NOV

NOV
Eps 8 ~ Obrolan Makan Siang


__ADS_3

Ayam Goreng, Lele Goreng dan Jamur crispy goreng dan ikan gurame goreng beserta sambal terasi, sambal matah hingga sambal dabu-dabu sudah tersedia di meja makan Villa Ocean View.


Tidak lupa juga berbagai jenis lalapan mulai dari timun, daun kemangi, selada hingga Pete turut menghiasi meja makan yang cukup panjang tersebut. Semua menu makan khas nusantara yang di pesan oleh Yurdha adalah menu favorit para sahabatnya yang anti ribet dalam perihal makanan.


Jika berbicara perihal makanan, maka Juna dan Denim akan menjadi orang yang terdepan, terbukti kan dua makhluk itu sudah duduk manis di meja makan saat Gara masih memanggil Zia dan Nesya.


Katanya, memiliki daya imajinasi tinggi itu membutuhkan asupan makanan yang banyak. Iya imajinasi tentang hal-hal berbau vulgar. Dan semua yang mendengar ocehan Juna juga Denim perihal hal hal vulgar tersebut hanya meng-iya-kan saja karena malas berdebat.


“Mana si Zia dan Nesya?” Tanya Denim melihat Gara berjalan sendiri ke arah meja makan.


“Sebentar lagi katanya..” Jawab Gara. Gara pun duduk di kursi yang masih kosong.


“Ga, besok rencananya gimana kasih kejutan ke Zia?” Tanya Yurdha dengan sangat pelan dan sambil melihat ke arah pintu kamar Zia dan Nesya.


“Seperti rencana awal, besok setelah makan siang, Juna, Denim dan Nesya ajak Zia jalan-jalan ke Pantai yang jauh dari Villa ini. Gue akan bilang mau ketemu sama temen artis gue yang ada disini juga. Jadi kan Zia gak bisa ikut. Gue akan mengajak Yurdha untuk mendekor Villa ini.” Kata Gara.


“Siap bossku!” Jawab Juna, Denim dan Yurdha.


Tidak lama, Zia dan Nesya pun datang ke meja makan. Nesya lebih dulu duduk di samping Yurdha sedangkan kursi yang masih kosong hanya kursi yang ada di samping Gara. Mau tidak mau Zia pun duduk di samping Gara dengan perasaan canggung.


“Zi, sekali kali ambilin makanan di piring Gara dong, anggap aja training melayani suami.” Celetuk Denim.


Zia nampak bingung setelah semua sahabatnya menyetujui usulan Demin dan mendesak Zia. Zia ingin melakukannya namun masih malu dengan Gara.


“Belum waktunya. Nanti saja kalau kita sudah benar-benar sah ya sayang…” Ucap Gara dengan senyum teduhnya pada Zia kemudian mengusap rambut Zia dengan lembut.


“I.. iya..” Zia nampak salah tingkah dan hal itu menjadi bahan teman-temannya untuk meledek si calon dokter yang malu-malu kucing seperti anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta.

__ADS_1


Makan siang pun berjalan dengan seru disertai obrolan, tawa dan canda kelima sahabat tersebut meskipun semua menyadari bahwa Zia kali ini lebih banyak diam seperti sedang tidak menikmati liburan. Namun semuanya menghargai Zia sehingga tidak banyak tanya pada Zia.


“Ga, si Sabrina lawan main elu masih jomblo gak?” Tanya Juna tiba-tiba.


“Nggak tau, gak pengen tau dan gak mau tau juga.” Jawab Gara dengan cuek.


“Cih sadis bener elu...” Sambung Denim.


“Kalau di media, ngakunya masih jomblo… nggak tahu deh kenyataannya, jangan-jangan kayak elu lagi Ga, ngaku jomblo padahal udah punya Zia.” Ucap Nesya yang sebenarnya sangat kesal karena sahabatnya tidak di akui statusnya pada media sehingga semakin hari semakin banyak gadis yang memuja Gara hingga menjodoh-jodohkan Gara dengan Sabrina.


Sebagai sesama wanita, Nesya cukup tahu bagaimana perasaan Zia meskipun Zia sama sekali tidak menunjukkan rasa cemburunya pada Gara di depan teman-temannya atau Gara sekalipun.


“Gue melakukan itu punya alasan Nes, lagian gue gak akan mengaku jomblo tanpa izin Zia. Makanya gue gak mau dekat-dekat sama cewek di lokasi shooting ataupun di luar lingkup orang-orang yang tahu hubungan gue sama Zia. Takutnya mereka baper dan menganggap lebih, karena ada kepercayaan yang harus gue jaga.” Tegas Gara yang membuat Zia tersenyum tipis.


Bukan berlagak terlalu kepedean, memang Gara adalah lelaki tampan dan cool yang mampu membuat wanita meleleh dengan mudahnya karena perhatian kecil yang Gara berikan.


Namun semenjak jadian sama Zia, Gara lebih memilih untuk berinteraksi secukupnya dengan para gadis dan memilah milah mana yang harus diberikan perhatian dan mana yang tidak.


Dan jika di depan kamera dan publik sebagai seorang artis, tentu Gara harus bersikap ramah dan asyik pada fansnya. Itu lah yang membuat Gara merasa serba salah karena di tuntut tetap ramah namun ada perasaan yang harus dia jaga. Ah pusing.


“Elu bener-bener laki Ga! Nggak kayak dua cecunguk itu yang pacarnya dimana-mana dan dibuat puasin nafsyu mereka doang!” Puji Nesya pada Gara sekaligus menjatuhkan Denim dan Juna.


“Kita para pecinta wanita Nes!” Ucap Denim.


“Sekaligus petualang cinta sampai kita dapat cinta sejati. Iya kan Nim?” Juna menyempurnakan ucapan Denim dan Denim mengangguk dengan bangga.


Denim dan Juna pun terus bertanya pada Gara mengenai seorang Sabrina karena jujur kedua lelaki itu sangat penasaran dengan artis cantik tersebut.

__ADS_1


“Emangnya elu nanya si Sabrina itu mau ngapain?” Tanya Yurdha curiga, Yurdha adalah orang yang paling irit bicara diantara para sahabatnya.


“Gue mau minta dikenalin sama Gara kalau si Sabrina masih jomblo beneran, gue pengen ngajak pacaran.. kalau gak mau ya, one night stand gak masalah.” Kata Juna jujur membuat Nesya dan Zia melotot.


“Parah elu bangkee!” Umpat Nesya.


“Laki gak ada akhlaq!” Sambung Zia.


“Ngaco lu, si Sabrina cewek baik-baik Jun,  jangan di rusak.. mending cari yang sudah rusak saja sekalian.” Ucap Gara spontan yang tidak suka dengan tabiat sahabatnya itu karena suka main perempuan dan menjadikan perempuan hanya sebagai pemuas hasrat saja.


Yah meskipun Denim dan Juna minim akhlak soal perempuan, tapi kedua manusia itu sangat care dan menjaga banget sahabat sahabatnya. Itulah mengapa persahabatan mereka berjalan hingga detik ini.


“Dari mana elu tau kalau si Sabrina cewek baik-baik? Jangan-jangan diem-diem elu perhatian sama dia Ga?” Tanya Juna sengaja membuat Zia cemburu. Zia pun langsung melirik penuh curiga pada Gara.


Juna tertawa dalam hatinya, sungguh suatu kebahagiaan tersendiri membuat Zia ngambek.


“Dari cerita si Melly sih, katanya begitu dan Latar belakangnya juga dari keluarga baik-baik juga.”


“Oh jadi dari cerita manager elu yang sok ngatur itu.. kirain elu emang deket sama si Sabrina gara-gara terbawa adegan romantis saat shooting.” Goda Juna membuat Gara mendelik tajam dan melirik Zia.


“Gue bukan elu ya! Punya Zia saja sudah cukup bagi gue.” Tegas Gara yang tidak ingin Zia salah paham atau termakan omongan Juna.


“Gue berani taruhan Ga, kalau dia itu udah gak bersegel.” Kata Juna dengan yakin.


“Gue juga mau ikutan, mobil sport terbaru gue deh jadi milik elu Ga kalau si Sabrina masih bersegel.” Tantang Denim.


“Ogah taruhan begituan!” Tolak Gara.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2