
"Selamat pak, anak bapak sudah lahir dengan selamat, dan ibunya juga baik-baik saja," ucap seorang suster saat memberikan kabar baik mengenai kelahiran istrinya.
Akhirnya, anak ke tiga Kelvin pun lahir dengan selamat dan berjenis kelamin perempuan, kabar yang sangat menggembirakan tersebut langsung Kelvin bagikan kepada rekan dan keluarganya.
Lima tahun sudah Kelvin dan Klara mengharapkan kehadiran adik untuk Zack dan Zion. Dan kini akhirnya mereka pun di karunia putri sesuai harapan mereka.
"Mommy..., mana adik? Zion mau melihatnya." ucap Zack kegirangan saat mendapat kabar adiknya sudah lahir.
"Mommy. Itu adik Zack atau adik Zion?" tanya Zack dengan dingin.
"Tentu saja, adik kalian berdua. Kamu kenapa Zack, Mommy merasa kamu tidak suka dengan kehadiran adikmu?" tanya balik Klara dengan lembut, kepada putra pertamanya.
"Tidak Mommy, Zack bahagia, punya adik. Zack hanya bertanya saja."
Zack pun menciu*m kening Mommy, sebagai tanda sayangnya. Sedangkan Zion sibuk memperhitungkan adiknya yang kecil
"Mommy... kenapa adik, tidur terus? apa dia bisa main? nanti Zion berikan mainan Zion buat adik." Zion nampak heran melihat adiknya yang masih bayi itu tertidur pulas.
Tak lama Andra dan Sonia datang menjenguk bersama anak perempuannya dan juga seorang anak laki-laki.
Lima tahun yang lalu, tepatnya setelah Klara dan Kelvin memiliki anak. Andra dan Sonia pun memutuskan untuk menikah, setelah pasang surut masa pacaran yang mereka lalui.
"Selamat Klara, akhirnya doa kamu terkabul, buat dapat anak perempuan," ucap Sonia yang turut bahagia. Setelah memutuskan untuk menjauhi Kelvin, Sonia dan Klara hampir tidak pernah bertemu lagi, mereka hanya akan bertemu saat menemani sang suami saat sedang berkumpul.
__ADS_1
"Terimakasih Sonia, Oya ini siapa? tampan sekali." tanya Klara sambil mencubit pipi laki-laki kecil yang sedang bersama Sonia.
"Ini Malik. Ayo Malik sapa Tante Klara."
"Halo tante, aku Malik, senang berkenalan dengan Tante." Malik pun mencium punggung tangan Klara.
"Halo Malik, Tante juga senang berkenalan denganmu. Nanti kalau anak Tante sudah besar, mau gak Tante jodohin dengan anak rente."
"Gak Tante, Malik sudah ada yang punya." jawab Malik dengan polosnya.
"Dia Malik, anak yang aku adopsi. Aku bertemu dengannya di jalan. Saat itu dia sedang kelaparan dan katanya sedang mencari adiknya yang hilang. Karena dia tidak punya keluarga, makanya aku dan mas Andra memutuskan untuk mengadopsinya." jelas Sonia.
"Kasian sekali, kamu Malik. Syukurlah kamu bertemu dengan orang yang tepat, mama Sonia dan papa Andra pasti akan membesarkan kamu dengan baik."
* * * *
"Belum, mereka tumbuh dengan normal, dan tidak ada tanda-tanda apapun yang perlu di kuatirkan. Aku takut perubahan mereka terjadi saat dewasa, dan di saat itu aku tidak bisa lagi memonitor mereka terus menerus. Hah... Masa laluku, memberikan dampak besar pada mereka, yang patut di salahku saat ini adalah aku sebagai daddy-nya, yang sudah memiliki masalah sejak awal kerena obat-obatan yang selalu aku konsumsi." Kelvin menyandarkan punggungnya di bangku panjang rumah sakit, Meratapi takdir hidupnya dan juga keturunannya.
"Sabar Vin, semua masalah pasti ada solusinya. Yang terpenting saat ini, mereka tumbuh dengan baik itu sudah kebahagiaan tersendiri, buat seorang Daddy seperti kamu.
"Makasih ya Dra, Kamu dan yang lain, memang sahabat terbaikku dan selalu ada di setiap aku masalah."
"Kami akan selalu ada, bahkan sampai rambut kata semua beruban, kita semua akan selalu tetap bersama dan saling support," ucap Akas yang baru datang bersama Davan, mengantarkan para istri menjenguk kelahiran anak ke tiga Kelvin.
__ADS_1
Para pria itu pun memutuskan untuk merayakan, kebahagiaan Kelvin dengan pergi ke salah satu cafe yang tak jauh dari rumah sakit, sekedar untuk ngopi bersama.
Sedangkan para istri, sibuk bercerita tantang anak-anak mereka satu sama lain.
"Mama Klara..." panggil Seorang gadis yang beranjak remaja, menyembunyikan wajahnya di balik buket bunga. Semua yang ada langsung mengalihkan pandangannya pada gadis yang baru datang dan mereka saling menerka-nerka.
"Kejutan..." Ucap Ayana saat memperlihatkan wajahnya.
"Ayana sayang, Kamu datang nak?" Klara pun terharu, melihat putri angkatnya, jauh-jauh dari luar negeri datang untuk menjenguk dirinya.
"Ayana baru sampai dan langsung datang kemari. Ayana gak sabar mau lihat adik Ayana yang baru lahir. Maaf mama Klara, Ayana gak kasih kabar dulu mau datang." Ayana pun memeluk Klara untuk melepas rindu.
Setelah besar, Ayana memutuskan untuk ikut bersama Kelvin dan meninggalkan ibu kandungnya yang memilih untuk pindah keluar negeri mengikuti suami.
Kelvin dan Klara merawat Ayana selayaknya anak kandung sendiri dan menyekolahkannya ke luar negeri untuk mewujudkan impiannya.
"Papa mana ma?" tanya Ayana sambil mengedarkan pandangannya, mencari sosok Kelvin papanya.
"Tadi di luar, mungkin sedang ngobrol dengan sahabatnya. Kamu tunggu saja nanti juga kembali. Istirahat dulu di sana sayang, mama yakin kamu pasti capek." Ayana pun mengangguk dan beranjak menuju kursi sofa yang tersedia, sambil mengulum senyum pada tante-tante cantik.
"Itu Ayana?" tanya Maya lirih
Klara menganggu mengiyakan.
__ADS_1
"Oh, semakin besar, Semakin cantik ya."
Klara kembali melirik Ayana, dan ternyata sedang pendekatan dengan Zack dan Zion yang tak mengenal Ayana.