
"Ayah bangun, orang yang menolong ayah sudah datang, ayah jangan tidur, jangan buat dia kecewa ayah, dia sudah susah payah membagi waktu nya untuk bertemu dengan ayah." Aura membangunkan ayahnya yang baru saja tertidur.
Tak lama Alexo membuka matanya, dan menatap Kelvin dengan lekat sebelum pandangannya benar-benar jernih.
"Joni..." Ucap Alexo pertama kali saat melihat Kelvin. Kelvin langsung mengerutkan dahinya dan bertanya-tanya dengan sosok di depannya yang mengetahui tentang dirinya beberapa tahun lalu. Sedangkan dirinya sama sekali tak mengenal orang yang ia kunjungi tersebut.
"Apa kamu lupa? Aku paman Alex yang bekerja menjadi OB di perusahaan Wilmar bersamamu. Mungkin kamu lupa karena paman sekarang memiliki jenggot yang lebat dan tidak terurus." jelas Alexo dengan perasaan bahagia.
Kelvin mengingat-ingat sejenak, "Paman Alex, paman yang sering ngerjain aku? maafkan aku paman, aku benar-benar tidak tahu kalau paman adalah paman Alex, ngomong-ngomong paman tahu darimana kalau aku joni? Apa aku masih terlihat jelek dengan pakaian seperti ini?" Kelvin memperhatikan kembali penampilannya.
"Tidak ... tidak ... Kamu sangat tampan, tapi paman masih ingat betul denganmu, saat kamu kehilangan sebelah kumismu karena ulah paman, yang membuat kumis sebelahmu tersulut api rokok." mendengar hal tersebut, Aura yang juga berada di samping ayahnya, tiba-tiba tertawa saat membayangkan seorang pria tampan yang ada di depannya pernah memiliki kumis sebelah.
"Aura, jaga sikap, jangan tertawa sembarangan." tegur ayahnya, lalu terbatuk beberapa kali.
"Uuupppsss maaf ayah, Aura gak tahan ingin tertawa." Aura langsung menutup mulutnya.
"Jon, maafkan putriku. Oya, kenalkan ini Aura putriku yang pernah aku ceritakan padamu, Hanya dia satu-satunya keluargaku sekarang selalu ada di samping ku dan merawat ku siang dan malam."
Kelvin melirik Aura, "Kamu harus bangga pada ayahmu, demi kamu dia rela banting tulang agar kamu bisa menyelesaikan sekolah." ucap Kelvin membuat Aura terdiam.
"Jangan katakan itu Jon, aku lakukan itu karena sudah menjadi kewajiban aku sebagai seorang ayah. Oya aku harus berterimakasih padamu, kerena kamu sudah menolongku bahkan membiayai pengobatan ku, jika kamu tidak lekas menolongku mungkin saat ini aku sudah masuk dalam kubur."
"Jangan katakan itu paman, mungkin ini sudah takdir Tuhan yang mempertemukan kita lagi, agar aku bisa menepati janji yang pernah aku ucapkan dulu, jika aku sudah kaya raya, aku akan membawa paman dan anak paman berlibur ke kota impian."
"Ayah kenal dengan tuan Kelvin atau yang ayah panggil Joni ini? tanya Aura yang menyela pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Tentu Aura, ini teman Ayah yang selalu ayah ceritakan padamu, Lima tahun ayah dan Joni bersama, menjadikan kami seperti keluarga sendiri. Gak menyangka, kalau sekarang Joni sudah menjadi orang yang sukses, berkat ketekunannya."
"Tidak paman, sebelum aku kenal dengan paman aku sudah memilikinya, hanya saja aku melupakannya."
"Apa kamu tahu Aura, ayahmu ini selalu membuatku dalam masalah, saat baru berkerja menjadi OB, ayahmu mengganti gula dengan garam, dan akhirnya aku menyajikan Teh asin, tak hanya itu saja, ayahmu Menganti air pel yang hendak aku gunakan dengan air rinso dan ujungnya beberapa staf termasuk manager tergelincir dan jatuh di lantai yang basah, dan lebih parahnya hampir membuat gaji ku dipotong gara-gara ayahmu." Kelvin menceritakan masa lalunya bersama Alexo kepada putrinya. Masa lalu yang tak akan pernah terlupakan. Membuat Alexo kembali tersenyum setelah setahun lebih kehilangan senyum di wajahnya.
Kelvin merasa senang, setelah setahun tak berjumpa, akhirnya di saat tak terduga kembali di pertemukan, walaupun dalam kondisi yang berbeda.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar istrimu?" tanya Alexo kembali.
"Kami sudah pisah paman, sudah hampir setahun ini, Aku tidak bisa hidup dalam tekanan dan hinaan orang tuanya."
"Maaf, paman sama sekali tidak tahu."
Alexo divonis mengidap penyakit paru-paru dan sudah kronis, membuatnya sering sesak nafas, bahkan tubuhnya semakin kurus. Ditambah Alexo yang tidak memiliki biaya untuk pengobatan membuatnya hanya bisa menahan rasa sakit itu sendiri dan tidak segera di obati.
Sedangkan Aura, anak perempuan Alexo dari pernikahan keduanya, saat mengetahui Alexo bangkrut istrinya meninggalkan dirinya dan juga Aura, membuat Alexo harus tetap berjuang untuk membesarkan Aura seorang diri.
Tak lama kemudian, tiba-tiba pintu kamar rawat Alexo terbuka dan semua mata tertuju pada seseorang yang tengah berdiri di ambang pintu.
Casandro kembali menemui Alexo setelah pergi satu jam yang lalu. Kelvin terkejut dengan kedatangan kakeknya.
"Kakek, kenapa kakek bisa ada di sini? tanya kelvin. Lalu menghampiri kakeknya.
"Kamu sendiri kenapa ada di sini?" Casandro menjitak kepala cucunya karena gerigitan.
__ADS_1
"Bukankah kamu bilang menjenguk seseorang sebentar saja? apa kamu tahu, kakek sudah menunggu kamu hampir satu jam, tapi gak tahunya kamu sudah ada di sini."tanya balik Casandro dengan kesal, karena sudah membuat kakeknya menunggu.
"Maafkan aku kek, aku benar-benar tidak bermaksud untuk membuat kakek menunggu." jawab kelvin dengan tampang bersalah, karena terlalu larut dalam obrolan bersama Alex.
Tanpa mendengarkan penjelasan Kelvin yang lebih jelas, Casandro melewati Kelvin dan menghampiri Alexo yang sedang memperhatikannya dari ranjang.
"Ayah..." panggil Alexo, saat Casandro sudah berada di sampingnya.
"Ayah ..." Kelvin terkejut dengan paman Alex yang memanggil kakeknya dengan sebutan ayah
Dengan rasa penasaran yang tinggi, kelvin menghampiri Meraka lalu kembali bertanya "Apa ini semua kek? kenapa paman alex memanggilmu dengan panggilan ayah? Apa mungkin ..." Kelvin menghentikan ucapannya.
"Iya kelvin, dia Papa kandungmu Alexo, Inilah papamu yang ingin kakek pertemukan denganmu. Kakek tak menyangka kalau kalian sudah pernah bertemu sebelumnya."
"Apa yah? dia ... dia ... Putraku? putra Kartika?" Alexo pun terkejut dengan sebuah fakta yang di dahapkan padanya. Casandro pun mengangguk.
Kelvin mengusap wajahnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, laki-laki yang selama ini dia kenal baik sebagai paman Alex ternyata adalah papanya, yang tak pernah ia lihat sebelumnya sejak ia dilahirkan, bahkan mamanya pun tak pernah menceritakan jika Mahendra bukan lah papa kandungnya melainkan Alexo.
Aura ternganga, mendengar penjelasan kakek tua itu jika laki-laki muda yang ada didepan ayahnya adalah anaknya, dan itu berarti ia memiliki seorang kakak, yang tak pernah ia ketahui sebelumnya.
-TBC
βJangan lupa tinggalkan jejak.
βπππβ€π ditunggu selalu.
__ADS_1