vidio,walaupun tak sedikit gangguan karna banyaknya yang ingin berpoto bersama yang YouTuber,
"temen-temen,aku mau nepatin janjiku dan Alhamdulillah hari ini aku dapat izin dari yang punya cafe,untuk mereview ada apa aja shi di disini" ucap Fahri panjang lebar sembari menghadap camera matanya sesekali melirik kearah sang ummah dan dibalas dengan isyarat semangat
"ummah boleh Nana ikut duduk disini?"
"eh boleh nak,Fahri kelihatan semangat sekali"
"iya,kemarinpun pas saya kasih izin dia juga seneng banget"
"kamu tau nak,Fahri sudah sangat lama ingin meriview cafe ini,dia sering bercerita kegagalannya untuk bertemu pemilik cafe"
"emm kasian sekali,saya akhir-akhir ini memang banyak urusan dan jarang sekali full berada di cafe,saya juga sedang memikirkan menu baru"
__ADS_1
"bagaimana sudah ada menu barunya?"
"sayangnya belum,saya terlalu membuang-buang waktu,lagipun Nana inginnya makanan tradisional"
"bagaimana kalo berkunjung kerumah,ummah bisa bantu untuk membuat makanan tradisional"
"benarkah,apa boleh?"
"tentu nanti kita belajar sama-sama"
"terimakasih ummah"
"sama-sama"
sesekali Fahri melihat obrolan sang ummah dengan Nana yang terlihat akrab,terukir senyum manis dibibirnya.
iyan dan saga hanya bisa saling senggol tangan seraya saling bertanya
"Fahri kenapa? baru kali ini gue liat dia senyum-senyum sendiri gitu"
"jomblo sedari lahir mana faham,woy RI fokus dong"
"eh maaf-maaf yuk lanjut lagi".
******
"jadi papa benar-benar mencari keberadaan anak papa itu?"
laki-laki paruh baya yang sedang membaca koran di pinggir kolam berenang itu terdiam seketika,tatkala sang istri berbicara dengan lantang dari dalam rumah
"kenapa papa masih mencari mereka?,apa Daniel tidak cukup?" sembari berjalan mendekati sang suami
"bagi papa semua penting,apa salahnya? lagian sekarang dia sudah besar tidak akan merepotkan"
"tetap saja aku tidak setuju,biarkan dia bersama ibunya,kalau sampai papa membawanya kesini aku dan Daniel lebih baik pergi"
"silahkan pergi dari sini,kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun begitupun Daniel"
ancam sang suami sembari meninggalkannya
"euuuh kurang ajar,dasar tua Bangka menjengkelkan" umpatnya kasar
Jackson sudah mengantar sang gebetan kembali ke kantornya, sebenarnya ia tak ingin terburu-buru namun Melly memaksa untuk segera kekantor dengan alasan masih banyak pekerjaan
setelah sampai di parkiran kantor Jackson menepikan mobilnya,Melly yang sudah melepas sabuk pengaman dan bersiap keluar kaget tatkala tangannya di pegang Jackson
"kamu hati-hati yah,jangan terlalu cape,kalo ada apa-apa bisa hubungi aku" ucap Jackson lembut
"iya terimakasih sudah menteraktirku dan mengantarku kembali" dengan senyuman khasnya
"ia sama-sama"
"aku keluarlah"..
__ADS_1
"iya gih"
"yakin"
"iya aku yakin"
"tapi tangannya bisa lepas tidak,apa memang sudah ada lemnya?"
"oh maaf,lupa aduh kamu ini malu-maluin aku tau nggak,kenapa nyosor banget shi"
Jackson merutuki dirinya seperti ibu memaraahi anaknya
Melly hanya tersenyum melihat orang setampan Jackson terlihat bodoh didepan perempuan biasa seperti nya,
"hati-hati daah" ucap Melly seraya melambaikan tangannya.
sementara itu di NACAFE Fahri sudah menyelesaikan syuting untuk YouTube nya,dan berpamitan kepada Nana
"RI aku sama saga nunggu di mobilyah,mbak Nana terimakasih banyak lho,sumpah disini keren banget"
"ummah kita duluanyah"
"sama-sama jangan sungkan kalo ada apa-apa lagi tinggal kesini aja"
"ummah juga terimakasih banyak nak Nana"
"sama-sama ummah, sering-sering mampir kesini,nana bakal seneng banget"
"gantian dong" batin Fahri
"insyaallah, kapan aja boleh mampir kerumah,kan mau diajarin masak juga"
"iya,Nana pasti secepatnya main kesana"
"yasudah ummah juga tunggu di mobilyah RI"
"iya ummah"
setelah ummah pergi rasa canggung mulai bertebaran,Nana haanya diam sambil memainkan jari-jari tangannya,begitupun Fahri memastikan sang ummah sudah sampai mobil apa belum,
"mmmm terimakasih na,konten ini yang paling di tunggu sama temen-temen di YouTube,cafenya bener-bener keren,nggak heran banyak yang request dan banyak pengunjung juga"
"sama-sama RI,aku makasih juga,pasti kaliini cafe bakal rame banget"
"insyaallah,oh iya kamu kalo mau mampir kerumah kabari aku,nanti aku jemput"
"nggak usah kamu sibuk pasti"
"nggak papa kok,anggap aja ini balas Budi"
"haha kamu niru aku,ih"
"hehe yaudah aku duluanyah daaah"
__ADS_1
"daaaah"