
"Hey, lajang tua! Apa kau pikir aku adalah orang yang panjang sabar?!! Lekaslah memiliki seorang istri!!"
Johan memijat pangkal hidungnya. Pening dengan ocehan Andarias yang selalu menyuruhnya untuk mencari seorang istri.
"Aku sudah berulang kali mengatakan pada ayah kalau aku ini sudah menikah, ayah! Untuk apa aku mencari istri lagi?"
Terlihat dari panggilan video yang tengah berlangsung antara Johan dan ayahnya itu, Andarias nampak mencebikkan bibir, tidak percaya dengan perkataan Johan, putranya.
"Kalau begitu kenalkan dia padaku, sialan! Kau bahkan menikah tanpa meminta restu dariku? Kenapa sifatmu itu sangat mirip dengan ibumu?"
"Aku bisa dengar, Andarias!" Sahut Rossella, ibu Johan.
Rossella adalah wanita yang tidak mau diatur dan keras kepala. Dia bahkan tak pernah meminta izin pada Andarias setiap kali dia ingin melakukan sesuatu.
Keras kepala dan sifat angkuh Rosella itu diturunkan pada Johan, putranya.
"Jadi dimana istrimu?" Rossella tiba-tiba muncul dalam panggilan video itu.
"Kau dengar? Ibumu juga ingin tau siapa istrimu, Johan!" Timpa Andarias.
Johan menghela napas berat.
Johan tidak pernah ingin menikah. Baginya, menikah adalah sesuatu yang ribet dan membosankan. Mengurus istri dan anak pasti akan mengganggu pekerjaannya.
Namun kali ini sepertinya Johan harus mengalah dengan keinginan kedua orang tuanya itu.
"Kemarilah, sayang" Panggil Johan yang membuat Andarias dan Rossella tersenyum senang.
Seseorang berambut panjang muncul sambil menunduk malu-malu.
"Perkenalkanlah dirimu" Pinta Johan.
"S, selamat sore, ayah, ibu" Kata orang itu.
"Nama saya adalah–"
"Tunggu! Apa kau sedang radang tenggorokan? Kenapa suaramu serak begitu?" Tanya Andarian menyela.
"O, oh! Benar, ayah. Tenggorikan saya sedang tidak baik"
"Ya, sepertinya kau benar. Tenggorokanmu itu memang jahat, Lucxy" Kata Andarias yang berhasil mengenali suara itu.
Johan menunduk pasrah. Kedua tangannya dia pakai untuk menutupi wajah.
__ADS_1
Penyamaran Lucxy lagi-lagi gagal dan itu pasti akan membuat Andarias akan semakin mengoceh panjang.
"Kau pikir orang tuamu ini bodoh sampai bisa tertipu dua kali dengan rencanamu itu, Johan?!" Tanya Andarias.
"Johan, ayolah. Mama juga ingin merasakan rasanya menggendong cucu" Kata Rossella.
"Kau dengar apa kata mamamu? Lekaslah mencari istri, Johan! Jika kau kesulitan, ayah yang akan mencarikannya!"
"Aku sudah punya istri, ayah! Kebetulan dia sedang tidak ada disini. Aku tidak bohong!"
"Baiklah! Dua hari lagi ayah dan ibumu akan mengunjungimu. Ayah akan membuktikan sendiri ucapanmu itu, Johan! Jika kau berbohong, maka ayah akan menjodohkanmu dengan Numellani–"
BRAK!!
Johan menutup laptopnya agar panggilan itu lekas berakhir. Dia lalu menyenderkan tubuhnya pada kursi kerja miliknya. Kemudian kembali menghela napas berat.
"Apa saya gagal, tuan?" Tanya Lucxy dengan suaranya yang masih dibuat-buat seperti suara perempuan.
"Tidak. Kau berhasil. Kau berhasil membuat mereka makin curiga dan mau datang kemari!"
"T, tapi bukankah itu artinya kau dalam bahaya?"
"Kau berhasil membawaku masuk dalam bahaya, bodoh!" Tukas Johan kesal. Dia lalu berdiri dari duduknya dan tak lupa membawa jas hitam yang ada dipunggung kursinya itu.
"Berhentilah bicara dengan suara yang dibuat-buat itu! Kau membuatku geli"
Lucxy lekas berdehem untuk memgembalikan suara maskulin miliknya yang asli.
"Lekas carikan aku seorang perempuan yang bisa kuajak bekerja sama menjadi istri bayaranku. Carikan gadis muda yang tidak terlihat bodoh. Kau pasti tau selera orang tuaku" Kata Johan.
Lucxy yang masih mengekori kemana Johan pergi lantas mengangguk menerima perintah itu.
"Baiklah, tuan"
"Carikan gadis yang tidak akan jatuh hati padaku. Aku tidak mau mendengar tangisan gadis bodoh yang memohon padaku untuk mempertahankannya"
Permintaan Johan kali ini membuat Lucxy merasa keberatan.
"Tapi, tuan. Sepertinya permintaan anda yang itu tidak akan mungkin bisa saya lakukan. Anda tau sendiri bahwa semua wanita pasti akan terpikat dengan ketampanan dan harta anda"
"Carikan saja jika kau masih mau bekerja sebagai tangan kananku, Lucxy"
Lucxy tidak bisa membantah.
__ADS_1
Tugasnya kali ini lebih berat daripada mencari keberadaan orang hilang atau mencari identitas penyelundupan manusia.
"Kau sungguh kejam padaku, Johan" Kata Lucxy.
"Aku bisa lebih kejam jika kau mau"
...•○°●...
Haii👋
Aku mau taruh nama-nama tokoh dibawah⬇️ supaya bisa mempermudah kalian untuk mengingat merek:)
TOKOH UTAMA
●JOHAN DEE ZHEGARA
Usia : 49 tahun
Profesi : CEO sekaligus pemilik B.A. Company
Alasan tidak mau menikah : Ribet
Alasan mencari istri bayaran : Terpaksa
TOKOH PENDUKUNG
○ Andarias Hans Zhegara
○ Rossella Louwist Zhegara
Ayah dan ibu Johan
○ Luxcy Rodrg Wilson (Luksi)
Tangan kanan Johan.
Sudah bekerja puluhan tahun dengan Johan.
__ADS_1
Terpaut sepuluh tahun lebih muda.