
...•○°● Enjoy your reading!! ●°○•...
.
"Mom, dad, dia Rebecca. Istriku" Johan memperkenalkan Rebecca pada kedua orang tuanya ketika mereka berkumpul di ruang makan pagi itu.
"Kalian sungguh sudah menikah?" Tanya Andarias masih tak percaya.
Johan mengeluarkan buku nikah mereka sebagai bukti.
"Sudah" Jawabnya.
"Usiamu delapan belas tahun?" Tanya Rosella melihat data diri pada buku nikah itu.
"I, iya, tante"
"Kau terlalu muda. Tapi kau cantik. Tidak apa, usia bukan masalah" Rosella memberikan lampu hijau.
"Apa kau bisa masak makanan western?" Tanya Rosella lagi.
*makanan western\=masakan barat.
"Aku punya cukup banyak pengalaman memasak makanan western"
"Bagus"
"Kau berasal dari keluarga mana?" Andarias gantian bertanya.
Rebecca bingung harus menjawab apa. Sesaat dia lupa siapa Johan. Johan yang bermarga Zhegara adalah orang dari kalangan atas yang mustinya harus menikah dengan kalangan atas juga. Tapi Rebecca hanya orang biasa. Lalu bagaimana?
"Aku–"
"Dia tidak berasal dari keluarga terkenal. Mom, dad, berhentilah menanyakan hal yang tidak penting. Kalian mau aku menikah bukan? Aku sudah melakukannya. Jadi sekarang terimalah Rebecca apa adanya" Kata Johan sedikit kesal.
"Baiklah, baiklah"
"Satu lagi. Momy ingin bertanya satu hal lagi pada Rebecca"
"Mom–"
Rebecca menyentuh tangan Johan. Ia tersenyum pada Johan seolah berkata bahwa dia tak masalah dengan apa yang ingin ditanyakan Rosella.
"Aku tau kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Tapi, apa kau sungguh mencintai putraku? Apa kau tidak masalah dengan umur kalian yang jauh berbeda? Bagaimana jika suatu saat Johan menyakitimu? Apa kau akan memaafkannya?" Tanya Rosella pada Rebecca.
Johan menghela napas. Katanya satu pertanyaan.
Satu, tapi beranak!
"Aku akan belajar mencintai Johan. Bagiku usia bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Dan setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Jika Johan mau memperbaiki kesalahannya, maka aku akan memaafkannya. Begitu juga denganku. Aku akan berusaha untuk tidak membuat kesalahan. Ku harap kami bisa saling melengkapi sebab kami sudah menjadi satu dalam ikatan pernikahan" Jawab Rebecca.
Johan bungkam. Sementara Rosella dan Andarias tersenyum puas mendengar jawaban Rebecca.
"Kau adalah menantu kesayanganku. Mulai sekarang, aku adalah ibumu. Dan kakek tua ini adalah ayahmu" Rosella menyenggol suaminya.
"Kau lebih tua dua tahun dariku, Rosella" Celetuk Andarias.
"Sstt!! Diamlah" Kata Rosella. "Ayo kita makan. Johan, apa kau ada pekerjaan hari ini?"
"Hanya beberapa"
"Baguslah. Nanti malam kita akan mengadakan pesta sekaligus untuk mempubliskan kabar tentang pernikahan kalian"
"OHOKK!!.. OHK.."
Rebecca dan Johan tersedak secara bersamaan. Mereka kaget dengan ucapan Rosella yang berencana untuk mengumumkan soal pernikahan mereka. Padahal pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak.
__ADS_1
"Mom, apa perlu melakukan itu?"
"Perlu! Sangat perlu. Aku mau semua orang tau bahwa kau sudah memiliki pawang. Dan supaya orang-orang itu tidak menyebarkan rumor tidak benar tentangmu" Kata Rosella.
"Nak, minumlah" Andarias menyodorkan gelas berisi air agar Rebecca meminumnya.
Sementara Johan dibiarkan begitu saja.
Jadi sebenarnya siapa yang anak kandung? Apa selama ini Johan adalah anak pungut? Sungguh malang nasibnya.
...•○°●...
Malam pun tiba.
Disebuah gedung yang disewa oleh keluarga Zhegara, tamu-tamu undangan mulai berdatangan dengan kendaraan mewah yang memenuhi parkiran.
Johan baru saja datang bersama Lucxy. Dia agak sedikit telat karena ada urusan mendadak dikantornya.
"MOMMY!! DADDY!!" Teriak Lucxy memanggil Andarias dan Rosella.
"LUCXY!!"
Rosella langsung memeluk Lucxy.
"Kau tumbuh dengan cepat, nak" Kata Rosella.
"Ini berkat anda. Terimakasih banyak telah membiarkan saya tetap hidup"
Rosella tersenyum saat menatap wajah Lucxy. Waktu terlalu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin Rosella melihat Lucxy sebagai anak cengeng. Tapi sekarang Lucxy sudah tumbuh menjadi pria yang sangat tampan.
"Kau berhak hidup, Luxcy. Teruslah hidup selama kau masih diberi waktu" Sahut Andarias.
"Dad" Luxcy memeluk Andarias.
"Bagaimana kabarmu?" Tanya Andarias.
"Aku bisa lebih kejam padamu" Sahut Johan.
"TUH!! MOM, DAD, KALIAN DENGAR KAN? JOHAN KETERLALUAN!"
"DIAMLAH!" Celetuk Johan.
"KAU YANG DIAM!"
Rosella dan Andarias tertawa melihat dua putranya itu bertengkar.
Lucxy memang bukan anak yang lahir dari rahim Rosella. Tapi Rosella dan Andarias sudah menganggapnya seperti anak mereka sendiri. Mereka merawat Lucxy dan Johan, seperti merawat kakak beradik. Mereka tidak membeda-bedakan kasih sayang mereka terhadap dua anak laki-laki itu.
"Johan"
Seorang wanita muncul dengan gaun putih sebatas lutut. Wanita itu cantik dan imut. Ia menghampiri Johan dengan mimik muka hampir menangis.
"Numelanni?" Sapa Rosella.
"Tante.... Apa Johan sungguh sudah menikah?" Numelanni hampir menangis didepan mereka.
"Lalu bagaimana denganku? Kenapa tante dan om tidak menikahkan Johan denganku?" Tanya gadis itu.
"Nak, Johan sudah memilih wanitanya. Kau gadis yang cantik. Pasti akan ada pria tampan yang menikah denganmu, lebih daripada Johan" Rosella berusaha menenangkan gadis itu. Namun Numelanni malah menangis.
"Harusnya aku yang menikah dengan Johan! Aku benci tante!! Aku benci kalian!!"
"Numi.."
Gadis itu berlari pergi dari sana dengan berderai air mata. Rosella hendak mengejar. Namun Lucxy lekas menahan Rosella.
__ADS_1
"Biar aku saja, mom. Kalian bisa bersiap untuk acaranya" Kata Lucxy bergegas pergi mengejar Numelanni (Numi)
"Ayo, Johan. Kita temui Rebecca" Ajak Rosella.
Namun ketika mereka berbalik badan, rupanya Rebecca sudah berjalan menghampiri mereka dengan gaun pengantin berwarna putih.
Dengan sedikit polesan make up serta penataan rambut yang pas, Rebecca terlihat sangat sempurna malam itu.
...•○°●...
Acara berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. Sampai akhirnya mereka berada dipuncak acara, yaitu tepat pukul sepuluh malam, Rosella maju ke tengah-tengah untuk menyampaikan sesuatu.
"Aku sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. Seperti yang kita ketahui bahwa anakku, Johan Gee Zhegara, telah menikah dengan menantuku, Rebecca Terence. Aku merestui hubungan yang sudah mereka jalin. Maka dari itu aku ingin mengumumkan pada kalian kalau kini, keluarga Zhegara telah memiliki anggota baru. Yaitu REBECCA TERENCE ZHEGARA"
Gemuruh tepuk tangan menggema diruangan itu.
"Dan sekarang adalah waktu yang ditunggu-tunggu dimana mempelai perempuan dan mempelai laki-laki akan saling berciuman"
Rebecca dan Johan melotot. Berciuman? Pikir mereka.
"Mom, apa harus didepan umum begini?" Tanya Johan yang merasa keberatan.
"Memangnya kenapa? Kalian kan sudah menikah. Lagipula ini hanya ciuman. Apa kau tidak pernah melakukannya?"
Jogan ingin menjawab iya. Tapi itu tidak mungkin. Rosella pasti akan curiga pada mereka.
"Cepatlah cium istrimu Johan" Bisik Andarias sambil mendorong Rebecca dan Johan ke tengah-tengah.
Johan dan Rebecca saling melempar tatapan bingung. Mereka terdesak dan tak bisa menolak.
"AYO CIUM!!" Seru Lucxy memancung keboh.
"CIUM!! CIUM!! CIUM!! CIUM!!"
Bagai makan buah simalakama, Johan jadi serba salah. Namun tidak ada pilihan lain selain melakukan kemauan mereka.
Johan mendekatkan wajahnya pada Rebecca. Tapi Rebecca malah menjauh. Johan tau, Rebecca pasti lebih gugup daripada dirinya.
Salah satu tangan Johan menahan belakang kepala Rebecca agar gadis itu tidak menjauh. Sementara tangannnya yang lain digunakan untuk merangkul pinggang Rebecca.
Johan tidak membiarkan Rebecca bergerak.
Kemudian perlahan, Johan mulai menempelkan bibirnya pada bibir lembut milik Rebecca. Bibir merah muda itu sedikit mengeluarkan rasa manis. Entah kenapa jantung Johan malah berdetak kencang. Perasaan yang belum pernah dirasakan Johan sebelumnya.
Rebebecca memejam tidak bisa bergerak. Benapaspun tidak. Rebecca benar-benar kaku sebab ini adalah ciuman pertamanya. Dia tak tau harus melakukan apa selain hanya menerima apa yang dilakukan Johan padanya.
Ada sensasi geli dan lembut pada kecupan yang diberikan Johan. Sumpah! Besok Rebecca akan mencukur kumis pria itu sampai rata!
Johan segera menyudahi ciuman itu saat menyadari kalau Rebecca menahan napasnya. Melihat ekspresi Rebecca dengan wajah yang memerah paham, Johan malah merasa gemas.
"Apa ini kali pertamamu?" Tanya Johan membuat pipi Rebecca makin memerah.
Rebecca menunduk malu. Sangat lucu. Sepertinya Johan butuh karung untuk membungkus gadis itu.
"SELAMAT ATAS PERNIKAHAN KALIAN!!!"
"SEMOGA BAHAGIA SELAMANYA!!"
Ucapan-ucapan selamat mulai terdengar. Kini publik pun sudah tau kalau Rebecca adalah milik Johan.
Lalu bagaimana dengan pernikahan kontrak itu? Akankah terus berjalan? Ataukah akan dibatalkan?
Siapa yang tau?
__ADS_1
...•○°●...