
Lucxy yang tak becus itu belum juga menemukan gadis yang sesuai dengan keinginan Johan.
Jelas saja!
Bagi Lucxy, mencari gadis yang mau menjadi istri bayaran untuk Johan itu mudah. Namun hal yang membuat pekerjaannya kali ini sangat sulit adalah untuk menemukan gadis yang tak akan jatuh cinta pada Johan.
Johan kampret! Kalau bukan karena kau adalah sahabatku, mungkin aku sudah menendangmu ke mars! Gerutu Lucxy dalam hatinya.
Lucxy masuk kedalam gedung bernuansa putih setelah memarkirkan mobilnya.
"Permisi, pasien atas nama Numi dirawat dikamar mana ya?" Tanya Lucxy pada resepsionis disana.
"Tunggu sebentar, tuan. Saya cek dulu"
Lucxy mengangguk.
"... saya mohon, sus. Mama saya butuh sekali donor ginjal. Saya janji saya akan lunasi semua biayanya. Tapi mohon beri saya waktu, dua hari, saya hanya butuh dua hari untuk melunasinya"
"Maaf. Tapi ketentuan dari rumah sakit tidak bisa diubah. Anda bisa menunggu donor selanjutnya jika tidak bisa melunasinya hari ini"
"Tapi mama saya sangat butuh donor itu, sus. Saya mohon..."
Lucxy mencari sumber suara yang samar-samar masuk ketelinganya.
Pada loket pembayaran, Lucxy bisa melihat seorang gadis bertubuh kecil dengan kulitnya yang putih pucat dan rambut hitam sebahu, tengah memohon sambil menangis.
"Atas nama Numi ada dikamar 1503 lantai tiga, tuan. Tapi beliau berpesan kalau beliau sedang tidak ingin dibesuk"
Lucxy menengok kearah resepsionis itu. Kemudian mengangguk.
"Saya mengerti, terimakasih"
Lekas pergi dari sana, Lucxy lalu menghampiri gadis itu.
"Apa kau butuh uang?" Tanya Lucxy membuat gadis itu langsung menatapnya dengan tatapan bingung.
"Siapa namamu?" Lagi tanya Lucxy.
"A, aku Rebbeca"
"Butuh berapa banyak?"
Rebecca mengernyit setelah mendengar pertanyaan itu dari mulut Lucxy. Jujur dia tidak mengerti kenapa Lucxy bertanya demikian. Tapi, apa ini bisa membantunya?
"D, dua ratus lima puluh juta"
Setelah mendengar jawaban Rebecca, Lucxy lekas mengeluarkan sebuah cek dari dalam dompetnya. Ia memberikan cek itu pada Rebecca.
"Isilah sendiri berapapun jumlah yang kau mau. Tapi sebagai gantinya, kau harus menikah dengan majikanku"
Kerutan diwajah Rebecca semakin nampak jelas.
Walau cukup mudah bagi Rebecca untuk memahami apa yang diucapkan Lucxy padanya, tapi Rebecca masih sangat bingung dan tak yakin.
Disisi lain, Rebecca sangat membutuhkan uang ini untuk oprasi mamanya.
Kalau Rebecca menolak tawaran yang bagus ini, mungkin Rebecca akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk menunggu pendonor ginjal selanjutnya.
"Kau hanya perlu menjadi istri bayaran. Karena bosku hanya menginginkan status, bukan peran. Jadi setelah urusannya selesai, kau akan menjadi janda–"
"Maksudku, kau akan bercerai dan bisa kembali bebas. Percayalah, kau akan banyak mendapatkan keuntungan"
Apapun itu, ini bukan waktunya bagi Rebecca untuk menimba-nimba.
Ada kesempatan baginya, maka Rebecca harus mengambil kesempatan itu apapun risikonya.
Rebecca lalu menuliskan jumlah uang yang diinginkan. Yang artinya gadis itu setuju dengan penawaran Lucxy untuk menikah dengan majikannya.
Johan.
"Bagus, besok datanglah ke alamat ini" Kata Lucxy menyerahkan sebuah kartu nama.
"Jangan kabur, Rebecca. Jika kau berani melarikan diri, maka kau akan bernasib buruk" Lanjutnya.
Rebecca menerima kartu nama yang diberikan Lucxy padanya. Kemudian mengangguk.
__ADS_1
"Terimakasih, tuan" Kata Rebecca.
...•○°●...
Karena uang yang diterima dari pria asing yang tak ia kenal itu, Rebecca akhirnya berhasil mendapatkan donor ginjal untuk Kanaya, mamanya.
Sore hari setelah Rebecca selesai mengurus semua persyaratan dan membayar lunas biaya oprasi, Rebecca akhirnya bisa bernapas lega.
Dia bergegas pergi menuju tempat ia bekerja. Sebuah restoran yang ada didalam gedung mall, disanalah Rebecca bekerja.
"Kau baru datang, Rebecca?" Sapa Lui, pegawai yang juga bekerja disana.
"Tumben sekali kau telat"
"Maaf. Aku baru selesai mendaftarkan mamaku untuk oprasi donor ginjal besok" Jelas Lui.
"Sungguh?"
"Kau dapat dari mana uang itu?"
"Kau berhutang?"
Beberapa kariawan lainnya ikutan bertanya.
"Ya, aku berhutang di bank" Ucap Rebecca bohong.
Mau bagaimana lagi? Tidak mungkin juga Rebecca mengatakan yang sejujurnya kalau ia telah menjual diri untuk menikah dengan orang yang bahkan belum pernah ia temui.
"Maafkan kami, Rebecca. Kami tidak bisa menolongmu" Zeon mewakili yang lain meminta maaf pada Rebecca.
"Ini bukan salah kalian. Jadi kalian tidak perlu meminta maaf"
"Tapi kami akan membantu sebisa mungkin. Aku punya tabungan yang nanti bisa kau gunakan untuk membayar hutangmu" Giselle adalah yang paling tua diantara mereka. Gadis dengan rambut pirang alami itu kemudian memeluk Rebecca.
"Semangat, Rebecca. Kau masih punya kami yang akan selalu mendukungmu" Kata Giselle.
Lui pun ikutan memeluk dua gadis itu. Disusul dengan Zeon dan yang lainnya. Mereka jadi saling berpelukan seperti teletubbies.
Mendapat dukungan dan semangat dari teman-temannya membuat Rebecca menitikkan air mata.
Rebecca yang berusia 18 tahun merasa punya banyak kakak sekarang.
"Terimakasih, terimakasih banyak"
Lonceng pintu berbunyi. Menandakan ada seorang pelanggan yang masuk.
Pelanggan pertama malam itu adalah seorang pria dengan kemeja biru tua dan celana panjang serta arloji ditangannya.
Walau restoran itu sudah sering menerima tamu dari kalangan atas, tapi yang kali ini terasa sangat berbeda.
Seperti tercium bau uang pada setiap barang yang melekat pada pria itu.
Cara jalannya juga sangat berwibawa.
Kepalanya yang sedikit terangkat dengan pandangannya yang menyorot tajam kedepan membuat kesan arogan terpancar.
"Ayo, sekarang waktunya kita bekerja" Kata Giselle.
Semua pegawai itu kemudian berpencar memegang tugasnya masing-masing.
Begitu juga dengan Rebecca yang langsung membawa daftar menu menuju meja dimana pelanngan pertamanya itu duduk disana.
"Selamat malam, tuan. Boleh silakan memilih pesanannya"
Pria itu langsung melirik tajam kearah Rebecca. Terkesan tidak suka. Membuat Rebecca agak merinding ngeri menatapnya.
Sebagai seorang pegawai yang harus bekerja secara profesional, Rebecca hanya bisa tersenyum kaku sambil menunggu pria itu menerima buku menu yang disodorkannya.
"Kau Rebecca?"
Mendengar pria itu menyebut namanya membuat Rebecca kaget. Senyumnya menghilang.
"A, anda siapa?" Tanya Rebecca.
"Aku yang membelimu"
__ADS_1
Ah! Rebecca langsung paham. Pasti dia adalah bos dari pria yang sudah memberinya cek tadi siang.
Tapi darimana orang ini tau kalau Rebecca bekerja disana?
"Kau terlihat masih sangat muda. Berapa usiamu?" Tanya Johan.
"Umurku 18 tahun"
Mendadak Johan membeku ditempat. Apa barusan dia salah dengar? Mana bisa dirinya yang berusia 49 tahun, menikah dengan gadis belasan tahun?
Lucxy sialan! Apa dia tidak bisa bekerja dengan becus barang sekali saja?
"Lupakan! Kau tidak perlu datang besok" Johan memilih untuk membatalkan rencananya.
Muak sekali rasanya mempekerjakan Lucxy.
Johan berjanji, setelah ini, Lucxy akan langsung dikirimnya ke pluto!
"Tapi aku sudah memakai uangmu"
Rebecca reflek menahan lengan Johan yang hendak beranjak dari sana.
"Aku tidak bisa mengembalika uang itu" Lanjut Rebecca takut-takut.
"Aku juga tidak memintamu untuk mengembalikannya" Balas Johan.
"Dia bilang, aku harus menikah denganmu. Maka biarkan aku menikah denganmu untuk menebus uang yang terlanjur kugunakan itu"
"Kau mau hartaku?"
Rebecca lekas bergeleng kukuh.
"T, tidak! Aku hanya ingin melakukan sesuatu sebagai balasan atas uang yang telah kuterima. Karena uang itu, ibuku jadi bisa segera di oprasi" Kekeh Rebecca.
"Apa yang bisa kau lakukan?" Akhirnya Johan mempertimbangkan permintaan gadis itu.
"Apa yang tuan ingin saya lakukan?"
"Jangan jatuh hati padaku. Kau hanya kugunakan sebagai alat. Setelah itu, kita tidak akan saling mengenal lagi" Pinta Johan.
Rebecca mengangguk setuju.
"Saya akan melakukannya"
Setelah mereka sepakat dengan keputusan yang mereka ambil, Johan lalu mengeluarkan sebuah kartu hitam dan meletakkannya ke atas meja.
"Bayar kursi yang saya duduki. Sisanya kau pegang. Aku juga akan mengirim gajimu ke kartu ini. Kata sandinya ada dibalik kartu"
Tanpa berlama-lama lagi, Johan pun langsung beranjak pergi dari sana.
Meninggalkan Rebecca yang masih kebingungan harus melakukan apa dengan blackcard itu.
...○•°●...
Hai👋
Aku mau taruh nama-nama tokoh lagi dibawah⬇️ tokoh yang baru muncul diepisode ini.
●REBECCA TERENCE
Usia : 18 tahun
Profesi : Waitress
Alasan menikah dengan Johan : Butuh uang
TOKOH PENDUKUNG
• Kanaya Terence : Ibu kandung Rebecca
//sedang sakit keras//
•Lui, Zeon dan Giselle : Teman sekaligus rekan kerja Rebecca
__ADS_1