OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Part 73


__ADS_3

Zack dan Zion menjalani pertumbuhan dengan baik, Dan selama di rumah sakit Zack dan Zion bergantian menemani mommynya yang sedang terpuruk dan mengalami baby blues yang di derita Klara pasca mengetahui salah satu anaknya meninggal dunia.


Setelah Klara membaik dan kedua putranya sudah bisa di bawa pulang, Kelvin memutuskan untuk membawa pulang agar istrinya bisa lebih dekat dengan kedua putranya dan melupakan kesedihannya.


"Hallo mommy, baby Zack haus." ucap Kelvin sambil menggendong putranya Zack.


Klara mengambilnya dari tangan Kelvin dan memberikan asi eksklusif padanya.


"Haiii anak mommy haus banget ya, gak sabar banget minumannya." Klara memandang Zack yang sangat kehausan lalu memandang Kelvin yang sedang memperhatikan keduanya.


"Lihat mas, Zack sangat mirip denganmu, aku yakin jika dia dewasa sikapnya akan sepertimu mas."


"Tentu saja dia akan mirip denganku dan mewarisi sifatku karena aku daddy-nya kan dan Zion dia lebih banyak mewarisi sifat ibunya yang manja dan keras kepala, dan aku sebagai daddy-nya berharap Zack bisa menjadi kakak yang baik untuk Zion."Saut Kelvin dengan penuh harapan.


"Iya Daddy, Zack akan jadi kakak yang baik untuk Zion." ucap Klara mewakili Zack.


Tak lama bi Lily datang membawa makanan untuk Klara.


"Nyonya ini makan siangnya sudah siap. Tuan di bawah ada tamu mencari tuan." ucap Lily.


"Siapa bi? aku tak merasa ada janji." tanya Kelvin yang tak merasa punya janji bertemu.


"Gak tau tuan, sepasang suami istri dan sudah menunggu." jelas Lily kembali.


"Baiklah, aku kan menemuinya. Sayang makan siang dulu, berikan Zack pada bi Lily dulu, mas mau menemui tamu sebentar." ucap Kelvin dan Klara mengangguk.


Saat Kelvin menemui tamu tersebut alangkah terkejutnya ia, tamu tak terduga datang yaitu keluarga Scorpio, yang merupakan keluarga terpandang yang memiliki perusahaan terbesar di urutan pertama.

__ADS_1


"Tuan Arnold dan nyonya Isabel, sebuah kehormatan tuan dan nyonya bisa datang berkunjung di rumah kami." Sapa Kelvin yang masih tak menyangka, orang yang sangat sulit di temui datang dengan sendirinya di rumah Kelvin.


"Jangan terlalu formal pak Kelvin. Aku dan istri datang kemari saat mendengar kabar kelahiran putra kembarmu, kami turut bahagia dan kedatangan saya kemari ingin menjadikan salah satu putramu untuk menjadi jodoh anak saya yang sebentar lagi akan lahir." Jelas Arnold tanpa basa-basi.


"Maksud anda, ingin menjodohkan anak anda dengan putra saya?" tanya Kelvin kembali.


"Iya pak, begitu intinya. Anda tahu kan jika dua keluarga kita di satukan, maka kerajaan bisnis kita tak akan tergoyahkan lagi dan juga memang sudah saya rencanakan bersama istri untuk memilihkan jodoh yang tepat dan pilihan kami yaitu putramu." jelas Arnold yang tak suka bertele-tele saat bicara.


Kelvin terdiam sesaat, seperti memikirkan sesuatu lalu kembali angkat bicara, "Baiklah, aku kan menjodohkan salah satu anakku dengan putra kalian dan mudah-mudahan suatu hari nanti mereka bisa hidup bahagia dengan perjodohan ini."


Setelah ngobrol panjang lebar, Isabel yang sedang mengandung tujuh bulan ingin bertemu dengan calon menantu begitu juga dengan Arnold. Kelvin pun segera mengajak mereka menemui kedua putranya dan juga bertemu dengan istrinya.


Saat Isabel bertemu dengan kedua putra Kelvin, Isabel sudah langsung menentukan akan menjodohkan putrinya dengan Zack.


"Apa ini mas? perjodohan apa yang kalian semua maksud?" tanya Klara yang mendengar percakapan suaminya dengan kedua Tamunya.


"Jika Zack sudah di jodohkan bagaimana dengan putraku Zion." Tanya Klara dengan polosnya.


"Biarkan Zion memilih jodohnya sendiri." Saut Kelvin. Klara mengiyakan walaupun ada keraguan di hatinya. Sebagai seorang ibu, Klara memiliki telepati dengan kedua putranya, dia merasa suatu hari nanti akan ada perselisihan karena keputusan ini.


Setelah kedua keluarga setuju, Arnold memberikan sebuah cincin yang sudah di siapkan, yang akan di kenakan kedua anak yang di jodohkan saat mereka bertemu kembali.


Belum selesai kebahagiaan menghampiri, kejutan kembali datang, Maya yang sedang mengandung telah melahirkan seorang bayi perempuan dan itu berarti Akas menjadi seorang Daddy dan Kelvin menjadi seorang paman bagi anak Akas.


Namun kabar tentang bayi perempuan mengingatkan kembali Klara pada putrinya yang sudah meninggal. Kabar itu membawa kembali Klara dalam kesedihan mendalam yang membuatnya mengurung diri.


"Bi... aku mau putriku, aku belum pernah menggendongnya, memeluknya, aku ingin menci*umnya." ucap Klara pada Lily yang merindukan sosok Zaira yang hanya bisa ia lihat di dalam foto. Sekuat-kuatnya seorang ibu tak akan sanggup melupakan anak yang pernah ada dalam kandungannya selama tujuh bulan.

__ADS_1


"Yang sabar ya nyonya, Zaira sudah menemani kedua nenek dan kakeknya. Jangan terus-terusan di tangis, Zaira nanti juga sedih kalau bundanya terus menerus merindukannya."


"Apa yang harus aku lakukan bi, aku ingin bangkit dari rasa sedih ini agar bisa merawat kedua putraku, tapi... tapi setiap melihat kedua putraku yang ada aku terus -menerus teringat dengan Zaira." Klara memeluk bi Lily yang sudah di anggapnya ibu kedua bagi Klara


Kelvin yang telah kembali, setelah menemui keponakan barunya tanpa membawa Klara, langsung menghampiri Klara.


"Bi, bisakah keluar aku ingin bicara sebentar dengan istriku." perintah Kelvin dan Lily pun segera pergi.


Kelvin menangkup kedua pipi Klara dan memperhatikan mata istrinya yang sembab habis menangis.


"Katakan padaku, apa yang kamu inginkan, aku sudah kehabisan kata untuk membujukmu dan menenangkan kamu, semuanya sia-sia dan sekarang katakan apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak lagi sedih." Kelvin masih tetap menatap istrinya itu.


"Aku ingin lagi...." Jawab Klara singkat.


"Lagi... apanya yang lagi... bisakah kamu katakan lebih jelas lagi..." Saut Kelvin dengan bingung.


"Aku ingin punya anak lagi dan itu harus perempuan..." jawab Klara tanpa basa basi. Kelvin langsung menjauhkan tangannya dari wajah istrinya itu.


"Anak lagi..."Kelvin terlihat syok dengan keinginan istrinya itu, baru saja ia melahirkan anak dan kehilangan anak, kini dia menginginkannya lagi. Padahal kelvin masih menjaga istrinya bahkan menahan diri untuk tidak menyentuhnya dan sekarang dia mendengar jika istrinya itu menginginkan lagi seorang anak perempuan.


"Kenapa mas... kamu gak mau mengabulkan permintaanku?" tanya Klara yang melihat ekspresi suaminya itu.


"Bukan aku tak mau, tapi bagaimana kalau yang lahir nanti lelaki lagi." gumam batin Kelvin sebelum menjawab pertanyaan istrinya.


"Mas sih gak masalah kalau kamu ingin hamil lagi, tapi yang jadi masalahnya, kan mas juga gak bisa menentukan yang jadi nanti perempuan atau laki-laki lagi." jawab Kelvin dan membuat Klara bersedih kembali.


✔️ jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


__ADS_2