OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Sesuai keinginan 1


__ADS_3

"Mas aku ingin kita bercerai." Ucap Riska secara tiba-tiba di depan suaminya Ardian.


"Apa maksudmu Riska, apa salahku sampai kamu ingin bercerai denganku?" tanya Ardian pada istrinya.


"Aku gak mau, menjadi miskin mas, perusahaan papamu sudah berada di ujung tanduk dan sangat kecil kemungkinannya untuk bisa bangkit lagi. Lihat apa yang dilakukan saudaramu yang lain, hanya bisa saling menyalakan. Mungkin ini sebuah karma, atas perbuatan keluarga kalian pada Joni mantan suami Arumi. Aku akan kembali pada keluargaku yang masih mampu membiayai hidupku."


Sebuah tamparan mendarat di wajah Riska, hingga ia tersungkur di lantai, Membuat Riska terisak tangis,"Kamu keterlaluan Riska, istri macam apa kamu, yang ingin meninggalkan suaminya di saat dalam kesulitan, seharusnya kamu bisa mendukung agar aku bisa lebih semangat untuk bangkit lagi dan mencari para investor baru yang bersedia bekerja sama dengan perusahaan kita."


Riska bangkit berdiri dan menatap suaminya lekat-lekat, dengan wajah yang masih merah bekas tamparan, "Aku sudah tak perduli lagi, aku kan segera angkat kaki dari rumah ini dan memperjuangkan laki-laki yang sudah membuatku berpaling darimu." Riska pun kembali ke kamar dan mengemasi pakaiannya untuk segera pergi dari rumah.


Ardian Marah pada dirinya sendiri yang tak bisa menahan Istrinya pergi meninggalkannya. Adrian pun pergi dari rumah dengan emosi, Membiarkan istrinya pergi meninggalkan dirinya yang saat ini mulai putus asa. Kata-kata tentang karma mulai bersarang di otaknya.


**** Di kantor ****


Dengan membulatkan tekadnya Jhonatan memberanikan diri menemui Kelvin di ruangannya, ia ingin melampiaskan semua kekesalannya pada atasannya itu.


Saat itu Kelvin sedang bicara serius dengan Akas sebelum dikejutkan dengan kedatangan Jonathan secara tak terduga, tanpa permisi.

__ADS_1


"Jonathan, apa kamu tidak memiliki attitude dengan masuk keruangan atasan tanpa permisi? ada keperluan apa kamu masuk tanpa izin keruangan pak Kelvin" Akas memarahi Jonathan.


"Biarkan dia Akas, mungkin ada sesuatu yang dia ingin bicarakan." saut Kelvin.


"Ada apa Jo? apa ada sesuatu yang perlu di bicarakan?" tanya Kelvin dengan santai.


"Dengarkan pak, aku sekarang sudah tidak peduli lagi jika bapak akan memecatku, aku sudah gak bisa berdiam diri dan menyimpan rasa sakit ini sendiri." Emosi Jonathan hampir meluap namun ditanggapi Kelvin dengan santai.


"Gara-gara bapak, kelurga Arumi memutuskan untuk membatalkan pertunangan dengan alasan yang tidak masuk akal, aku yakin bapak pasti di balik semua ini." tuduh Jhonatan pada Kelvin.


"Akas, urus Jonathan untuk kembali pada posisinya namun ia akan di tempatkan di salah satu anak cabang perusahaan, naikan gajinya dan beri dia fasilitas yang memadai." perintah Kelvin membuat Akas dan juga Jonathan terkejut dan seakan tak percaya.


"Bapak yakin dengan ini semua?" tanya Akas menyakinkan.


"Tentu saja, tanpa dia sadari dia ikut membantu ku, membalas dendam pada keluarga Santoso dan kini tinggal menunggu, mereka datang untuk mengemis meminta bantuan untuk pemulihan perusahaannya."


Setelah bicara, ia pun meninggalkan Akas dan Jonathan keluar ruangan. Menyembunyikan perasaannya yang campur aduk.

__ADS_1


"Permainan baru akan segera dimulai, aku harap siap menghadapi semuanya. Tapi sekarang aku akan memberi pelajaran pada wanita tua itu dan juga anaknya yang brengsek itu terlebih dahulu agar dia bisa segera meninggalkan papa." gumam Kelvin di setiap langkahnya.


"Tunggu pak!" teriak Sonia yang berusaha menghentikan langkah Kelvin yang hendak pergi.


Sonia buru-buru menghampiri dan segera berdiri dihadapan Kelvin.


"Pak, maaf jika aku menghentikan langkah bapak. aku hanya ingin mengucapkan terima kasih yang belum sempat aku sampaikan."


"Terimakasih? terimakasih untuk apa? aku merasa tidak melakukan apapun padamu!"


"Apa bapak sudah lupa kalau bapak sudah membuat saya seperti seorang putri dalam semalam, itu saja sudah membuat saya sangat senang."


"Oh... tak masalah." baiklah aku harus pergi jika sudah tidak ada yang ingin di bicarakan" Sonia pun mempersilahkan kembali Kelvin berjalan pergi.


_TBC


✔jangan lupa tinggalkan jejak

__ADS_1


__ADS_2